
Tiga hari pun berlalu , dan selama itu Alifa melewati hari-harinya tanpa Fardan . Dan entah kenapa ketidak beradaan Fardan di sampingnya , membuat Alifa merasa ada yang hilang dari hidupnya , mungkinkah dia sudah membuka hatinya untuk Fardan ???
Entahlah hanya dia dan author yang tau...
Di pagi hari , Alifa tengah sibuk menyiapkan sarapan dengan di bantu para ART nya , namun tanpa bantuan sang bunda . Karena Alifa melarang Rita untuk membantunya dengan alasan bundanya baru sembuh dari sakit , Rita sudah menjelaskan panjang lebar terhadap putri semata wayangnya itu , bahwa dirinya sudah baik-baik saja , namun Alifa tetap tidak mengijinkan Rita untuk ikut membuat sarapan bersamanya .
Bahkan menurut Rita , sikap Alifa tidak jauh berbeda dengan Ayahnya , dia menjadi posesif jika sudah menyangkut kesehatan dirinya .
Tak butuh waktu lama Alifa sudah menyelesaikan masakannya . Dia pun menatap satu persatu masakannya yang kini sudah tertata rapi di atas meja .
" Bi , tolong panggilkan yang lainnya , kalau sarapannya sudah siap , aku mau ke kamar dulu mau mandi ." Ucap Alifa .
" Baik non ." Jawab Bi Asih .
Alifa bergegas pergi ke kamarnya , dan sesampainya di kamar dia langsung menuju kamar mandi , karena sudah tidak tahan dengan tubuhnya yang terasa lengket akibat keringat yang menempel di tubuhnya .
Hari ini Alifa berniat untuk pergi ke kampus , karena bundanya sudah sembuh , dan dia juga sudah sangat merindukan celotehan sahabatnya yang sering kali membuat Alifa tersenyum saat mendengarnya .
Setelah selesai bersiap , Alifa berjalan menuju ruang makan .
" Pagi Yah , pagi Bun , pagi Kak Ifan ." Sapa Alifa pada mereka .
" Pagi sayang ." Jawab Rita .
" Pagi Putri kesayangan Ayah ." Jawab Riko sambil tersenyum menatap putrinya .
" Pagi adekku yang super ngeselin bin nyebelin ." Jawab Ifan .
" Tapi ngangenin..." Lanjut Alifa sambil tersenyum kecil .
" Ih... pede amet... " Cetus Ifan .
" Bodo ." Jawab Alifa .
" Hei sudah , kapan makannya jika kalian masih terus bertengkar seperti ini ." Rita melerai perdebatan mereka .
" Iya bun ." Jawab mereka serempak .
Mereka pun sibuk menghabiskan sarapan mereka masing-masing tanpa ada yang bicara .
Setelah selesai sarapan , Alifa dan Ifan pun pamit untuk berangkat ke kampus .
" Yah , bun , kita berangkat ya ." Pamit Alifa pada kedua orang tuanya , tak lupa dia mencium punggung tangan ayah dan bundanya . Begitu pun dengan Ifan .
" Iya , hati-hati di jalan ." Nasehat Rita .
" Iya bundaku sayang... " Ucap Ifan sembari tersenyum kecil menatap sang bunda .
Di dalam mobil...
Hening...
Tak ada salah satu dari mereka yang angkat bicara , karena keduanya kini tengah sibuk dengan pikiran mereka masing- masing .
__ADS_1
" Bukankah Kak Fardan bilang dia hanya tiga hari di luar kota , tapi kenapa sampai sekarang dia belum pulang juga , dan lebih parahnya lagi dia gak ngasih kabar sama sekali , apa dia terlalu sibuk sampai-sampai dia tidak punya waktu walau hanya sekedar menelpon istrinya ." Batin Alifa .
" Kamu kenapa sih Lif , dari tadi aku perhatiin kamu melamun terus ." Tanya Ifan .
" Nggak kok , perasaan Kak Ifan aja kali ." Elak Alifa .
Setelah empat puluh lima menit mereka pun sampai di kampus .
Saat mereka berjalan menyusuri koridor kampus , banyak pasang mata yang memperhatikan mereka , apalagi Alifa yang terlihat begitu cantik dengan mengenakan gamis berwarna orange dan kerudung yang senada dengan warna gamis yang ia kenakan .
Sesampainya di kelas , Alifa langsung di sambut oleh Aila .
" Hai... kok baru masuk ? " Sapa Aila sambil tersenyum manis menatap Alifa .
" Kemarin bunda lagi sakit , jadi tidak mungkin kan aku meninggalkannya ." Ucap Alifa .
" Owh... emangnya tante Rita sakit apa ?"
Tanya Aila .
" Demam , Oh ya gimana OSPEK kemaren , seru nggak ???" Tanya Alifa penasaran .
" Seru banget... apalagi banyak cogan nya ." Ucap Aila antusias .
" Aish... kau ini , cogan mulu yang ada di pikiran kamu ." Ucap Alifa .
" Ya iyalah... dia kan jones... " Ledek Ifan .
" Gak usah ikut-ikutan deh ,kamu kan juga jones... " Ketus Aila .
" Hadeh.... mulai lagi ." Batin Alifa .
-----
Sepulang dari kampus Alifa tidak langsung pulang ke rumahnya , karena Aila mengajak Alifa makan siang di luar berdua tanpa ada Ifan yang mengikuti mereka .
Awalnya Ifan tetap ngotot untuk ikut mereka , namun Aila tidak memperbolehkannya begitu pun dengan Alifa . Maka dengan berat hati Ifan menyetujuinya , ia langsung bergegas pulang .
Kini Alifa dan Aila tengah berada di cafe favorit mereka .
" Kamu mau pesan apa ? " Tanya Aila saat pelayan cafe sudah berada di hadapan mereka dan sudah siap untuk mencatat pesanan mereka .
" Seperti biasa , nasi goreng pedas dan minumnya jus mangga ." Jawab Alifa . pelayan itu pun mencatat pesanan Alifa .
" Saya juga sama kayak dia mbak , cuma kalau minumnya jus avokad ." Ucap Aila .
Setelah selesai mencatat pesanan mereka , pelayan itu pun pergi .
" Oh ya Ai... tumben kamu gak ngebolehin Kak Ifan ikut kita ?" Tanya Alifa penasaran , karena baru kali ini Aila melarang Ifan untuk ikut mereka .
" Ya gak papa sih... aku cuma lagi pengen makan berdua aja sama kamu , lagian kamu tau sendiri kan... kalau aku udah ketemu sama dia , bukan gak mungkin kalau aku gak ribut sama dia , kakak kamu itu kan nyebelin , jadi males aja kalau makan siang kita di gangguin dia ." Oceh Aila .
" Iya juga sih... tapi ingat ya , benci itu bisa jadi cinta loh..." Goda Alifa .
__ADS_1
" Kamu ngomong apa sih , gak jelas banget ." Gerutu Aila yang hanya di balas senyuman oleh Alifa .
Tak lama kemudian pesanan mereka datang ,dan mereka pun mulai menyantap makanan mereka , karena mereka memang sudah sangat lapar , apalagi setelah melihat nasi goreng pedas kesukaan mereka .
Saat mereka tengah asyik menyantap makanannya , tiba-tiba ponsel Aila berdering . Aila pun mengangkatnya .
" Halo... " Ucap Aila .
"............ "
" Apa...??? oke aku akan pulang sekarang ." Ucap Aila , dia pun mengakhiri pembicaraannya .
" Kenapa Ai... kok kamu keliatan panik gitu ?" Tanya Alifa penasaran saat melihat perubahan raut wajah Aila yang terlihat panik .
" Daddy sakit , jadi aku harus segera pulang ." Ucap Aila .
" Owh ya udah kalau gitu kamu cepat pulang ."
" Tapi gimana dengan kamu ."
" Aku gak papa kok , aku bisa pulang naik taxi online ."
" Beneran gak papa Lif , aku tinggalin kamu disini ."
" Iya gak papa ."
" Aku minta maaf ya , aku... "
" Udah gak usah di pikirin , sebaiknya kamu cepat pulang , kasian daddy kamu ." Ucap Alifa .
" Oke aku pulang duluan ya ,makasih atas pengertiannya ."
" Iya sama-sama ." Aila pun pergi dengan tergesa gesa.
" Yah... jadi sendiri deh , sebaiknya aku juga pulang aja kali ya ,dari pada sendirian disini ." Batin Alifa .
Setelah membayar semua pesanannya , Alifa segera berjalan keluar dari cafe itu , namun saat dia ingin keluar , dia melihat seseorang yang tak asing baginya tengah duduk seorang diri di sudut ruangan itu .
Yang tak lain adalah Hafiz .
-
-
-
-
-
**Jangan lupa tinggalkan jejak kalian
Dengan like , komen dan vote .
__ADS_1
TERIMA KASIH...😊😊😊**