Cinta Gadis Indigo

Cinta Gadis Indigo
Episode 46 Kebenaran


__ADS_3

"Loh! Keyla mana!" Nindy frustasi


Lalu muncul sesuatu dari balik lemari dan berdiri mematung disana, Nindy melihat kearahnya, mahluk tak kasat mata yang menggunakan daster itu menunjuk ke sebuah pintu di ruangan itu. Nindy lansung berinisiatif jika Keyla berada di sana


Mereka langsung menuju ke sana dan benar Keyla tergeletak di dalam ruangan itu, dengan darah yang merembes dimana mana.


"Keyla !!!" Pekik gadis itu


Nindy lansung menyentuh urat nadi sahabatnya itu, dan ya Keyla tak selamat


"Huaaaaa tidakk......key...ngga mungkin" tangis Nindy tak terbendung lagi, air mata nya mengalir deras dan jatuh pingsan


"POV Nindy


"Bodoh!!!!! Kenapa aku membiarkan nya pergi" runtuk ku pada diri sendiri


Ku kenjar sahabat ku, tepat nya sahabat satu satu ku itu, perasaan ku sangat tak enak, ditambah dengan kecurigaan kami pada pak Beno.


Pak Beno adalah guru baru di sekolah kami, dia menjabat sebagai ketua pembimbing OSIS, sikap nya yang ramah dengan murid kadang membuat ku tak tega menuduh kan sesuatu yang sangat mengejam kan, sebenarnya sebelum berangkat kesini dia juga pernah meminta ku datang ke ruangan nya di sekolah, setelah tiba di sana dia entah kenapa, kesakitan tak jelas, lalu lansung menyuruh ku untuk pergi.


"Aneh" itulah kata pertama untuk ku padanya


Lalu kejadian demi kejadian terus terjadi, dan pak Beno selalu terlibat, aku tambah aneh melihat nya, di tambah tadi siang ada yang kesurupan dan dia keliatan nya sangat benci pada Beno, aku yakin Jika ada sesuatu, dan benar sekali sekarang teman ku tengah terkunci di dalam kamar villa nya, jika tidak ada apa apa mengapa kamar ini harus dikunci.


Aku tambah khawatir ketika kak Alen bilang jika memang benar Keyla berada di dalam sanna, setelah pintu terbuka Keyla tak ada di ruangan itu, dan pandangan ku tak sengaja menoleh ke dah makhluk tak kasat mata di samping lemari, ia menunjuk ke sebuah pintu, aku terka itu sebuah pengunjuk pada ku, ku arah kan Bimo dan Bu pina kesana, dan benar sahabat ku sudah terbaring lemah dengan datang di mana mna, hati ku hancur melihat nya, dia adalah sahabat pertama ku, tak ada kata kata yang bisa ku ucap kan saat itu, hanya tangis yang mampu keluar dari mulut ku, pandangan ku kabur kaki tak dapat lagi menompang tubuh, akhirnya aku kehilangan kesadaran.


Dan ketika aku bangun, Keyla sudah berada di samping bad hospital ku, berharap bahkan sangat-sangat berharap jika kejadian tadi hanyalah sebuah mimpi, tak semua itu tak dapat di pungkiri.


"Hai ndy, sahabat tersayang ku" senyum Keyla merenggut jiwa ku, ingin ku menangis lagi, sejadi jadi nya, namun air mata sudah tak mau menampakkan diri.


"Ke-key"


"Jangan cengeng dong, sahabat pintar, makasih yah, kamu udah mau jadi sahabat sejati ku, sudah mau menerima ku apaadanya, bukan Ada apanya, maaf kalau aku ada salah, aku sayang banget sama kamu, melebihi sahabat, aku Sudah menganggap mu keluarga ku ndy, aku harap kamu mengikhlaskan ku" kata Keyla


"Key, jangan pergi..."


"kamu pasti kuat key" Keyla menyentuh tangan ku, dingin dingin yang kurasakan saat itu, lalu kepala ku kembali pusing, dan tiba tiba aku ada di kamar villa tadi.


"Ahh.." "hiksss.."


"Suara apa itu" gumam ku


"Seperti nya dari sana" ku ikuti suara itu, hingga berakhir di Belakang sebuah lemari, kugunakan kedua tangan untuk menutup mulut, pak Beno! Kau kejam!


Ku coba mengambil vas bunga dan melemparnya ke punggung lelaki bejat iblis itu, namun vas bunga itu menembus tubuh nya.


"TIDAKK, keyy" dia hendak membuka celana key, tetapi dia gelisah, dan kembali menyeret key ke sebuah tempat, dan lansung mengambil pisau, menusuk kan kepada key berkali kali, hingga Keyla meregang nyawa.

__ADS_1


"Keyla... hiks hiks" ku buka mata, aku sudah kembali ke ruang rawat ku, namun tak kutemui lagi Keyla


"Key, kamu dimana" ku cubo mencari keberadaan nya


"Disini ndy" sahut nya berdiri di sudut ruangan, tetapi bukan dia saja, ada 3 perempuan lain nya, aku rasa mengenal mereka, yang di samping kanan Keyla adalah hantu wewegombel yang ketemui di villa, dan adinda kelas 12 IPS 3 yang hilang, serta perempuan yang menunjuk kan keberadaan Keyla pada ku.


Mereka berempat menatap ku, dan melangkah berjalan mendekat.


"Tolong balas kan dendan kami ndy" ucap mereka lirih


"A-aku akan balas!" Tekad ku


"Terimakasih, kami percaya pada mu ndy, kami pergi dahulu" kata adinda di beri anggukkan yang lain nya.


"Nin, aku yakin kamu akan dapat kan sahabat yang lebih baik dari aku" kata Keyla


"Key, apa kamu tak bisa, bersama ku, seperti kak Alen dan kak Cynta yg bersama kak Jino"


"Aku sudah mengucap kan janji ku ndyy"


"Janji apa?"


"Aku kembali hanya untuk memberi tahu kematian ku dan ingin Beno mendapatkan balasan"


"Yah, kamu tunggu dia masuk penjara baru pergi key, aku mohon...."


"Key, kan janji kamu sampai dia mendapat balasan, kan dia belum mendapatkan nya" Keyla menoleh ke pada ketiga teman barunya, dan diberi anggukan ketiganya


"Kami pamit"


"Tunggu!" Tahan ku


"Mbak?, Juga korban dia?, Mbak bilang dia suami mbak?" Kata ku yang merasa bingung


"Iya, dia memang suami ku semasa hidup, dan dia juga yang membunuh ku dan anak kami waktu aku hamil 9 bulan, dia marah pada ku karena aku menegur pacarnya, supaya tak berhubungan lagi dengannya, di marah dan mendorong ku dari tangga, dan membuat ku pendarahan, setelah itu aku sudah melihat tubuh ku dan tubuh anak ku, kejadian nya sudah lama"


"Trus, kok bisa mbak di villa itu"


"Ya dia yang membawa ku kesana, dia meletakkan ku bersama anak ku di atas loteng, setelah itu dia berbuat tak senonoh dengan Ami" tunjuk nya pada sosok yang membantu ku mengetahui tempat keyla


"Trus habis itu kamu di bunuh juga?" Tanya ku menoleh padanya, sosok yang bernama Ami itu


" Tidak hari itu, tapi setelah aku hamil 3 Minggu, aku minta pertanggungjawaban nya, tapi dia malah menyuntikan racun pada ku, stelah itu mengepit jenazah ku di belakang lemari, tempat dia melakukan itu juga pada keyla" jawab nya menunduk


"Astaghfirullah...kejam nya.."


"Kalau kamu Din?" Tanya ku pada adinda, ya aku juga sudah mengenal nya, karena kami tergabung dalam organisasi OSIS"

__ADS_1


"Ya malam itu aku di mintai nya untuk berpakaian dengan baju yang tak membuat ku nyaman!"


"Kok kamu mau?"


"Katanya, dia akan memotret ku dan akan mengirim kan fotonya pada teman nya yang mempunyai perusahaan periklanan, dan dia berjanji aku akan di jadikan model handbody, karena kulit ku yang mulus katanya, aku yang sangat ingin jadi model tanpa berfikir panjang mau melakukan apa yang disuruh nya....hiksss maaf kan ku ibu...." Adinda nampak menangis


"Sabar ya Din..." Ucap ku


"Setelah itu, dia memperkosa ku malam itu, dan membuang ku ke hutan, yang di Beri isu berbahaya olehnya, karena tubuh ku yang berada di sana."


"Kejam!"


"Trus jenazah kalian belum ketemu?" Ketiganya menggeleng


"Trus kok udah mau balik aja?"


"Hehe, kami minta kamu untuk ungkap kejahatan nya itu, seiring dengan itu kami akan menghantui nya, Sampai dia mengakui, tapi sepertinya sedikit susah"


"Kenapa?"


"Dia mempunyai penjaga, yang sangat kuat, rencananya kami akan menggabungkan kekuatan, untuk terlebih dahulu memusnahkan penjaganya itu"


"Hoo"


"Sayang" kata Jino muncul dari balik pintu


"Eh kak Jino" Nindy tersenyum manis


"Nih, aku bawain makanan kesukaan kamu"


****


"Kak?, Kakak mau ngga bantuin aku?" Tanya Nindy seraya mengunyah makannya


"Bantuin apa??" Kata Jino tersenyum


"Eh ngga jadi deh, kan kakak kerja, pasti sibuk yakan?"


"Kok kamu ngomong gitu sih?, Ayo bilang aja mau di bantuin apa?, Kebetulan aku libur 3 hari"


"Wah seriusan kak?"


"Iyaa, tapi--"


"Loh kok ada Tapinya?"


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa like komen and vote juga yaa😘😘


__ADS_2