
Alifa yang merasa malu dengan apa yang telah di lakukannya tadi , langsung berlari menuju ranjang dan mengambil selimut berwarna biru yang ada di atas tempat tidur itu , kemudian dia gunakan untuk menutupi tubuhnya dengan selimut tersebut .
Fardan berjalan menuju ranjang dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya . Dia pun ikut naik ke atas ranjang dan menyandarkan tubuhnya pada dinding ranjang .
" Apa yang telah aku lakukan , kenapa aku begitu berani menciumnya , Ah... jadi malu sendiri kan..." Batin Alifa .
" Apakah dia sudah tidur , tapi mana mungkin , dia kan baru saja masuk ke kamar ini ." Batin Fardan .
Tiba-tiba timbul di benaknya untuk mengerjai Alifa . Dengan sengaja Fardan mematikan lampu kamarnya .
Sehingga kamar itu pun menjadi sangat gelap .
" Saatnya berakting... " Batin Fardan sembari tersenyum kecil .
Dia melakukan itu karena dia tau kalau istrinya itu sangat takut dengan gelap ,
bahkan sejak kecil Alifa tidak pernah mematikan lampu kamarnya meskipun saat dia mau tidur sekalipun .
" Hah... Mati lampu ." Ucap Fardan seakan akan dia tengah terkejut .
Alifa yang memang masih belum tidur , seketika menjadi panik dan ketakutan saat mendengar perkataan Fardan .
Bahkan kini dia sudah berada di atas tubuh suaminya , karena saking paniknya Alifa terlonjak kaget , dia langsung melompat ke samping sehingga tanpa sengaja dia menidih tubuh suaminya yang memang sedari tadi berada di sampingnya .
Sedangkan Fardan tersenyum kecil melihat Alifa yang begitu ketakutan bahkan kini dia berusaha menahan tawanya agar tidak terdengar oleh istrinya .
Fardan tidak perlu menarik tubuhnya dari sofa , dia tinggal menepuk kedua tangan nya dengan bersamaan sedetik kemudian lampu di dalam kamar itu sudah menyala dengan terang . Fardan bisa melihat wajah Alifa yang sedang ketakutan , bahkan kini wajah itu berada tepat di depan wajahnya dengan jarak yang sangat dekat .
Deg
Jantung Fardan bergetar hebat saat tanpa sengaja pandangannya bertemu mata indah Alifa . Begitu pun sebaliknya .
Tiba-tiba...
" Aha...ha...ha..." Tawa Fardan pun pecah , dia tak dapat lagi menahan tawanya saat melihat wajah Alifa yang terlihat pucat pasi karena ketakutan . Alifa hanya mengerutkan kening nya dia tidak mengerti kenapa tiba-tiba saja Fardan tertawa .
" Dia kenapa ??? Apa ada yang lucu ." Batin Alifa . Dia menatap heran suaminya .
" Kau mau menggodaku ya... " Ucap Fardan sembari menatap wajah cantik alami istrinya .
" Tidak , siapa yang mau menggodamu ."
" kalau begitu ,kenapa kamu masih belum juga beranjak dari atas tubuhku ."
__ADS_1
" Eh... " Alifa yang menyadari kalau dirinya kini tengah menidih suaminya ,segera beranjak dari atas tubuh Fardan dan membenarkan posisi duduknya .
" Kok bisa sih , aku sampai menidih tubuh Kak Fardan , dan lebih parahnya lagi aku malah baru menyadarinya . Ah sial... dia kan jadi ke ge eran ." Batin Alifa .
" Tunggu , jangan-jangan... dia..." Batin Alifa . Dia pun mulai menyadari kalau dirinya sedang di kerjai oleh suaminya .
" Kak Fardan ngerjain aku ya... " Ucap Alifa dengan kesal .
" Kalau iya memangnya kenapa ." Ucap Fardan merasa tak bersalah .
" Dasar nyebelin... " Alifa memukul lengan Fardan .
" Awww... sakit sayang... "
" Bodo... " Ucap Alifa sembari memalingkan wajahnya yang kini sudah memerah . Entah kenapa kata " sayang " yang di keluarkan oleh Fardan mampu membuat pipi Alifa memerah .
-----
Keesokan paginya , Alifa dengan segera menyiapkan sarapan pagi dengan di bantu oleh Bi Ani dan Bi Susi .
Setelah itu Alifa segera meninggalkan dapur , dan bergegas pergi ke kamarnya .
Ceklek
Suara pintu di buka , Alifa menghela napas panjang saat mendapati suaminya masih tertidur pulas di atas ranjangnya .
Bukannya malah bangun Fardan malah menarik kembali selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya .
" Kak Fardan bangun , ini udah hampir jam setengah tujuh lho... , Kak fardan gak kerja ??? "
menggoyang tubuh suaminya dengan tangan nya ,tapi fardan sama sekali tidak bergerak , lelaki itu masih betah di dalam selimut .
" Ini nih... akibatnya kalau tidur kembali sehabis sholat subuh , jadi susah di bangunin ." Batin Alifa .
" Kalau Kak Fardan gak bangun juga , aku akan sarapan duluan , terus aku akan telpon Kak Ifan untuk meminta dia menjemputku , supaya aku berangkat kuliyah bareng dia ." Ancam Alifa dan tentu saja cara itu berhasil membuat Fardan segera bangun dari tidurnya .
" Ah... tidak... tidak... Kamu tidak perlu menelpon nya , biar aku saja yang mengantarmu , kamu kan istriku bukan istri Ifan ." Oceh Fardan sembari turun dari atas ranjang .
" Makannya buruan mandi sana , entar aku bisa telat ke kampusnya ."
" Iya , istri bawelku... " Ucap Fardan sembari mencubit gemas kedua pipi imut istrinya dan bergegas pergi ke kamar mandi .
" Dasar suami nyebelin..." Gerutu Alifa sembari merapikan tempat tidurnya .
__ADS_1
Setelah lima belas menit Fardan sudah selesai dengan ritual mandinya .
Ceklek
Pintu kamar mandi di buka , terlihat Fardan keluar dengan hanya menggunakan handuk yang dia lilitkan di pinggangnya . Alifa yang terkejut melihat suaminya keluar kamar mandi tanpa mengenakan baju seketika menutup matanya dengan kedua tangan nya , Fardan merasa geli melihat tingkah Alifa tidak berkata apapun , Fardan segera memakai baju yang sudah di siapkan oleh Alifa .
" Hmmm... Kebiasaan... " Batin Alifa .
" Mau sampai kapan kamu mau menutup matamu seperti itu ." Ledek Fardan saat melihat Alifa masih menutup matanya .
" Sampai kamu memakai bajumu ." Jawab Alifa masih dengan mata tertutup .
" Aku sudah memakai bajuku , jadi buka matamu dan lihatlah wajah tampan suamimu ini ."
Alifa membuka matanya dan melihat Fardan akan memasang dasi .
" Biar aku yang melakukannya ." Ucap Alifa mengambil dasi dari tangan Fardan .
Fardan melingkarkan tangan nya di pinggang ramping istrinya dan menatap wajah cantik Alifa yang kini berada tepat di depan wajahnya .
Cup
Fardan mencium bibir merah Alifa dengan sangat lembut , bahkan satu tangan nya sudah memegang tengkuk istrinya .
Alifa yang masih dalam mode terkejut karena Fardan tiba-tiba saja menyerangnya hanya terdiam menikmati setiap perlakuan lembut suaminya tanpa membalas ciuman nya .
Dan hal itu semakin membuat Fardan semakin memperdalam ciuman nya dengan me****t bibir merah Alifa yang terasa sangat manis baginya dan perlahan tapi pasti , Alifa membalas ciuman suaminya , mengikuti setiap pergerakan suaminya . Setelah cukup lama mereka berciuman , Fardan menyudahi aksinya karena dia tau istrinya itu sudah kehabisan nafas , maklum dia kan masih belum terbiasa tapi sepertinya akan terbiasa 😀😀😀 .
" Ingat , kamu tidak boleh dekat-dekat dengan pria lain di sana termasuk Ifan sekalipun ." Ucap Fardan sambil menatap wajah Alifa dengan begitu lekat .
" Tapi Kak Ifan itu kan Kakak ku Kak..."
" Dia memang Kakakmu tapi kamu harus ingat , dia itu Kakak Angkatmu sama sepertiku , jadi dia bukan mahrom mu ."
-
-
-
-
-
__ADS_1
**JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN LIKE ,KOMEN & VOTE .
TERIMA KASIH 😉😉😉**