
" Mana mungkin aku membiarkan Alifa berangkat ke kampus dengan orang yang diam-diam mencintainya , aku tidak perduli mau dia sepupunya , atau saudaraku sekalipun , tapi yang jelas aku tetap tidak suka ." Batin Fardan .
" Ya udah kita sarapan dulu yuk , pasti ayah dan bunda udah nungguin kita ." Ajak Alifa .
" Ayo ." Fardan menggandeng tangan Alifa dan pergi ke ruang makan untuk sarapan .
Sesampainya di ruang makan , terlihat Riko , Rita dan Ifan tengah menunggu mereka .
" Berhubung yang di tunggu udah dateng , kita langsung sarapan aja ." Ucap Ifan .
" Makan aja yang kamu pikirin ." Ketus Fardan .
" Suka-suka aku lah , lagian dari pada mikirin istri orang , mendingan mikirin makan ." Ucap Ifan tak kalah ketusnya .
" Bisa mulai sekarang sarapannya ??? " Tanya Alifa yang mencoba menghentikan perdebatan dua pria tampan namun menyebalkan ' pikir Alifa .
" Tentu saja ." Ucap Rita .
Setelah itu tidak ada lagi yang berbicara , apalagi berdebat seperti tadi .
Semuanya tengah sibuk menghabiskan sarapannya masing-masing .
Setelah selesai sarapan , Fardan dan Alifa pamit untuk berangkat , begitu pun dengan Ifan .
" Yah , bun , kita berangkat ya ." Pamit Fardan .
" Iya , hati-hati di jalan ." Pesan Rita pada putra putrinya .
" Iya bun ." Jawab Fardan .
" Aku juga berangkat bun ." Pamit Ifan .
Mereka bertiga tidak lupa mencium punggung tangan ayah dan bundanya .
Sesampainya di depan rumahnya , Alifa mendapati Kevin tengah berdiri di dekat mobil milik Fardan yang biasa di bawa oleh Kevin untuk mengantar jemput Fardan .
" Selamat pagi tuan muda , nona muda dan juga tuan muda kecil ." Ucap Kevin .
" Selamat pagi Kak Kevin ."Jawab Alifa .
" Sudah ku bilang , panggil saja Kevin ." Ucap Fardan tidak suka .
" Iya , selamat pagi Kevin ." Alifa mengulangi lagi ucapannya .
" Dasar cemburuan ." Ketus Ifan .
" Bukan urusanmu ."Ucap Fardan dingin .
" Ya... terserah kau saja , dan untuk kamu Kak Kevin , apakah kamu tidak melihat kalau tubuhku sudah se gede ini , jadi berhentilah memanggilku tuan muda kecil ." Ucap Ifan kesal .
" Baik tuan muda ." Jawab Kevin .
" Sudah , kapan berangkat nya kalau berdebat terus ." Ucap Alifa kesal .
" Maaf sayang... ya udah kita berangkat ." Fardan membukakan pintu mobilnya untuk Alifa .
" Kak Fardan , boleh nggak aku ikut kamu??? ." Tanya Ifan .
__ADS_1
" Memangnya mobil mu kemana ???" Fardan balik nanya .
" Mobilku ada sih... , cuman ban nya bocor ." Jelas Ifan .
" Baiklah , kamu boleh ikut mobilku ." Ucap Fardan .
Ifan pun duduk di depan bersama Kevin ,sedangkan Fardan duduk di jok belakang bersama Alifa .
Di dalam mobil...
" Sayang... nanti pulangnya biar Kevin yang jemput ya , soal nya aku ada urusan , gak papa kan ??? " Tanya Fardan sambil menggenggam tangan Alifa .
" Tidak papa Kak ." Jawab Alifa sembari tersenyum menatap suaminya .
Cup
Fardan mencium pipi Alifa , dan tentu saja hal itu membuat Alifa terkejut , karena Fardan menciumnya secara tiba-tiba .
" Kak Fardan apa-apaan sih ." Ucap Alifa .
" Memangnya kenapa sayang , apa salah jika mencium istri sendiri ." Ucap Fardan .
" Bukan gitu , tapi... "
" Sudahlah tidak apa , lagian mereka tidak melihat ya kan Fan... " Tanya Fardan sambil menatap mata Ifan yang sedari tadi memperhatikan Alifa lewat kaca spion .
" Eh... iya , aku tidak melihat ya kan Kak Kevin ." Ucap Ifan agak gugup , karena dia sudah ketahuan kalau dirinya sedari tadi diam-diam memperhatikan Alifa .
Dan tentu saja Fardan sengaja melakukan itu , karena dia ingin Ifan tau bahwa Alifa adalah miliknya .
" Iya ." Jawab Kevin .
" Aduh... aku ini kenapa sih , udah tau kalau Alifa sudah menikah , tapi masih saja memperhatikannya ." Batin Ifan .
Tak butuh waktu lama , mereka pun sampai di kampus tempat Alifa dan Ifan kuliyah .
Sebelum keluar dari mobil mobil , Alifa meraih tangan Fardan dan mencium punggung tangan nya , begitu pun dengan Fardan , dia mencium pucuk kepala Alifa dan mengecup singkat bibir merah muda istrinya .
Sedangkan Ifan sudah turun terlebih dahulu ,karena dia tidak mau melihat adengan mesra dua insan yang tengah di mabuk cinta itu ,karena itu akan hanya membuat hatinya terasa sakit , karena sampai saat ini Ifan masih belum bisa melupakan Alifa .
Alifa pun turun dan berjalan menyusul Ifan yang sudah masuk terlebih dahulu .
" Kak Ifan tunggu ."Teriak Alifa .
Ifan pun menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya menatap Alifa .
" Ada apa ??? " Tanya Ifan datar .
" Tungguin aku lah ." Ucap Alifa .
" Gimana aku bisa lupain kamu ,kalau kamu begini terus ." Batin Ifan .
Mereka berjalan menyusuri koridor kampus , dan tentu saja mereka tak luput dari pandangan mahasiswa dan mahasiswi yang menatap kagum ke arah mereka , terlebih lagi Alifa , wajah cantiknya mampu membuat mahasiswa yang menatapnya terpesona .
" Gila , tuh cewek cantik banget ya ." Kata sie A .
" Itu tipe gue banget ." Kata Sie B .
__ADS_1
Dan masih banyak lagi desas desus yang membicarakan kecantikan Alifa .
Namun Alifa tidak memperdulikannya ,dia hanya bersikap biasa saja seolah olah dia tidak mendengarnya .
Sesampainya di kelas Alifa langsung duduk di bangku kosong di samping Aila yang tengah sibuk memainkan ponselnya ,hingga dia tidak menyadari kedatangan Alifa dan Ifan .
" Ehemmm... serius amet sih ." Ucap Alifa .
" Eh kamu udah datang ." Ucap Aila sambil menaruh ponselnya ke dalam tas nya .
" Dia kenapa , kok sepertinya dia sengaja menaruh ponselnya , seakan akan dia tidak mau Alifa melihatnya , aneh ." Batin Ifan .
" Kamu lagi chattan sama siapa sih , jangan-jangan sama pacar kamu ya ."Tebak Alifa .
" Ya nggak lah , aku kan gak punya pacar ." Ucap Aila sembari melirik ke arah Ifan .
" Kenapa dia melirikku seperti itu ." Batin Ifan .
" Sepertinya Aila menyukai Kak Ifan deh ." Batin Alifa .
-----
Di kantin...
" Eh lo tau nggak tadi gue lihat ada cewek junior yang cantik banget , pake hijab lagi ." Ucap Choki salah satu senior tampan di kampus .
" Ah yang bener lo ??? " Tanya Semi penasaran .
" Ya iyalah masak gue bohong , jangankan lo , Galang sekali pun pasti akan jatuh hati sama tuh cewek ." Ucap Choki .
" Gue jadi penasaran secantik apa sih cewek itu ." Batin Galang
Galang adalah seorang aktivis yang terkenal karena prestasinya segudang dan karena ia juga dari keluarga kaya raya . Parasnya yang tampan membuat banyak cewek-cewek di kampus menggandrunginya , meskipun tampak dingin dan kaku . Dan tak ada satu pun dari mereka yang membuatnya tertarik .
" Alah... palingan juga lebih cantik gue dari pada cewek itu ." Ucap Sonya , seorang aktivis juga yang kerjanya ngikutin Galang kemana mana , meskipun sudah puluhan kali Galang menolaknya ,namun tetap saja cewek itu mengejar ngejar Galang .
" Lo tuh gak ada apa-apanya kalau di bandingin sama cewek itu ." Ucap Choki .
" Jaga omongan lo ya ."Ucap Sonya tersulut emosi .
" Cukup... kalian bisa diem gak sih ." Ucap Galang kesal .
-
-
-
-
-
DUKUNG TERUS KARYA AUTHOR
DENGAN LIKE , KOMEN DAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA .
TERIMA KASIH...😉😉😉
__ADS_1