Cinta Di Balik Sandiwara

Cinta Di Balik Sandiwara
Episode 45


__ADS_3

* Masih Flash Back On


" Maafkan aku... " Ucap Faura lirih .


Dan kini dia telah menghembuskan nafas terakhirnya .


" Innalillahi wainna ilaihi rojiun ." Ucap Diah sembari meneteskan air matanya , karena selama Faura tinggal di panti , dia sangat baik kepada Diah dan anak panti yang ada di sana , hingga mereka semua merasa kehilangan saat Faura telah meninggal .


" Kasian sekali kamu nak , kamu harus kehilangan ibu mu di usiamu yang masih belum genap sehari ." Ucap Diah menatap Fardan kecil dengan iba .


" Bunda janji , bunda akan merawatmu dengan baik dan penuh kasih sayang ." Lanjut Diah sambil sesekali mengecup pipi gembul Fardan kecil .


-----


Di tempat lain, seorang pria tampan tengah menangis histeris saat mendengar berita kematian istri yang sangat di cintainya , apalagi sudah satu minggu lebih dia tidak bertemu dengannya .


yang tak lain adalah Azazian .


Dia baru saja mendapat kabar dari orang kepercayaannya bahwa Faura berada di panti asuhan di kota D, dan kini dia sudah meninggal saat berjuang untuk melahirkan putranya .


" Tidak mungkin... itu tidak mungkin...


istriku tidak mungkin meninggalkan aku secepat itu ." Ucap Azazian di sela-sela isak tangisnya .


" Tapi itu memang kenyataannya tuan ." Ucap Zero , asisten nya , sekaligus orang kepercayaannya .


" Aku harus kesana sekarang juga , ze... siapkan mobil untukku ." Perintah Azazian tanpa mengalihkan pandangannya .


" Baik tuan ." Ucap Zero .


" Ada apa dengan mommy dad , kenapa daddy menangis , mommy baik-baik saja kan dad ??? " Pertanyaan itu keluar secara beruntun dari mulut mungil Erlin yang tengah berusia 3 tahun .


" Sayang... kamu tenang ya , mommy kamu baik-baik saja kok ." Ucap Azazian berbohong , karena dia tidak tega melihat putri kecilnya sedih .


" telus kenapa daddy menangis ." Tanya Erlin polos .


" Daddy lagi terharu , karena mommy sudah di temukan , dan daddy akan pergi untuk menjemput mommy ."


" Benalkah dad ." Tanya Erlin dengan suara cedalnya .


" Iya sayang..."


" Yey... mommy ku akan pulang... " Ucap Erlin senang . Dan tentu saja hal itu membuat hati Azazian sakit , karena putrinya begitu senang mendengar mommy nya akan pulang ,padahal mommy nya akan pulang dalam keadaan tak bernyawa .


" Ya allah... apa yang harus aku katakan nanti , jika Faura akan pulang dalam keadaan tak bernyawa , dia masih terlalu kecil untuk memahami keadaan ini ." Batin Azazian .


" Aku ikut ya dad ."


" Jangan sayang , sebaiknya Erlin disini saja sama Bi Oni , nunggu mommy pulang ."


" Baiklah... tapi jangan lama-lama ya dad , karena aku sudah sangat merindukan mommy ."


" Iya sayang ." Azazian mengecup kening putri kesayangannya .

__ADS_1


" Daddy berangkat ya ." Erlin hanya menganggukkan kepalanya .


Setelah beberapa jam , Azazian pun sampai di panti .


Dia langsung turun tanpa menunggu Zero untuk membukakan pintu untuknya , karena dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan istri tercintanya .


" Dimana istriku ." Ucap Azazian pada orang-orang yang tengah duduk di teras depan . Karena merasa tak di hiraukan , Azazian langsung masuk tanpa memperdulikan tatapan warga terhadapnya .


" Faura... ." Ucap Azazian lirih .


Azazian menjatuhkan tubuhnya tepat di samping jasad sang istri , saat melihat istri yang sangat di cintainya sudah terbujur kaku di depannya .


" Tidak... ini tidak mungkin ." Ucapnya Lirih .


Azazian memeluk jasad Faura dengan sangat erat .


" Apa salahku terhadapmu sayang , sehingga kau meninggalkan ku secepat ini ." Ucap Azazian di sela-sela isak tangisnya .


" Maaf... apakah anda suami dari Mbak Faura ??? " Tanya Diah pada Azazian .


Azazian mengalihkan pandangannya menatap Diah .


" Ya... memangnya kenapa ??? " Jawab Azazian dengan wajah datarnya .


" Sebelum almarhumah meninggal ,dia meminta saya untuk memberikan surat ini kepada tuan ." Ucap Diah sambil menyerahkan surat itu pada Azazian .


" Terima kasih , lalu dimana anakku ??? "


" Em...A...anu tuan ." Ucap Diah gugup .


" Anu... kenapa , anakku baik-baik saja kan ??? " Tanya Azazian khawatir .


" Aku harus bisa , karena ini demi keselamatan Fardan ." Batin Diah .


" Anak anda sudah meninggal tuan , anak anda tidak bisa di selamatkan ." Ucap Diah .


" Tidak... kamu pasti bohong kan... anakku tidak mungkin meninggal ." Azazian berteriak histeris .


" Maaf tuan tapi itu... "


" Cukup... dimana dia sekarang , aku ingin bertemu dengannya ."


" Dia sudah di makamkan tuan dan itu atas permintaan Mbak Faura sebelum meninggal ." Jelas Diah berbohong .


" Baiklah antar aku ke makamnya ."Perintah Azazian .


" Iya tuan ." Ucap Diah .


" Untung... saja aku sudah menyiapkan semuanya , jika tidak... sudah pasti aku ketahuan kalau aku berbohong ." Batin Diah .


Mereka pun sampai di pemakan yang berada tak jauh dari panti asuhan .


Azazian menatap kuburan kecil yang dia kira itu makam anaknya ,namun pada kenyataannya itu hanyalah kuburan palsu yng di buat Diah untuk mengelabui Azazian .

__ADS_1


" Maafkan daddy sayang , daddy tidak bisa menjagamu dengan baik ." Ucap Azazian dan lagi-lagi air matanya lolos begitu saja .


Siang pun berganti malam , dan kini Faura sudah di kebumikan di kota A , karena Azazian membawa jasad istrinya ke kediamannya .


~ Flash Back Off ~


" Setelah aku berusia dua tahun , aku di adopsi ayah dan bunda , karena kata bunda Diah saat itu bunda masih belum juga hamil ." Jelas Fardan .


" Terus kenapa ayah Kak Fardan percaya begitu saja kalau Kak Fardan itu anak kandungnya ??? " Tanya Alifa penasaran .


" Karena aku memperlihatkan cincin pemberian bunda ,dan juga mempertemukan daddy dengan bunda Diah , dan tentu saja daddy percaya karena wajahku sangat mirip dengan wajah daddy saat masih remaja ."


" Dan perempuan yang sudah membuatmu cemburu itu adalah Kakak kandungku ." Lanjut Fardan sambil tersenyum .


" Dih... siapa yang cemburu ." Ketus Alifa .


" Ya... kamu lah ,memangnya siapa lagi ."


" Lalu kenapa Kak Fardan merahasiakan semua ini dariku , juga dari ayah dan bunda ???"


" Karena aku masih menunggu waktu yang tepat , dan menyelesaikan masalahku dulu ."


" Masalah apa Kak ??? "


" Masih belum waktunya kamu mengetahui ini , jadi aku berharap kamu lebih bersabar , karena cepat atau lambat aku akan memberitahumu sayang ."


" Terus perempuan yang... "


" Sudah cukup jangan bertanya lagi , aku tidak bisa menjawab semua pertanyaan yang belum waktunya kamu ketahui ."


" Ih... Kak Fardan kok gitu sih , sama istri sendiri masih aja main rahasia - rahasiaan ." Ketus Alifa .


" Sayang... percayalah padaku , apapun yang aku lakukan ,ini semua demi kebaikan kita ."


" Hmmm baiklah ,tapi nambah rondenya jadi batal ." Ucap Alifa sembari beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan suaminya .


" Sayang... kok aku malah di tinggal sih..." Teriak Fardan sambil berjalan menyusul sang istri .


" Bodo ." Ucap Alifa tanpa menoleh .


" Hadeh... mode ngambeknya On lagi nih ."Batin Fardan .


-


-


-


-


-


HAI PARA READERS SETIAKU

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN LIKE , KOMEN DAN VOTE .


TERIMA KASIH...😆😆😆


__ADS_2