Cinta Di SMK

Cinta Di SMK
Bab 20


__ADS_3

Hidup itu indah. Karena Tuhan telah menciptakan semuanya dengan sebaik baiknya. Lalu apa yang harus kita khawatirkan? Kita hanya perlu menjalani semua skenarionya dengan selalu berfikir positif. Karna kita hanya tokoh yang harus berperan sesuai keinginan sutradara.


Hari ini Prisha memang sial. Bekal makan jatuh, disuruh bayar makan siang Elina and the geng, diare sampai lemas dan berfikir tidak bisa mengikuti pelajaran. Namun ia tetap bahagia. Setidaknya dengan begitu ia dapat perhatian lebih dari Andrian. Orang yang begitu ia kagumi.


"Ngapain lihatin saya begitu?" Tanya Andrian


"Gak apa apa pak. Cuman waspada kalau bapak lihat-lihat tubuh saya" jawab Prisha sambil mengoleskan minyak angin ke perutnya.


"Tubuh yang mana? Perasaan kamu cuman buka baju bagian perut saya. Lagian apa kamu fikir saya ini mengalami kelainan. Sampai sampai mau ngintip kamu." Jawab Andrian sambil membolak balik kertas yang ada di hadapannya. Walaupun Andrian terlihat acuh tak acuh. Namun Prisha tetap memperhatikan gerak gerik Andrian. Membuat Andrian salah tingkah.


"Ngapain kamu masih mandangin saya terus? Hati hati nanti jatuh cinta" celetuk Andrian.


"Gak apa apa dong pak. Jatuh cinta kan hak semua orang. Kecuali kalau bapak sudah beristri. Itu baru salah kalau saya cinta dan merebut bapak dari istri sah" jawab Prisha. Entah dapat keberanian dari mana ia berani berkata seperti itu. Biasanya ia hanya diam sambil menundukkan pandangannya. Apa mungkin kekuatan cinta telah merubah sifat Prisha yang pemalu menjadi agresif?


"ehem" Andrian berdehem untuk mengusir rasa canggung diantara mereka setelah sekian lama mereka saling diam.


"Saya mau bicara sama kamu" kata Andrian kembali pada mode juteknya.


"Ya pak. Silahkan" jawab Prisha. Ia menutup minyak yang selesai ia gunakan lalu meletakkannya di meja kerja Andrian.


"Kamu tau kan tadi saya sudah bayarin bon kamu di kantin?"


"Ya pak. Saya tahu. Bahkan saya belum sempat mengucapkan terima kasih sama bapak. Terima kasih ya pak. Bapak sudah jadi malaikat penolong saya" Prisha membungkukan sedikit badannya saat mengucapkan terima kasih. Terlihat senyum tipis Andrian saat dirinya dianggap malaikat bagi Prisha.


"Semuanya gak gratis" jawab Andrian irit


"Ya pak. Saya tau. Nanti saya cicil bayarnya ke bapak. Soalnya uang saku saya gak ada segitu" jawab Prisha jujur. Ada sebuah kesedihan mengingat keuangan keluarga mereka yang tergolong kurang mampu. Sehingga untuk membayar jajan 4 orang saja ia tidak bisa. Andai dari awal Elina berkata ingin Prisha bayarin jajan. Pasti Prisha bersiap-siap menabung duluan. Namun semua itu tak akan pernah terjadi. Karena niat Elina yang sesungguhnya bukan traktiran tetapi mempermalukan Prisha dan membuat ia tidak betah berada di lingkungan sekolah SMK Kusuma ini.


"Kalau gak bisa bayar pakai uang kamu bisa bayar pakai tenaga" kata Andrian memberi penawaran.


"Maksud bapak?" Tanya Prisha. Membuat Andrian mendengus kesal saat lagi lagi Prisha memanggilnya dengan sebutan pak.

__ADS_1


"Kamu bisa bantu bantu pekerjaan saya di sekolah. Dan di luar sekolah saya juga sudah siapkan pekerjaan buat kamu"


Jawaban Andrian membuat Prisha semakin bingung. Ia berfikir keras dengan pekerjaan yang di maksud oleh Andrian. Apakah ia harus bekerja paruh waktu atau apa. Sedangkan Andrian itu hanya seorang TU di sekolah tersebut.


"Gak usah difikirin. Nanti sepulang sekolah akan saya tunjukkan pekerjaan kamu" layaknya cenayang Andrian menjawab pertanyaan Prisha yang tak ia ungkapkan.


"Bagaimana kalau besok saja pak. Soalnya saya takut pulang terlambat. Nanti di cari orang tua saya."


"Kamu ada HP?" tanya Andrian kemudian.


"Ada pak. Di kelas"


"Kamu tahu gunanya HP kan? Itu sebagai alat komunikasi kalau kamu lupa. Tinggal telpon orang tua bilang ada keperluan kan bisa. Gitu aja di persulit" Cemooh Andrian.


"Baik pak. Nanti saya minta izin dulu sama ibu saya."


"Ok. Kalau gitu kamu balik ke kelas" usir Andrian


"Kalau jalan itu yang cepat. Jangan kayak keong. Lammaa" Kata Andrian yang berjalan di belakang Prisha.


"Bapak. Ngapain ngikutin saya?" tanya Prisha sambil memegangi dadanya yang kaget


"Saya akan antar kamu sampai ke kelas" Andrian melangkah lebih dulu dengan senyum yang penuh arti. Entah apa arti mengantar bagi Andrian karena nyatanya justru Prisha yang mengikutinya di belakang. Bukan di antarkan dan di ikuti oleh Andrian.


...****************...


Kelas yang Prisha huni masih ramai. Tanda bahwa belum ada guru yang memberi pelajaran. Prisha begitu lega. Setidaknya ia tidak perlu menghadapi pertanyaan guru karena ia terlambat masuk.


"Kenapa masih bengong di situ? Buruan masuk" sentak Andrian yang menoleh ke arah Prisha yang masih mematung.


"Baik pak. Terima kasih sudah mengantar saya. Saya lega sepertinya belum ada gurunya di kelas"

__ADS_1


"Sudah tau. Kamu fikir saya kesini benar-benar mau nganterin kamu? Saya kesini karena dititipin tugas guru mapel kamu. Beliau tidak bisa masuk. Ini tugas yang di berikan saya bawa. Kalau kamu fikir saya mengada ada." Andrian menunjukkan kertas HVS yang penuh dengan tulisan tangan. Membuat Prisha tertunduk malu. Ia berfikir Andrian menghawatirkannya. Sehingga benar benar mengantarkannya sampai ke kelas. Tapi ternyata......


Prisha masuk ke dalam kelas lebih dulu. Kemudian diikuti oleh Andrian. Ia segera duduk di bangkunya untuk menyimak apa yang Andrian sampaikan. Namun colekan Hani membuatnya sedikit menoleh ke arah meja belakang.


"Sha lo ke mana aja sih? Kita cariin juga. Mana ditelepon malah HPnya bunyi ditas lagi." kata Hani.


"Tadi aku nyusul kalian ke kantin tapi gak ketemu" kata Prisha berbohong. Ia yakin diantara Hani dan Gita tidak ada yang melihatnya ke kantin bersama Elina end the geng. Pasalnya saat jam istirahat Kantin Sekolah penuh dengan orang. Sehingga walaupun di lokasi yang sama Hani dan Gita tidak menyadari keberadaan Prisha. Begitupun sebaliknya. Andai mereka melihat Prisha di kantin pasti mereka sudah menyapanya. Apalagi ia disana bersama musuh bebuyutannya.


"Habis dari kantin ada sedikit insiden tadi. Perut gue mules. Jadi harus bolak-balik ke WC terus." Jelas Prisha kemudian.


"Huss diem. Dilihatin pak Andrian terus tuh" Gita menyengol lengan Prisha. Membuat Prisha yang tadinya sedikit menoleh ke belakang sambil mengobrol kembali menghadap ke depan. Mereka kembali duduk tenang mengerjakan tugas yang di berikan guru mereka lewat Andrian.


...****************...


Waktu terus berlalu. Tak terasa mapel ke empat sudah selesai. Itu artinya waktu belajar mereka sudah berakhir. Namun mereka tak bisa pulang begitu saja. Masih ada kegiatan ekskul yang harus mereka ikuti.


"Sha.. Elo harus ikutan gue masuk ekskul bela diri" kata Hani setelah guru mapel mereka keluar.


"Kenapa mesti ikut ekskul bela diri? Mending ikut komputer sama bahasa inggris. Bisa nunjang mapel harian kita" jawab Prisha.


"Sha sha.. Elo itu polos banget sih jadi orang. Ok kita perlu komputer dan bahasa inggris untuk menunjang dunia perfashionan yang bakal kita geluti. Tapi apa elo gak berfikir untuk mempertahankan diri dari penindasan temen SMP elo itu. Kemarin mereka cuman ngrusak tangan elo. Tapi besok gak tau kan. Bisa jadi mereka bakal ngrusak masa depan elo. Mereka itu orangnya nekat lho" jelas Hani panjang lebar.


"Elo ini kenapa sih Han. Kayak ngompor ngomporin Prisha buat ikut musuhin balik sama anak jurusan sebelah." Tegur Gita.


"Bukannya nyuruh ikut musuhin Git. Cuman kalau dia gak mau ngelawan mereka bakal semakin menjadi jadi" Jawab Hani melembut


"Tetep aja soal ekskul itu tergantung pilihan Prisha" Jawab Gita.


"Elo sendiri gimana Sha. Mau ikutin saran gue gak?" Tanya Hani kemudian.


"Coba ntar fikir fikir dulu deh Han. Kalau bisa ngatur waktunya ntar sesekali bisa ikut. Soalnya dirumah aku juga harus bantuin ibu jahit. Kasian kalau ibu jahit sendiri. Kalian tau sendiri kan kalau kami gak punya kariyawan" Terang Prisha kemudian. Gita dan Hani mengangguk mengerti.

__ADS_1


"Ya udah yuk kita ke ruang Audit. Katanya tadi kita disuruh foto kartu pelajar" ajak Prisha kemudian, yang langsung di iya kan mereka. Merekapun melangkah bersama menuju ruang auditorium sambil sesekali melempar candaan.


__ADS_2