Cinta Di Balik Sandiwara

Cinta Di Balik Sandiwara
Episode 35


__ADS_3

Setelah empat puluh lima menit , mereka pun sampai . Alifa segera turun dari mobil dan langsung bergegas pergi ke kamarnya . Melihat hal itu Fardan bergegas menyusul Alifa , dia merasa khawatir dengan keadaan Alifa yang terlihat sangat sedih .


Ceklek...


Fardan memutar kenop pintu kamarnya dengan sangat pelan .


Terlihat istrinya tengah terbaring dengan keadaan tengkurap dan membenamkan wajahnya di bantal , terdengar jelas isakan tangis yang membuat hati Fardan terasa sakit mendengarnya , dengan langkah pelan dia berjalan mendekati istrinya dan duduk di bibir ranjang .


" Sayang... ada apa denganmu , kenapa kamu menangis ???" Tanya Fardan dengan lembut .


Bukannya dia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi , hanya saja dia berpura-pura seolah olah dia tidak tau apa-apa , karena dia tidak mau Alifa berpikir bahwa dirinya telah menguping pembicaraannya dengan Widia .


Masih tak ada jawaban dari Alifa , ia hanya menangis tanpa menghiraukan pertanyaan suaminya .


" Sayang... ku mohon katakanlah apa yang sebenarnya terjadi , aku ini suamimu dan aku berhak tau apa yang membuatmu sedih seperti ini ." Ucap Fardan memohon .


Alifa beranjak dari posisi tengkurap nya dan langsung berhambur kepelukan suaminya yang duduk tepat di sampingnya . Dan kali ini tangisan Alifa pecah , hatinya terasa sakit saat mengingat bahwa orang yang di sayanginya menjadi korban dari orang -orang yang memiliki dendam terhadapnya .


" Kenapa harus dia yang menjadi korban Kak , kenapa harus orang yang aku sayang yang di sakiti oleh orang yang memiliki dendam terhadapku , kenapa ??? " Ucap Alifa di sela-sela isak tangisnya .


Deg


Tanpa Alifa sadari ucapannya telah mampu membuat hati Fardan terasa sakit , bahkan mampu membuat dadanya terasa sesak . Suami mana yang tidak merasa sakit hati , jika istri yang sangat di cintainya malah secara blak blakan mengatakan bahwa dirinya masih menyayangi mantan tunangannya di depan suaminya , dan suami mana yang tidak merasa kecewa , jika istrinya menangisi pria lain saat berada di dalam pelukan suaminya .


Namun Fardan mencoba menahan semua rasa sakit itu , karena saat ini yang terpenting adalah keadaan istrinya .


" Lif , bukankah aku sudah pernah bilang terhadapmu , bahwa manusia itu hanya di ciptakan bukan menciptakan , oleh karena itu takdir manusia pun di tentukan bukan menentukan , mungkin manusia bisa menentukan dengan siapa dia akan menuju pelaminan , tapi manusia tidak dapat menentukan dengan siapa dia akan berjodoh , karena rezeki , jodoh ,dan mati hanya akan di tentukan oleh sang ilahi yaitu allah ." Nasehat Fardan .


" Jangan pernah menyalahkan takdir , karena allah tidak akan memberikan apa yang kita inginkan , akan tetapi dia akan memberikan apa yang terbaik untuk kita ." Lanjut Fardan .


" Aku tau Kak... tapi... "


" Mungkin ini memang yang terbaik untukmu dan Hafiz , dan kamu tidak perlu merasa bersalah , karena semua ini bukan salahmu , akan tetapi salah orang yang sudah memiliki dendam terhadapmu , lagian aku yakin Hafiz pasti bisa melewati semua ini , dia kan pria yang tangguh dan kuat ." Hibur Fardan sambil memaksakan senyumnya .


" Jadi berhentilah menangis , nanti wajahmu tambah jelek dan cepet tua , aku gak mau ya , punya istri yang sudah tua ." Ucap Fardan menggoda Alifa . Dan hal itu mampu membuat istrinya berhenti menangis . Alifa melepaskan pelukannya dan menatapa suami tampan nya .


" Hah... yang bener Kak... " Tanya Alifa polos sambil mengusap air matanya dengan kasar . Dia tidak tau bahwa suaminya hanya menggodanya , tapi dia malah menganggapnya serius .

__ADS_1


" Ternyata istri kecilku polos sekali ya...


membuatku semakin gemas saja ." Batin Fardan sembari menatap istrinya gemas .


" Iya lah... " Jawab Fardan sambil menahan senyumnya , saat melihat wajah panik Alifa .


" Tapi bohong... " Lanjut Fardan .


Dia pun tertawa lepas saat melihat raut wajah yang terlihat sangat kesal .


" Ih... Kak Fardan ngeselin... " Ucap Alifa sembari beranjak dari duduknya , dan bergegas pergi ke kamar mandi .


-----


Di kediamana Mahendra .


Seorang pemuda tampan tengah duduk santai di sofa yang berada tak jauh dari ranjangnya . Siapa lagi kalau bukan Ifan .


" Kok aku ngerasa ada yang aneh ya dengan sikap Aila , dulu sebelum aku pindah ke sekolahnya dia gak sejutek gitu sama aku ,tapi kenapa sekarang dia jadi suka ngegas gitu kalau bicara sama aku ,bahkan sekarang aku dan dia sering beradu mulut ." Batin Ifan .


" Aish... kenapa aku malah mikirin tuh cewek ya , tapi kalau boleh jujur sih... aku lebih suka dia yang dulu , jutek tapi baik ." Ifan mengoceh sendiri .


Terdengar suara pintu di ketuk .


Dengan malas Ifan berjalan membuka pintu .


" Ada apa ???"Tanya Ifan pada pelayan di depannya .


" Maaf Tuan Muda , makan malamnya sudah siap , Nyonya dan Tuan besar sudah menunggu Tuan Muda di ruang makan ." Ucap pelayan itu sambil menundukkan kepalanya .


" Baiklah... aku akan segera turun , sekarang kamu boleh pergi ." Ucap Ifan dingin .


" Baik Tuan Muda ." Pelayan itu pun pergi . Begitu pun dengan Ifan , dia bergegas pergi ke ruang makan untuk menemui Ayah dan Bundanya yang sudah menunggunya sedari tadi .


" Anak itu abis ngapain aja sih , udah sedari tadi kita menunggunya , tapi anak itu masih belum keliatan juga batang hidungnya ." Oceh Rita yang sudah mulai kesal , karena terlalu lama menunggu putranya .


" Tuh orangnya udah nongol ." Ucap Riko sembari melihat ke arah Ifan yang kini berjalan mendekati mereka .

__ADS_1


" Kok kamu lama banget sih , abis ngapain aja ." Tanya Rita .


" Abis mandi sebentar bun ." Ucap Ifan berbohong .


" Tapi bohong... hehehe... maaf ya bun ." Batin Ifan .


" Owh... kirain abis ngapain ." Ucap Rita .


-----


Setelah makan malam , Alifa duduk seorang diri di balkon kamarnya .


Sedangkan Fardan masih sibuk berkutat dengan laptopnya di ruang kerjanya .


" Aku harus minta maaf sama Kak Hafiz , karena aku telah menuduh dia menghianatiku , padahal dia hanyalah korban ." Batin Alifa .


" Maafkan aku Kak , karena waktu itu aku tidak mau mendengar penjelasan darimu , aku malah menamparmu tanpa bertanya dulu apa alasan kamu menikahi Widia ." Ucap Alifa sedih . Lagi-lagi rasa bersalah menghantuinya , membuat butiran bening lolos tanpa izin empunya .


" Tapi apakah Kak Hafiz mau memaafkan aku , setelah dia tau bahwa akulah yang menjadi penyebab dari awal kehancurannya . " Ucap Alifa .


" Tuhan... kenapa engkau harus menghukum dia atas kesalahan yang aku lakukan di masalalu ." Batin Alifa .


Tanpa Alifa sadari , ada sepasang mata yang memperhatikannya sejak tadi .


" Sebesar itukah cintamu terhadapnya , sehingga kamu begitu sedih saat mengetahui kebenarannya bahwa dia tidak bersalah ??? apakah tidak ada harapan untukku bisa menggantikan posisi dia di hatimu ??? . " Batin Fardan .


Ya... orang yang memperhatikan Alifa sejak tadi adalah Fardan ,suaminya yang ia sakiti tanpa Alifa sadari .


-


-


-


-


-

__ADS_1


**JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN LIKE , KOMEN & VOTE .


TERIMA KASIH...😆😆😆**


__ADS_2