Cinta Di Balik Sandiwara

Cinta Di Balik Sandiwara
Episode 28


__ADS_3

" Sebaiknya Kak Fardan mandi dulu ya , setelah itu kita makan malam ." Ucap Alifa .


" Baiklah ." Jawab Fardan sembari tersenyum .


Fardan pun berlalu menuju ke kamar untuk membersihkan diri , setelah selesai dia turun ke meja makan menghampiri istrinya .


Seperti biasa , Alifa mengambil makan untuk Fardan dan mereka pun makan dalam diam .


Setelah selesai Fardan kembali ke kamar .


Saat Alifa ingin membereskan peralatan makan nya tadi , Bi Susi melarangnya dengan alasan itu adalah tugas para Art , namun Alifa tetap bersikukuh hingga terjadilah perdebatan kecil di antara mereka .


" Saya mohon Nona , Sebaiknya Nona Alifa kembali ke kamar , biar kami yang membereskan semua ini ." Ucap Bi Susi memohon .


" Benar Nona , sebaiknya Nona Alifa istirahat ." Ucap Bi Ani .


" Menghela napas panjang , Baiklah... aku ke kamar saja ." Alifa akhirnya mengalah .


Dia pun bergegas pergi ke kamar dengan bibir yang mengerucut dan tentu saja dengan wajah yang di tekuk , terlihat jelas bahwa kini dia merasa sangat kesal .


Sesampainya di kamar , Alifa mendudukkan tubuhnya kasar di samping Fardan yang sedang duduk menghadap laptop nya . Fardan melirik sekilas ke arah Alifa , dan kembali melanjutkan pekerjaannya .


" Dia kenapa ??? " Batin Fardan .


" Ck , ini lagi , punya suami gak di kantor , gak di rumah ,selalu saja sibuk dengan pekerjaannya , menyebalkan..." Gerutu Alifa dalam hati .


Dia pun beranjak dari duduknya berjalan menuju ruang ganti mengambil piyama dan menggantinya di kamar mandi , setelah selesai Alifa menuju balkon kamarnya . Dia menatap indahnya langit dengan bertaburkan bintang .


Namun... tetap saja wajahnya masih terlihat di tekuk . Dia semakin merasa kesal saat suaminya masih saja sibuk dengan pekerjaannya , hingga Alifa merasa bahwa Fardan mengacuhkan keberadaan nya .


" Apa pekerjaan lebih penting dari istrinya ." Gerutu Alifa .


Tiba-tiba Alifa merasa ada yang merapatkan tubuhnya dari belakang , Fardan sudah melingkarkan tangan nya pada perut Alifa , dan dagunya tertumpu pada bahu Alifa , ia sedang memeluk Alifa dari arah belakang . Wajah Alifa seketika merasa panas , saat bersentuhan nya antara pipinya dan pipi milik Fardan .


" Siapa bilang , istriku itu lebih penting dari apapun ." Ucap Fardan sambil berbisik di telinga Alifa , membuat pipi Alifa memerah seperti terbakar .


Fardan melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh Alifa hingga menghadapnya .


" Jangan berfikir yang aneh-aneh , kamu itu istriku ,jadi sudah pasti kalau kamu adalah yang terpenting dalam hidupku ."


Ucap Fardan sembari menangkup kedua pipi Alifa dan menatap mata indahnya dengan lekat .


" Apa itu berarti Kak Fardan mencintaiku , tapi... bagaimana dengan perempuan itu ." Batin Alifa .


" Benarkah... " Tanya Alifa .


" Tentu saja , jadi berhentilah mengerucutkan bibirmu sebelum aku memakan habis bibirmu itu ." Goda Fardan . Mendengar itu Alifa sontak saja menutup bibirnya dengan kedua tangan nya . Sedangkan Fardan hanya tersenyum kecil melihat tingkah istrinya .


" Kenapa kamu menutup mulutmu seperti itu , tadi itu kan aku hanya bercanda , atau... kamu memang berharap aku melakukannya ." Goda Fardan sembari tersenyum kecil .


" Ih... dasar mesum ." Alifa memukul pelan lengan Fardan .


" Tapi kamu suka kan... " Fardan terus menggoda Alifa , hingga membuat pipi Alifa kembali memerah .


" Ti... tidak , ah... sudahlah Kak , berhenti menggodaku ." Ucap Alifa kesal .


" Kamu ini terlihat sangat menggemaskan jika sedang kesal seperti ini ." Dengan gemas Fardan mencubit hidung Alifa hingga memerah .


" Aw... sakit Kak , tuh kan... hidungku jadi memerah ." Ringis Alifa sembari menggosok gosok hidungnya yang memerah akibat cubitan Fardan yang agak keras .

__ADS_1


Fardan hanya tersenyum kecil melihat Alifa yang masih terlihat kesal .


Dia pun mendudukkan tubuhnya di kursi yang tak jauh dari tempatnya berdiri .


" Maaf deh... ini aku obatin ." Ucap Fardan sembari menarik lengan Alifa hingga membuat Alifa jatuh ke pangkuannya .


" Ah..." Alifa terkejut saat Fardan tiba-tiba saja menarik nya .


Fardan melingkarkan tangan nya di pinggang ramping Alifa .


Dia menatap lekat wajah cantik istrinya .


Cup


Fardan mengecup sekilas hidung Alifa , dan tentu saja hal itu membuat pipi Alifa memerah karena terkejut sekaligus gugup .


" Sudah tidak sakit lagi kan... " Ucap Fardan sembari tersenyum kecil menatap wajah terkejut istrinya .


" Ap... apa yang Kak Fardan lakukan ." Ucap Alifa terbata-bata karena gugup .


" Menciummu , memang apa lagi yang aku lakukan , atau... kamu ingin aku mencium yang lainnya ." Goda Fardan membuat Alifa semakin gugup di buatnya .


" Ih... Dasar Fiktor... " teriak Alifa sambil memukul mukul dada bidang suaminya .


" Aws... sakit sayang..." ringis Fardan .


Blush...


Lagi-lagi ucapan sayang dari Fardan membuat pipi Alifa memerah sehingga terasa panas .


" Biarin , siapa suruh Kak Fardan mesum ."


" Coba aja kalau berani , entar aku botakin tuh kepala ,biar gak ada yang mau sama Kak Fardan ." Oceh Alifa .


Fardan hanya terkekeh mendengar ocehan istri labilnya itu .


" Ternyata lucu juga ya, kalau istri kecilku ini sedang cemburu ."


" Siapa yang cemburu ,aku hanya tidak suka jika apa yang sudah menjadi milikku di sentuh orang lain ."


" Itu sama saja dengan cemburu sayang..."


" Ya tidak sama lah..."


" Ya... terserah kamu saja ." Akhirnya Fardan mengalah dan tentu saja itu membuat Alifa tersenyum senang .


Fardan meraih kepala Alifa dan membenamkan nya di dada bidangnya .


Dia memeluk erat tubuh mungil istrinya .


" Lalu tadi kamu kenapa , apa kamu marah terhadapku ???." Tanya Fardan .


" Tidak , aku hanya merasa kesal saja , karena tadi Bi Susi dan yang lainnya mencegahku membereskan peralatan makan kita ."


" Hanya karena itu..."


" Tidak , aku juga merasa kesal terhadapmu , karena telah mengacuhkan keberadaanku ."


" Maafkan aku... jika sikapku sudah membuatmu merasa kesal ,tapi aku harap kamu ngerti kalau belakangan ini aku memang sangat sibuk ,kamu kan tau sendiri kalau aku sudah menjadi Ceo di perusahaan ayah ." Jelas Fardan .

__ADS_1


" Iya , aku juga minta maaf , mungkin aku terlalu egois , tidak seharusnya aku bersikap kekanak kanakan seperti ini ."


" Ya sudah , sebaiknya kita tidur , ini sudah sangat malam ."


" Tunggu.... " rengek Alifa .


" Ada apa lagi ."


"Aku ingin bicara denganmu sebentar saja ."


" Hmmm baiklah ,kamu ingin bicara apa ."


Alifa mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya .


" Kak , apakah aku boleh melanjutkan study ku ." Tanya Alifa penuh harap .


" Maksudmu kamu ingin kuliyah ." Fardan balik tanya .


" Iya , boleh kan... "


" Tentu saja boleh ,bahkan besok kamu sudah bisa masuk ."


" Benarkah ,tapi kenapa bisa ."


" Ya bisa lah , karena aku sudah mendaftarkanmu di Universitas yang sama dengan Aila dan Ifan ."


" Hwaaaa... terima kasih Kak... " teriak Alifa kegirangan bahkan kini dia sudah memeluk erat tubuh kekar suaminya .


" Hanya ucapan terima kasih ."


" Lalu kamu menginginkan apa dariku ." Tanya Alifa heran . Fardan hanya tersenyum sambil menepuk nepuk pipinya sendiri dengan jari telunjuknya .


" Apa maksudnya itu ." Tanya Alifa polos .


" Aish... kamu ini polos sekali , begini saja tidak mengerti ." Gerutu Fardan kesal .


Cup


Kali ini bukan kecupan di pipi ,melainkan kecupan di bibir Fardan .


Membuat Fardan ternganga saking terkejut bahkan pipi Fardan sudah memerah , sedangkan Alifa sudah berlari kecil masuk ke kamarnya .


Fardan memegangi dadanya yang sedari tadi terus berdetak tak karuan seakan ingin melompat keluar dari tempatnya .


-


-


-


-


-


**Hai semua...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya...


Dengan like ,komen & vote .

__ADS_1


TERIMA KASIH...😉😉😉


__ADS_2