
"Oh ya , Kak Fardan ngapain disini ." Alifa mencoba mengalihkan pembicaraan .
"Tidak ada , hanya mencari suasana yang nyaman saja ."
"Kak fardan ." Panggil Alifa .
"Hemm ."
"Bolehkah aku menanyakan sesuatu ."Tanya Alifa ragu .
"Tanyakan saja ." Ucap Fardan sembari menatap Alifa yang duduk di sampingnya .
"Kenapa jadi kak Fardan yang menjadi pengganti Hafiz , bukankah sebelum aku pingsan Haikal yang mengajukan diri untuk menggantikan Hafiz menjadi pengantin pria nya ." Tanya Alifa heran .
"Apa kamu berharap haikal yang menjadi pengganti hafiz ,bukan aku ." Fardan malah balik bertanya .
"Tidak , aku hanya ingin tau saja ,apa sebenarnya yang terjadi di saat aku sedang pingsan ."
"Baiklah ."
"Saat kamu pingsan..."Fardan mulai bercerita .
~ Flash Back On ~
Kedatangan Haikal yang secara tiba-tiba membuat orang yang ada di ruangan itu terkejut , apalagi saat mendengar perkataan nya itu .
"Kamu siapa ...??? Kenapa tiba-tiba saja kamu ingin menggantikan Hafiz . " tanya Riko sambil menatap Haikal dengan tajam .
"Saya Haikal , pacar Alifa ."
"Lebih tepatnya mantan pacar yah , dan dia adalah orang pertama yang menyakiti Alifa ." ucap Ifan menjelaskan .
"Ooo... Jadi kamu yang bernama Haikal , orang yang sudah berani menyakiti hati putriku sehingga dia pindah sekolah ."
"Maaf om , aku tidak bermaksud untuk..."
"Cepat pergi dari sini , aku tidak sudi jika putriku harus menikah dengan pemuda sepertimu ."
"Tapi om ,saya sangat mencintai Alifa ,jadi saya mohon biarkan saya menggantikan Hafiz untuk menikahi Alifa ." ucap Haikal memohon .
"Cukup Haikal , sebaiknya kamu pergi dari sini , sebelum kami benar-benar marah terhadapmu ." usir Ifan .
"Tapi... aku... "
"Kamu mau keluar sendiri atau aku yang akan memaksamu keluar dari rumahku ." ancam Ifan .
__ADS_1
Tiba-tiba datang dua orang bertubuh tegap dengan pakaian serba hitam membawa paksa Haikal untuk keluar dari ruangan itu .
Dan pastinya semua itu atas perintah tuan mereka , yang tak lain adalah Riko .
" Riko aku minta maaf atas apa yang sudah Hafiz lakukan kepada putrimu , tapi aku harap kamu tidak akan merusak persahabatan kita ." ucap Tino dengan wajah memelas .
" Yang salah itu putramu bukan dirimu , jadi aku tidak mungkin memutuskan persahabatan kita hanya karena kesalahan putramu , tapi ku mohon segera bawa putramu pergi dari sini , karena aku tak ingin melihat wajahnya ."
"Menghela napas panjang ,Baiklah... aku pergi ,dan terima kasih atas pengertianmu ." Tino pergi sambil menyeret kerah baju Hafiz dengan begitu kasar yang di ikuti Rini dan Widia di belakang nya .
"Apa yang harus aku lakukan sekarang ." Riko mengusap wajahnya dengan kasar .
"Ayah , ijinkan aku yang menggantikan Hafiz ." tanya Fardan yang baru saja keluar dari kamar Alifa .
" Tidak ,kamu itu putra sulung dari keluarga Mahendra , jadi kamu tidak boleh menikahi adikmu sendiri ." ucap Rita tidak setuju .
"Tapi bun , kita tidak punya pilihan lain ,lagian Fardan itu bukan kakak kandung Alifa kan , mereka hanya saudara angkat ." ucap Riko .
" Pikirkan ini baik-baik bun , ini demi menyelamatkan nama baik keluarga kita ." lanjut Riko pada istrinya .
" Aku tau yah , tapi apa kita harus mengorbankan perasaan anak-anak kita ." bantah Rita .
" Perasaan itu bisa datang belakangan bun , yakinlah ... kalau ini memang yang terbaik untuk putra putri kita . "
Maka saat itu juga Fardan mengganti pakaiannya dan melaksanakan ijab qobul .
Semua orang menatap keluarga mereka dengan aneh , karena memang sebelumnya nama Hafiz lah yang tertulis di dalam undangan nya, namun anehnya yang melakukan ijab qobul malah pemuda lain yang mereka tidak ketahui dari keluarga mana pemuda itu berasal , karena Riko memang sengaja menutupi identitas putra putrinya sehingga tak ada satu pun orang di luar sana yang tau bahwa keluarga Mahendra memiliki anak angkat .
Hingga kata "sah" terdengar jelas dari para saksi dan tamu yang hadir di sana .
Ada rasa lega dan bahagia yang menyelimuti hati Fardan karena orang yang dia cintai kini telah menjadi miliknya .
Namun sayangnya sang pengantin wanita nya masih belum sadarkan diri di kamarnya .
~ Flash Back Off ~
"Jadi begitu ya ceritanya ."
" Kenapa kamu jadi terlihat kecewa seperti itu , apa kamu menyesal menikah denganku ." tanya Fardan .
" Tidak , justru aku senang karena aku tidak jadi menikah dengan penghianat itu, dan malah menikah dengan orang sebaik Kak Fardan ."
------
Di sebuah rumah yang cukup megah , terlihat seorang pemuda tampan tengah berdiri di balkon kamarnya yang tak lain adalah Hafiz . pandangan nya lurus ke depan dan dengan tatapan yang kosong .
__ADS_1
Pembatalan pernikahannya dengan Alifa membuat kehidupan Hafiz berubah ,bahkan membuatnya kehilangan semangat hidupnya .
" Sekarang hidupku sudah benar-benar hancur , aku harus kehilangan orang yang sangat aku cintai bahkan kini dia sudah membenciku , aku juga di usir oleh keluargaku sendiri karena mereka mengira aku yang bersalah ,padahal disini aku hanyalah korban , dan aku harus menikah dengan gadis yang tidak aku cintai ." ucap Hafiz sedih .
" Sepertinya hidupku sudah tidak ada artinya lagi ." batin Hafiz .
" Kak Hafiz kita makan dulu yuk , aku udah masakin yang spesial untuk Kak Hafiz ." ucap Widia yang datang menghampiri Hafiz .
Semenjak Hafiz di usir dari rumahnya ,dia tinggal di rumah yang dia beli sendiri ,yang rencananya akan menjadi tempat tinggal dia dengan Alifa , namun takdir berkata lain , rumah itu malah menjadi tempat tinggal dia dengan istri yang tak di cintainya yaitu Widia .
" Kamu makan sendiri aja , aku tidak lapar ." jawab Hafiz dingin dan tanpa mengalihkan pandangannya .
" Tapi kan seharian ini Kak Hafiz masih belum makan apa-apa , dan kalau Kak Hafiz tidak makan nanti Kak Hafiz bisa sakit ."
" Aku tidak perduli , bahkan aku mau mati sekali pun aku tetap tidak perduli , lagian untuk apa aku hidup jika semua orang yang aku sayangi membenciku ."
" Kak Hafiz masih punya aku yang akan selalu menyayangi dan mencintai Kak Hafiz dengan sepenuh hati , jadi Kak Hafiz tidak boleh patah semangat untuk menjalani hidup ini , karena anak kita masih membutuhkan kasih sayang seorang ayah ." hibur Widia .
Hafiz membalikkan badannya dan menatap tajam Widia .
" Apa kamu bilang ??? Anak kita ... " ucap Hafiz sinis .
" Iya anak kita ." ucap Widia membenarkan .
" Kamu jangan pernah bermimpi kalau aku akan mengakui anak yang ada di perutmu itu , karena dia bukan darah dagingku , dan jangan pernah berharap kalau aku akan mengakui kamu sebagai istri , karena aku tidak punya istri yang tidak memiliki hati nurani sepertimu . "
" Tapi Kak , walau bagaimana pun sekarang aku sudah menjadi istri sah mu ."
" Ya... kamu memang istri sah ku , tapi aku tidak perduli dan tak mau perduli ." setelah mengatakan itu Hafiz pergi begitu saja , meninggalkan Widia seorang diri yang kini tengah menangis meratapi nasibnya .
-
-
-
-
-
**Hai semua...
jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like , komen end vote .
TERIMA KASIH....😉😉😉**
__ADS_1