
Bukkk...
Tanpa sengaja dia menabrak dada bidang seorang pemuda tampan yang tengah berdiri di belakangnya , sehingga membuatnya hampir jatuh jika saja pria itu tidak menangkapnya .
Deg...
Mata keduanya bertemu , bahkan jantung keduanya berdetak sangat kencang seakan ingin keluar dari tempatnya .
" Ekhemmmm... " Fardan berdehem .
" Kalau mau bermesraan jangan disini , cari tempat lain aja , lagian halalin dulu , baru deh main peluk pelukan ." Ledek Fardan .
Dengan cepat Ifan melepas pelukannya , dan mengalihkan pandangannya .
" Kak Fardan ngomong apaan sih , gak jelas tau nggak , lagian siapa juga yang bermesraan dengan cowok tengil ini ." Oceh Aila .
" Hei... jangan terlalu jutek , entar kalo kamu udah naksir sama aku , baru deh tau rasa ." Ucap Ifan .
" Gak mungkin dan gak akan pernah mungkin ." Ketus Aila .
" Aila... " Panggil Alifa .
Seketika Aila langsung mengalihkan pandangannya dari Ifan .
" Alifa... " Ucap Aila .
Dia pun berjalan menghampiri Alifa .
" Alifa aku sangat merindukanmu ." Ucap Aila sambil memeluk erat Alifa .
" Ck... apaan sih pake peluk-peluk segala , bukan muhrim juga ." Oceh Fardan tidak suka melihat Aila memeluk istrinya .
" Ya elah bucin nya lagi mode on ."Ledek Ifan .
" Tau nih Kak Fardan , lagian aku sama Alifa kan sesama perempuan , jadi jelas muhrim dong..."
" Apa sih , jomblo di larang ikut campur ya..." Ucap Fardan tak terima .
" Kalau nanti aku nikah , aku gak bakalan bucin kayak kamu ."
" Kita liat aja nanti , paling bucin kamu lebih akut dari aku ."
" Gak akan... yang ada istriku yang akan bucin sama aku ." Ucap Ifan dengan begitu pede nya .
" Oke , kita buktikan aja nanti ." Ucap Fardan .
" Udah , kalian kok malah ribut sih , Ifan sebaiknya kamu pergi ke kamarmu ." Ucap Alifa .
" Rasain tuh kamu di usir ." Ledek Fardan .
" Kak Fardan juga sebaiknya keluar dulu dari sini ." Usir Alifa .
" Ahahaha... emang enak di usir sama istri sendiri ." Ejek Ifan , dia pun memilih pergi ke ruang tamu untuk bergabung dengan keluarganya .
" Loh kok kamu juga ngusir aku sih yang , aku kan pengen nemenin kamu disini ." Ucap Fardan dengan wajah di buat sesedih mungkin .
" Bukan ngusir Kak , aku hanya ingin melepas rindu dulu sama Aila , kita kan udah lama gak ketemu , jadi sebaiknya Kak Fardan keluar dulu sebentar , gak papa kan... plis... lagian aku juga ingin bicara empat mata dengan Aila ." Alifa memohon .
" Baiklah... kalau gitu aku keluar dulu , tapi inget gak boleh lama-lama , kamu kan harus istirahat ."
" Iya suamiku ." Ucapnya sambil tersenyum manis .
" Ya ampun... kenapa semakin hari istriku semakin manis aja sih , rasanya aku ingin memakannya sekarang juga ." Batin Fardan sambil tersenyum .
" Ya ampun... di suruh keluar malah senyum-senyum sendiri , udah mulai gesrek tuh otak kali ya ." Oceh Aila .
__ADS_1
" Ck , apaan sih kamu , ya udah aku keluar sekarang ." Fardan keluar dengan rasa kesal .
" Aila aku sangat merindukanmu..." Ucap Alifa sambil memeluk erat sahabatnya .
" Aku juga sangat merindukanmu..." Aila membalas pelukan Alifa .
" Oh ya , bagaimana keadaanmu , aku dengar kamu di culik ???"Tanya Aila sambil melepaskan pelukannya .
" Ya... aku memang di culik , tapi aku baik-baik saja kok ."Ucap Alifa .
" Apanya yang baik-baik saja , buktinya kedua pipi kamu bengkak begini ." Ucap Aila khawatir .
" Ini hanya bekas tamparan , dan ini juga sudah di obati , jadi kamu tidak perlu khawatir ."
" Pasti wanita jahat itu kan yang melakukan semua ini terhadapmu ???" Tanya Aila .
" Kamu juga tau siapa yang sudah melakukan penculikan terhadapku ???" Alifa balik tanya .
" Tidak ,aku hanya menebak saja , karena aku berpikir bahwa dia akan melakukan hal yang sama terhadapmu setelah apa yang dia lakukan kepadaku ."
" Kamu benar , dia memiliki dendam terhadapku dan Kak Fardan , jadi tentu saja dia berencana untuk membunuhku ."
" Aku tidak habis pikir dengan wanita itu , hanya karena cinta dia sampai mau membunuh orang yang tidak bersalah ."
" Sudahlah lupakan saja , yang penting aku dan kamu baik-baik saja ."
Tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar .
Tok... tok... tok...
" Alifa , boleh bunda masuk ???" Tanya Rita dari luar .
" Masuk aja bun... " Ucap Alifa agak berteriak .
Terlihat pintu kamar di buka , dan terlihatlah dua wanita cantik tengah berjalan menghampiri mereka , yang tak lain adalah Rita dan Erlin .
" Sayang... bagaimana keadaanmu sekarang ???" Tanya Rita sembari duduk di samping Alifa menggantikan Aila yang kini sudah berpindah duduk di sofa yang tak jauh dari ranjang Alifa .
" Aku sudah baikan bun , lagian aku tidak apa-apa kan..."
" Syukurlah , bunda lega mendengarnya ." Ucap Rita .
" Alifa apa kamu yakin kalau kamu tidak apa-apa ???" Kali ini Erlin yang angkat bicara .
" Iya Kak ,aku tidak apa-apa ,sungguh..." Ucap Alifa meyakinkan Erlin .
" Ya sudah , kalau begitu kamu makan siang dulu ya , biar Kakak ambilkan ." Ucap Erlin .
" Tidak usah Kak , nanti aku malah merepotkan ."
" Hei kamu bicara apa sih , justru aku malah senang jika di repotkan olehmu , tapi sayangnya sih aku sama sekali tidak merasa di repotkan ." Ucap Erlin sambil tersenyum .
-----
Pukul 19.00
Di ruang makan...
Semua orang tengah berkumpul di ruang makan , termasuk keluarga Arfiansyah .
Karena malam ini Erlin dan Azazian sudah memutuskan untuk menginap di rumah Fardan , begitu pun dengan keluarga Mahendra .
" Fardan dan Alifa kok belum turun juga ya ,apa mereka gak ikut makan malam bersama kita ???" Tanya Erlin saat melihat sepasang suami istri itu tak terlihat di antara mereka .
" Ya... mungkin mereka memilih makan di kamarnya kali Kak ." Jawab Aila .
__ADS_1
" Siapa bilang , tuh orangnya udah nongol ." Ucap Ifan sambil menatap ke arah mereka .
" Ya ampun... mereka sosweet banget sih..." Ucap Aila saat melihat Fardan menuruni tangga sambil menggendong Alifa ala bridal styl .
" Emangnya kamu mau juga kayak mereka ???" Tanya Ifan .
" Iyalah , kan sweet banget kalo gitu ."
" Ya udah entar kalo kita udah nikah , aku bakalan gendong kamu dari turun mobil sampai ke kamar pengantin , gimana sweet banget kan..." Bisik Ifan pada Aila .
Karena kebetulan Ifan duduk di kursi samping Aila .
Blussh...
Seketika Pipi Aila memerah bak kepiting rebus , bahkan pipi nya terasa panas akibat ucapan Ifan ,namun secepat mungkin dia menutupi nya dengan wajah jutek nya .
" Ngomong apaan sih , gak jelas tau nggak ." Ucap Aila ketus .
" Owh... jadi kamu minta hubungan kita di perjelas nih..." Goda Ifan .
" Idih... ogah ." Ketus Aila .
Sedangkan yang lainnya hanya tersenyum melihat tingkah dua pasangan yang terlihat berbeda , yang satunya terlihat romantis , eh yang satunya lagi bagaikan tom end jerry .
" Sudah , jangan ribut terus , sebaiknya kita makan saja ."Rita melerai perdebatan dua insan yang terlihat saling benci itu , namun sayang nya sepertinya hati mereka berkata lain .
-
-
-
-
-
ALHAMDULILLAH...
AKHIRNYA AURHOR BISA UP LAGI
MAKLUMLAH... DI MADURA LAGI MUSIM ORANG SAKIT DAN ORANG MENINGGAL
SAMPAI-SAMPAI TUKANG KALI KUBURAN KEWALAHAN .
SANA-SINI ADA TAHLILAN , BIKIN PUSING KAN...
AIH... KENAPA MALAH NGOCEH GAK JELAS NIH....😳😳😳
SORRY...🙏
AKU CUMA MAU BILANG MAKASIH SAMA PARA READERSKU TERSAYANG, TERCINTA , TERBAIK DAN TER TER POKOKNYA LAH...
KARENA KALIAN UDAH SUDI BACA KARYA AUTHOR YANG TAK TERLALU MENARIK INI , DAN TERIMA KASIH JUGA ATAS DUKUNGANNYA .
EH SEKALIAN... MOHON MAAF KARENA LAMA UP NYA YA...
SOALNYA BUNDAKU TERCINTA LAGI SAKIT DAN SETELAHNYA AKU SENDIRI YANG SAKIT .
JADI AUTHOR MOHON MAAF SEBESAR BESARNYA .🙏
TERUS DUKUNG DAN BACA KARYA AUTHOR YAH...
JANGAN LUPA JUGA UNTUK TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN LIKE , KASIH SARAN JUGA DENGAN KOMEN DAN VOTE SEBANYAK MUNGKIN...😆😆😆
TERIMA KASIH...😉😉😉
__ADS_1