
Dengan langkah pelan , Fardan menghampiri istrinya . Namun Alifa masih belum juga menyadari kehadiran suaminya .
" Sayang... kenapa kamu masih belum tidur , inikan sudah sangat malam ." Tanya Fardan membuat lamunan Alifa tentang mantan tunangannya menjadi buyar .
Alifa segera mengusap air matanya , karena dia tidak mau suaminya tau bahwa dia baru saja selesai menangis .
" Aku masih belum ngantuk Kak ." Jawab Alifa sembari menundukkan kepalanya ,karena dia tidak ingin memperlihatkan matanya yang sembab .
" Kamu ini kenapa sih , kalau bicara itu liat orangnya ." Ucap Fardan sembari mengangkat dagu Alifa agar bisa melihat wajah gadis itu . Dan terlihat jelas bahwa istrinya habis menangis .
" Kenapa kamu nangis lagi , apa kamu masih menangisi mantan tunanganmu itu ???" Tanya Fardan sembari menatap manik mata Alifa .
" Apa kamu masih mencintainya??? " Tanya Fardan lagi . Dan tentu saja pertanyaan itu membuat Alifa tertegun .
lidahnya terasa kelu , bahkan tenggorokan Alifa seakan tercekat untuk menjawab pertanyaan suaminya .
" Tidak usah di jawab , karena aku sudah tau jawabannya ." Ucap Fardan dengan senyum yang di paksakan .
" Aku tau kau masih mencintainya ." Batin Fardan .
" Mungkinkah saat ini kamu sedang cemburu Kak , apakah ini berarti bahwa kamu sudah mulai mencintaiku ." Batin Alifa .
" Ayo masuk ,tidak baik berada di luar lama-lama ,karena itu tidak baik untuk kesehatanmu ." Ucap Fardan sambil menarik pergelangan tangan Alifa .
-----
Pagi hari , Alifa membuka matanya perlahan dan mengucek matanya dengan kedua tangannya . Alifa segera mendudukkan tubuhnya perlahan bangun dari tidurnya . Dan baru kali ini Alifa bangun tanpa suaminya yang biasanya masih berada di sampingnya .
" Kak Fardan kemana ??? tumben dia bangun lebih awal dariku ." Ucap Alifa .
" Apa dia lagi mandi kali ya , tapi kok di kamar mandi tidak terdengar suara percikan air ." Ucap Alifa bingung .
" Atau dia udah berangkat ke kantor ." Tebak Alifa . Dia pun menoleh ke arah jam dinding yang kini sudah menunjukkan jam 07.30 WIB .
" Haduh... gini nih , kalau habis sholat subuh tidur lagi jadi kesiangan kan bangunnya ." Gerutu Alifa .
" Eh... tunggu , sepertinya ada yang aku lupain tapi apa ya... " Dia pun mulai mengingat ingat apa yang sudah di lupakannya , dan seketika mata melotot kaget , karena dia sudah menyadari apa yang dia lupakan .
" Ya ampun... hari ini kan aku harus ikut OSPEK di kampus , mam**pus deh aku ." Ucap Alifa sambil menepuk jidatnya .
Alifa segera berlari menuju kamar mandi , tak sampai sepuluh menit dia sudah menyelesaikan ritual mandinya .
Dia berlari kocar kacir kesana kemari ,karena dia takut terlambat untuk ke kampus , sambil sesekali dia mengumpat kesal terhadap suaminya karena tidak membangunkannya .
__ADS_1
" Dasar suami sialan...gak pengertian... , gak perhatian... , masak istrinya dia biarin kesiangan , dia kan udah tau kalau hari ini aku harus mengikuti OSPEK ." Umpatnya kesal .
Sedangkan yang menjadi korban umpatan nya kini tengah berdiri di ambang pintu sambil tersenyum mendengar ocehan istrinya .
Setelah selesai bersiap Alifa ingin keluar kamarnya , namun ia menghentikan langkahnya saat ia melihat orang yang baru saja di umpatnya sudah berdiri tegap di ambang pintu dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya .
Alifa menatap tajam ke arah suaminya , dan bersiap untuk mengomelinya , namun suara bariton sang suami membuat Alifa tidak jadi untuk memarahinya .
" Jam dinding itu mati ." Ucap Fardan karena dia tau bahwa istrinya itu akan mengomelinya habis - habisan .
" Ya ampun... kenapa gak bilang dari tadi ." Ucap Alifa kesal .
" Gimana aku mau bilang , kalau dari tadi kamu tidak mau berhenti mengumpatku ." Ledek Fardan .
" Hadeh... tau gitu aku gak buru-buru kayak gini , lagian kenapa juga aku gak nyadar sih kalau jam dinding itu mati , benar-benar sial... " Alifa menggerutu dalam hati .
Fardan menarik pergelangan tangan Alifa , hingga membuat sang empunya kaget karena dia baru saja melamun .
" Kak Fardan mau bawa aku kemana ." Tanya Alifa sembari mengikuti langkah suaminya . Namun Fardan tak menjawabnya ,ia terus saja menarik pergelangan tangan Alifa hingga langkahnya berhenti di sebuah ruangan yang cukup besar dan terlihat beberapa menu makanan yang sudah tertata rapi di atas meja .
" Owh... jadi Kak Fardan membawaku ke ruang makan untuk sarapan ." Ucap Alifa .
Ya... Fardan membawa Alifa ke ruang makan .
" Iya , duduklah... " ucap Fardan sembari menarik kursi untuk Alifa duduk .
" Kembali kasih ." Jawab Fardan yang juga mendudukkan pantatnya di kursi yang berada di samping istrinya .
Fardan mengambil piring Alifa dan mengambilkannya makan .
" Nih... makan yang banyak ya , dan kamu harus menghabiskannya ." Ucap Fardan sembari memberikan piring yang sudah penuh dengan nasi goreng itu .
" Terima kasih ."
" Dua kali ." Ucap Fardan .
" Maksudnya ." Tanya Alifa tidak mengerti .
" Sudah dua kali kamu mengucapkan terima kasih kepadaku ."
" Owh... itu , kirain apa , tapi... apa ini tidak terlalu banyak Kak ?, dan mana mungkin aku bisa menghabiskan makanan sebanyak ini ." Ucap Alifa sambil menatap piring yang penuh dengan nasi goreng itu .
" Kamu pasti bisa , dan kamu tidak akan mati hanya karena makan sebanyak itu ." Ucap Fardan .
__ADS_1
" Kok aku ngerasa ini kebalik ya , seharusnya kan aku yang melayani Kak Fardan ,karena itu memang sudah tugasku sebagai seorang istri ,tapi kenapa ini malah jadi dia yang melayaniku ." Batin Alifa .
" Meskipun aku tau kalau kamu masih mencintai Hafiz , aku tetap tidak akan menyerah untuk bisa mendapatkan cintamu Lif , justru aku akan terus berusaha sampai akhirnya kamu juga mencintaiku ." Batin Fardan .
" Kenapa malah bengong , ayo cepat makan ." Ucap Fardan membuyarkan lamunan Alifa .
" Eh iya ."
-----
Setelah selesai sarapan Alifa bergegas pergi ke kamarnya untuk mengambil tasnya , begitu pun dengan Fardan , dia menyusul Alifa ke kamarnya .
Di kamar...
" Lif , Untuk tiga hari ke depan kamu tidak usah pergi ke kampus ." Ucap Fardan .
" Tapi kenapa Kak ? , aku kan harus mengikuti OSPEK di kampus ."
" Bunda sakit , dan dia butuh kamu di sampingnya , soal OSPEK di kampus biar Kevin yang mengurusnya ." Ucap Fardan .
" Dan selama itu juga kamu tinggal di rumah Bunda , karena aku akan pergi ke luar kota untuk mengurus pekerjaanku yang ada di sana ." Lanjut Fardan .
" Jadi selama tiga hari Kak Fardan akan ke luar kota ? "
" Iya , tidak apa-apa kan... " Tany Fardan sambil menatap Alifa .
" Tentu saja tidak apa-apa , Kak Fardan kerja kan juga untuk aku ." Ucap Alifa sembari memaksakan senyumnya .
" Entah kenapa hatiku seakan tidak rela untuk membiarkan Kak Fardan pergi , tapi tidak mungkin juga aku melarangnya untuk pergi , karena bagaimana pun juga Kak Fardan pergi ke luar kota untuk mengurus pekerjaan nya yang ada di sana ." Batin Alifa .
" Ya udah kita berangkat yuk , Bunda pasti udah nungguin kamu , karena Ayah bilang Bunda kangen sekali sama kamu ." Ucap Fardan .
" Iya Kak ." Jawab Alifa .
-
-
-
-
-
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN LIKE , KOMEN DAN VOTE .
TERIMA KASIH...😆😆😆