
Happy Reading 😊
POV NINDY
pada saat aku terbangun, aku sudah berada di ruangan serba putih serta selang infus yang menempel di pergelangan tangan ku, ya kutebak ini rumah sakit.
"apa lagi yang terjadi dengan ku, aku sama sekali tak mengingat nya" batin ku memperhatikan sekitar
Tok tok
mendengar ketukan pintu aku segera menoleh ke sana, muncul lah dari balik pintu sosok pria yang ku kenali ya kak jino ku, aku pun tersenyum ke arah nya ia pun sama membalas senyum ku.
"kamu udah sadar" ucap nya menyentuh tangan ku, dingin sekali tangan nya, sampai aku sedikit menarik tangan ku Karena kaget.
"kak, aku kok bisa disini?" tanya aku menanyaka pertanyaan yang sedari tadi muncul di otak ku
"sudah lah, nanti saja, sekarang berusaha lah untuk sehat kembali" jawab nya dengan senyum manis seperti biasanya.
****
Entah sudah berapa hari aku dirumah sakit, Tapi jika mulai dari saat aku sadar sudah tiga hari dan sekarang di hari ketiga ini aku di perbolehkan untuk pulang, ku bereskan baju baju yang sedikit ada di kamar rawat ku, ntah siapa yang membawa kesini, bahkan aku tak mengingat siapa keluarga ku.
"tapi kok aku tau ya kak jino" seketika pertanyaan itu mengganjal di hati ku
tok tok..
seorang suster paruh baya masuk ke kamar rawat ku, di samping nya tengah berdiri anak kecil yang kadang-kadang menggigit jari suster itu, terlihat suster itu meregang regang kan pergelangan tangan dan jarinya.
aku hanya bisa diam dan pura-pura tak melihat, karena jujur aku sekarang sedang tak ingin terlibat dengan hantu hantuan.
"Hari ini sudah boleh pulang dek.." ucap suster itu mencabuti selang infus di tangan ku.
"Nindy" terdengar di gendang telinga ku ada yang menyebut nama ku. ku sapu pandangan ke segala arah, tepat di pojok ruangan berdiri sosok suster dengan name tag 'Alena'
"Siapa kau" batin ku menoleh ke arah nya
"Hah? kau sedang bercanda kan nin, aku senang sekali kau bisa bangun lagi" sahutnya girang yang membuat ku bingung
"Apa maksud mu?" tanya ku dalam hati
"Nindy...apa kau tak kenal aku lagi" ucap nya dengan wajah sedih
"dek, kenapa bengong ntar kesambet loh atau enggak nanti di ikutin setan" Celetuk suster itu dan bocah yang di samping nya tersenyum menyeringai ke arah ku
"eh tidak sus" jawab ku singkat
__ADS_1
"oh iya sus, Tuan jino ada sus?" tanya ku menanyai keberadaan tuan jino yang baru saja pergi sebelum aku selesai beres beres tadi.
Entah dari mana aku mendapat pertanyaan itu, yang jelas aku ingin menanyakan dan tau keberadaan kak jino
"Menurut yang saya dengar, beliau sudah meninggal Seminggu yang lalu, dan jenazah di bawa oleh keluarganya, suster Yani yang mengurus semuanya, coba tanya saja pada dia" jelas suster itu yang membuat ku terperanjat
"Seminggu?, jangan becanda deh sus, lagian kalau seminggu tadi aja tuan jino masih disini sama saya, bahkan bukan tadi aja, selama saya bangun dari koma, dia sudah ada disini " jelas ku dengan nada sedikit meninggi
"Saya tidak bohong lagian kenapa saya harus bohong" tukas suster itu
"enggak-enggak nggak mungkin!!" pekik ku
"Assalamualaikum" Ucap seorang suster muncul dari balik pintu
"waalaikumsallam" sahut ku dan suster yang tadi mencabuti selang infus ku.
"Sudah ada suster Yani, saya balik dulu ya, dan coba aja tanya" ucap suster itu yang kali ini ketus, mungkin dia tersenggung dengan ucapan ku yang sedikit meninggi tadi.
ketika suster itu keluar dari ruangan rawat ku tak sengaja ia bertabrakan dengan anak kecil, dia sangat tampak marah, bahkan tak segan-segan nya dia mencubit anak itu, nampak oleh ku anak kecil yang disampingnya tadi sangat marah.
"Riri.." ucap seseorang membuat menoleh ke arahnya
"Kak jino, tuh kan suster tadi becanda, kakak dibilang meninggal kan aneh" ucapku dengan senyum manis ke arah kak jino
"Maaf kan aku ri , kita udah beda alam, ikhlas kan aku ya, kamu harus hidup dengan semangat, tempati apartemen ku yang ada di Bogor, kalau kau bingung harus tinggal di mana, minatk lah kunci nya kepada suster Yani inii" ucapan kak jino seray menunjuk suster yang ada di samping ku. ya aku sudah mengenalnya, karena dalam beberapa hari ini aku dirawat intensif oleh nya, katanya karena disuruh tuan jino.
"kakak! jangan becanda dong, enggak lucu " kataku walau hati ku berkata lain
"Aku enggak becanda Ri, kamu semangat ya, jangan sia sia in pengorbanan ku" sahut kak jino seraya memegangi pundak ku.
"enggak kak, jangan tinggalin aku.., aku mohon.. aku enggak tau mau hidup sama siapa, hiks hiks ..., aku enggak kenal siapa siapa" aku menjerit sekuat tenaga, air mata tak terbendung lagii
"Sudah nin disini masih ada aku, aku bakal jagain kamu..." seketika suster yang bernama Alena itu menghampiri ku, aku merasakan kalau memang kami sudah bertemu sebelum nya.
"hiks..hiks.." air mata ku terus mengalir deras, kak jino menghampiri ku, dia memeluk ku erat, hati ini rasa nya sakit sekali, dada yang tadi sesak menahan tangis, kini sudah mulai reda, ini adalah pelukan murni pertama dan mungkin terakhir kalinya dengan kak jino, sosok pria pertama yang membuat hati ku berdesir.
Tak lama muncul penglihatan tentang kak jin
aku, dan seorang gadis, serta sosok yang sangat mengerikan
aku di seret sosok mengerikan itu, nampak di belakang kak jino dengan sekuat tenaga mengejar dan menarik ku.
sosok mengerikan itu, menyerang kak jino dengan segumpal asap hitam yang membuat tubuh Kak Jino terpental ke batu besar, dia kini nampak berdiri lagi seraya memegangi punggungnya, dan kembali mengejarku, aku menangis, selain rasa sakit di kaki ku karena diseret oleh sosok mengerikan itu, aku juga sakit melihat kak jino yang menderita karena aku.
Kak jino menarik tangan ku, dan melemparkan sebuah bubuk biru pada mata sosok mengerikan itu, dan berhasil membuat nya mengerang kesakitan.
__ADS_1
Kami pun berlari sekuat tenaga entah kemana yang jelas haru menghindar dari mahluk itu.
kaki ku sangat sakit rasanya "kak, kakak duluan aja, nanti aku nyusul " ucap ku menatap manik mata kak jino yang sudah jelas di wajahnya kelelahan.
"Tidak Ri" sahutnya
"akuu enggak kuat lagi kak...." aku menangis
"sini aku gendong " ucap nya dan membungkuk kan badannya.
"kalau seperti ini kita akan tertangkap kak" ucapku
"kita bersembunyi dulu disini" kak jino pun menduduk kan ku di sebuah semak semak dan melindungi tubuh ku, dia memakai kan kalung permata biru yang di ambilnya dari sakunya.
"kakak lupa pakai ini tadi, coba kamu pakai, menurut yang kakak browsing di google, kalau permata-permata seperti ini dapat menyembunyikan kita dari makhluk tak kasat mata yang membuat kita celaka atau membahayakan kita" ucap kak jino Seraya memakai kan kalung itu padaku
"kakak saja yang pakai" lirih ku
"tidak yang di incar disini adalah kamu" jawab kak jino tersenyum manis pada ku
"GRRR!"
Seketika sosok mengerikan itu, muncul di balik semak, sosok berbadan tinggi dan berbulu lebat serta taring taring yang tajam yang nampak ketika dia memggeram
Diseret nya keluar kak jino, dan mengangkat nya tinggai tinggi, "GRRR!" Sosok itu hendak mencabik badan kak jino
Tanpa pikir panjang, lansung kubuka Kalung itu dan benar makhluk itu langsung menoleh ke arah ku, di lemparnya kak jino sehingga kak jino kembali terpental
Dengan semangat yang entah dari mana kak jino dapat kan, dia kembali berdiri setelah terkena serangan bertubi-tubi oleh sosok mengerikan itu. aku pun menggelengkan kepala, sebagai pertanda aku sudah pasrah dengan nasib yang menimpa ku, aku terus menggelengkan kan kepala seraya menatap manik mata kak jino.
ku pejamkan mata ku.
JEDUAR!!!
Sakit yang teramat ku rasakan saat itu di kepala ku, dunia berputar sangat kencang kurasakan, ku pejamkan mata dan mengepalkan tangan untuk menahan sakit.
samar samar terlihat oleh ku kak jino mendorong ku ke sebuah lubang dan tak lama terdengar jeritan nya yang sangat memilukan hati ku.
Kulepas kan pelukan dari kak jino dan mengais sejadi jadinya
"Huaaaaa! kenapa!!" Aku menangis histeris Alena memeluk ku
Bersambung...
Mampir juga Ke Novel ku satu lagi
__ADS_1
"Sahabat Atau Kekasih"
Terimakasih