Cinta Di Balik Sandiwara

Cinta Di Balik Sandiwara
Episode 41


__ADS_3

" Cantik... " Hanya kata-kata itulah yang keluar dari mulut Fardan .


Hingga membuat pipi Alifa memerah bak kepiting rebus karena menahan malu akibat pujian suaminya .


Fardan kembali melahap bibir merah muda istrinya yang terasa manis baginya , bahkan melebihi manisnya madu .


Terlalu lebay kali ya 😅😅😅


Cukup lama mereka berciuman , dan setelah merasa puas melakukan itu mereka melepas ciuman mereka .


Fardan pun menggendong Alifa lalu membaringkan Alifa di atas tempat tidur . Fardan membelai lembut pipi Alifa dan hal itu membuat jantung Alifa dag dig dug tar... tak karuan .


Lagi-lagi Fardan melahap bibir Alifa yang kini menjadi candu baginya .


Dia memperdalam ciumannya , bahkan kini tangannya sudah menyelusup masuk kedalam piyama tidur yang dikenakan Alifa . Dan ciumannya pun kini mulai turun ke leher jenjang istrinya , sungguh membuat Alifa terbuai oleh permainannya .


Sebagai lelaki normal Fardan tak dapat lagi menahan hasratnya untuk segera tersalurkan .


" Bolehkah aku meminta hak ku sekarang ?" Tanya Fardan dengan suara yang terdengar parau karena menahan hasratnya yang kian membuncah .


Alifa hanya mengangguk pasrah , karena dia pikir Fardan berhak atas dirinya .


Setelah mendapat persetujuan dari Alifa , Fardan pun tersenyum dan mencium kening Alifa , dan akhirnya Fardan dan Alifa pun memadu cinta mereka yang sekian lama mereka tahan .


-----


Adzan subuh berkumandang , membuat Fardan terbangun dari tidur nyenyaknya .


Ia tersenyum saat menatap wajah cantik istrinya yang tengah tertidur lelap .


Sekelebat ingatan tentang adengan panas yang ia lakukan semalam bersama istri tercintanya kembali terbayang dalam ingatannya .


" Tidak ku sangka , kini kamu sudah menjadi istriku yang seutuhnya , I love you sayang ." Batin Fardan sambil tersenyum . Dia pun mencium kening Alifa cukup lama , hingga membuat Alifa terbangun karena dia merasa ada yang tengah mengecup keningnya dengan lembut .


" Emhh... " Alifa menggeliat dalam selimut tebalnya.


Plap...


Dengan pelan dia membuka matanya , dan menatap wajah tampan suaminya yang kini juga tengah menatapnya dengan senyuman termanisnya .


" Ah... senyumnya itu lho yang bikin hatiku dag dig dug serrr.... " Batin Alifa yang terpesona oleh senyuman suaminya .


" Sayang maaf ya , aku sudah mengganggu tidurmu ." Ucap Fardan merasa bersalah .


" Tidak apa Kak ." Jawab Alifa sembari tersenyum manis .


" Ya udah kita mandi bersama yuk ." Ajak Fardan .


" Gak ah ,aku malu ." Tolak Alifa .


" Sama suami sendiri kenapa harus malu , lagian aku sudah melihat semua bagian tubuhmu bahkan aku su..."

__ADS_1


" Shut... jangan di teruskan , aku malu Kak , mendingan Kak Fardan mandi duluan aja ." Ucap Alifa memotong pembicaraan suaminya .


" Yakin nih... gak mau mandi bersama , nanti nyesel lho... " Goda Fardan .


" Gak akan... udah mandi sana , entar keburu habis waktu sholat subuhnya ."


" Mandi bersama aja , biar cepet ." Ucap Fardan sembari tersenyum . Lalu mengangkat tubuh polos istrinya , bersamaan dengan selimutnya .


Sesekali Alifa meringis merasakan sakit di bagian area sensitifnya .


" Kak Fardan turunkan aku , aku mau mandi sendiri aja ."


" Ingat... tidak boleh membantah apa kata suami ." Ucap Fardan mengingatkan .


Dan hal itu mampu membuat Alifa berhenti merengek untuk meminta di turunkan .


Dengan berhati-hati Fardan mendudukkan istri polosnya di atas closet . Lalu , ia menuju bathub dan mengisinya dengan air hangat , tidak lupa dia menuangkan aroma terapi ke dalamnya .


Fardan kembali mendekati sang istri dan berniat untuk menggendongnya , namun Alifa menolak nya .


" Tidak usah Kak , aku bisa sendiri , dan aku mohon biarkan aku mandi sendiri , karena aku benar-benar malu ." Ucap Alifa memohon .


" Kak... plisss... " Lagi-lagi Alifa memohon .


Fardan menatap wajah memelas istrinya , dengan berat hati dia menyetujuinya .


" Menghela napas panjang . Baiklah... " Ucap Fardan pasrah .


Dengan langkah gontai Fardan berjalan keluar kamar mandi .


Dan tentu saja hal itu membuat Alifa tersenyum senang , karena tidak jadi mandi bersama suaminya . Dengan pelan dia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju bathub , namun hanya beberapa saja dia melangkah , tiba-tiba saja dia hampir terjatuh .


" Ah... " Teriak Alifa , namun beruntung nya dia masih berpegangan pada pinggiran bathub sehingga dia dapat menahan tubuhnya agar tidak terjatuh .


Fardan yang mendengar teriakan istrinya , seketika menjadi cemas , dengan cepat dia masuk ke dalam kamar mandi untuk melihat keadaan istrinya .


" Sayang kamu kenapa ??? " Tanya Fardan khawatir saat mendapati istrinya tengah berpegangan dengan kuat pada pinggiran bathub .


" Aku tidak apa-apa Kak ."


" Kalau tidak apa-apa , kenapa kamu berteriak ??? "


" Tadi aku hanya hampir terjatuh , tapi aku baik-baik saja kok ." Ucap Alifa .


Mendengar penuturan istrinya , Fardan langsung mengangkat tubuh Alifa .


Dan tentu saja hal itu membuat Alifa terkejut , karena Fardan mengangkat tubuhnya secara tiba-tiba .


" Apa yang kamu lakukan Kak ."


" Sudah diam ." Ucap Fardan .

__ADS_1


Dia pun menurunkan Alifa secara perlahan ke dalam bathub , namun sebelumnya dia membuka selimut tebal yang membungkus tubuh polos istrinya . Alifa yang merasa malu hanya menundukkan kepalanya , saat ini dia tidak berani menatap wajah suaminya , karena saat ini wajahnya tengah memerah bak kepiting rebus , akibat menahan malu .


Glekkk...


Fardan menelan salivanya dengan kasar saat melihat tubuh indah nan putih mulus tanpa cacat milik istrinya yang tentu saja membangkitkan gairahnya .


Namun sebisa mungkin Fardan menyingkirkan nafsunya , ia memandikan sang istri dengan telaten .


Alifa hanya diam saja , membiarkan suaminya memanjakan dirinya , karena walaupun dia menolak itu akan percuma , karena Fardan terbilang orang yang keras kepala .


Setelah selesai memandikan istri kecilnya , ia mengambil jubah mandi yang tersedia di kamar mandi dan memakaikannya pada tubuh polos istrinya . Setelah itu dia kembali menggendong tubuh Alifa dan meletakkannya dengan pelan di atas ranjang .


" Tunggu disini sebentar , biar aku mengambilkan baju dan mukena untukmu ." Perintah Fardan .


" Tidak usah Kak , aku bisa mengambilnya sendiri , lebih baik Kak Fardan mandi saja , aku akan menunggu supaya kita bisa sholat berjamaah ."


" Tidak apa sayang... " Ucap Fardan .


Dia pun berjalan menuju ruang ganti untuk mengambil baju dan mukena untuk istrinya .


" Nih... apa perlu aku memakaikan nya juga ." Goda Fardan .


" Tidak usah , aku bisa sendiri , Kak Fardan pikir aku anak kecil apa , pakai baju pake harus di pakaikan segala ." Gerutu Alifa .


" Ya sudah aku mandi dulu ya ." Fardan pun pergi menuju kamar mandi .


Setelah selesai mandi Fardan segera menuju ruang ganti untuk memakai bajunya . Setelah itu dia pun sholat subuh berjamaah bersama istrinya .


-


-


-


-


-


Hai readers kesayangan...😊😊😊


Aku senang sekali ternyata kalian menyukai karyaku yang tidak terlalu menarik ini .


Dan terima kasih atas dukungan kalian


sekaligus kesabaran kalian untuk menunggu kelanjutan dari novelku .


Dukungan kalian memberikan semangat extra untuk ku menulis novel ini .


Jadi teruslah beri dukungan kalian dengan like , komen , dan vote .


Sekali lagi....

__ADS_1


TERIMA KASIH...


__ADS_2