Cinta Di SMK

Cinta Di SMK
Bab 48


__ADS_3

Acara Pentas seni dalam rangka memperingati hari kemerdekaan republik Indonesia sebentar lagi di gelar. Persiapan demi persiapan dilakukan oleh para siswa. mereka sibuk dengan tugas yang telah diemban masing-masing.


Para paskibra sibuk berlatih agar nanti dapat kompak dalam penampilannya. Begitupun mereka yang telah ditunjuk untuk mewakili kelas dalam lomba agustusan sekolah.


"Bu, maaf. Apa boleh saya minta waktunya sebentar? Ada yang mau saya sampaikan dengan ibu" Kata Prisha pada Ammy begitu jam kerja usai.


"Boleh. Memangnya ada apa Sha? Sepertinya serius sekali?" Tanya Ammy penasaran.


"Saya bersama teman saya yang lain mendapatkan tugas merancang gaun untuk lomba agustusan di sekolah. Tetapi saya kurang PD dengan hasil rancangan kami. Apa boleh saya minta waktu ibu sebentar untuk pergi ke rumah saya melihat hasil karya kami dan memberi masukan agar gaunnya terlihat elegan dan berkelas. Soalnya gaun kami bukan terbuat dari kain murni. Tetapi dari daur ulang sampah rumah tangga" Terang Prisha. Ia menjelaskan dengan wajah tertunduk dengan tangan yang saling meremas. Melihat sikap Prisha itu Ammy segera berdiri dan menghampiri Prisha. Ia genggam tangan Prisha yang sedikit berkeringat lalu mendongakkan wajahnya.


"Kalau bicara itu matanya tertuju sama lawan bicaranya. Tak perlu takut untuk mengungkapkan pendapat. Anggap aja mama ini ibu kamu yang lagi kamu mintain tolong. Biar gak grogi gini" kata Ammy memberi nasihat.


"Baik bu" jawab Prisha dengan wajah yang kembali tertunduk.

__ADS_1


"Tu kan. Masih gitu lagi." Ammy merasa gemas sendiri melihat tingkah Prisha yang penakut. Ia yakin Prisha memiliki potensi dalam bidang fashion. Hanya perlu melatih mental dan menambah rasa percaya dirinya saja.


"Ok. Saya akan bantu kamu. Tapi kamu harus menuruti semua aturan saya. Bagaimana?" Ammy merasa ini adalah waktu yang tepat untuk merubah sikap Prisha. Karena ia tahu Andrian memiliki perhatian lebih pada Prisha yang selama ini selalu ditindas oleh teman-teman sekolahnya.


"Baik bu" jawab Prisha. Ia pun segera pamit dari butik Ammy untuk segera pulang kerumah karena waktu sudah sore.


...****************...


[Temen-temen nanti datang kerumahku agak siangan ya. Soalnya bos tempat aku kerja mau ngasih arahan ke kita]


Sebagian dari mereka ada yang membalas namun banyak juga yang tak memberi respon.


[Ta', Ntar datang kerumah siangan ya. Ada bosku yang mau ngasih arahan] Tulis Prisha pada pesan yang di kirimkan ke Gita.

__ADS_1


[Maaf ya Ta. Bukannya aku gak percaya sama pendapat mamamu. Tapi aku rasa akan lebih bagus lagi kalau banyak yang bimbing] Tulis Prisha lagi.


[Ya, ya. Faham gue] Balas Gita. Ia sama sekali tak tersinggung dengan keputusan Prisha yang meminta bantuan Ammy. Karena ia tahu Prisha pasti ingin menampilkan yang terbaik agar tak menjadi bahan olokan teman sekelasnya.


[Biar besok sekalian gue ajak nyokap gue kesitu. Biar lebih mantep] Tulis Gita lagi. Mereka pun asyik bertukar pesan hingga malam menjelang.


...****************...


Hari yang mendebarkanpun terjadi. Setiap kontingen kelas berusaha menampilkan yang terbaik dalam setiap cabang lomba. Begitu pun Prisha dan Gita. Mereka membantu para model yang tak lain adalah teman sekelas mereka sendiri untuk bersiap fashion show dengan gaun rancangan mereka.


"Git, Sha gimana ini. Jihan barusan ngasih kabar kalau dia gak bisa masuk. Katanya kakinya terkilir habis jatuh dikamar mandi" Teriak Gunawan dengan wajah panik.


"Gimana dong Ta? Masak ada gaun yang gak di tampilin. Ntar dikira kita sentimen sama yang ngrancang." Kata Prisha yang masih sibuk membantu temannya memakai gaun.

__ADS_1


"Gimana kalau elo aja yang makai Sha?"


__ADS_2