
Happy Reading 😊
"kamu tinggal bersama bibimu, sejak kapan ri?" pertanyaan Jino Seraya berjalan membuat langkah mereka terhenti
"lupa kaak" jawab Nindy menoleh ke wajah jino
"mereka itu bibi mu?"
"ya iya dong kak memang kenapa?"
"kamu tak tau dimana orang tua mu?"
"tidak kak, mereka tak pernah memberi tahu "
"kamu tak pernah bertanya?"
"ya pernah lah kak"
"jawabannya"
"kata mereka orang tua mu itu jahat, jangan pikir kan mereka, itu saja"
"jadi kamu tak pernah berfikir, jika mereka bukan bibi aslimu"
"maksud kakak??" tanya nindy, raut wajah lansung berubah, sebuah ingatan di masa lalu kembali mengusik kepalanya, Nindy memegangi kepalanya yang saat ini sangat nyeri.
"Ri? kau kenapa?" jin memegang pundak Riri memandang nya lekat.
"ta-tak apa ka-aaak" Nindy jatuh pingsan
"Riii, Ri" Jino panik membuatnya suara nya sangat nyaring, Keyla yang mendengar langsung berlari ke arah suara, bukan hanya Keyla, hantu jeni pun sudah muncul di samping jino
"ya ampun ndy?, Indy kenapa kak?!" tanya Keyla dengan raut wajah khawatir
"saya tak tau" Jino pun mengangkat tubuh Nindy dan membawanya ke kamarnya, mengambil telepon dan menghubungi rumah sakit.
sedangkan Nindy tengah berada di alam mimpinya
__ADS_1
"ciluk ba!" kata seorang anak remaja laki-laki dan langsung disambut tawa oleh adik nya itu
"ahahah"
"Eky mama cama Iti, nama lagi dak" tanya nya dengan nada cadel has anak-anak
"Enggak kok, kamu yang sabar ya" remaja laki laki itu mencubit gemas pipi gembul sang adik
" Eky Eky mama mama" tak lama bocah itu menangis seraya menutupi kedua matanya.
"Kamu kenapa Ran.."
"Eky Eky Ani Atut"
"Rani sayang jangan takut ya, Abg ada disini" kata remaja itu dengan lembut untuk menenangkan sang adik.
Ya memang hari ini mereka hanya berdua dirumah, dengan rumah yang cukup besar, namun tak banyak penjaga, hanya bi Lastri dan kang Maman selaku asisten rumah tangga dan satpam di rumah mereka, tapi sekarang mereka tak sedang berada di rumah.
bi Lastri yang memang sedang berada di kampungnya, karena harus mengurusi sang suami yang sedang sakit, sedangkan kang Maman belum lama izin keluar untuk mencari makan.
Gadis kecil yang berusia kira-kira dua tahun itu kembali menangis seraya memeluk abg nya dan membenamkan wajah ke dadanya.
"Rani kamu kenapa.., jangan gini dong kan abang jadi takut juga" katanya memeluk erat sang adik.
Menit kemudian,kira nya gadis kecil itu sudah tertidur di pangkuan sang kakak, yang juga sedang tertidur, diluar sana hujan lebat telah menyelimuti kompleks matahari, tak ada aktivitas Disana hanya ada sebuah mobil sedan hitam tengah melaju dengan kecepatan tinggi lalu berhenti di sebuah rumah yang terlihat sepi. ya rumah adik kakak tersebut.
Mereka masuk dengan mudah kedalam nya, bukan karena tak di kunci, namun nampak nya mereka sudah terlihat ahli.
mereka dengan santainya masuk kedalam rumah, karena memang mereka sudah mengetahui rumah itu sekarang sepi, hanya ada kakak beradik yang tengah tertidur pulas.
Remaja yang kira kira berusia 13 tahun itu terbangun dari tidurnya, merasa kan sesuatu yang aneh di hatinya, meletak kak sang adik di bad bayi, berjalan pelan kearah pintu, dan membuka nya sedikit, melihat keadaan luar, namun tetap senyap.
Pria itu pun menutup kembali pintu dan menguncinya, perasaan aneh yang tadi di rasakan, membuat nya harus waspada.
dia pun membalikkan badan 'dor!' satu tembakan tepat mengenai pahanya, pria bertopeng telah berhasil melukai nya. Remaja itu hanya mampu meringis kesakitan, sebuah tembakan membuat nya, terjatuh, dan langsung terpikir keberadaan sang adik nya, yang untungnya tengah tertidur di bad bayi nya.
Samar samar terdengar oleh nya seoseorang menyuruh geledah ruangan.
__ADS_1
gerakan yang cepat dan kuat itu, membuat kebisingan.
"Rani sayang, Abg mohon jangan bersuara" batin pria itu dia tak kuat lagi menahan tangisnya, selain fisik nya, sekarang mental nya telah diuji.
baru kali ini dia melihat pistol secara langsung dan juga secara langsung mengenai tubuh nya.
dia sekarang tersungkur di lantai dengan darah yang perlahan-lahan merembes kelantai..
"Huaaaaaaa!" tangis sang adik terdengar, bocah pria itu pun berusaha berdiri, untuk menolong sang adik yang sudah berada di tangan orang bertopeng yang tak jauh dihadapan nya.
"jangan bawa adik saya...! , saya mohon!!!, bawa saja saya" bocah lelaki itu menangis sedu.
"Eky......huaaaaa...Eky...." Gadis mungil itu meraung-raung memanggil sang abg yang sedang berusaha berdiri
"yang dibutuhkan disini adik kau, jadi tenang lah disini, tunggu giliran kau, am oh iya katakan pada ayah mu jangan sombong!!!" Pria berbadan besar itu mendorong kuat tubuh pria remaja itu dan membuat nya jatuh tersungkur.
"Tidak aku saja!"
"Hei cobalah berfikir jika aku membawa mu siapa yang akan menjaga adik mu" pria itu berjongkok dan memegang dagu remaja itu.
"Aku akan telfon kan mama"
"Hei apa yang kau pikirkan dasar bodoh"katanya berlalu pergi, tiga orang berbadan besar itu berjalan dengan menggendong seorang gadis mungil yang kini telah tertidur, Karena obat tidur yang disuntikkan lelaki jahat baiadab itu.
"Tidak?!! Raniii!!!"
"Cepat telfon orang tua mu, aku akan menjaga Rani" bisikan terdengar di telinga bocah lelaki itu
"Kenapa kau bru datang sekarang!" Ternyata bocah itu dapat melihat nya karena yang membisikkan itu adalah teman hantu mereka.
"Maaf aku terlambat" katanya lalu menghilang
Dengan menyeret kaki nya, dia mengambil ponsel nya yang berada di atas nakas.dan menelepon sang mama. Karena ayah nya sekarang berada di luar kota.
***
Bersambung...
__ADS_1
Mohon dukungan dengan memberikan like dan rate bintang lima, dan vote juga😴, biar author tambah semangat nulis nya
Love Reader 😘