
Happy Reading 😊
"gila gila, banyak banget pengawalnya" Guamam Bimo pelan namun masih samar samar terdengar oleh Nindy, tapi dia tak menghiraukan, Alena yang memang mendengar dengan jelas, menoleh ke arah Bimo yang membuat nya langsung salah tingkah.
Belum beberapa langkah mereka berjalan, ketukan pintu kembali lagi menahan lahangkah mereka, dengan sedikit hentakan Nindy berjalan membuka pintu, semuanya sudah kembali lagi kedalam, pintu terbuka dengan sendirinya, ditolehkan nya keluar tak ada siapa siapa, " iseng banget deh!" keluh Nindy, menutup pintu kembali, dan mulai melangkah masuk.
"loh nin, kamu kok bawa dia!" tunjuk Alen
"bawa?, siapa?" tak mengerti
"tuh" menunjuk, Nindy pun mengikuti tunjukan Alena, benar sekali dibelakang nya sudah berdiri sosok bergaun merah dengan kaki pincangnya dibelakang tubuh Nindy,ya dialah hantu bergaun merah yang di temui nya tempo hari di dalam lift.
"kyaaaaaaaaaaa!" Nindy berteriak yang membuat Bimo menghampiri mereka, Karena dia tadi izin ke kamar kecil, dan juga ikut berteriak.
"kyaaaaaaaaaaa!, ka-kamu!" Bimo hendak pingsan lagi, namun langsung di tahan Keyla
"eh eh, kenapa sih?!, jangan pingsan lagi dong, nyusahin" pekik Keyla
"itu tu"sontak semuanya menoleh ke Bimo.
yang dilihat pun salah tingkah "kamu bisa liat mereka juga kan Bim?" Nindy melangkah ke hadapan Bimo
"hum Hem Hem"
"ngomong aja, mereka udah jinak kok"
"enak aja, jinak!"
"hee" Nindy meringis
"hum iyaa" Jawab Bimo singkat seraya menunduk, dia takut melihat wajah hantu bergaun merah itu.
"sejak kapan?" tanya nindy dan Keyla kompak
"jadi gini, waktu itu gue pergi ziarah bareng teman teman gue, ke makan almarhum teman gue waktu SMP, waktu itu gue udah sesak bat mao pipis, ya gue pipis sembarangan deh, gatau nya kena salah satu penghuni disitu, pas di rumah gue kaget banget a-anu---" ucapan Bimo terpotong yang lansung di sambut semuanya dengan kata "anu apa?!"
"a-anu gue hilang"
"apa!!?" sontak semuanya kembali kompak sel ain Keyla
"anu apaan ndy?" bisik Keyla
"syuuut, dengerin aja" balas Nindy balik bersik dengan jari telunjuk di bibir nya.
__ADS_1
"yagitu deh, trus gue di bawa ke orang pintar, awal nya susah bat untuk ngembaliin, trus si orang pintarnya itu bikin perjanjian, dan si hantu yang dikenaian kencing gue minta syarat---" yang lansung di potong keyla
"pasti tumbal, kek di film film itu" potong nya yang langsung di beri tatapan tajam oleh semuanya
"heee lanjut" Keyla meringis
" syaratnya, mata batin gue harus di buka, biar gue enggak salah kencing lagi"
"ah mudah lah itu syarat nya" timpal Keyla
"bagi elo mudah o'on! lah gue yang jalanin, bisa gila!!" seru Bimo
"ya, mulai sekarang Elo tu jangan kencing sembarangan lagi, karena kan kita memang hidup berdampingan banget dengan 'mereka', apalagi elo kencing di kuburan lagi"
"ya kan gue udah enggak tahan"
"ya ya, sekarang elo maanfaatin aja kelebihan elo ini, buat bantuin orang" nasehat Nindy
"iya" jawab Bimo
' apaan jalanin, dimana mana gue bisa liat hantu, bisa mati berdiri gue kalo gini terus' batin Bimo
"ya elo harus jalanin dengan ikhlas dong Bimo!" pekik Keyla, seisi ruangan itu menoleh ke arah Keyla, dengan tatapan bingung dan Bimo pun sama seraya mengangkat satu alisnya.
"kamu ngomong apa?" tanya Nindy
"ya kan tadi si Bimo bilang gini ' apaaan jalanin, dimana mana gue bisa liat hantu, bisa mati berdiri gue kalo gini terus' " kata Keyla
"Bimo enggak ngomong kok" kata Nindy
"loh beneran deh, gue enggak bohong, ya kan Bim" Keyla menoleh pada Bimo
"hm" jawab nya tanpa kepastian
"iiih, iya bilang!!!" pekik Keyla
"udah-udah" lerai Nindy
"jadi, waktu di toilet itu kamu juga udah liat dong"
"udah"
"trus kamu kok nangis?"
__ADS_1
"karena pacar gue meninggoy, gara d perkosa sama paman nya, gue kan sedih banget, ditambah mama gue juga sekarang lagi di rawat" jawab Bimo dengan nada sedih ala cowo
"elo yang sabar ya, kita belajar aja lah kalo gitu"
"eiiittssss! tunggu" sanggah hantu bergaun merah itu, sedari tadi dia hanya diam mendengarkan.
"kenapa?!" suster Alen maju dan bertolak pinggang
gue salut liat lu kak, Guman Nindy
"hm gue enggak ngomong sama elo" katanya agak Takut takut
"kalo elo ngomong disini, berarti gue terlibat juga"
"yaudah kalo elo ngotot, gue cuman minta pertanggungjawaban sama tu anak" menunjuk Bimo, Bimo langsung berlari bersembunyi di belakang tubuh Keyla.
"yaampun, kamu hamilin hantu Bim" Keyla menutup mulut dengan kedua tangan nya. karena memang hantu berguan merah itu memperlihatkan dirinya, ke semua orang.
"duhhh" Bimo mendengus, kesal dengan pertanyaan Keyla
"kamu kok jadi kesrek key" tanya Nindy sedikit tertawa
"iih Indy kamu jahat deh" Keyla merajuk
"hehe becanda deng"
"emang dia ngapain?!" timpal Alena
"tangan gue yang satu lagi nyangkut di lift, tadi dia yang jepitin" tunjuk nya lagi
"oh iya nggak ada, baru ngeh" kata semuanya kompak
"kan enggak sengaja" jawab Bimo masih bersembunyi di balik tubuh mungil Keyla dengan tangan gemetar.
"Bimo ngapain sih, aku berasa lagi terapi tau, getar getar" kata Keyla menepis satu satu tangan Bimo dari bahunya
"udah sih, pinjem dulu bahu Elo, jarang jarang loh seorang bimo mau dekat sama cewek kek Elo"
" bodoh amat, Minggir Bimo" rengek Keyla
Bersambung...
Setelah membaca, baik nya reader kasih like ya, vote juga boleh, supaya author tambah semangat nulis nya.
__ADS_1
love reader 😘