Cinta Gadis Indigo

Cinta Gadis Indigo
episode 3 kejadian pukul dua dini hari


__ADS_3

"Kamu orang yang ke 1001 mengucap kan itu " ucap nya


Tanpa menghiraukan kata cynta aku memejamkan mata ku berharap aku bisa tidur, Karena badan ku masih lemah sekali tadi saja saat berinteraksi dengan cynta aku bersandar di kursi. dan juga semalam aku begadang membantu bibi ku menyiapkan jualan nya .


ya, Aku tinggal bersama bibi ku, orangtua ku tak tau di mana mereka sekarang, yang jelas kata bibi dari sejak aku kecil aku di asuh nya jadi aku harus membantu nya bekerja sebagai balas budinya.


Bibi ku yang kadang Suka marah marah membuat ku mengenang nasib .


Kadang aku ke sekolah tidak jajan karena bibi ku juga orang yang kurang punya, aku juga punya rasa iba tentunya, sehabis pulang sekolah aku akan mampir ke pasar untuk membantu bibi dan paman berjualan di sana.


bibi juga mempunyai seorang anak perempuan sebaya ku, tapi dia lebih beruntung daripada ku dia punya orangtua dan sekolah nya pun bagus.


Aku kadang merasa iri namun aku tepis semua itu. Karena memang nasib ku seperti ini berharap nanti setelah aku tamat SMA aku dapat kuliah,tapi aku tak berharap banyak, karna biayalah sebabnya.


Tak terasa kami sudah tiba di sebuah rumah sakit bahagia, ya itu yang ku liat terpampang di depan rumah sakit itu.aku pun turun untuk mengobati kaki ku, dan luka luka di sekujur tubuh ku.dengan di bantu ka jin untuk turun karena kondisi kaki ku yang masih terasa sakit.aku pun di naikan di sebuah kursi roda dan di dorong kak jin.


Setelah pemeriksaan kaki ku, tak terlalu gawat, hanya tulang nya saja yang sedikit bergeser.dan beberapa memar memar di kaki dan tangan ku.


"sebaik nya kau di rawat di sini malam ini" kata ka jin padaku


"tak perlu ka, aku tak punya biaya,,, ini saja ntah bagaimana aku akan membayar


"cuci piring"ucap kak jino seraya tertawa


"tenang lah,,, ini rumah sakit keluarga ku,kau tak akan membayar" ucap nya tersenyum ke arah ku


"terimakasih banyak ka jin,mungkin kalau tak ada kau aku akan mati dipatuk ular dan jatuh ke jurang"


"pikiran mu pendek sekali, ya sudah istirahat lah aku ada urusan, sekalian mau menyampaikan tentang mu" ucap nya


"ya terimakasih sekali lagi" sahut ku tersenyum pada nya


dia pun tersenyum dan berlalu pergi keluar"daaa nin..." ucap cynta melambai pada ku


"daaaah" sahut ku


aku pun memejamkan mata ku untuk beristirahat seperti yang diperintahkan oleh tuan muda tadi.


*******


cahaya menyilaukan dari matahari sore membuat ku terbangun, aku menoleh ke arah kaca jendela menyaksikan matahari terbenam


kebetulan kamar rawat ku terletak di lantai dua dan di samping kasur ku ada jendela


"lama sekali aku tidur" gumam ku


masih memandang ke arah jendela seketika sesuatu melintas di luar nya


"apaan tuh" gumam ku memandangi sekitar


tok tok tok!


aku pun menoleh ke sumber suara, berasal dari pintu masuk ke kamar rawat ku, tak ada yang muncul dari Balik pintu, aku pun menoleh lagi ke arah kaca jendela


"aaaaaaaaaaa!" sebuah hantu bungkus alias pocong menyeringai ke arah ku memperlihatkan gigi nya yang hitam dan mengeluarkan bau busuk yang tercium sampai ke rongga hidung ku.


aku menutup wajah ku erat erat dengan selimut yang membalut tubuh ku,memang aku sudah terbiasa melihat hantu tapi jika datang nya mengejutkan dan bentuk nya seperti itu aku juga Takut.


Setelah lama aku bersembunyi di balik selimut Tiba tiba selimut ku ada yang menarik

__ADS_1


"aaaaaaaaaaa tolong lah jangan ganggu aku!! kan aku tak mengganggu mu! pekik ku


"hei hei kau kenapa" ucap seorang laki laki tampan dengan wajah teduh nya menenangkan ku


"ah syukur lah kau datang ka.." ucap ku bersyukur


"apa yang terjadi?" tanya nya


aku terdeiam sejenak


tak mungkin aku memberi tahu yang sebenarnya,pasti dia tak percaya dan akan menganggap ku berhalusinasi ...batin ku


"heiii" ucap nya


"ah.. tadi ada kecoa ka...gedeee" ucapku asal


"kau lucu sekali" ucap nya menarik hidung ku


'kenapa orang suka sekali sih menarik hidung ku '


"tadi keluarga mu kesini, tapi kau tidur jadi dia kembali lagi, katanya ada hal penting" ucap ka jin menatap ku


"hal penting? hmm hal penting apa? mungkin mereka memang tak perduli padaku,eh aku tak boleh berfikiran seperti itu" aku membatin


"hei kenapa kau terdiam" tanya ka jin memegang pundak ku


"benarkah?,kenapa aku tak di bangun kan?" ucap ku mencoba menanggapi


"kau nyenyak sekali, jadi mereka tak tega membangunkanmu" sahutnya


"oh iya nama mu siapa,dari tadi aku terlalu sibuk dan tak sempat menanyakan siapa namamu"


"aku panggil Riri aja " ucap nya


"Riri?"


"iyaa"


"yaudah terserah Kaka aja" ucap ku tersenyum


'cantik' gumam nya yang sempat terdengar oleh ku


"apa kak?" tanya ku memastikan


"oh tidak,ini sudah sore sebentar lagi malam,apa kau sudah makan?" tanya nya


"belom, aku tak lapar"


'kriuk kriuk'


bunyi perut ku memecahkan tawa kak jin


aku pun menutup wajah ku menggunakan Selimut, malu sekali rasanya


"ya sudah aku keluar dulu"


kak jin ini bicaranya sekenanya aja....kadang aku kamu kadang saya kadang kau ' batin ku tertawa melihat punggung kak jin yang semakin menghilang


******

__ADS_1


tepat pukul dua dini hari aku terbangun,mata ku enggan sekali rasanya terbuka, tapi tak tahan lagi dengan panggilan alam ini, aku pun membuka mata dan sedikit kaget, karena ka jin masih ada disini. dia tidur di sofa dengan mulut menganga dan mengeluarkan dengkuran


"Astaga,ganteng ganteng kok gitu kelakuan nya" gumam ku terkekeh


aku pun menjangkau botol infus ku dan sedikit mengangkat nya keatas supaya tak berdarah


"aduh aku lupa kaki ku kan sakit" gumam ku


aku pun memencet tombol****** Karena setahu ku kalau di rumah sakit bisa memanggil dengan alat ini


sedikit lama aku menunggu namun tak datang juga seseorang untuk menolong ku


"aku coba aja kali ya " gumam ku karena sudah tak tahan lagi


sedikit demi sedikit ku langkahkan kaki tapi aku tak bisa hampir saja jatuh tapi langsung di tangkap oleh seorang suster, suster Alena di nametage nya dan tahi lalat di ujung hidung nya menambah anggun wajah nya.


"terimakasih sus, aku mau kemar mandi " ucap ku


dia mengangguk dan memapah ku menuju toilet, "nanti kalau sudah, panggil saja aku" ucap nya sebelum menutup pintu


aku pun mengangguk mengiyakan


setelah selesai menuntas kan hajat ku aku memanggil suster itu, sesuai yang di perintahkan nya tadi.


"sus.. udah ni... " seruku dari dalam toilet namun tak ada jawaban dari luar


"suster.. sus" ucap ku memanggil manggil namun tak terdengar juga sahutan di luar sana


aku pun mencoba memanggil sekali lagi


"suster.. aku sudah selesai" seru ku


"Riiii... apa kau di dalam ?" tanya seseorang yang ku terka itu kak jin


"kak jin apakah itu kau?, iya ini aku Nindy" pekik ku


"hum apa kau sudah siap?" serunya


"sudah kak" ucap ku


dia pun membuka kan ku pintu dan kembali membawa ku ka ranjang ku


"kau bisa kesana kenapa tak bisa lagi kesini?" tanya nya pada ku


mungkin dia kesal aku sudah mengganggu tidur nya


"maaf kak, tadi aku di antar seorang suster,tapi setelah aku selesai dia tak ada" jelas ku menunduk kan kepala


"kenapa kau seperti itu, aku tak marah pada mu,aku hanya bertanya" ucap nya memelan kan suara nya


"siapa nama suster yang menolong mu tadi?" tanya kak jin pada ku


"nama nya Alena " ucap ku yang membuat kak jin membulat kan netra nya


Bersambung guys 😊🙏😂


mampir juga ke Novelku satu lagi


- sahabat atau kekasih

__ADS_1


__ADS_2