Cinta Di SMK

Cinta Di SMK
Teman Baru


__ADS_3

"Apakah semuanya sudah masuk kelas dan mendapat tempat duduk?" Tanya ibu guru itu. Yang langsung dijawab "sudah" secara serempak oleh para siswa siswi.


"Perkenalkan nama saya Maulina Saputri kalian bisa memanggil saya Maulin. Selama 1 tahun kedepan, saya yang akan mendampingi kalian dalam menjalani proses pembelajaran di kelas X SMK Kusuma jurusan tata busana. Saya sebagai wali kelas kalian akan membantu masalah yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar semaksimal mungkin. Jadi kalian jangan sungkan ketika ada masalah untuk membicarakannya kepada saya." Terang Maulin panjang lebar.


"Karena saya belum kenal kalian satu persatu, maka saya akan berkenalan dengan cara memanggil kalian sesuai absen. Bagi nama yang saya panggil, silakan angkat tangan, perkenalkan diri kalian dan alasan kenapa memilih jurusan tata busana. Jangan lupa sebutkan juga nama panggilan kalian, biar kita lebih akrab. Kalau ibarat pepatah tak kenal maka tak sayang. Jadi mulai sekarang kita harus berkenalan agar bisa saling menyayangi dan memahami satu sama lain. Gimana setuju kalian semua?" Tanya Maulin.


"bukannya agar bisa saling sayang sayangan ya bu?"


Celoteh salah satu siswa yang langsung mengundang gelak tawa seluruh penghuni kelas. Bukannya marah, Maulin justru menaggapinya dengan candaan pula.


"Boleh, kalau kamu mau sayang-sayangan sama saya. Biar viral. Tapi jangan salahkan saya kalau kamu pulang dengan pakaian yang compang camping. Saya ini sukanya pegang gunting. Kalau lihat gombal rasanya gemes. Pengen langsung saya eksekusi aja." Jawab Maulin dengan espresi gemas.


"Saya mah gak gombal bu.. Hanya mengungkapkan isi hati" jawab siswa yang tadi berceloteh.


Mereka akhirnya bercanda layaknya sesama teman. Bukan lagi seperti guru dan murid.


Candaan Maulin mampu mencairkan suasana kelas yang tegang. Setelah suasana kondusif, Maulin pun memanggil mereka satu persatu sesuai absen. Mereka memperkenalkan diri mereka dengan rasa percaya diri yang tinggi. Tidak ada hinaan atau cacian dari salah satu murid. Yang ada hanya candaan seolah mereka sebuah keluarga.


"Apa masih ada yang belum saya panggil" tanya Maulin setelah menyelesaikan absenya.


"Sepertinya sudah semua bu" kata Gita mewakili.


"Baik kalau begitu." Kata Maulin sambil menutup buku absensi siswa.


"Mulai besok pagi kalian sudah aktif masuk sekolah, maka dari itu saya akan membagikan seragam sekolah. Adapun untuk jadwal memakainya yaitu, hari senin selasa memakai seragam putih abu-abu, hari Rabu Kamis memakai seragam kejuruan. Jumat seragam olahraga dan sabtu seragam pramuka. Untuk biaya sudah tertulis di nota ya. Kalau soal pembayaran bisa lewat TU bagian keuangan atau bisa ditransfer ke rekening SMK Kusuma. Bagaimana sudah faham semua? Atau masih ada yang perlu ditanyakan?" Tanya Maulin namun tak ada yang bersuara. Yang kemudian ia artikan kalau tidak ada yang mau ditanyakan oleh mereka.


"Baik. Kalau tidak ada yang ditanyakan, saya akan langsung membagikan seragamnya. Silahkan kalian menggambil seragam tersebut secara bergantian. Dan jangan lupa disesuaikan dengan ukuran tubuh kalian." Perintah Maulin.

__ADS_1


Para siswa segera maju mengambil seragam sekolah sebanyak 4 stel untuk masing-masing siswa secara bergantian. Mereka semua mengantri dengan baik tanpa berebut.


"Semua sudah mendapat seragam lengkap ya?" Tanya Maulin setelah mereka sudah tidak ada yang maju lagi.


" Sudah bu" jawab mereka serentak.


"Baik kalau begitu saya akhiri pertemuan pertama ini. Setelah ini kalian disuruh berkumpul di ruang auditorium untuk pembagian kelompok Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah. Dari saya cukup dulu. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu. Selamat siang semua." Pamit Maulin kepada mereka.


Setelah kepergian Maulin, kelas menjadi gaduh kembali. Ada yang bercanda, ada juga yang berkenalan secara pribadi kepada teman kelasnya. Maklum mereka berasal dari sekolah yang berbeda sehingga belum mengenal satu sama lain. Walaupun tidak menutup kemungkinan ada salah satu dari mereka yang sudah kenal lama karena berasal dari sekolah yang sama. Seperti Gita, Manda, Sinta dan Hani. Mereka sudah berteman sejak SMP. Beruntung Prisha bertemu dan berkenalan dengan mereka. Sehingga ia tidak merasa asing dengan lingkungan barunya.


"Eh Prisa kamu dulu sekolahnya di SMP mana?" Tanya Hani mengawali perbincangan mereka.


"Aku dari SMP Garuda. Kalau kamu?" Tanya Prisha kemudian.


"Kalau kita berempat dari SMP tunas Harapan" jawab Hani


"Oh jadi ceritanya kalian teman lama?"


"Ya dong" jawab mereka serentak.


"Eh ngomong-ngomong apa dari SMPmu dulu gak ada yang sekolah disini? Aku perhatiin kamu sendirian aja" tanya Manda penasaran.


"Iya. Masak bestian sekolahnya jauhan. Gak enak lah. Ibarat pacaran kayak LDRan tau gak sih" Kata Sinta menimpali.


"Joko Tingkir bawa gelas. Omonganmu gak nyambung guys." Serobot Manda.


"Lagian kamu itu Sin. Yang diomongin pacaran melulu. Kayak punya pacar aja" ejek Hani kemudian.

__ADS_1


"Emang punya. Emangnya elo. Jomblo melulu. Truk aja gandengan. Masak Hani gak hahaha" tawa Sinta.


"Ini kalian sebenarnya mau nanyain Prisha atau berdebat masalah pacaran sih?" Kata Gita menengahi. Dilihat dari cara bicaranya, sepertinya dari mereka berempat Gita lah yang selalu jadi penengah mereka. Gita cukup bisa bersikap dewasa.


"Ya beneran tanyalah. Anggap aja tadi itu cuman iklan" jawab Sinta cengengesan.


"BTW Sha, mana besti kamu?" Tanya Sinta lagi.


"Aku nggak punya teman dekat yang bersekolah di sini. Dari dulu aku itu orangnya pendiam dan nggak pintar. Makanya aku nggak punya teman di sekolah. Tiap pulang sekolah aku selalu di rumah belajar dan membantu ibuku menjahit. Jadi nggak ada waktu buat main sama teman." Jelas Prisha.


"Ooow gitu. Jadi kamu ambil jurusan tata busana karena udah biasa bantuin ibumu jahit gitu? Kita kalah start dong" kata Gita.


"Bentar bentar. Kalau buat main sama besti aja gak bisa, berarti kalau pacar gak ada juga dong?" Tanya Sinta lagi. Yang langsung dijawab anggukan oleh Prisha.


"Pacar lagi, pacar lagi yang kamu bahas. Kamu itu mau pamer pacar apa gimana sih Sin? Mentang-mentang punya pacar" Jengkel Hani.


"Iya dong. Pacar aku kan ganteng. Senior di sekolah ini juga. Makanya kalian semua mau aku pamerin. Disamping itu aku gak mau ya nanti kalian nempel-nempel sama pacar aku" terang Sinta penuh percaya diri.


"Emangnya kita ini apa? Temen makan temen? Ya nggak lah. Populasi cowok jomblo yang ganteng itu masih banyak. Ngapain juga harus naksir cowok elo. Lagiyan nih ya cowok elo pasti gak ada apa-apanya sama oppa Lee do hyun." Cibir Manda.


"Emang sih Lee do Hyun ganteng. Tapi apa ya dia mau pacaran sama tangki minyak kayak elo Nda" Sinta tak mau kalah. Tubuh Manda yang berisi dan cenderung gemuk membuat Sinta menyebut temannya itu tangki minyak.


Mereka berlima asik bercanda membahas oppa-oppa korea idola mereka. Hingga tiba-tiba bel berbunyi menghentikan candaan mereka.


Teeettt... Teeeetttt... Teeettt


"Eh udah ada bel tuh. Yuk kita kumpul sama yang lainnya di ruang audit" ajak Gita.

__ADS_1


"Ayo" jawab mereka serentak.


Mereka berjalan beriringan menuju ruang auditorium sekolah dengan canda tawa. Prisha menjadi terharu. Ia senang ada orang yang mau berteman dengannya. Mungkin dengan begitu Prisha lebih semangat bersekolah dan mampu menghilangkan rasa takutnya karena selalu dibully oleh Elina and the geng.


__ADS_2