Cinta Di SMK

Cinta Di SMK
Tertangkap Basah


__ADS_3

Hani begitu gelisah karena Prisha tak kunjung kembali ke ruangan yang mereka gunakan untuk tidur. Ia pun memutuskan untuk mencari Prisha.


"Sin, Ta, Nda temenin gue cari Prisha yuk!" ajak Hani pada ketiga sahabatnya.


"Bukannya tadi elo bilang Prisha lagi sama Elina buka hadiah presentasi terbaik dari panitia? Ngapain dicari. Paling bentar lagi juga balik"


Kata Manda yang sibuk memainkan ponsel.


"ya sih.. Tapi perasaan gue gak enak. Kalian tau kan kalau Elina itu suka banget jahili Prisha." Jawab Hani


"ya udah gini aja. Hani sama gue cari Prisha. Sinta sama Manda disini aja buat jaga-jaga kalau dia balik. Ntar kalau dia udah balik buruan kabarin kita ya" Jawab Gita memberi solusi.


Hani dan Gita bersiap ke luar ruangan. Bersamaan dengan itu ada Andrian dan beberapa pembina serta panitia sedang berkeliling mengecek ke setiap ruangan.


"Mau pada kemana dek?" Tanya panitia yang memakai jaket hitam itu.


"Mau cari temen kita kak. Dari tadi belum balik juga" jawab Hani


"Memangnya teman kalian kemana?" tanya panitia itu lagi.


"Tadi diajak temen kelompok pergi setelah selesai renungan malam. Katanya mau buka hadiah sekaligus membaginya. Cuman sampe sekarang belum balik juga. Kami khawatir ada apa-apa jadi kami memutuskan untuk mencarinya." Jelas Gita.


"Ya sudah kalau begitu biar kakak temani"


Kata Panitia tersebut. Ia hendak melangkah pergi dengan Hani dan Gita. Namun langkahnya dicegah oleh Andrian.


"Prisha itu yang tadi ikut nyanyi dipanggung bukan?" kata Andrian memastikan.


"bener kak" jawab Hani dan Gita kompak.


"kalau begitu biar saya yang menemani kalian. Kamu lanjutkan patroli saja May. Takutnya dia pingsan lagi kayak tadi. Kalau cewek semua ntar gak kuat bopongnya"


Andrian menggantikan panitia yang di panggil May itu mengikuti Hani dan Gita.


"Tadi pamitnya kemana?" Tanya Andrian


"Bilangnya sih mau bagi hadiah kak. Ada kemungkinan di ruangan anak keperawatan. Soalnya yang ngajak anak jurusan keperawatan." Kata Hani.


Mereka pun mengecek ruangan tempat siswa jurusan keperawatan tidur. Namun hasilnya nihil. Mereka tidak menemukan Prisha disana. Perasaan Hani tambah gelisah. Ia merasa bersalah telah meninggalkan Prisha sendiri bersama Elina.


"Mungkin di ruang auditorium. Soalnya yang gak kekunci hanya ruangan itu dan ruang guru saja" Kata Andrian.

__ADS_1


Andrian melangkah menuju ruang auditorium diikuti Hani dan Gita. Samar-samar terdengar suara rintihan perempuan dari dalam riangan yang mereka duga adalah suara Prisha.


"Hai.. Apa yang kalian lakuin"


Suara Andrian membuat Elina and the geng gelagapan. Dengan gerakan cepat Fita melepas tangganya yang tadi ia gunakan untuk mencekal tangan Prisha. Begitupun Elina. Ia segera mematikan lilin yang ada ditangan Prisha kemudian menyembunyikannya dibalik punggung.


"gak ngapa-ngapain kak" kata Elina yang dibuat setenang mungkin.


Hani dan Gita segera berlari ke arah Prisha.


"Elo gak kenapa-napa kan Sha?" Tanya Hani yang melihat Prisha meringis kesakitan.


"gak apa-apa. Cuman ini tangan aku"


Prisha memperlihatkan tangannya yang sudah dipenuhi lelehan lilin. Sontak saja membuat Hani semakin merasa bersalah. Andrian pun segera mengambil tindakan.


"Apa kalian sadar dengan apa yang sudah kalian lakukan? Kalian bertiga baru saja melakukan tindakan penganiyayaan terhadap teman kalian. Kalau akibatnya fatal, saya gak segan-segan melaporkan kalian pada pihak yang berwajib."


"Kamu yang pakai jaket biru bawa temanmu keluar. Guyur tangannya dibawah air kran" perintah Andrian pada Hani.


"Dan kamu yang pakai kaos panjang segera ke ruang keamanan minta kunci UKS" perintah Andrian lagi kepada Gita.


Mereka membubarkan diri dari ruang auditorium yang gelap dan hanya mengandalkan cahaya handphone saja.


"Fita"


"Mega"


"Elina"


jawab mereka bergantian dengan kepala menunduk.


"Saya sudah catat nama kalian. Silahkan kalian bertiga kembali ke ruangan untuk beristirahat. Siapkan diri kalian untuk bertemu bagian ke amanan dan guru BP besok"


Elina and the geng segera keluar ruangan dengan langkah yang tergesa-gesa. Sementara Andrian segera menyusul Hani yang telah mengucurkan air ke tangan Prisha. Tidak berselang lama Gita sudah datang membawa kunci UKS yang di minta Andrian.


"Ayo bawa teman kalian ke UKS. Biar saya obati lukanya"


Andrian melangkah menuju ruang UKS. Membuka ruangan tersebut dan menyalakan lampu sehingga ruangan menjadi terang benderang.


"Rendam lagi tangannya sambil dibuang sisa lilin yang masih menempel. Saya akan cari salep dulu." Perintah Andrian yang langsung dituruti mereka. Gita dan Hani membawa Prisha menuju wastafel yang sebelumnya sudah disumbat tempat pembuangannya. Mereka merendam tangan Prisha sambil menggosok dengan lembut tangan Prisha yang masih ada lilinnya.

__ADS_1


"Sakit gak Sha?" Tanya Hani.


"Maaf ya.. Seharusnya tadi gue gak ngebiarin elo pergi berdua sama Elina."


Hani begitu merasa bersalah dengan kejadian yang menimpa temannya itu.


"Gak apa-apa Han. Kamu jangan merasa bersalah. Semua itu karena aku kurang waspada aja" jawab Prisha.


"Sudah bersih belum lilinya?" tanya Andrian setelah lama menunggu.


"Sudah kak" jawab Hani


"Sini saya keringkan tanganya terus diolesi salep"


Andrian ingin mengambil tangan Prisha yang terluka namun Prisha menghindarinya membuat Andrian mengernyit heran.


"Kenapa? Takut saya lecehkan?"


Kata Andrian yang membuat Prisha tak enak hati. Prisha pun hanya bisa menggeleng dengan kepala yang menunduk.


"Saya ini masih normal. Tidak mungkin melakukan hal seperti itu di lingkungan sekolah. Lagian kalau saya berniat jahat sama kamu, saya sudah lakukan itu sejak tadi ketika kamu pingsan dikamar mandi." Lanjut Andrian.


"Seharusnya tingkat kewaspadaanmu itu kamu tujukan kepada tiga teman kamu yang sudah membuat tanganmu seperti ini. Bukan kepada saya."


Andrian sedikit kesal dengan sikap Prisha yang seolah membatasi diri. Namun hal itu tidak mengurangi rasa simpatinya. Ia kemudian memberikan salep yang ada digenggamannya kepada Gita. Gita pun menerimanya lalu mengoleskan salep tersebut ke tangan Prisha yang terluka dengan sangat hati-hati.


"Sakit gak Sha?" Tanya Gita yang masih mengoles salep.


"Gak Ta.. Enak malahan. Kerasa dingin" jawab Prisha.


Setelah salepnya di usapkan secara merata Gita pun mengembalikan salep tersebut kepada Andrian.


"Terima kasih kak sudah bantu


teman saya. Ini salepnya" Kata Gita mengembalikan salep kepada Andrian dan mengucapkan terima kasih dengan membungkukkan sedikit badannya.


"Ya sama-sama. Lain kali jaga teman kalian agar tidak jadi korban orang usil. Sekarang kalian kembali ke ruangan untuk istirahat. Besok pagi silahkan jadi saksi didepan keamanan dan guru BP. Nanti saya akan temani kalian." Kata Andrian.


"Baik kak. Kami permisi dulu"


Hani dan Gita keluar UKS dengan mengapit Prisha. Ada rasa bersalah di hati mereka karena membiarkan teman mereka celaka.

__ADS_1


~{Berprasangka buruk memang dilarang tapi waspada itu wajib dilakukan}~


__ADS_2