
" Karena aku mencintaimu ." Jawab Alifa .
Fardan tertegun mendengar pengakuan Alifa , namun dia juga bingung apakah dia harus percaya atau tidak , karena dia takut Alifa mengatakan itu agar dia dan Alifa tidak bercerai .
" Kamu sedang tidak berbohong kan Lif ???" Tanya Fardan .
" Tatap mataku Kak , apa kamu melihat ada kebohongan di mataku , tidak kan... bahkan aku mencintai Kak Fardan jauh sebelum aku mengenal Haikal ." Ungkap Alifa .
Fardan menatap mata Alifa dengan begitu lekat , dia mencoba melihat apakah ada kebohongan di sana , namun dia tidak menemukan hal itu ,justru dia melihat ada ketulusan di balik manik mata indah Alifa , dan terlihat jelas bahwa apa yang Alifa katakan itu memang benar adanya , bahwa Alifa benar-benar mencintai Fardan dengan tulus .
" Apa kamu masih meragukan perasaanku terhadapmu Kak ??? " Tanya Alifa dengan mata berkaca kaca .
Fardan tidak menjawab pertanyaan Alifa , dia malah memeluk Alifa dengan begitu erat seakan menyalurkan rasa cinta yang selama ini dia pendam dengan rasa sakit karena rasa itu tak terbalaskan .
Bahagia... tentu saja , karena cintanya kini sudah terbalaskan .
" Aku mencintaimu Lif , sangat mencintaimu , dan maaf... karena aku sudah meragukan cintamu ." Ucap Fardan .
Air mata kebahagiaan pun mengalir dari pelupuk mata Fardan .
" Sesak... Kak... " Ucap Alifa .
" Apanya yang sesak , kamu sakit ???" Tanya Fardan cemas , dia pun melepaskan pelukannya .
" Huhhh... Aku gak sakit , tapi Kak Fardan meluknya terlalu erat sampai-sampai aku merasa sesak ." Jelas Alifa kesal .
" Hehehe... maaf sayang , aku kan terlalu bahagia jadi aku lagi terbawa suasana ." Ucap Fardan .
" Bahagia sih bahagia , tapi gak gitu juga kali ." Ketus Alifa .
" Iya maaf ,janji deh gak kayak gitu lagi , sekarang pelukan lagi yuk ."
" Ih... ogah , Kak Fardan kan belum mandi ." Ucap Alifa sembari pergi keluar .
" Ya ampun... istriku kok kayak bunglon ya , baru aja romantis romantisan , sekarang jadi ketus gitu , perempuan memang aneh ." Gerutu Fardan . Dia pun menyusul Alifa ke kamarnya .
-----
Erlin tengah dalam perjalanan pulang ke rumahnya , namun tiba-tiba mobilnya berhenti secara mendadak .
" Aduh... nie mobil kenapa lagi sih ." Gerutu Erlin . Dia pun turun dari mobilnya .
" Yah... ban nya bocor lagi , sekarang aku harus gimana nih..., mana disini jauh dari bengkel lagi ." Ucap Erlin bingung .
" Mobilnya kenapa mbak ??? " Tanya seseorang yang tengah menghampiri Erlin .
Erlin pun melihat ke arah orang yang menyapanya .
" Hafiz... " Ucap Erlin terkejut melihat pria di depannya .
Ya... orang itu adalah Hafiz .
" Erlin... " Ucap Hafiz juga terkejut melihat gadis di depannya yang merupakan sahabatnya dulu sewaktu masih SMA .
" Bagaimana kabarmu ??? " Tanya Hafiz .
" Ya... seperti yang kamu liat ,aku baik-baik saja , lalu bagaimana denganmu ." Erlin balik tanya .
" Alhamdulillah aku juga baik-baik saja , Oh ya mobil kamu kenapa ??? " Tanya Hafiz .
" Ban nya bocor ." Jawab Erlin .
" Kamu bawa ban serep gak ?" Tanya Hafiz .
" Nah... itu dia , aku lupa membawanya ." Ucap Erlin .
__ADS_1
" Ya udah kalau gitu kamu ikut aku aja ."
" Gak usah , nanti aku malah ngereporin kamu ." Tolak Erlin .
" Gak kok , malah aku senang ." Ucap Hafiz sembari tersenyum .
" Beneran nih nggak ngerepotin kamu ? "
" Iya , ayo ." Ajak Hafiz .
" Trus gimana dengan mobilku ???"
" Kamu tinggal telpon supir kamu , suruh dia kesini sekaligus bawa ban serep , biar dia aja yang bawa mobil kamu ." Jelas Hafiz .
" Oke deh ." Sebelum pergi Erlin terlebih dahulu menelpon supir pribadinya untuk menjemput mobilnya .
Di dalam mobil...
" Kapan kamu pulang dari singapore ??? " Tanya Hafiz .
" Dua tahun yang lalu ." Jawab Erlin .
" Berarti kamu sudah lama dong berada di indonesia ."
" Hemmm ."
" Trus sekarang kamu udah kerja belum ?"
" Udah , aku kerja sebagai dokter di rumah sakit milik sahabat daddy ku ."
" Jadi kamu udah jadi dokter ? "
Erlin hanya menganggukkan kepalanya .
" Ya... alhamdulillah , ini semua berkat dukungan dari daddy ku ."
" Kalau kamu sendiri kerja dimana ?" Tanya Erlin .
" Aku bekerja di perusahaan temanku ." Jawab Hafiz .
" Loh... kenapa kamu gak kerja di perusahaan papamu ? " Tanya Erlin heran .
" Kalau aku kerja di perusahaan papa , itu sama saja aku tidak mandiri , aku ingin merintis usaha sendiri , tanpa bantuan dari papa ."
" Trus gimana dengan perusahaan papa kamu ? "
" Ya... kalau soal itu, biarlah itu menjadi urusan papa ."
" Sepertinya ada yang Hafiz sembunyikan dariku , tapi apa ??? " Batin Erlin .
" Sudah sampai ." Hafiz membuyarkan lamunan Erlin .
" Eh sudah sampai ya ." Erlin pun segera turun dari mobil Hafiz .
" Makasih ya ."
" Sama-sama ."
" Kamu gak mau mampir dulu ." Tanya Erlin .
" Nggak deh , aku langsung pulang aja ."
" Oke ,hati-hati ya ."
" Hemmm ." Jawab Hafiz .
__ADS_1
Dia pun melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah Erlin .
-----
Pukul 21.30 WIB .
Ceklek...
Pintu kamar mandi di buka , terlihat Fardan tengah sibuk berkutat dengan laptop yang tengah berada di pangkuannya .
Alifa yang memang baru saja keluar dari kamar mandi dan mengganti bajunya dengan piyama tidurnya berjalan menuju ranjangnya .
Fardan yang melihat Alifa sudah siap untuk tidur , segera menghentikan pekerjaannya dan meletakkan laptop nya di atas meja .
Belum sampai Alifa di ranjang nya , Fardan sudah memanggilnya .
" Alifa kemarilah ." Panggil Fardan sembari tersenyum manis .
Alifa pun berjalan mendekati Fardan yang tengah duduk di sofa dekat ranjangnya .
" Ada apa ??? " Tanya Alifa saat sudah berada di hadapan suaminya .
Fardan langsung menarik lengan Alifa tanpa menjawab pertanyaan sang istri .
Hingga membuat Alifa terjatuh ke pangkuan suaminya .
" Kak Fardan apa-apaan sih , Kak Fardan kira aku tali apa ? pake di tarik-tarik segala ." Oceh Alifa kesal .
Sedangkan Fardan hanya tersenyum kecil mendengar ocehan istri kecilnya , karena di matanya istrinya terlihat lucu bahkan terlihat menggemaskan di saat sedang kesal seperti itu .
" Ngapain senyum-senyum gak lu... emmh..." Alifa belum sempat menyelesaikan ocehannya , karena Fardan membungkam mulutnya dengan bibirnya .
Dan tentu saja hal itu membuat Alifa terkejut hingga dia membelalakkan matanya saat bibir lembut Fardan mendarat di bibir merahnya .
Fardan memperdalam ciumannya dengan m****at lembut bibir Alifa .
Alifa yang mendapat perlakuan lembut dari suami yang di cintainya hanya memejamkan matanya , menikmati setiap perlakuan lembut dari suaminya , bahkan kini dia sudah berani membalas ciuman Fardan . Dan tentu saja hal itu membuat Fardan senang , karena baru kali ini Alifa membalas ciumannya .
Fardan menyudahi ciumannya , dia menatap manik mata Alifa .
" Bolehkah aku membuka kerudung mu ??? " Ucap Fardan .
Alifa tidak menjawab , namun dia menganggukkan kepalanya , tanda mengijinkan suaminya membuka kerudungnya , karena selama mereka menikah Alifa tidak pernah membuka hijabnya di depan suaminya , meski saat tidur sekalipun dia tetap mengenakan hijabnya .
Dengan pelan Fardan membuka kerudung yang menutupi rambut indah nan panjang milik istrinya .
Maka kecantikan Alifa makin terlihat mempesona saat rambut panjangnya tergerai indah . Dan tentu saja hal itu membuat Fardan tertegun melihat kecantikan istrinya .
-
-
-
-
-
**JANGAN LUPA YAH...
TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN LIKE , KOMEN DAN VOTE .
KARENA DUKUNGAN KALIAN SEMUA SANGAT BERHARGA BAGI AUTHOR
TERIMA KASIH... 😉😉😉**
__ADS_1