
Tiga bulan pun berlalu , dan selama itu Alifa hidup bahagia bersama suami yang amat dicintainya , bahkan semakin hari pasangan itu semakin romantis .
Seperti saat ini , mereka tengah berjalan-jalan di tepi pantai , menikmati keindahan pantai di pagi hari , seperti keinginan Alifa .
Entah kenapa hari ini dia begitu ingin pergi ke pantai , bahkan dia hampir saja ingin menangis saat Fardan ingin menolaknya karena memang masih terlalu pagi menurutnya , tapi karena Fardan merasa tidak tega padanya , maka dia pun menuruti permintaannya .
" Seneng nggak...???" Tanya Fardan sambil menatap istri cantiknya .
" Seneng banget... makasih ya kak , kamu udah mau nurutin keinginan aku ." Ucap Alifa sembari tersenyum manis .
" Sayang... aku kan udah janji , kalau aku akan berusaha sebisa mungkin untuk membuatmu bahagia ." Ucap Fardan sambil tersenyum lembut .
" Emmm... makin sayang deh ." Alifa memeluk erat lengan suaminya .
" Masak sih...???" Fardan menggoda Alifa .
" Jadi Kak Fardan ngeraguin cinta aku...???" Tanya Alifa ketus .
" Nggak bukan gitu sayang ." Elak Fardaan .
" Trus apa , Kak Fardan gak percaya sama aku iya...???" Alifa mencebikkan bibirnya , terlihat jelas kalau saat ini gadis itu tengah kesal terhadap suaminya , bahkan dia melepaskan pelukannya pada lengan Fardan , dan membalikkan badannya membelakangi sang suami .
" Sayang...aku percaya kok sama kamu , aku percaya kalau istri cantikku ini sangat mencintaiku , jadi jangan marah ya..." Bujuk Fardan sambil memegang bahu Alifa , namun dengan cepat gadis itu menghempaskan tangan suaminya .
" Aduh... kok jadi ngambek gini sih , niatnya pengen dapet ciuman , eh malah dapat ambekkan ." Batin Fardan .
Jujur ia menyesali rencananya untuk menggoda Alifa agar dia mendapat sebuah ciuman dari sang istri , yang malah berakhir seperti ini .
" Sayang... maaf , aku gak bermaksud gitu kok , beneran deh , udah ya jangan ngambek , entar cantiknya ilang loh..." Fardan terus membujuk sang istri .
" Trus kalau cantikku udah hilang , Kak Fardan bakalan mau nikah lagi gitu ." Ucap Alifa yang kini sudah membalikkan badannya menghadap Fardan .
" Ya ampun... dia kenapa sih , kok sensi banget...???" Batin Fardan keheranan melihat perubahan sikap istrinya yang tiba-tiba saja begitu sensitif .
" Mana mungkin aku nikah lagi , mau kamu jelek atau gendut sekalipun aku akan tetap cinta sama kamu , maaf ya..." Fardan memasang wajah memelas agar Alifa luluh dan mau memaafkannya .
Namun tak ada respon dari istrinya , Alifa hanya terdiam sambil menatap wajah Fardan .
" Kenapa kepalaku tiba-tiba jadi pusing gini ya..." Batin Alifa .
" Sayang... kamu kenapa kok diam aja , wajah kamu juga terlihat pucat , kamu sakit...???" Fardan memeriksa suhu badan Alifa menggunakan punggung tangannya yang ia letakkan di kening Alifa .
" Gak demam ." Gumam Fardan .
" Aku..."
Brukkkk...
Belum selesai Alifa bicara , tiba-tiba saja dia jatuh pingsan , namun beruntungnya Fardan langsung menangkap tubuh sang istri , hingga Alifa tidak sampai jatuh ke tanah .
" Sayang kamu kenapa...??? Tanya Fardan panik.
Tanpa berpikir panjang dia pun langsung mengangkat tubuh Alifa dan membawanya masuk kedalam mobil .
Kini Fardan sudah sampai di rumah sakit terbesar di kotanya .
__ADS_1
Dan saat ini dia tengah mondar mandir kesana kemari di depan ruang IGD karena dia begitu mengkhawatirkan istri tercintanya .
" Ya allah... semoga istriku tidak kenapa-napa , aku tidak bisa melihat orang yang aku cintai terluka ." Batin Fardan sedih .
Tiba-tiba Aila dan Ifan datang dengan langkah yang tergesa-gesa .
" Kak Fardan , gimana keadaan Alifa...???" Tanya Aila khawatir .
" Aku juga tidak tau La , dokter masih menanganinya ." Ucap Fardan dengan mimik wajah yang terlihat lesu .
" Kak Fardan yang sabar ya , kita berdo'a aja semoga Alifa baik-baik aja ." Ucap Aila .
" Ya... semoga saja ." Ucap Fardan .
" Lalu kenapa Alifa bisa sampai pingsan begitu...???" Kali ini Ifan yang angkat bicara .
" Aku juga tidak tau kenapa , tiba-tiba aja dia pingsan saat kita berada di tepi pantai ." Jelas Fardan .
" Pagi-pagi kalian udah pergi ke pantai , ngapain...???" Tanya Ifan keheranan .
" Alifa yang minta , katanya dia pengen banget pergi ke pantai untuk menikmati udara segar di pagi hari ." Ucap Fardan .
Saat mereka tengah asyik mengobrol , tiba-tiba dokter yang menangani Alifa keluar dari ruang IGD .
" Gimana keadaan istri aku Hil , dia baik-baik aja kan...???" Tanya Fardan saat menghampiri Dokter Hilman yang ternyata sahabatnya dulu semasa SMA .
" Istri kamu baik-baik aja , hanya saja..." Dokter Hilman menggantungkan bicaranya .
" Hanya saja kenapa , kamu bilang dia baik-baik aja , tap..."
" Ke dokter kandungan..." Mengulang ucapan Dokter Hilman .
" Ya..." Jawab Dokter Hilman sembari tersenyum ramah .
" Maksud kamu istriku sedang hamil...???" Tanya Fardan memastikan .
" Aku juga tidak tau pasti , tapi dari hasil pemeriksaan ku sepertinya istrimu tengah mengandung ." Jawab Dokter Hilman .
Bahagia...
Tentu saja , pasalnya selama ini dia sangat mengharapkan seorang anak di kehidupannya bersama sang istri .
Plap...
Mata indah itu mulai terbuka pelan .
" Aku dimana..." Batin Alifa sembari menatap kesekelilingnya .
" Sayang... kamu sudah sadar ." Sapa Fardan yang baru saja masuk ke ruang IGD , dan kebetulan sang istri telah tersadar dari pingsannya .
" Ini dimana kak...???" Tanya Alifa sambil berusaha mendudukkan tubuhnya .
" Ini di rumah sakit sayang , tadi kamu pingsan , jadi aku langsung membawamu kesini ." Jelas Fardan .
" Pulang yuk Kak... aku tidak terlalu suka berlama-lama di rumah sakit ." Rengek Alifa manja , dan Fardan pun suka itu .
" Iya kita akan pulang , tapi sebelumnya kita temui dulu dokter kandungan ya..." Ucap Fardan lembut sembari mengusap sayang kepala Alifa yang tertutupi hijab .
__ADS_1
" Buat apa...???" Tanya Alifa keheranan .
" Untuk memastikan apakah kamu beneran hamil atau tidak ."
" Tapi Kak..."
" Sayang... kali ini aja kamu nurut ya , soalnya Dokter Hilman bilang , kalau kemungkinan kamu hamil , mau ya... plis..."Fardan memohon sambil menggenggam tangan Alifa .
" Menghela napas panjang ,Baiklah..." Tersenyum .
" Makasih sayang..." Fardan tersenyum senang .
Cup
Fardan mencium kening Alifa singkat .
" Yuk..." Fardan ingin mengangkat tubuh Alifa .
" Mau ngapain...???" Tanya Alifa .
" Aku mau gendong kamu sayang , biar kamu gak terlalu kecapean , lagian kan kamu baru tersadar dari pingsan ."
" Nggak usah Kak... aku masih kuat kok untuk jalan sendiri." Tolak Alifa lembut .
" Ya udah deh kalau gak mau..." Ucap Fardan pasrah .
" Kak Fardan marah ya...???" Tanya Alifa .
" Nggak... kenapa harus marah...???" Fardan balik bertanya .
"Ya... karena aku nolak saat Kak Fardan ingin menggendongku ."
" Aku gak marah sayang , masak gitu aja marah , kayak anak kecil aja , ya udah yuk..." Fardan membantu Alifa turun dari brankar , lalu menggandeng tangan sang istri dengan posesive , karena dia tidak mau istrinya sampai terjatuh .
Bersambung...
Aduh... senengnya bisa up lagi dan tentunya bisa ketemu lagi sama readers kesayangan...
Sapa dulu deh para readers nya....
Assalamu'alaikum... para readers ku tercinta...
Apa kabar...???
Semoga baik-baik aja ya...
Sebelumnya aku minta maaf , karena aku udah lama banget gak up .
Di karenakan akun novel ku hilang , tapi alhamdulillah akhirnya aku bisa menemukannya kembali , dan bisa bertemu dengan kalian lagi .
Aku harap kalian masih setia nungguin aku...
Dan terima kasih karena selama ini udah sudi baca karya ku yang tak seberapa ini...
Salam sayang dari Author... 😊
Wassalam...
__ADS_1