
" Cantik... " Hanya kata-kata itulah yang keluar dari mulut Fardan .
Hingga membuat pipi Alifa memerah bak kepiting rebus karena menahan malu akibat pujian suaminya .
Fardan kembali melahap bibir merah muda istrinya yang terasa manis baginya , bahkan melebihi manisnya madu .
Terlalu lebay kali ya 😅😅😅
Cukup lama mereka berciuman , dan setelah merasa puas melakukan itu mereka melepas ciuman mereka .
Fardan pun menggendong Alifa lalu membaringkan Alifa di atas tempat tidur . Fardan membelai lembut pipi Alifa dan hal itu membuat jantung Alifa dag dig dug tar... tak karuan .
Lagi-lagi Fardan melahap bibir Alifa yang kini menjadi candu baginya .
Dia memperdalam ciumannya , bahkan kini tangannya sudah menyelusup masuk kedalam piyama tidur yang dikenakan Alifa . Dan ciumannya pun kini mulai turun ke leher jenjang istrinya , sungguh membuat Alifa terbuai oleh permainannya .
Sebagai lelaki normal Fardan tak dapat lagi menahan hasratnya untuk segera tersalurkan .
" Bolehkah aku meminta hak ku sekarang ?" Tanya Fardan dengan suara yang terdengar parau karena menahan hasratnya yang kian membuncah .
Alifa hanya mengangguk pasrah , karena dia pikir Fardan berhak atas dirinya .
Setelah mendapat persetujuan dari Alifa , Fardan pun tersenyum dan mencium kening Alifa , dan akhirnya Fardan dan Alifa pun memadu cinta mereka yang sekian lama mereka tahan .
-----
Adzan subuh berkumandang , membuat Fardan terbangun dari tidur nyenyaknya .
Ia tersenyum saat menatap wajah cantik istrinya yang tengah tertidur lelap .
Sekelebat ingatan tentang adengan panas yang ia lakukan semalam bersama istri tercintanya kembali terbayang dalam ingatannya .
" Tidak ku sangka , kini kamu sudah menjadi istriku yang seutuhnya , I love you sayang ." Batin Fardan sambil tersenyum . Dia pun mencium kening Alifa cukup lama , hingga membuat Alifa terbangun karena dia merasa ada yang tengah mengecup keningnya dengan lembut .
" Emhh... " Alifa menggeliat dalam selimut tebalnya.
Plap...
Dengan pelan dia membuka matanya , dan menatap wajah tampan suaminya yang kini juga tengah menatapnya dengan senyuman termanisnya .
" Ah... senyumnya itu lho yang bikin hatiku dag dig dug serrr.... " Batin Alifa yang terpesona oleh senyuman suaminya .
" Sayang maaf ya , aku sudah mengganggu tidurmu ." Ucap Fardan merasa bersalah .
" Tidak apa Kak ." Jawab Alifa sembari tersenyum manis .
" Ya udah kita mandi bersama yuk ." Ajak Fardan .
" Gak ah ,aku malu ." Tolak Alifa .
" Sama suami sendiri kenapa harus malu , lagian aku sudah melihat semua bagian tubuhmu bahkan aku su..."
__ADS_1
" Shut... jangan di teruskan , aku malu Kak , mendingan Kak Fardan mandi duluan aja ." Ucap Alifa memotong pembicaraan suaminya .
" Yakin nih... gak mau mandi bersama , nanti nyesel lho... " Goda Fardan .
" Gak akan... udah mandi sana , entar keburu habis waktu sholat subuhnya ."
" Mandi bersama aja , biar cepet ." Ucap Fardan sembari tersenyum . Lalu mengangkat tubuh polos istrinya , bersamaan dengan selimutnya .
Sesekali Alifa meringis merasakan sakit di bagian area sensitifnya .
" Kak Fardan turunkan aku , aku mau mandi sendiri aja ."
" Ingat... tidak boleh membantah apa kata suami ." Ucap Fardan mengingatkan .
Dan hal itu mampu membuat Alifa berhenti merengek untuk meminta di turunkan .
Dengan berhati-hati Fardan mendudukkan istri polosnya di atas closet . Lalu , ia menuju bathub dan mengisinya dengan air hangat , tidak lupa dia menuangkan aroma terapi ke dalamnya .
Fardan kembali mendekati sang istri dan berniat untuk menggendongnya , namun Alifa menolak nya .
" Tidak usah Kak , aku bisa sendiri , dan aku mohon biarkan aku mandi sendiri , karena aku benar-benar malu ." Ucap Alifa memohon .
" Kak... plisss... " Lagi-lagi Alifa memohon .
Fardan menatap wajah memelas istrinya , dengan berat hati dia menyetujuinya .
" Menghela napas panjang . Baiklah... " Ucap Fardan pasrah .
Dengan langkah gontai Fardan berjalan keluar kamar mandi .
Dan tentu saja hal itu membuat Alifa tersenyum senang , karena tidak jadi mandi bersama suaminya . Dengan pelan dia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju bathub , namun hanya beberapa saja dia melangkah , tiba-tiba saja dia hampir terjatuh .
" Ah... " Teriak Alifa , namun beruntung nya dia masih berpegangan pada pinggiran bathub sehingga dia dapat menahan tubuhnya agar tidak terjatuh .
Fardan yang mendengar teriakan istrinya , seketika menjadi cemas , dengan cepat dia masuk ke dalam kamar mandi untuk melihat keadaan istrinya .
" Sayang kamu kenapa ??? " Tanya Fardan khawatir saat mendapati istrinya tengah berpegangan dengan kuat pada pinggiran bathub .
" Aku tidak apa-apa Kak ."
" Kalau tidak apa-apa , kenapa kamu berteriak ??? "
" Tadi aku hanya hampir terjatuh , tapi aku baik-baik saja kok ." Ucap Alifa .
Mendengar penuturan istrinya , Fardan langsung mengangkat tubuh Alifa .
Dan tentu saja hal itu membuat Alifa terkejut , karena Fardan mengangkat tubuhnya secara tiba-tiba .
" Apa yang kamu lakukan Kak ."
" Sudah diam ." Ucap Fardan .
__ADS_1
Dia pun menurunkan Alifa secara perlahan ke dalam bathub , namun sebelumnya dia membuka selimut tebal yang membungkus tubuh polos istrinya . Alifa yang merasa malu hanya menundukkan kepalanya , saat ini dia tidak berani menatap wajah suaminya , karena saat ini wajahnya tengah memerah bak kepiting rebus , akibat menahan malu .
Glekkk...
Fardan menelan salivanya dengan kasar saat melihat tubuh indah nan putih mulus tanpa cacat milik istrinya yang tentu saja membangkitkan gairahnya .
Namun sebisa mungkin Fardan menyingkirkan nafsunya , ia memandikan sang istri dengan telaten .
Alifa hanya diam saja , membiarkan suaminya memanjakan dirinya , karena walaupun dia menolak itu akan percuma , karena Fardan terbilang orang yang keras kepala .
Setelah selesai memandikan istri kecilnya , ia mengambil jubah mandi yang tersedia di kamar mandi dan memakaikannya pada tubuh polos istrinya . Setelah itu dia kembali menggendong tubuh Alifa dan meletakkannya dengan pelan di atas ranjang .
" Tunggu disini sebentar , biar aku mengambilkan baju dan mukena untukmu ." Perintah Fardan .
" Tidak usah Kak , aku bisa mengambilnya sendiri , lebih baik Kak Fardan mandi saja , aku akan menunggu supaya kita bisa sholat berjamaah ."
" Tidak apa sayang... " Ucap Fardan .
Dia pun berjalan menuju ruang ganti untuk mengambil baju dan mukena untuk istrinya .
" Nih... apa perlu aku memakaikan nya juga ." Goda Fardan .
" Tidak usah , aku bisa sendiri , Kak Fardan pikir aku anak kecil apa , pakai baju pake harus di pakaikan segala ." Gerutu Alifa .
" Ya sudah aku mandi dulu ya ." Fardan pun pergi menuju kamar mandi .
Setelah selesai mandi Fardan segera menuju ruang ganti untuk memakai bajunya . Setelah itu dia pun sholat subuh berjamaah bersama istrinya .
-
-
-
-
-
Hai readers kesayangan...😊😊😊
Aku senang sekali ternyata kalian menyukai karyaku yang tidak terlalu menarik ini .
Dan terima kasih atas dukungan kalian
sekaligus kesabaran kalian untuk menunggu kelanjutan dari novelku .
Dukungan kalian memberikan semangat extra untuk ku menulis novel ini .
Jadi teruslah beri dukungan kalian dengan like , komen , dan vote .
Sekali lagi....
__ADS_1
TERIMA KASIH...