
" Tidak usah , aku bisa sendiri ." Ucap alifa dingin . Dia pun pergi begitu saja meninggalkan Fardan yang merasa keheranan dengan perubahan sikap istrinya yang tiba-tiba menjadi dingin .
" Kenapa dia tiba-tiba menjadi dingin begitu , apa aku sudah melakukan kesalahan ." Batin Fardan . Dia pun berjalan menyusul sang istri .
Baru saja Alifa menginjakkan kakinya di tangga pertama , namun tiba-tiba saja tubuhnya merasa melayang karena Fardan mengangkat tubuhnya ala bridal styl .
" Ah... " Alifa terkejut dengan perlakuan Fardan yang secara tiba-tiba .
" Apa yang Kak Fardan lakukan , cepat turunkan aku ." Ucap Alifa .
" Aku menggendong istriku yang sedang di landa rasa cemburu ,dan jangan pernah bermimpi kalau aku akan menurunkanmu ." Jawab Fardan yang mulai mengerti kenapa tiba-tiba saja istrinya bersikap seperti itu .
" Siapa yang cemburu , aku tidak cemburu kok ." Elak Alifa .
" Tidak usah mengelak , aku ini tipe suami yang selalu peka terhadap perasaan istri ." Jawab Fardan .
Dan tentu saja hal itu tidak luput dari pandangan para tamu yang hadir di acara itu .
" Mereka romantis sekali ya ." Ucap Erlin sembari tersenyum .
" Kenapa mereka terlihat romantis begitu ,apa laki-laki itu pacarnya Alifa ." Batin Galang sambil terus menatap mereka yang kini sudah hampir mencapai tangga paling atas .
Fardan membawa Alifa ke kamarnya dan menurunkannya di sofa .
" Kenapa Kak Fardan membawaku ke sini ??? " Tanya Alifa .
" Lalu aku harus membawamu kemana , ke kandang sapi ??? " Tanya Fardan .
" Ya nggak juga lah , masak aku ganti baju di kandang sapi ." Gerutu Alifa .
" Oh ya , aku kan gak bawa baju ganti Kak ." Sambung Alifa .
" Kamu tenang aja , kamu bisa pinjam baju tidur Kak Erlin ." Ucap Fardan .
" Loh kok baju tidur sih , acaranya kan masih belum selesai ."
" Tidak... kamu tidak boleh balik lagi ke pesta , lebih baik kamu istirahat saja ." Ucap Fardan tegas .
" Tapi aku merasa gak enak hati sama daddy dan Kak Erlin kalau aku gak balik ke lantai bawah ,apa lagi bunda dan ayah masih belum pulang kan..."
" Kamu tidak perlu memikirkan hal itu , aku yakin daddy dan Kak Erlin pasti akan mengerti , begitu juga dengan yang lainnya ."
" Tapi Kak... "
" Sekali lagi kamu membantah , akan aku hukum ." Ancam Fardan .
" Menghela napas panjang ,Baiklah... " Ucap Alifa mengalah .
Tok...tok...tok...
Terdengar ketukan pintu dari luar .
" Itu pasti Kak Erlin ." Tebak Fardan .
Dia pun berjalan membuka pintu .
Dan benar saja bahwa orang yang telah mengetuk pintu kamarnya adalah Erlin .
" Nih... baju tidur untuk istri kamu ." Ucap Erlin sambil memberikan baju tidur pada Fardan .
" Terima kasih ." Ucap Fardan .
__ADS_1
" Sama-sama ,ya sudah aku pergi dulu ." Erlin pun pergi meninggalkan kamar itu .
Fardan kembali menutup pintunya dan berjalan menghampiri sang istri .
" Sekarang kamu cepat ganti baju , atau... kamu mau aku yang menggantikannya ." Goda Fardan .
" No... aku bisa sendiri ." Alifa pun beranjak dari duduk nya dan bergegas pergi ke kamar mandi .
" Ternyata istri kecilku itu bisa cemburu juga ya ." Gumam Fardan sembari tersenyum .
beberapa menit kemudian...
Ceklek...
Alifa keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju tidur yang di berikan Fardan tadi . Dan dia mendapati Fardan tengah memainkan ponselnya sambil duduk berselonjoran di atas ranjang dengan menyandarkan tubuhnya pada sandaran ranjang .
Fardan yang menyadari kedatangan istrinya langsung meletakkan ponselnya di atas nakas samping kanan ranjang .
" Kemarilah ." Panggil Fardan .
" Tidak mau... " Tolak Alifa sambil berjalan melewati suaminya , namun dengan cepat Fardan meraih lengan Alifa dan menariknya hingga membuat Alifa jatuh ke pangkuannya .
" Kak Fardan apa-apaan sih , lepaskan aku ." Ucap Alifa sembari bergerak gerak di atas pangkuan suaminya , karena saat ini Fardan memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat .
" Tidak akan... " Ucap Fardan .
" Lepasin... " Alifa tidak mau diam dan terus saja bergerak gerak berusaha untuk lepas dari pelukan suaminya , namun usahanya malah membuat di bawah sana mengeras dan ingin segera masuk ke sarangnya .
" Kamu sudah membangunkan Fardan junior , jadi kamu harus bertanggung jawab ." Ucap Fardan sambil menahan hasratnya .
" Membangunkan Fardan junior , maksud Kak Fardan ap... emmmh..." Fardan membungkam mulut istrinya dengan bibir nya . Bahkan dia mengigit kecil bibir bawah Alifa sehingga sang istri membuka mulutnya , dan Fardan dengan cepat memasukkan lidahnya dan memporak poranda apa saja yang ada di dalamnya .
Perlahan tapi pasti , Fardan mulai membuka kancing pertama baju tidur istrinya , namun...
" Kak Fardan stop ." Ucap Alifa menahan tangan Fardan yang sudah siap membuka kancing kedua baju tidurnya .
" Kenapa ??? " Tanya Fardan heran .
" Aku lagi datang bulan ." Jawab Alifa , karena dia tidak mau Fardan kebablasan .
" Sejak kapan ??? " Tanya Fardan lagi .
" Tadi pagi ." Jawab Alifa .
" Menghela napas panjang , Kenapa baru bilang sih ." Gerutu Fardan putus asa karena hasratnya tak dapat tersalurkan .
" Gimana aku mau bilang , kalau sedari tadi Kak Fardan tidak memberikan aku kesempatan untuk berbicara ." Gerutu Alifa .
" Ya sudahlah ,kalau gitu aku mandi saja ." Ucap Fardan . Dia pun menurunkan Alifa dari pangkuan nya dan bergegas pergi ke kamar mandi untuk menghilangkan hawa panas pada tubuhnya .
" Sial... kenapa bulan nya datang sekarang sih , kenapa gak datang besok aja ??? " Batin Fardan sambil menjambak rambut nya karena frustasi .
Cukup lama Fardan mengguyur tubuhnya dengan air dingin , karena hasratnya begitu membuncah sehingga dia menghabiskan waktu satu jam di kamar mandi .
Setelah selesai mandi dan hawa panas pada tubuhnya pun menghilang , Fardan segera keluar dari kamar mandi dan mendapati sang istri sudah terlelap di atas ranjang .
" Rupanya dia sudah tidur ." Ucap Fardan .
Dia pun pergi ke ruang ganti .
Setelah selesai memakai bajunya , Fardan berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya di sana .
__ADS_1
Cup
Fardan mengecup kening Alifa dengan cukup lama .
" I love you istri kesayanganku ." Ucap Fardan sambil tersenyum menatap wajah cantik alami istrinya .
Dia pun tidur dengan memeluk tubuh istrinya .
Di tengah malam...
Alifa merasa sangat lapar sehingga dia terbangun dari tidur nyenyak nya .
" Kenapa aku merasa sangat lapar ya ." Ucap Alifa pelan .
" Oh ya , saat di pesta semalam aku kan gak sempat makan apapun ." Ucap Alifa .
Dia pun turun dari ranjang .
" Kamu mau kemana ???" Tanya Fardan saat melihat Alifa sudah memegang gagang pintu .
" Aku lapar Kak , aku mau pergi ke dapur untuk mencari makanan ." Ucap Alifa sambil menatap Fardan yang kini sudah berdiri di depannya .
" Maaf ya... aku lupa kalau semalam kamu gak sempat makan apapun saat di pesta ." Ucap Fardan merasa bersalah .
" Tidak apa ." Jawab Alifa .
" Ayo... aku temani kamu ke dapur ." Ajak Fardan .
" Tidak usah , aku bisa sendiri ." Tolak Alifa .
" Sudah ayo ." Fardan menarik tangan Alifa dan membawanya ke dapur .
-
-
-
-
-
HAI READERS SETIAKU....
MAAF YA... AUTHOR BARU UP
KARENA SEJUJURNYA AUTHOR MERASA PATAH SEMANGAT KARENA GAK ADA YANG BANTU VOTE .
WALAUPUN ADA HANYA SATU ORANG
DAN AUTHOR PIKIR BUAT APA DI LANJUTIN KALAU GAK ADA YANG DUKUNG AUTHOR DAN BANTU VOTE .
APALAGI SAAT INI AUTHOR LAGI ADA MASALAH KELUARGA SEHINGGA MEMBUAT AUTHOR JATUH SAKIT .
JADI BAGI KALIAN JIKA INGIN CERITANYA DI LANJUTIN
TOLONG BANTU AUTHOR DENGAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA ....
DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN KOMEN .
TERIMA KASIH...😊😊😊
__ADS_1