Cinta Di Balik Sandiwara

Cinta Di Balik Sandiwara
Episode 40


__ADS_3

" Karena aku mencintaimu ." Jawab Alifa .


Fardan tertegun mendengar pengakuan Alifa , namun dia juga bingung apakah dia harus percaya atau tidak , karena dia takut Alifa mengatakan itu agar dia dan Alifa tidak bercerai .


" Kamu sedang tidak berbohong kan Lif ???" Tanya Fardan .


" Tatap mataku Kak , apa kamu melihat ada kebohongan di mataku , tidak kan... bahkan aku mencintai Kak Fardan jauh sebelum aku mengenal Haikal ." Ungkap Alifa .


Fardan menatap mata Alifa dengan begitu lekat , dia mencoba melihat apakah ada kebohongan di sana , namun dia tidak menemukan hal itu ,justru dia melihat ada ketulusan di balik manik mata indah Alifa , dan terlihat jelas bahwa apa yang Alifa katakan itu memang benar adanya , bahwa Alifa benar-benar mencintai Fardan dengan tulus .


" Apa kamu masih meragukan perasaanku terhadapmu Kak ??? " Tanya Alifa dengan mata berkaca kaca .


Fardan tidak menjawab pertanyaan Alifa , dia malah memeluk Alifa dengan begitu erat seakan menyalurkan rasa cinta yang selama ini dia pendam dengan rasa sakit karena rasa itu tak terbalaskan .


Bahagia... tentu saja , karena cintanya kini sudah terbalaskan .


" Aku mencintaimu Lif , sangat mencintaimu , dan maaf... karena aku sudah meragukan cintamu ." Ucap Fardan .


Air mata kebahagiaan pun mengalir dari pelupuk mata Fardan .


" Sesak... Kak... " Ucap Alifa .


" Apanya yang sesak , kamu sakit ???" Tanya Fardan cemas , dia pun melepaskan pelukannya .


" Huhhh... Aku gak sakit , tapi Kak Fardan meluknya terlalu erat sampai-sampai aku merasa sesak ." Jelas Alifa kesal .


" Hehehe... maaf sayang , aku kan terlalu bahagia jadi aku lagi terbawa suasana ." Ucap Fardan .


" Bahagia sih bahagia , tapi gak gitu juga kali ." Ketus Alifa .


" Iya maaf ,janji deh gak kayak gitu lagi , sekarang pelukan lagi yuk ."


" Ih... ogah , Kak Fardan kan belum mandi ." Ucap Alifa sembari pergi keluar .


" Ya ampun... istriku kok kayak bunglon ya , baru aja romantis romantisan , sekarang jadi ketus gitu , perempuan memang aneh ." Gerutu Fardan . Dia pun menyusul Alifa ke kamarnya .


-----


Erlin tengah dalam perjalanan pulang ke rumahnya , namun tiba-tiba mobilnya berhenti secara mendadak .


" Aduh... nie mobil kenapa lagi sih ." Gerutu Erlin . Dia pun turun dari mobilnya .


" Yah... ban nya bocor lagi , sekarang aku harus gimana nih..., mana disini jauh dari bengkel lagi ." Ucap Erlin bingung .


" Mobilnya kenapa mbak ??? " Tanya seseorang yang tengah menghampiri Erlin .


Erlin pun melihat ke arah orang yang menyapanya .


" Hafiz... " Ucap Erlin terkejut melihat pria di depannya .


Ya... orang itu adalah Hafiz .


" Erlin... " Ucap Hafiz juga terkejut melihat gadis di depannya yang merupakan sahabatnya dulu sewaktu masih SMA .


" Bagaimana kabarmu ??? " Tanya Hafiz .


" Ya... seperti yang kamu liat ,aku baik-baik saja , lalu bagaimana denganmu ." Erlin balik tanya .


" Alhamdulillah aku juga baik-baik saja , Oh ya mobil kamu kenapa ??? " Tanya Hafiz .


" Ban nya bocor ." Jawab Erlin .


" Kamu bawa ban serep gak ?" Tanya Hafiz .


" Nah... itu dia , aku lupa membawanya ." Ucap Erlin .

__ADS_1


" Ya udah kalau gitu kamu ikut aku aja ."


" Gak usah , nanti aku malah ngereporin kamu ." Tolak Erlin .


" Gak kok , malah aku senang ." Ucap Hafiz sembari tersenyum .


" Beneran nih nggak ngerepotin kamu ? "


" Iya , ayo ." Ajak Hafiz .


" Trus gimana dengan mobilku ???"


" Kamu tinggal telpon supir kamu , suruh dia kesini sekaligus bawa ban serep , biar dia aja yang bawa mobil kamu ." Jelas Hafiz .


" Oke deh ." Sebelum pergi Erlin terlebih dahulu menelpon supir pribadinya untuk menjemput mobilnya .


Di dalam mobil...


" Kapan kamu pulang dari singapore ??? " Tanya Hafiz .


" Dua tahun yang lalu ." Jawab Erlin .


" Berarti kamu sudah lama dong berada di indonesia ."


" Hemmm ."


" Trus sekarang kamu udah kerja belum ?"


" Udah , aku kerja sebagai dokter di rumah sakit milik sahabat daddy ku ."


" Jadi kamu udah jadi dokter ? "


Erlin hanya menganggukkan kepalanya .


" Ya... alhamdulillah , ini semua berkat dukungan dari daddy ku ."


" Kalau kamu sendiri kerja dimana ?" Tanya Erlin .


" Aku bekerja di perusahaan temanku ." Jawab Hafiz .


" Loh... kenapa kamu gak kerja di perusahaan papamu ? " Tanya Erlin heran .


" Kalau aku kerja di perusahaan papa , itu sama saja aku tidak mandiri , aku ingin merintis usaha sendiri , tanpa bantuan dari papa ."


" Trus gimana dengan perusahaan papa kamu ? "


" Ya... kalau soal itu, biarlah itu menjadi urusan papa ."


" Sepertinya ada yang Hafiz sembunyikan dariku , tapi apa ??? " Batin Erlin .


" Sudah sampai ." Hafiz membuyarkan lamunan Erlin .


" Eh sudah sampai ya ." Erlin pun segera turun dari mobil Hafiz .


" Makasih ya ."


" Sama-sama ."


" Kamu gak mau mampir dulu ." Tanya Erlin .


" Nggak deh , aku langsung pulang aja ."


" Oke ,hati-hati ya ."


" Hemmm ." Jawab Hafiz .

__ADS_1


Dia pun melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah Erlin .


-----


Pukul 21.30 WIB .


Ceklek...


Pintu kamar mandi di buka , terlihat Fardan tengah sibuk berkutat dengan laptop yang tengah berada di pangkuannya .


Alifa yang memang baru saja keluar dari kamar mandi dan mengganti bajunya dengan piyama tidurnya berjalan menuju ranjangnya .


Fardan yang melihat Alifa sudah siap untuk tidur , segera menghentikan pekerjaannya dan meletakkan laptop nya di atas meja .


Belum sampai Alifa di ranjang nya , Fardan sudah memanggilnya .


" Alifa kemarilah ." Panggil Fardan sembari tersenyum manis .


Alifa pun berjalan mendekati Fardan yang tengah duduk di sofa dekat ranjangnya .


" Ada apa ??? " Tanya Alifa saat sudah berada di hadapan suaminya .


Fardan langsung menarik lengan Alifa tanpa menjawab pertanyaan sang istri .


Hingga membuat Alifa terjatuh ke pangkuan suaminya .


" Kak Fardan apa-apaan sih , Kak Fardan kira aku tali apa ? pake di tarik-tarik segala ." Oceh Alifa kesal .


Sedangkan Fardan hanya tersenyum kecil mendengar ocehan istri kecilnya , karena di matanya istrinya terlihat lucu bahkan terlihat menggemaskan di saat sedang kesal seperti itu .


" Ngapain senyum-senyum gak lu... emmh..." Alifa belum sempat menyelesaikan ocehannya , karena Fardan membungkam mulutnya dengan bibirnya .


Dan tentu saja hal itu membuat Alifa terkejut hingga dia membelalakkan matanya saat bibir lembut Fardan mendarat di bibir merahnya .


Fardan memperdalam ciumannya dengan m****at lembut bibir Alifa .


Alifa yang mendapat perlakuan lembut dari suami yang di cintainya hanya memejamkan matanya , menikmati setiap perlakuan lembut dari suaminya , bahkan kini dia sudah berani membalas ciuman Fardan . Dan tentu saja hal itu membuat Fardan senang , karena baru kali ini Alifa membalas ciumannya .


Fardan menyudahi ciumannya , dia menatap manik mata Alifa .


" Bolehkah aku membuka kerudung mu ??? " Ucap Fardan .


Alifa tidak menjawab , namun dia menganggukkan kepalanya , tanda mengijinkan suaminya membuka kerudungnya , karena selama mereka menikah Alifa tidak pernah membuka hijabnya di depan suaminya , meski saat tidur sekalipun dia tetap mengenakan hijabnya .


Dengan pelan Fardan membuka kerudung yang menutupi rambut indah nan panjang milik istrinya .


Maka kecantikan Alifa makin terlihat mempesona saat rambut panjangnya tergerai indah . Dan tentu saja hal itu membuat Fardan tertegun melihat kecantikan istrinya .


-


-


-


-


-


**JANGAN LUPA YAH...


TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN LIKE , KOMEN DAN VOTE .


KARENA DUKUNGAN KALIAN SEMUA SANGAT BERHARGA BAGI AUTHOR


TERIMA KASIH... 😉😉😉**

__ADS_1


__ADS_2