
Saat dokter yang menangani Alifa sudah keluar , Fardan buru-buru menghampirinya dan menanyakan keadaan istrinya .
" Bagaimana keadaan istriku , apa dia baik-baik saja ??? " Tanya Fardan .
" Nona Alifa tidak apa-apa tuan , hanya di bagian wajahnya saja yang agak bengkak akibat tamparan yang kuat , jadi tuan tidak perlu khawatir ." Jelas dokter cantik itu .
" Kamu yakin , apa tidak ada luka yang serius pada bagian tubuhnya ??? "
" Tidak ada tuan , semuanya baik-baik saja ."
" Baiklah , terima kasih ."
" Sama-sama tuan , kalau begitu saya pergi dulu ."
" Hemmm..." Fardan hanya berdehem .
Setelah dokter itu pergi , Fardan bergegas masuk menemui istrinya .
" Sayang... bagian mana yang sakit ,cepat katakan... " Ucap Fardan sambil memeriksa bagian tubuh Alifa .
" Aku tidak apa-apa Kak , jadi berhenti meraba raba tubuhku ."
" Aku hanya ingin memastikan kalau kamu baik-baik saja , bisa saja kan dokter tadi tidak begitu teliti saat memeriksamu ." Jawab Fardan .
" Aku tidak apa-apa kak , sungguh... " Ucap Alifa .
" Hmmm... syukurlah ." Ucap Fardan lega .
" Ini pasti sakit kan... " Tanya Fardan sambil mengusap pelan kedua pipi Alifa .
" Tidak , ini sudah tidak terlalu sakit ." Jawab Alifa sambil memegang tangan Fardan .
Tanpa berkata lagi Fardan langsung memeluk erat tubuh istrinya .
" Maafkan aku sayang , ini semua salahku karena sudah lalai dalam menjagamu , apalagi kamu harus menjadi korban dari orang yang memiliki dendam terhadapku , sekali lagi aku minta maaf ." Ucap Fardan merasa bersalah .
" Sudahlah , Kak Fardan tidak perlu menyalahkan diri sendiri ." Ucap Alifa .
Tanpa di duga air mata Alifa jatuh begitu saja .
Fardan melepaskan pelukannya dan menatap wajah Alifa .
" Hei kenapa kamu menangis , apa aku menyinggungmu ??? " Tanya Fardan khawatir .
Dengan cepat Alifa menggelengkan kepalanya .
" Lalu kenapa , apa ada yang menyakitimu , katakan padaku , biar aku kasih pelajaran sama orang itu ." Ucap Fardan emosi .
" Tidak Kak ." Jawab Alifa dengan wajah yang sendu .
" Lalu kenapa ??? " Tanya Fardan bingung .
Tanpa menjawab , Alifa langsung memeluk tubuh suaminya .
" Apa sejak awal kamu sudah tau kalau sebenarnya Aila sudah tiada , apa kamu sudah tau kalau orang yang selama ini aku kira Aila ternyata adalah Tina ??? " Tanya Alifa sambil terisak .
" Maafkan aku sayang , karena telah menyembunyikan semua ini dari kamu , tapi aku melakukan ini demi kebaikanmu ." Jelas Fardan .
" Kak Fardan jahat , kenapa kamu tidak bilang kalau sebenarnya Aila sudah meninggal , kenapa Kak ??? Teriak Alifa sambil berusaha melepaskan pelukannya .
" Sayang dengarkan aku ." Fardan kembali melepasakan pelukannya dan memegang kedua pipi imuot Alifa .
__ADS_1
" Sebenarnya Aila tidak meninggal , dia masih hidup ." Ucap Fardan meyakinkan Alifa .
" Tidak , kamu pasti bohong kan... kamu bilang seperti itu karena kamu tidak mau aku sedih kan..."
" Tidak sayang... aku tidak bohong , sungguh ." Fardan meyakinkan istrinya .
" Kalau Aila memang masih hidup , lalu dimana dia sekarang ??? " Tanya Alifa .
" Saat ini dia ada di tempat yang aman ." Jawab Fardan .
" Tapi bagaimana mungkin Aila masih hidup , bukankah di dalam video itu sudah terlihat jelas kalau Aila di buang ke laut dalam keadaan tangan dan kakinya di ikat ."
" Sayang... itu hanya sandiwara , karena yang melakukan itu adalah anak buahku yang menyamar sebagai orang suruhan Tina , jadi aku membuat sandiwara itu seperti nyata supaya Tina mengira kalau Aila benar-benar sudah tiada , dan soal Aila yang di buang ke laut , di bawah kapal itu sebenarnya sudah ada beberapa orang yang sudah siap untuk menolong Aila dan ikatannya pun tidak terlalu kuat ." Jelas Fardan panjang kali lebar .
" Benarkah...??? " Tanya Alifa masih belum percaya .
" Menghela napas panjang . Sekali lagi kamu bertanya , jangan salahkan aku jika aku menciummu ." Ancam Fardan , karena dia sudah merasa lelah berdebat dengan istri bawelnya .
" Ih... dasar mesum ." Oceh Alifa .
" Apa kamu ingin mencoba seperti apa kemesuman suamimu ini ." Goda Fardan sambil mengedipkan sebalah matanya .
" Kak Fardan apaan sih ." Alifa mengerucutkan bibirnya .
" Kamu mau menggodaku " Tanya Fardan sambil terus menatap ke arah bibir yang semerah ceri milik Alifa .
" Siapa yang menggodamu , Kak Fardan aja yang selalu berpikiran mesum ." Oceh Alifa kesal
Fardan hanya tersenyum gemas melihat Alifa yang terlihat kesal akibat dirinya .
" Ya sudah , sebaiknya kamu istirahat ." Ucap Fardan .
" Tapi kamu kan masih sakit ."
" Aku baik-baik saja kak , masak cuma luka bengkak akibat tamparan pake harus di rawat inap segala , apa kata dunia ." Oceh Alifa .
" Kata dunia " kamu turutin saja apa kata suamimu ." Begitu ." Jawab Fardan sambil tersenyum kecil .
" Sejak kapan dunia bisa bicara ??? "
" Sejak kamu menjadi gadis yang bawel ."
" Kak Fardan... aku mohon , aku ingin pulang , aku tidak mau di rawat inap , plisss... " Ucap Alifa memohon sambil menampilkan wajah imutnya .
" Baiklah... " Jawab Fardan pasrah .
" Yes... terima kasih suamiku ."
" Cuma makasih doang nih , gak ada hadiah nya ."
" Memangnya Kak Fardan mau minta hadiah apa ??? "
Fardan tidak menjawab , dia hanya menunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya .
Tanpa berpikir panjang Alifa langsung mengecup pipi suaminya .
" Kok di pipi sih , aku kan mintanya di sini ." Ucap Fardan sambil menunjuk bibirnya .
" Aku gak mau , malu lah kak , ini kan masih di rumah sakit ."
" Berarti kalau sudah sampai rumah gak papa dong ." Ucap Fardan senang .
__ADS_1
" Aduh... kayaknya aku salah ngomong deh ." Batin Alifa .
" Ya sudah , ayo kita pulang ." Fardan langsung mengangkat tubuh Alifa .
" Kak Fardan turunkan aku , aku bisa jalan sendiri ."
" Diam sayang , atau kamu mau aku memakanmu disini ." Ancam Fardan .
Mendengar itu , seketika Alifa langsung diam , karena dia takut Fardan serius dengan ucapannya , padahal Fardan hanya menggertak saja .
" Ahaha... sepertinya dia menganggap ucapanku serius , padahal aku hanya menggertaknya saja , tapi baguslah , setidaknya dia tidak lagi merengek meminta untuk diturunkan ." Batin Fardan .
-----
Di apartemen...
Seorang gadis canti tengah duduk seorang diri di ruang tamu sambil sesekali dia melihat ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya .
" Kak Fardan mana sih kok lama banget , katanya sepulang dari bandara aku tidak boleh langsung pulang ke rumah , malah di suruh pulang ke apartemen dulu , padahal dia udah janji kan... kalau dia bakal jemput aku sekarang , tapi udah jam segini belum datang juga , apa dia udah lupa kali ya ." Oceh gadis itu yang tak lain adalah Aila .
Tak lama kemudian terdengar ketukan pintu dari luar apartemen nya .
" Ini pasti Kak Fardan ." Ucap Aila senang . Dia pun bergegas membuka pintu .
Ceklek
Saat pintu di buka , terlihat seorang pria tengah berdiri memunggunginya .
Tanpa berpikir panjang , Aila langsung memeluk tubuh pria itu dari belakang .
" Akhirnya Kak Fardan datang juga , aku kira Kak Fardan udah lupa sama aku ." Oceh Aila tanpa melepas pelukannya .
Benarkah pria yang di peluk oleh Aila itu adalah Fardan , ataukah pria lain...???
Silahkan jawab di kolong komentar...
-
-
-
-
-
HAI READERS...
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN LIKE , KOMEN END VOTE .
OH YA...
JANGAN LUPA JUGA UNTUK MAMPIR DI NOVEL KEDUAKU YA...
YG BERJUDUL " KETULUSAN CINTA TUAN MUDA ."
INSYA ALLAH GAK KALAH SERU...
**TERIMA KASIH...😆😆😆
SEE YOU ALL**
__ADS_1