
* Masih Flash Back On
" Maafkan aku... " Ucap Faura lirih .
Dan kini dia telah menghembuskan nafas terakhirnya .
" Innalillahi wainna ilaihi rojiun ." Ucap Diah sembari meneteskan air matanya , karena selama Faura tinggal di panti , dia sangat baik kepada Diah dan anak panti yang ada di sana , hingga mereka semua merasa kehilangan saat Faura telah meninggal .
" Kasian sekali kamu nak , kamu harus kehilangan ibu mu di usiamu yang masih belum genap sehari ." Ucap Diah menatap Fardan kecil dengan iba .
" Bunda janji , bunda akan merawatmu dengan baik dan penuh kasih sayang ." Lanjut Diah sambil sesekali mengecup pipi gembul Fardan kecil .
-----
Di tempat lain, seorang pria tampan tengah menangis histeris saat mendengar berita kematian istri yang sangat di cintainya , apalagi sudah satu minggu lebih dia tidak bertemu dengannya .
yang tak lain adalah Azazian .
Dia baru saja mendapat kabar dari orang kepercayaannya bahwa Faura berada di panti asuhan di kota D, dan kini dia sudah meninggal saat berjuang untuk melahirkan putranya .
" Tidak mungkin... itu tidak mungkin...
istriku tidak mungkin meninggalkan aku secepat itu ." Ucap Azazian di sela-sela isak tangisnya .
" Tapi itu memang kenyataannya tuan ." Ucap Zero , asisten nya , sekaligus orang kepercayaannya .
" Aku harus kesana sekarang juga , ze... siapkan mobil untukku ." Perintah Azazian tanpa mengalihkan pandangannya .
" Baik tuan ." Ucap Zero .
" Ada apa dengan mommy dad , kenapa daddy menangis , mommy baik-baik saja kan dad ??? " Pertanyaan itu keluar secara beruntun dari mulut mungil Erlin yang tengah berusia 3 tahun .
" Sayang... kamu tenang ya , mommy kamu baik-baik saja kok ." Ucap Azazian berbohong , karena dia tidak tega melihat putri kecilnya sedih .
" telus kenapa daddy menangis ." Tanya Erlin polos .
" Daddy lagi terharu , karena mommy sudah di temukan , dan daddy akan pergi untuk menjemput mommy ."
" Benalkah dad ." Tanya Erlin dengan suara cedalnya .
" Iya sayang..."
" Yey... mommy ku akan pulang... " Ucap Erlin senang . Dan tentu saja hal itu membuat hati Azazian sakit , karena putrinya begitu senang mendengar mommy nya akan pulang ,padahal mommy nya akan pulang dalam keadaan tak bernyawa .
" Ya allah... apa yang harus aku katakan nanti , jika Faura akan pulang dalam keadaan tak bernyawa , dia masih terlalu kecil untuk memahami keadaan ini ." Batin Azazian .
" Aku ikut ya dad ."
" Jangan sayang , sebaiknya Erlin disini saja sama Bi Oni , nunggu mommy pulang ."
" Baiklah... tapi jangan lama-lama ya dad , karena aku sudah sangat merindukan mommy ."
" Iya sayang ." Azazian mengecup kening putri kesayangannya .
__ADS_1
" Daddy berangkat ya ." Erlin hanya menganggukkan kepalanya .
Setelah beberapa jam , Azazian pun sampai di panti .
Dia langsung turun tanpa menunggu Zero untuk membukakan pintu untuknya , karena dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan istri tercintanya .
" Dimana istriku ." Ucap Azazian pada orang-orang yang tengah duduk di teras depan . Karena merasa tak di hiraukan , Azazian langsung masuk tanpa memperdulikan tatapan warga terhadapnya .
" Faura... ." Ucap Azazian lirih .
Azazian menjatuhkan tubuhnya tepat di samping jasad sang istri , saat melihat istri yang sangat di cintainya sudah terbujur kaku di depannya .
" Tidak... ini tidak mungkin ." Ucapnya Lirih .
Azazian memeluk jasad Faura dengan sangat erat .
" Apa salahku terhadapmu sayang , sehingga kau meninggalkan ku secepat ini ." Ucap Azazian di sela-sela isak tangisnya .
" Maaf... apakah anda suami dari Mbak Faura ??? " Tanya Diah pada Azazian .
Azazian mengalihkan pandangannya menatap Diah .
" Ya... memangnya kenapa ??? " Jawab Azazian dengan wajah datarnya .
" Sebelum almarhumah meninggal ,dia meminta saya untuk memberikan surat ini kepada tuan ." Ucap Diah sambil menyerahkan surat itu pada Azazian .
" Terima kasih , lalu dimana anakku ??? "
" Em...A...anu tuan ." Ucap Diah gugup .
" Anu... kenapa , anakku baik-baik saja kan ??? " Tanya Azazian khawatir .
" Aku harus bisa , karena ini demi keselamatan Fardan ." Batin Diah .
" Anak anda sudah meninggal tuan , anak anda tidak bisa di selamatkan ." Ucap Diah .
" Tidak... kamu pasti bohong kan... anakku tidak mungkin meninggal ." Azazian berteriak histeris .
" Maaf tuan tapi itu... "
" Cukup... dimana dia sekarang , aku ingin bertemu dengannya ."
" Dia sudah di makamkan tuan dan itu atas permintaan Mbak Faura sebelum meninggal ." Jelas Diah berbohong .
" Baiklah antar aku ke makamnya ."Perintah Azazian .
" Iya tuan ." Ucap Diah .
" Untung... saja aku sudah menyiapkan semuanya , jika tidak... sudah pasti aku ketahuan kalau aku berbohong ." Batin Diah .
Mereka pun sampai di pemakan yang berada tak jauh dari panti asuhan .
Azazian menatap kuburan kecil yang dia kira itu makam anaknya ,namun pada kenyataannya itu hanyalah kuburan palsu yng di buat Diah untuk mengelabui Azazian .
__ADS_1
" Maafkan daddy sayang , daddy tidak bisa menjagamu dengan baik ." Ucap Azazian dan lagi-lagi air matanya lolos begitu saja .
Siang pun berganti malam , dan kini Faura sudah di kebumikan di kota A , karena Azazian membawa jasad istrinya ke kediamannya .
~ Flash Back Off ~
" Setelah aku berusia dua tahun , aku di adopsi ayah dan bunda , karena kata bunda Diah saat itu bunda masih belum juga hamil ." Jelas Fardan .
" Terus kenapa ayah Kak Fardan percaya begitu saja kalau Kak Fardan itu anak kandungnya ??? " Tanya Alifa penasaran .
" Karena aku memperlihatkan cincin pemberian bunda ,dan juga mempertemukan daddy dengan bunda Diah , dan tentu saja daddy percaya karena wajahku sangat mirip dengan wajah daddy saat masih remaja ."
" Dan perempuan yang sudah membuatmu cemburu itu adalah Kakak kandungku ." Lanjut Fardan sambil tersenyum .
" Dih... siapa yang cemburu ." Ketus Alifa .
" Ya... kamu lah ,memangnya siapa lagi ."
" Lalu kenapa Kak Fardan merahasiakan semua ini dariku , juga dari ayah dan bunda ???"
" Karena aku masih menunggu waktu yang tepat , dan menyelesaikan masalahku dulu ."
" Masalah apa Kak ??? "
" Masih belum waktunya kamu mengetahui ini , jadi aku berharap kamu lebih bersabar , karena cepat atau lambat aku akan memberitahumu sayang ."
" Terus perempuan yang... "
" Sudah cukup jangan bertanya lagi , aku tidak bisa menjawab semua pertanyaan yang belum waktunya kamu ketahui ."
" Ih... Kak Fardan kok gitu sih , sama istri sendiri masih aja main rahasia - rahasiaan ." Ketus Alifa .
" Sayang... percayalah padaku , apapun yang aku lakukan ,ini semua demi kebaikan kita ."
" Hmmm baiklah ,tapi nambah rondenya jadi batal ." Ucap Alifa sembari beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan suaminya .
" Sayang... kok aku malah di tinggal sih..." Teriak Fardan sambil berjalan menyusul sang istri .
" Bodo ." Ucap Alifa tanpa menoleh .
" Hadeh... mode ngambeknya On lagi nih ."Batin Fardan .
-
-
-
-
-
HAI PARA READERS SETIAKU
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN LIKE , KOMEN DAN VOTE .
TERIMA KASIH...😆😆😆