
Episode 6 misteri kematian suster Alena
POV JINO
Anindy Bakrie ya dia lah gadis yang ku temui meminta tolong di tepi jurang saat aku menuju sekolah untuk mengajar, dengan sigap setelah dia berada di pangkuan ku "dia pingsan", aku pun membawa nya kerumah sakit keluarga ku. ditengah perjalanan dia terbangun, dia tampak seperti orang sedang berbicara, aku terus saja aku mengamati nya dari kaca mobil ku, sampai kata kata terlontar dari mulutnya " kau bercanda" katanya yang membuat ku sedikit bingung dengan siapa dia bicara padahal kami hanya berdua di dalam mobil ini
aku pun bertanya " siapa yang bercanda" dia hanya menjawab kalau ia teringat teman nya, jawaban nya itu tak membuat hati ku puas, tapi malah membuat ku kembali teringat kekasih ku yang sudah meninggal...
*****
setelah urusan ku semua nya selesai aku kembali ke ruang rawat gadis cantik yang kutemui beberapa jam lalu, dia nampak tertidur pulas, aku mengamatinya yaang sedang tertidur aku pun menghempaskan bo*ong ku di sofa seraya memainkan gawai ku, tanpa Sadar aku tertidur.
dan Ntah jam berapa seseorang memanggil manggil dan membuat ku terbangun, kulihat Riri nama sebutan dari ku untuk Nindy, gadis cantik yang baru ketemui itu, tak ada di ranjang nya.
akupun mengikuti arah suara tadi
"suss. aku sudah selesai" seru nya dari dalam toilet
"Riiii... apa kau di dalam ?" tanya ku untuk memastikan
"kak jin apakah itu kau?, iya ini aku Nindy" pekik nya
"hum apa kau sudah siap?"
"sudah kak" ucap nya
aku pun membuka pintu dan langsung saja menggendong nya ke ranjang.
"kau bisa kesana kenapa tak bisa lagi kesini?" tanya ku, sedikit penasaran dengan nada datar ala orang mengantuk
"maaf kak, tadi aku di antar seorang suster,tapi setelah aku selesai dia tak ada" jelas nya menunduk kan kepala, ntah kenapa dia bersikap seperti itu
"kenapa kau seperti itu, aku tak marah pada mu,aku hanya bertanya" ucap ku sedikit memelan kan suara, mungkin dia mengira ku marah.
"siapa nama suster yang menolong mu tadi?" tanya ku untuk mencair kan suasana hatinya
"nama nya Alena " ucap nya yang membuat ku kaget setengah mati
kenapa tidak, setauku Suster Alena baru saja meninggal kemarin pagi
Aku terdiam
"apakah Alena yang kau maksud mempunyai tahi lalat di ujung hidungnya?" tanya ku memastikan tapi memang setauku nama suster Alena hanya satu, tapi mungkin saja suster baru aku mencoba berfikir positif
"iya" sahut nya lirih dan ntah mengapa membuat jantungku berdetak kencang dan perasaan ku tak enak seperti akan terjadi sesuatu.
__ADS_1
"Alena!" ucap Riri mengejutkan ku
"apa maksud mu ri?"
"apakah Alena yang meninggal itu bunuh diri kak?"
astaga dari mana dia tahu
"ii iy iyaa. dari mana kau tau?" aku bertanya
kenapa suster Alena masih disini ?? kenapa dia tak tenang? hati ku bertanya tanya
tiba tiba Riri berucap
"kak kepala ku pusing"
"ya sudah coba kau istirahat dulu, aku akan panggil dokter atau suster" aku langsung bergegas keluar mencari dokter ataupun suster
aku melongok ke jam tangan ku
sekarang hari sudah menunjukkan pukul 03:45, kenapa cepat sekali rasanya, padahal aku baru saja tertidur
"dokter!! suster!!!!" pekik kumencari keberadaan mereka
"tuan jino kenapa kau terlihat panik" tanya seorang suster perempuan, menghampiri ku,mata nya merah mungkin karena terlalu lelah dan tak dapat tidur karena harus bertugas malam.
"oke mari"
"Riri.... " seru ku kepada Riri yang sedang duduk di atas ranjang nya membelakangi ku
dia bergeming
"Riri!!!!" panggil ku sekali lagi seraya mengguncang pelan bahunya
Nindy pun memutar kepala menghadap ku,sontak aku kaget, sekeliling matanya hitam,dan tatapan nya pun kosong, melihat ke arah ku.
"ayah mu jahat!!!" ucap nya membuat ku tak mengerti dan itu bukan suara Riri, walaupun aku baru saja mengenalnya
" apa, apa maksud mu Nindy ?" tanya ku yang kini tak mengerti
"suster! coba kau periksa" titah ku kepada suster di samping ku, mungkin saja Nindy ini mengigau, aku mencoba berfikir positif tapi muncul lagi fikiran ' bagaimana dia bisa mengigau! sedangkan pada saat aku meninggalkan nya dia tak tidur'
"baik tuan!" ketika suster itu mendekat dia terpental ke meja tak jauh dari ranjang Riri dan membuat nya jatuh pingsan.
"kau kenapa ??, Riri sadar lah???, ini aku jino " ucap ku yang perlahan lahan mudur kebelakang karena kini Nindy telah berdiri dan perlahan-lahan juga mendekati ku dengan tatapan membunuh.
__ADS_1
"hahahha" tawa Nindy yang terdengar begitu menyeramkan di telinga ku
"Riri,, istighfar" ucap ku kini yang sudah tersandar ke dinding, Riri semakin mendekat semakin mendekat,kini ia sudah berhadapan dengan ku
"mana ayah mu!!!!" pekik Nindy dengan suara lain yaitu suara Alena, 'ya suara Alena' pikir ku yakin
"Alena, apakah kau Alena "
"yaaa! aku Alena, MA NA AYAH MU!!"
'apa ini kenapa dia terus saja berbicara tentang ayah ku' pikiran ku kalut
"u u untuk apa kau mencari ayah ku"
secepat kilat kini tangan Riri berada di leher ku, nafas ku terasa sesak tenggorokan ku tercekat.
"sadar lah Nindy ... ku mohon...." aku mencoba menyadarkan nya
"hahahhaah" tawa Alena kini memenuhi ruangan
Suasan semakin mencekam,tubuh ku sudah melemah, " A A Alena jika ini kau...apa yg dilakukan a a ayah ku? .. ayo kita omongkan dulu"
"Tak ada yang perlu di omong kan!" ucap Alena dengan tubuh Nindy semakin erat mencekik ku
"heiii hentikan" tiba tiba aku melihat sosok kekasih yang ku sayang berdiri di depan ku dan memanggil Alena mungkin Alena
"hahha kau rupanya!, hebat juga kau bisa melepaskan diri" suara Alena semakin menyeramkan,
'apa maksud nya '
"hentikan!! kenapa kau menyakiti dia, dia tak punya urusan dengan mu" pekik cynta gadis kesayangan ku yang kini telah berbeda dunia dengan ku.
"hahah " tawa Alena dengan tubuh nindy, ia tak menggubris perkataan cynta dia terus saja mencekik ku
Cyntha pun langsung menyerang Alena yang lengah, Alena pun jatuh tersungkur dengan tubuh Nindy
"sial!!!!" pekik Alena dia pun bangun dan berlari menuju cynta
"Allah hu Akbar Allah ....." azan subuh berkumandang " aaah!! panas panas!!!" pekik nindy dan jatuh pingsan dan cynta pun menghilang
"cynta ...Riri...." penglihatan ku kelam tak dan saat aku terbangun aku sudah berada di ruangan serba putih,sudah ku duga ini rumah sakit, karena selang infus ' ya selang infus ' sudah menempel di lengan ku
aku pun menoleh ke kanan disana juga terbaring lemah Riri gadis yang kutemui tempo hari
"ah syukur lah tuan jino anda Sadar"
__ADS_1
Bersambung....