Cinta Gadis Indigo

Cinta Gadis Indigo
Episode 40 Dua sisi kehidupan


__ADS_3

Sementara di tempat keyla, rumah tua nan kumuh itu, gadis malang itu tengah pingsan, dengan kaki dan tangannya terikat di sebuah kursi kayu dan lab ban yang menempel di mulut nya.


dia tersadar dari pingsan, pandangan menyapu ke segala arah, seorang pemuda yang telah dikenalinya beberapa lalu itu berbalik badan dan tersenyum, senyum yang sangat sangat mengerikan.


"mphhh mphhh" Keyla berusaha berbicara dengan keadaan mulut yang di lab ban


"oh mau bicara ya" kata pria yang bernama Devan itu, dia pun melangkah mendekat dan menarik kuat lab ban yang menempel di mulut gadis yang sangat memperhatinkan itu.


"Aargggggh! da-davin! kenapa kau membawaku kesini??!!!" pekik Keyla


"saya bukan Davin!!! lelaki bodoh itu sekarang tengah tertidur nyenyak!" katanya dengan senyum khas devil


"apa maksud kau! bukan kah memang kau Davin!!"


"aku Davin!? kau salah aku adalah Devan!, kau tadi bertanya kenapa aku membawa kau kesini, ya itu karena aku suka pada mu, ah bukan, lebih tepat nya tubuh mu" tunjuk nya pada Keyla


"Devan? apa maksudnya!!"


"hmm begini apa kau pernah mendengar tentang orang yang mempunyai dua sisi kehidupan?"


"a-apa?!!"


"ah sudah lah, gadis lemot seperti mu tak berguna untuk ku beri penjelasan"


"sekarang ucap kan kata kata terakhir mu"

__ADS_1


"kata kata terakhir? ah tidak tolong jangan" kata Keyla setelah melihat Devan mengeluarkan pisau Lipat yang sepertinya amat tajam


"katakan??"


"tidak! ku mohon" Devan mulai mendekat pada Keyla


"Apa salah ku!?" Keyla mulai menangis, perasaan takut, sakit, bingung bercampur jadi satu di otaknya


"kau tak salah! yang salah tubuh mu, hahahaha"


"ku-kumohon, Davin aku Keyla, kita sudah berteman bukan?, kenapa kau jadi jahat pada ku" Keyla terbata karena ujung pisau telah mengenai kulit pipi nan mulus nya


" Sudah ku bilang aku bukan Davin!!! cepat! kata kan apa mau mu!"


"jika aku mengatakan apakah kau akan mengabulkan nya?"


"permintaan ku, aku mohon kau lepas kan aku"


"hah!? kau gila?, sudah susah payah aku membawa kau kesini, lalu aku lepaskan?"


"apa ??! bukan aku yang gila tapi kau!!" Keyla mulai memberontak


"tenang lah, akan ku lakukan dengan hati hati"


"tidak...!" keyla menangis hiteris

__ADS_1


"diam!!!, hahahaha"


"mulai dari mana ya..." Devan menelusuri seluruh tubuh Keyla yang kini sudah tak tertutupi sehelai benang pun


"kumohon.....hiks hiks..." tak dapat lagi ia berucap hanya rintihan yang mampu di kelurkan Gadis itu


"karena kau tak mau berkata apa apa, ya... sudah kita mulai" kata Devan menyeringai


Keyla hanya menangis dia sudah pasrah dengan hidup nya, toh jika dia pikir pikir tak ada lagi alasan dia hidup di dunia, orang tua nya pun sekarang sudah tak perduli lagi Padanya.


POV Keyla


semenjak mereka pamit keluar kota, mereka tak pernah kembali lagi,aku terfikir tentang ucapan Noni seminggu yang lalu, dia mengatakan jika aku bukan anak mama dan papa, itu sebab nya kata kata ku tak di percayai mereka, satu hal yang tambah membuat ku yakin, aku menemukan surat keterangan dokter, dimana di sana tertulis jika mama di vonis mandul, tahun surat lebih dulu di Banding tahun kelahiran ku.


Aku sejujurnya sangat syok melihat surat itu, dan itu karena nya aku mau ikut dengan Devin untuk bertemu mereka, ingin mendengar penjelasan dari mulut mereka, tapi apa sekarang aku akan mati, mati dibunuh oleh sopir ku sendiri, Devan siapa Devan, dia mengenal kan diri pada ku sebagai Devin, dan juga sudah berapa hari belakangan ini kami dekat, tapi sekarang dia sangat jauh berbeda, dia bukan seperti Davin, tapi penjelasan nya tadi sedikit ku mengerti, tentang manusia yang memiliki dua sisi kehidupan.


Sudah lah, aku sekarang hanya perlu Diam menunggu ajal ku datang, pisau lipat nan tajam itu mulai menggores di tangan kanan ku, darah segar mulai mengalir dari goresan nya itu, aku tak merasakan sakit, mungkin karena manusia iblis di depan ku ini sudah memberi ku bius.


dia nampak cukup puas, setelah tangan ku dikuliti, sekarang dia hendak menuju tangan kiri ku, namun di wajah nya terpancar aura gelisah, lalu dari pintu keluar seperti ada kebisingan.


Bersambung


Maap author baru up..


mohon dukungan nya.

__ADS_1


makasih😭


"


__ADS_2