Cinta Gadis Indigo

Cinta Gadis Indigo
Episode 18 Perjuangan Jino


__ADS_3

Happy Reading 😊🙏


makhluk itu hancur seketika


aku pun menyapu pandang mencari Riri, ternyata dia sudah berada di bibir pembatas alam itu, Nindy tanpak terbaring disitu, aku pun berlari sekuat tenaga dan mendorong Riri ke sebuah lubang alam baik itu dan tak lama sesuatu menghantam tubuh ku, sakit yang teramat aku rasa kan saat itu juga, tulang rasa nya berpisah dengan persendian lain nya.


"ARGHHHH" tubuh ku diseret paksa, ku hentak kan kaki, berpegangan pada akar akar, meronta-ronta, untuk menyelamatkan diri.


Namun tak bisa, tangan ku perih rasanya, kerena terlalu kuat memegang akar dan di tarik paksa begitu saja, aku sudah pasrah, sekujur tubuh sudah mati rasa. mata ku pun terpejam.


Matahari terbenam membuat ku membuka mata, ku edarkan Padangan ke sekeliling, dimana aku?, apa aku sudah mati?" pikir ku


"sebentar lagi" ucap suara berat muncul dari belakang ku


"A-apa maksud kau, siapa kau! lepas kan aku!"


"hah lepaskan? kau sendiri yang mencari ku, dan sekarang kau mintak di lepaskan, oh tentu saja tidak akan bisa, bodoh sekali dirimu, pakai segala mengorbankan diri, Cih!" ketus Makhluk itu


"Tapi tenang saja, pengorbanan kau ini akan ku buat berguna, malam nanti adalah bulan purnama, aku akan mengadakan ritual naik tingkat ku, dan kau akan ku gunakan sebagai perantara ku, tak dapat tubuh gadis itu, kau pun jadi" dia tertawa penuh kemenangan.


"walaupun aku harus kehilangan ibu, Aku bersumpah siapa yang sudah membunuh ibu ku! akan ku bunuh juga dia dengan cara yang menyakit kan, sangat menyakit kan" seru makhluk itu


mata ku terbelalak, seolah ingin keluar dari sarangnya, " sebelum kau membunuh ku, aku akan membunuhmu terlebih dahulu" batin ku


"Siapa kau, coba perlihatkan seperti apa bentuk kau, jangan hanya berani main belakang" ucapku mencari keberadaan nya.


"hahhaha, tak akan ada yang tau seperti apa wujud ku"


"ahh! kau jelek pastinya, udah perlihatkan saja pada ku, oh... apa kau insecure?"


"Apa itu insecure?" tanya nya penasaran


aduh memang jin bodoh


"insecure itu berarti makhluk bodoh, pecundang,jelek,dan jahat, mungkin seperti kau!


"Beraninya kau!" dia melayangkan satu tonjokan mengenai pipi kiri ku, menggunakan kekuatan gaib nya.


"Dasar pecundang!" pekik ku


"aku tak pecundang" ia lansung berada di depan ku, kumpulan asap hitam pekat tengah berputar-putar di depan ku tak lama kumpulan itu berubah menjadi makhluk kerdil yang mempunyai rambut seperti Upin dan gigi yang besar di antara gigi lainya.


"Bwhaahhaha!" tawa ku pecah setelah aku berusaha untuk menahan nya


Makhluk itu terlihat emosi, dia mengerti aku sedang mengejek nya.

__ADS_1


Dia nampak berkomat Kamit dan menghembuskan sesuatu pada ku, namun aneh nya aku tak merasakan sesuatu.


"Kau pasti akan menurut pada ku sekarang!" gumam makhluk kerdil itu


Aku yang mendengar sedikit gumaman nya menjadi punya ide


"Akan ku coba" lirih nya sedangkan aku mencoba diam, supaya dia tak mengetahui aku sedang berpura pura.


Makhluk itu pun membuka kan ikatan ku. "hei ambil kan aku minum" titah nya


dengan segera aku menuju ke dalam rumah nya, dimana dapur aku tak melihat nya disini, setelah masuk kedalam gua dimana makhluk tadi berasal, di dalam sana sangat anyir dan pengap, aku pun melihat genangan entah itu air atau darah, aku tak melihat karena suasana yang gelap, hanya ada cahaya pantulan dari luar, dan gua gua yang berlubang itu pun sangat minim cahaya, karena tertutupi pohon-pohon lebat.


segera ku ambil seperti bambu terpotong dan menyelup kan nya pada genangan tadi, setelah itu, tempat itu mendidih dan muncul tangan, kaki, jeroan dan lain lainnya organ tubuh manusia yang sudah terpisah satu sama lain, dengan tergopoh-gopoh aku berlari keluar, karena keadaan kaki yang sakit, di saat aku berjalan dengan sedikit berlari, aku mendengar ada yang memanggil nama ku.


"Jino..." aku pun mengedarkan pandangan kesgela arah


"jin..disini" ucap nya lagi


'itu...itu seperti suara ...Cynta!"


"aku di balik tirai ini jin" sahut nya


ku sapu pandangan kesegla penjuru gua itu dan mencari keberadaan tirai yang dimaksud Cynta, "Yeah dapat!" ucap ku girang namun suara berat tadi yang berasal dari makhluk kerdil itu memanggil ku.


"Ini bos" Aku menyerah kan bambu yang berisi, astaga darah, makhluk itu meneguknya hingga habis, " ahhh aku punya ide"


"Tuan apa kau mau lagi!?"


"yah tentu!, jangan lama lama " pinta nya


"Segera ku kedalam lagi, kutemui sosok yang memanggil ku tadi, dan ternyata benar Cynta, bukan hanya Cynta di sana juga ada Vanya,


aku pun mencoba meloloskan mereka terlebih dahulu dan menyusun rencana, kata Cynta yang berada di luar itu adalah anak jin Jahat yang ku bunuh semalam, tapi untungnya dia tidak tau siapa yang membunuh, kalau dia tau pasti aku akan dibunuh juga.


ya sama seperti yang ku dengar tadi.


setelah menyusun rencana bersama Cynta aku lekas berlari kegenangan darah tadi dan menyelup kan nya, tak ingin lagi berlama lama disitu, takut akan muncul bagian dan organ tubuh dari sana, setelah hampir dekat keluar, Kubacakan darah yang ku pegang itu dengan ayat kursi dan ayat2 al Qur'an yang ku ingat.


setelah selesai melakukan itu, aku lekas ketempat dia berdiri dan memberikan nya


Dia pun sama meneguknya hingga habis, tapi yang berbeda sekarang dia kesakitan, dan berteriak-teriak panas.


"Panas...panas...argggh, aiirrr..manusia sialaan!!!!!" hardik nya


ku tolehkan kekanan sudah berdiri Cynta disitu, ku hantam makhluk kerdil di sampingku, dan mencogoh saku, mencari cari sesuatu yang dapat di gunakan disana(CK. kek kantong Doraemon saja)

__ADS_1


"Yah sisa sisa bubuk tadi aku dapat kan, segera ku tiup kan ke mulut makhluk itu yang kebetulan dia menganga.


"pe-rcum-a k-au juga tak-akan b-isa ke-mbal-i keeek tubuh ka-au" ucap nya terbata bata


"hah! kenapa tidak!" pekik ku


"kau sudah menghabiskan waktu berlama lama dengan ku, kau kira aku tak mengetahui apa yang kau lakukan!, aku sengaja mengikuti permainan kau ini!" ucap suara beratnya kembali pulih


"ini hanya tipu daya ku, aku tak meminum apa yang kau berikan, dasar bodoh, hahahah!!"


Dihantam nya perut ku menggunakan kekuatan gaib nya dan membuat darah segar mengalir dari mulut dan hidung ku, pusing yang kurasakan saat itu, tapi aku tak boleh lagi lengah.


ku coba tenang kan hati dan pikiran, pasti dia sama dengan makhluk lainnya, ku bacakan doa doa yang kuingat,seraya mendekat kearah nya, dia nampak kepanasan, aku yang teringat dia menipu ku tadi kembali mundur setelah berada dekat sekali dengannya, gerakan nya cepat sekali di lantas bergelayutan di leher ku dan mencekik ku, ini kali kedua aku dicekik makhluk tak kasat mata.


nafas ku sesak, tenggorokan tercekat, dan air liur rasanya kering.


Dilempar kan nya kembali tubuh ku sehingga menghantam pohon besar dan hal sama terjadi, sebuah benda berkikaun muncul tak jauh dari situ, ku seret tubuh ku mendekati nya, dan mengambil permata itu, dan lagi lagi dia berubah jadi pedang es.


"ja-jadi kau yang membunuh ibu ku!!!!" bentak nya murka


tak ku peduli kan dia yang marah pada ku, dengan secepat kilat ku hunus kan pedang ku pada leher makhluk ituu, dan berhasil membuat kepalanya terpisah dari badan nya.


"A-aku akan kembali!" dia pun langsung mati


Cynta telah berada disampingku, dengan memapah Vanya.


kami pun segera mencari jalan keluar dengan berlari, dan sesekali menoleh kebelakang.


"yes, itu " tunjuk ku ke tempat yang tak jauh dari kami.


ternyata sudah berdiri Alena di sana, dia tersenyum dan tak lama ekspresi wajah nya berubah menjadi cemas, " jin awass!!!!"


Bersambung..


jangan lupa tinggalkan jejak ya, berupa like, komen dan rate bintang lima, kalau boleh vote juga, hihi


Krisan dan saran nya juga kutunggu ya..


Terimakasih..


Mampir juga ke Novel ku satu lagi


-Sahabat atau kekasih


disana akan membuat urat kalian keluar dan humor kalimat pecah,( hihi apaan si😁😂)

__ADS_1


__ADS_2