Cinta Gadis Indigo

Cinta Gadis Indigo
Episode 26 Bimo Nangis


__ADS_3

Happy Reading


"duh kakak ganteng bilang aku gila!?" sanggah Keyla


"eng-enggak kok" jawab kak jin terbata


"nah selesai" Keyla menepuk tangan nya


"Cita-cita ku itu pen jadi dokter kak" katanya Seraya tersenyum


"jadi dokter? ya enggak apa sih key, nah ini kamu ngobatin hantu ya mana bisa, tuh tengok luka nya terus akan seperti itu"


"yee, enggak gitu juga sih, aku tuh cuman enggak bisa diem aja kalau liat orang terluka" sahutnya bela diri


"Hmm, Tapi, Seriusan kamu enggak takut key?" tanya ku ingin memastikan


"enggak kok" jawabnya santai


"Lagian enggak serem kok kakak kakak kamu, cuman pucet aja sih"


"mau kita berubah jadi mode serem dek?" kak Alen tersenyum jahil


"ih jangan dong kak"


Terlihat si sopir Keyla sangat bingung, tapi dia tak bersuara sedikit pun.


"Ri, tuh rumah sakitnya" tunjuk kak jino


"iya kak"


"key aku berhenti situ ya" tunjuk ku juga


"okee"


"pak pak, berhenti" pinta Keyla


Tanpa menjawab, mobil pun terhenti, dan kami bertiga pun turun.


"Makasih ya key tumpangan nya, kamu hati hati" pamit ku

__ADS_1


"iya sama sama ndy"


"Ri teman kamu aneh deh" kata kak jin


"enggak tau juga sih kak, yuk kita masuk"


***


POV author


Sementara Cynta sekarang tengah asik berbelanja bahan makanan untuk kado ulang tahun godruwo Tomo, di pasar kaget.


"Berapa ni mbak?" tanya Cynta menunjuk daging rusa


"5juta aja neng"


"ooh, boleh dong mbak, 2 yah, jadi 10jt kan?"


Cynta yang sudah lama menjadi jelmaan hantu sudah tau mengenai uang mereka, yang hanyalah daun.


"iya neng"


"eh mbak tambahin daging tikus itu dong satu aja, yang bagus ya" kata Cynta dan langsung di ambil kan oleh mbak Kun yang punya lapak daging.


setelah usai transaksi daging kini Cynta melangkah ke lapak jual sayur.


dan mulai lah Bertransaksi disana.


***


setelah tiba di ruangan kak jin yang khusus, hanya aku dan dokter Reyna saja yang tahu, dan tentu juga Alen dan Cynta juga sih.


Tiba-tiba, perut ku sangat sakit rasanya, ku minta kak Jino serta kak Alena menunggu ku dahulu, aku sudah tak tahan rasanya.


Dengan tergesa-gesa aku masuk dalam toilet.


"Put put puuuut, ah Legaaaa" belakangan ini aku sering sekali buang air besar Banyak seperti ini 'iiiyyyuh'


Setelah selesai ku tekan tombol flush, ya aku sudah bisa lah menggunakan nya, karena di ajari kak Alen.

__ADS_1


Setelah cuci tangan aku hendak membuka pintu, menarik handle nya, dan "tunggu siapa yang menangis?, ahhh jangan jangan hantu" Guamam ku karena mendengar rintihan yang menyayat hati


Membuka sedikit pintu untuk melihat keadaan luar, tak sengaja aku menoleh ke pintu dihadapan toilet yang sedang ku tempati, bergambar cowok, "yaaaampun aku salah masuk toilet" menepuk jidat


"Tapi siapa yang yang menangis" gumam ku, ku edarkan lagi pandangan, terlihat seorang membelakangi ku, "manusia apa hantu ya" seraya menengok ke bagian kaki


"Masih Napak" batin ku


'itu seperti nya cowok, apa ada cowok gitu, yang nangis nya gitu amat, apa nggak lebay tu sampai terisak gitu, kira kira siapa ya, Dan kenapa dia nangis' batin ku mengamati


"Samperin enggak, samperin enggak, samperin enggak" menghitung jari


"Samperin aja lah" berjalan mendekat


"Mas!" Memegang pundak


"Apaaan! Gue lagi enggak mau di bujuk bujuk sama siapa pun! Pergi sana" hardik nya


"Suara itu"


"BIMO!" dia pun menoleh kebelakang


"Loh bener, bwhaahahahhah" tawa ku pecah yang melihat wajah nya, acak acakan sekali, rambut sudah lepek, hidung merah, mata sembab, ada ingus juga. Jika di sekolah dia sangat lah keren, dan wangi, tapi sekarang, kebalikannya.


"Brukundi" Bimo kalang kabut,mengelap ingus nya dan merapikan rambut nya.


"Elo ngikutin gue ya!"


"Eh enak aja!, Ngapain gue ngikutin elo, enggak ada kerjaan kali"


"Trus ngapain elo ke toilet cowok segala, nyamperin gue lagi"


"Ya,, ya ya gue tadi kebelet, salah amsuk deh heee...., Lagian tadi elo nangis nya menghayati banget, gue kan jadi penasaran"


"Gitu ya" kata nya singkat padat dan menusuk


"Ihh bodo lah" aku pun hendak melangkah pergi namun lansung di tahan Bimo


"Tunggu!, Gu-gue mau curhat"

__ADS_1


"Whattttttttttts!"


Bersambung...


__ADS_2