
Happy Reading 😊💃
"Nama ku Anisa, aku juga kelas 12, aku sudah belajar tadi malam, tapi aku tak jadi ikut ujian karena Ayahku menghantam kepala ku dengan palu, dan mencongkel mata ku, menggunakan garpu, karena dia lagi mabuk, dan kehilangan kewarasan sejak ibuk meninggal, dia jadi urung uringan, dulunya ayah sangat menyayangi ku" jelas nya tertunduk.
"Astagfirullah..."kata Nindy tak sengaja lagi mengeluarkan suara membuat semua orang di kelas menoleh ke arah nya, Nindy hanya diam dan menunduk.
"trus emang nya kenapa kamu sampai di gituin sama ayah mu?" tanya nindy antusias ples penasaran
"dia mengajak ku berhubungan badan, tapi aku tak mau, aku terus saja menolak aku juga terus melawan, hingga dia sangat marah dan meraih palu yang tadinya ku gunakan untuk memaku foto ibu. ...di dinding.hikss...." Anisa menanangis, darah segar mengalir membasahi pipi pucat nya.
"duh yang sabar ya, ntar aku bantuin" kata Nindy seraya menoleh ke jam dinding yang sudah menunjuk kan pukul 09:30, 10 menit ujian akan usai sedangkan Nindy masih harus menjawab lima soal lagi.
Nindy pun langsung fokus, dn empat soal telah terjawab oleh nya, hanya tinggal satu lagi, tentang materi yang belum di pelajari nya dan kebetulan materi baru itu.
Nindy kasak kusuk, "sini aku bantuin" hantu Anisa telah berdiri di samping Nindy
"ha ah, serius ni?"
"ya, ayo buat yang aku sebut kan"
"am am am iya deh" Nindy pun mengerjakan seperti arahan Anisa
"Btw betul enggak ni" tanya Nindy
"Insyaallah"
Teng teng!!!
bel pun berbunyi, menandakan ujian telah usai, hari ini mereka hanya ujian satu mapel saja.
"Clara!" panggil Keyla ke seorang siswi yang merupakan salah satu teman nya di kelas lain dan teman nya selain Nindy.
"eh key, iya kenapa?"
__ADS_1
"kamu pulang sama siapa?"
"belum tau, soal nya kami mau melayat dulu"
"melayat? siapa yang meninggal?"
"teman sekelas aku, ceritanya ngeri banget" katanya nya
"Key" panggil Nindy
"eh nin, sini" panggil nya
"kenapa?" tanya Nindy sedikit berlari
"kamu udah tau belom, kalau teman satu angkatan kita ada yang meninggal?" tanya keyla
"hmm siapa?" tanya nindy sok tak tau padahal dia yakin yang di maksud adalah Anisa
"Namanya Anisa" timpal Clara
"bunuh diri, jatuh dari lantai tiga apartemen " jawab nya
"bunuh diri?" tanya Nindy menoleh lagi pada hantu Anisa yang di jawab dengan gelengan
"kayak enggak deh" kata Nindy lagi
"Setau ku sih gitu, yaudah ya aku duluan" pamit Clara pada Keyla dan Nindy
"oke?"
"Kenapa dia bilang kamu meninggal karena bunuh diri nis?" tanya Nindy dalam hati
"hiksss,,,, ayah yang mendorong tubuhku hingga jatuh kebawah" jawab nya menangis
__ADS_1
"yaampun.... Miris..."
"Miris? apa ndy?" tanya keyla
"eh enggak!, yuk jalan" ajak Nindy
"Anisa, memang kau mau aku bantu apa?" tanya Nindy dalam hati
"Aku ingin kamu membantu ku mencari Clarisa adik ku"
"memang dia kemana?"
"Hari itu, kami tengah asik mebereskan rumah, bersama, lalu ayah datang mengambil dan membawa paksa ica, a-aku sudah berusaha menahan ayah, tapi tenanga nya yang kuat membuat ku terjatuh hingga kepala ku terbentur dan kehilangan kesadaran ku, Setelah itu aku tak pernah bertemu Clarisa lagi,aku sudah berusaha mencari nya, namun nihil, Ayah tak pernah menjawab pertanyaan ku tentang dimana Ica berada, dan kamu tahu itu juga yang membuat ayah ku marah"
malam itu, ayah pulang dengan keadaan mabuk seperti yang kubilang tadi, aku yang sedang belajar dan tak ngeh dengan keadaan ayah, langsung bertanya di mana ica berada.
"Kenapa kau menanyakan dia terus!!! dia itu sudah ku jual! hahahah!! dan dapat uang banyak hahahha!!!"
"Ayah! apa yang ayah pikir kan!! dia itu anak ayah!! kenapa ayah tega menjual nya" pekik ku, hati ku sangat sakit sekali, kenapa tidak sanak keluarga yang menyayangi ku hanya dia saja.
"sudah lah nis! jangan pedulikan dia lagi!, lebih baik kita sekarang bersenang senang! hahahaha!" katanya lalu menarik tubuh ku kasar, hendak merobek baju ku, ku sikut dagunya dan berhasil membuat ku lepas darinya
"apa yang kau lakukan!!!, aku ini anak kau!!!" pekik ku sudah tak tahan lagi
"apa? siapa yang anak ku!! kau bukan anak ku!!" perkataan ayah saat itu membuat jantungku berhenti berdetak.
Kembali ayah menarik kasar tubuh ku dan membuat ku sadar kembali.
pikiran ku saat itu, aku akan menjauh, dari dia yang katanya bukan ayah ku, aku jadi percaya dengan perkataan nya, karena perlakuan nya itu. aku berusaha mengelak dari tarikan ayah, dan dia mungkin bukan ayah ku, ku sebut saja pria itu, dia yang geram lantas mengambil palu yang sedang digunakan untuk menempel/memaku foto mama di dinding, kepala ku sangat pusing, aku masih dapat melihat nya, aku terus merangkak keluar, namun pukulan kedua tepat mengenai kepala bagian belakang ku, darang segar tak dapat lagi ditahan, pria itu yang masih kesetanan, lantas mengambil garpu dan mencongkel bola mata ku, tak puas dengan itu, dia menyeret ku ke balkon dan mendorong ku kebawah, keadaan yang kebetulan sepi membuat kemenangan sementara memihak padanya. Jelas dengan wajah smirk.
"trus gimana?" tanya ku, sekarang kami tengah duduk di halte bes hanya berdua, sedangkan Keyla tengah ke kantor guru untuk memberikan catatan nya
Bersambung........💃💃💃💃
__ADS_1
Mohon dukungan nya Readers dengan memberikan like, komen, rate bintang lima dan juga vote.💃💃💃💃
Terimakasih 💃💃💃💃💃