Cinta Di Balik Sandiwara

Cinta Di Balik Sandiwara
Episode 20 ( Revisi )


__ADS_3

Di sepertiga malam Alifa terbangun dari tidur pulas nya , dengan perlahan dia membuka mata nya yang masih terasa berat karena di serang rasa kantuk yang ingin membuat nya tidur kembali , namun di urungkan nya saat dia melihat sosok seseorang yang tengah berdiri menghadap kiblat dengan begitu khusuk nya , dan orang itu adalah Fardan , suaminya sendiri yang kini tengah melaksanakan sholat malam .


Melihat hal itu , rasa kantuk Alifa menjadi hilang . Dan pada akhir nya dia pun memutuskan untuk sholat tahajud .


Saat Alifa ingin beranjak dari duduk nya , tiba-tiba saja ada yang mengganggu pikiran nya .


" Tunggu... kenapa Kak Fardan bisa ada disini ,apa tadi malam dia tidur di kamar ini ,tapi bagaimana mungkin , biasanya kan saat menjelang tidur aku selalu mengunci pintu kamar ." Gumam Alifa .


" Semalam kamu lupa mengunci pintu kamarmu ,mungkin karena kamu terlalu kelelahan sampai kamu lupa mengunci pintu ,maka dari itu aku bisa masuk ke kamar ini ." Jelas Fardan menjawab pertanyaan yang ada di benak Alifa .


Saat dia sudah selesai melaksanakan sholat tahajud .


"Eh... Kak Fardan udah selesai sholat ." Tanya Alifa .


" Iya , dari pada kamu melamun sebaiknya kamu ambil wudu' lalu sholat tahajud ." SaranFardan .


" Tadinya aku emang mau pergi ke kamar mandi untuk ambil wudu' , tapi pas aku ngeliat Kak Fardan ada disini aku jadi heran aja ,kok bisa Kak Fardan masuk , eh ternyata aku lupa mengunci pintu kamarku ."


" Memangnya kenapa kalau aku masuk ke kamarmu , apa aku tidak boleh tidur di kamar istriku sendiri ."


" Ng...nggak salah sih...ya udah aku ke kamar mandi dulu ya ." Ucap Alifa gugup . Entah kenapa mendengar Fardan mengatakan kalau dia istrinya membuat Alifa agak gugup .


Dan hal itu hanya membuat Fardan tersenyum kecil melihat tingkah Alifa yang terlihat jelas kalau dia sedang gugup .


Setelah Alifa selesai sholat , Alifa dan Fardan membaca al-quran bersama-sama di kamarnya sambil menunggu waktu subuh tiba .


Setelah mengaji cukup lama , terdengar adzan berkumandang , selesai nya adzan Alifa dan Fardan sholat subuh berjamaah .


Setelah selesai sholat subuh Alifa tidak tidur kembali , dia lebih memilih pergi ke dapur untuk membantu Bunda dan para Art nya membuat sarapan , namun kali ini ada yang beda dengan Alifa , karena kini dia memiliki kebiasaan yang baru , yaitu membuatkan kopi untuk sang suami dan menyiapkan segala kebutuhan nya saat Fardan akan berangkat bekerja . Seperti


menyiapkan baju kerja nya .


" Pagi Bunda..." Sapa Alifa saat melihat Rita tengah sibuk membuat sarapan di dapur .


"Pagi sayang..." Jawab Rita .


" Kenapa kamu kesini ."Tanya Rita .


" Memangnya kenapa Bun , bukankah setiap pagi aku memang selalu membantu Bunda membuat sarapan ."

__ADS_1


" Iya sih... tapi kan kamu pengantin baru jadi untuk saat ini kamu tidak perlu membantu bunda membuat sarapan , sebaiknya kamu kembali ke kamarmu ."


" Pengantin baru ,memangnya kenapa dengan pengantin baru." Batin Alifa .


" Tapi Bunda..." Alifa mencoba menolak .


" Sayang... kamu harus ingat kalau saat ini kamu sudah menjadi seorang istri , jadi lakukan lah kewajibanmu sebagai seorang istri ."


" Apa Bunda lupa ,membuat sarapan itu kan juga kewajiban seorang istri untuk suami ." Alifa masih bersikukuh menolak .


" Memang benar , tapi... bukan hanya itu kan tugas seorang istri , apa kamu sudah menyiapkan baju kantor suamimu hemm ."


" Belum sih..."


" Menghela napas panjang , baiklah aku akan kembali ke kamar ." Setelah Alifa cukup lama berdebat dengan Bundanya akhirnya dia menyerah juga dan memilih kembali ke kamarnya .


Rita hanya tersenyum melihat raut wajah putrinya yang terlihat pasrah .


Meskipun Alifa masih sepenuhnya belum bisa menerima Fardan sebagai suaminya . Namun dia tetap melakukan tugas nya sebagai seorang istri kecuali berhubungan badan dengan nya , karena kalau untuk itu Alifa merasa masih belum siap . Dia rasa dia masih perlu menata hati nya kembali untuk bisa mencintai , karena dia masih begitu takut untuk kecewa kembali setelah dua kali dia kehilangan orang yang dia cintai , apalagi dia sampai di hianati .


Sesampainya di kamar Alifa tidak melihat Fardan .


"Aku disini ." Ucap Fardan mengejutkan Alifa , karena tiba-tiba saja Fardan sudah berada di belakang nya .


Alifa membalikkan badannya .


" Kak Fardan... bisa gak sih kalau gak ngagetin aku ." Ucap Alifa kesal .


" Emm bisa gak ya...." Goda Fardan .


" Aish... menyebalkan ." Gerutu Alifa sembari memukul pelan lengan Fardan .


Namun Fardan hanya membalas nya dengan sebuah senyuman yang membuat nya makin terlihat tampan .


" Kamu mencariku ya..." Goda Fardan lagi .


" Tidak , aku tidak mencarimu ." Elak Alifa .


" Beneran nih..."

__ADS_1


" Beneran lah masak aku bohong ."


" Terus kenapa tadi kamu celingak celinguk seperti mencari sesuatu ."


" E... aku mencari gelangku yang jatuh kemarin ."


" Gelang... "Fardan mengulang perkataan Alifa . Dan Alifa hanya menganggukkan kepalanya .


"Trus itu apa ." Tunjuk Fardan pada gelang yang di pakai Alifa .


"Mati aku... kenapa aku jadi ketauan bohong sih..." Batin Alifa .


" Kamu itu tidak pandai berbohong adikku sayang..." Ucap Fardan sambil mencubit hidung mancung Alifa hingga memerah .


"Aws... sakit tau nggak , jadi memerah kan..." Ringis Alifa .


"Gak tau , aku kan gak di cubit ."


"Ooo... gitu ,ya udah kalau gitu biar aku cubit juga hidung kamu , supaya kamu tau sakitnya seperti apa ." Ucap Alifa dengan wajah kesal . Dia ingin balik mencubit hidung Fardan, namun sayang nya Fardan sudah terlebih dulu kabur . Dia melarikan diri ke kamar mandi sambil tertawa cekikikan karena telah berhasil membuat Alifa merasa kesal , dan itulah hobi Fardan dari dulu , membuat Alifa kesal karena menurut Fardan di saat Alifa merasa kesal wajah Alifa terlihat sangat menggemaskan . Namun hobi itu menghilang semenjak Fardan menjadi santri di salah satu pesantren tempat dia menimba ilmu .


Perubahan sikap Fardan pada Alifa waktu itu bukan tanpa alasan , dia bersikap dingin pada Alifa , karena dia tidak mau perasaan nya terhadap Alifa makin bertumbuh besar ,karena meskipun waktu itu Fardan sudah tau kalau Alifa bukan lah adik kandungnya namun dia juga tau kalau Slifa sudah mencintai tunangan nya yaitu Hafiz .


" Sial... dia malah kabur duluan , liat aja nanti aku akan balas Kak Fardan ." Oceh Alifa .


" Aku tunggu balasan darimu ." Teriak Fardan dari dalam kamar mandi .


" Kenapa dia masih bisa dengar sih , apa pendengaran nya begitu tajam ." Batin Alifa . Dia pun memutuskan pergi ke ruang ganti untuk menyiapkan pakaian yang akan di kenakan Fardan ke kantor dan meletakkan nya di atas tempat tidur .


-


-


-


-


-


**JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE , KOMEN & VOTE .

__ADS_1


TERIMA KASIH**....


__ADS_2