Cinta Gadis Indigo

Cinta Gadis Indigo
Episode 47 Jino day's


__ADS_3

**Hai Reader tercinta, jaga kesehatannya ya, biasakan mencuci tangan sebulum makan, supaya terhindar dari virus korona, dan biasakan juga ngasih like, komen and vote sebelum baca, karena like, komen and vote dari reader lah yang membuat author semangat lanjutin ceritanya.


Stay At Home My Lup Reader 😘


Happy Reading 😊**


****


"Wah seriusan kak?"


"Iyaa, tapi--"


"Loh kok ada Tapinya?"


"Heheh, kamu harus panggil aku sayang dimana pun, kapan pun, dan dekat siapa pun, selama tiga hari, gimana?" Jino menaik turunkan alisnya.


"Hem" Nindy nampak berfikir gadis itu malu malu di buat nya


"Mau nggak?"


"Oke.." kata Nindy malu malu


*****


Di apartemen, Nindy duduk di kursi belajar nya, memandang ke luar jendela, dengan hati yang tak menentu, tiba tiba seseorang memegang pundak nya, membuat gadis itu menoleh ke arah pegangan.


"Eh key" kata Nindy lesu


"Kamu jangan murung gini dong ndy,, aku kan sedih..."


"Habis nya, kamu cepat banget pergi nya, aku ngga mau, ngga mau cari sahabat baru lagi, huhuhuh" tangis Nindy pecah, perasaan tak menentunya, akhirnya di lampiaskan dengan menangis hingga tertidur.


Keesokan harinya, Setelah mandi Nindy segera ke dapur menyiapkan sarapan pagi untuk pria nya, karena hari ini Jino mulai libur, dan makan pagi ia akan makan di apartemen Nindy, sesuai kesepakatan semalaman, dan juga ingin membahas bagaimana mengungkap segala perbuatan Beno, si guru bejat dan misterius.


Nasi goreng dengan toping telur mata sapi telah tersedia di meja makan dengan sedikit bumbu cinta, bau nya yang sangat menggoda.


" kak Nindy, udah beres aja masak nya, maap Ica baru bangun.." kata Clarisa yang baru saja keluar dari kamarnya


"iya gapapa Ica, kamu mandi gih, ntar makan, habis itu sekolah ya" sahut Nindy ramah


"makasih ya kak, aku sayang... banget sama kakak" Carissa lansung memeluk Nindy, Nindy sedikit gugup, entah kenapa, namun ia tetap membalas pelukan ica


'kok nyaman banget ya, di peluk Ica' batin Nindy.


"iya Ica, btw Anisa mana?" tanya Nindy melepaskan pelukannya


"di kamar kak, lagi beresin tempat tidur"


"wah rajin ya anisa" Nindy tertawa kecil


kenapa ya kalau liat kak Nindy, aku seperti bercermin' pikir Clarisa, dia tak sadar jika Nindy sedari tadi mengoceh


"Ica, ca" Nindy memegang pundak Clarisa


"eh pocong pocong" kata Clarisa gagap


"hahahhaha" tawa Nindy pecah


"heheh" Clarisa menggaruk kepala yang tak gatal


"yaudah gih mandi" titah Nindy, berusaha untuk tidak tertawaa lagi

__ADS_1


"iya kak"


Jino masuk ke apartemen Nindy, mendapati gadis nya tengah tersenyum sendiri


"Hummm" seperti mencium aroma masakan Nindy


"Eh kak jino" kata Nindy acuh tak acuh


"Hehwh, minta dong..." Pinta jino


"Enggak" kata Nindy dengan raut wajah serius


"Loh kenapa?" Tanya Jino heran, dengan sikap wanita nya, Padahal semalam baik baik saja.


"Pikir aja sendiri"


"Kamu kenapa sih sayang???" Jino mendekati Nindy


"Jangan dekat!, Dan jangan panggil aku sayang!, Karena kak Jino ngga sayang sama aku!"


"Dasar pria bejat!"tambahan nya


"Apa?, Maksud kamu apa Ri?"


"Halah nggak usah sok pikun deh, barusan ada yang datang kesini, nanya apartemen kakak, trus aku tanya mau ngapain, dia bilang mau minta tanggung jawab kakak!!, Kalau dia hamil!, Kalau kakak sayang sama aku, kakak ngga bakal hamilin dia!!" Cerocos Nindy menahan tangisnya


"Nindy, sayang, disini nama Jino bukan aku aja" kata Jino lemah lembut mencoba untuk tenang


"Kata nya jino Darto Santoso, emang ada lagi!" Kata Nindy menekan kan kata Darto Santoso


"Siapa sih, aku ngga pernah dekat sama wanita, kecuali kamu dan Cynta Ri!"


"Ini apa!" Nindy menunjuk ponsel nya, di sana terlihat Jino tengah merangkul bahu seorang wanita yang berpakaian minim dan berjalan menuju sebuah kamar hotel.


"Apa!, Udah lah kak! Aku juga sadar diri kok!, Aku cuman orang miskin yang ngga punya keluarga, trus di kasihanin Sama lelaki kaya, yang bisa melakukan semua yang bisa dilakukan nya!, Aku juga tau kalau kak Jino itu ngga beneran suka kan sama aku!, Aku tau!" Nada tinggi Nindy dan membuat bulir bening keluar dari sudut mata nya.


"Nindy! Tolong dengarkan saya! Saya tak tau apa apa?, Siapa wanita itu!" Jino mulai kehilangan kesabaran nya, Nindy hanya menangis.


Cynta pun hadir.


"Aku ngga nyangka sama kamu jin, aku kira Nindy akan jadi wanita satu satu kamu setelah aku tiada, tapi malah seperti ini, maaf kan aku Nindy..." Cynta memeluk Nindy


"Cynta, tolong lah jangan begini, ini bukan saya Cynta!"


"Kakak jahat, pergi!!" Seru gadis itu


"Nindy, tolong dengarkan saya, itu buka saya" Jino mendekat


"Jangan dekat, sana pergi, pergi sama cewek itu! Hhuhuh" tangis Nindy pecah kembali


"Nindy..." Lirih Jino


"Pergi!!!!!!"


"Baiklah! Saya akan cari orang nya!" Jino melangkah keluar


"Prankkkkk, hahahaha" mendengar ucapan Nindy, Jino menoleh ke belakang dengan wajah datar nya.


Lalu muncul Alena dari dapur dengan membawa cake black forest dan beberapa lilin di atas nya, lalu ia berikan kue itu pada Nindy, dan langsung di raih gadis itu.


"Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday happy birthday, happy birthday to you, happy birthday pacar nya aku..." Nindy mendekat pada jino serta Alena, Cynta dan juga hantu jeni yang ingin ikut serta.

__ADS_1


"Ngga lucu" Jino pun melangkah pergi, yang membuat Nindy sedikit melongo.


Alen, Cynta dan jeni hanya diam tak menyangka.


"Kak...." Nindy mengejar jino dan rupanya Jino berada di balik pintu


"Prankkkkk! Wlek!!!" Jino mencibir pada Nindy yang cemberut namun lansung tersenyum, mereka semua pun duduk di meja makan.


"maaf ya kak, aku cuman bisa surprisein kakak cuman kayak gini" lirih Nindy


"begini aja aku udah seneng banget sayang" Jino merangkul Nindy


"Kok kamu tau sih? Aku ulang tahun hari ini?" Tanya nya yg kini mengacak-acak rambut Nindy.


" ya iya lah kak, orang Kakak orangnya terkenal secara kan pengusaha muda, hihihi, jadi kalau ulang tahun wajah nya keluar di semua medis, di Tv, hp trus radio" kata Nindy tersenyum


"Gitu ya?" Tanya Jino


"Ngga jin"


Flashback tadi malam


"Nindy melihat lihat foto di ruang tv, di sana terlihat banyak foto foto Jino semasa kecil, karena kan villa itu dulunya punya Jino, khusus untuk tempat tinggal jika dia ingin merenung dan jiga ada masalah keluarga.


Sampailah pandangan Nindy pada sebuah foto ulangtahun ke-8 Jino, di bawah foto itu terdapat tanggal di ambil.


"Loh, berarti kak Jino besok dong ulang tahun" gumam Nindy


"Yah! udah tau duluan" kata Cynta muncul di samping Nindy


"Aaaaaa" Nindy terkaget "kakak ih, ga bisa apa kalau Dateng tu baca salam dulu"


"He..ya maap Nin" Cynta meringis


"Btw apa kata kakak tadi?"


"Itu loh, besok Jino ulang tahun, apa kamu ngga mau ngasih surprise?"


"Ya mau lah kak,bantuin ya!"


"Pasti...."!


Mereka pun mulai merencanakan segalanya.


"Trus yang mau edit video kak Jino sama wanita itu gimana?" Tanya Nindy menoleh secara bergantian pada Alena, Cynta, Keyla, Clarisa, Anisa dan juga jeni.


"Aike sih bisa ngedut nya, tapih emang bisa gituh jadi nyata?" Tanya jeni dengan ciri khas nya,gemulai.


"Coba aja dulu" timpal Alena


"Tunggu deh, aku jadi penasaran, mbak jeni dulu profesi nya apa, kata nya meninggal karena Operasi kelamin, kok malah bersemayam disini?, Trus--"


"Satu satu dong ndy..." ptong Keyla


"Iya ih..." Jeni mengangkat tangan nya seperti memanggil


"Heee" Nindy meringis


"Jadi begini...."


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa like komen and vote yaaa sayang😘😘😘


__ADS_2