
Happy Reading 😊
setelah tiba di depan rumah, kosong tak ada tanda-tanda kehidupan Disana, aku pun melangkah masuk, nampak bik Sutri keluar dengan membawa barang barang nya sambil mengeluh "kemana aku akan pergi sekarang" lirih nya memandangi rumah ku
Akupun menghampiri nya dan satu hal yang membuat ku kaget dia dapat melihat ku.
"Den jino!, kau kemana saja?" tanya nya
"bi-bi,kau bisa melihat ku?" tanya ku sedikit bingung
"Memang nya kenapa aku tak bisa melihat mu"
"aa-a tidak, mama mana bi?" tanyaku sesuai tujuan awal ku kerumah
"Nyonya, tak tau dimana den, sudah seminggu ini tak pulang, Karena itu bibi ingin pergi juga dari sini" lirih bi Sutri
"hah? kemana mama" pekik batin ku
"apa mungkin mama di kantor polisi ya bi?"
"bibi engga tau juga den, coba periksa saja ke sana" usul nya
"oh iya ya bi, trus bibik mau kemana?, udah disini saja" cegah ku, supaya dia tak pergi dari rumah, dia sudah lama bekerja di rumah ku jadi aku juga pasti merasa kehilangan kalau bisa Sutri pergi.
"mau nya sih gitu den, tapi..." ucapan bisa Sutri terpotong kala ponsel ko berdering.
tring tring
ku rogoh saku celana dan mengambil benda pipih Disana,ku letakan di samping telinga dan mendengarkan sesuatu di ujung sana.
"Tuan! tuan! tuan jino, Nindy sudah sadar" ujar Suter Yani dari seberang sana
"Benarkah, oke saya akan kesana sekarang" telepon pun berakhir.
"bi, ku mohon tinggal lah disini sendiri sementara, secepatnya aku akan kembali" pamit ku pada bi Sutri dan tak lupa mencium punggung tangan nya yang sudah keriput.
Aku pun langsung tiba dirumah sakit, membuka pintu kamar Riri dan mendapati gadis itu tengah memandang ke arah pintu, dia tersenyum ke arahku, senyum yang sudah lama kunantikan, dan aku pun membalas senyum nya.
"kamu udah sadar" sapa ku menyentuh tangan nya.
"kak, aku kok bisa disini?" tanya Riri
"sudah lah, nanti saja, sekarang berusaha lah untuk sehat kembali" jawab ku dengan senyum mengembang di bibirku.
****
__ADS_1
sudah tiga hari Riri ku rawat, dengan tidak memberi tahu keadaan ku yang sebenarnya, dan hari ketiga ini, Riri di perbolehkan untuk pulang, rencananya hari ini aku akan membicarakan semuanya padanya.
sekarang aku tengah duduk di balkon kamar ku, menerawang ke langit yang terik akan matahari, sambil berfikir, dimana mama, kapten Johan dan si tua Bangka brengsek itu.
Ya, baru saja tadi pagi keluar di layar televisi kalau dia dilaporkan kabur dari penjara.
ku tarik nafas berat dan membuangnya dengan kasar, teringat akan keadaan Riri, aku lantas melayang ke rumah sakit.
keadaan ku sekarang ini, ada suka nya dan dukanya, kenapa tidak pergi tak harus repot-repot bersiap-siap untuk tampil rapi dan keren, tak repot pakai mobil, tak kena macet, bisa tembus dinding hahah, dan dukanya, sekarang aku tak jadi manusia, hufttt...
"ku mohon ya tuhan, beri lah hamba satu kesempatan lagi" batin ku menjerit
setelah tiba di rumah sakit, Riri tengah berbincang bersama suster Yani, menghampiri nya dan siap memberi tahu semuanya.
"Riri.." lirih ku memanggil nya
"Kak jino, tuh kan suster tadi becanda, kakak dibilang meninggal kan aneh" ucapnya dengan senyum manis yang membuat batin ku berteriak
ya Tuhan!! kasian sekali aku harus meninggalkan nya sebatang kara, aku mencintainya, kenapa-kenapa? semua orang yang ku cintai tak dapat bersatu dengan ku....!
"Maaf kan aku ri , kita udah beda alam, ikhlas kan aku ya, kamu harus hidup dengan semangat, tempati apartemen ku yang ada di Bogor, kalau kau bingung harus tinggal di mana, mintak lah kunci nya kepada suster Yani inii" ucapku berusaha tegar walau sangat menyakit kan.
"kakak! jangan becanda dong, enggak lucu " katanya mulai gelisah
"Aku enggak becanda Ri, kamu semangat ya, jangan sia sia in pengorbanan ku" sahut ku seraya memegangi pundak nya, untuk menenangkan nya.
"Sudah Nin disini masih ada aku, aku bakal jagain kamu..." Alen menghampiri Riri, aku sedikit senang melihat Alen kembali lagi, dan dimana Cynta.
"hiks..hiks.." Riri masih menangis, air matanya sudah menganak sungai, ku hampiri dirinya, dan ku peluk erat-erat.
Dia meluapkan semua emosi di dadanya, ku Elus pelan punggung nya, untuk menenangkan nya.
setelah tenang Riri memandang ku lekat, lalu bulir bening kembali berjatuhan dari mata lentiknya.
"Sudah lah Ri.." rengek ku, dia sejak tadi menangis saja, hanya berhenti beberapa detik lalu menangis lagi.
******
Di perjalanan pulang Riri tak hentinya menangis, aku juga sudah malas melihat nya.
"Riri udah dong.. jangan nangis muluk, tu mata enggak habis apa airnya" ucap ku membujuk nya.
"kak! aku akan kehilangan kakak, aku nggak punya siapa siapa lagi, jadi wajar aku nangis gini huaaaaaaa" serunya tambah kencang menangis.
Duh aku jadi menyesal menegur nya
__ADS_1
"iya ya, kan sekarang aku masih disini" sahut ku.
"ya tetap aja"
"mbak, mbak kenapa ?" tegus sopir taksi yang akan membawa kami ke apartemen ku pada Riri.
"aku lagi sedih pak!"
"Sedih kenapa mbak?"
"abis kehilangan laki!" ucap nya ketus yang membuat ku tertawa
"pakai ketawa lagi" Riri mendengus kesal
"Saya enggak ketawa kok mbak" elak sopir itu
"eh, bukan bapak" Riri nampak gugup, aku dan Alen kembali tertawa
"ketawa aja terus, sampai kotak ketawanya Habis" ucap Vivi kali ini, dia tak menggerakkan mulut, tapi suara nya terdengar oleh kami dan pak sopir nya juga nampak tenang.
"kotak ketawa?, kamu kebawa film Spongebob ya! hahhaha" ucap ku lagi
"apaa sih kak" dia menimpuk ku dengan bantal leher di tangan nya.
"mbak kenapa?" tanya sopir itu lagi
"ini pak, ada nyamuk, gedeee banget" ucap nya menatap tajam pada ku dan Alen, dia begitu menggemaskan.
"perasaan tadi mobil saya habis di semprot cairan desinfektan deh mbak" jawab sopir itu
"mungkin masuk dari jendela pak" sahut Riri
"oh iya Len, mana Cynta aku tak melihat nya" tanya ku pada Alen, karena tak melihat mantan kekasih ku disini,aku jadi teringat bisa bersama lagi dengan nya.
"oh.. dia lagi enggak mau ganggu kalian, dia lagi santai di pohon beringin di rumah sakit sama om gondorowo " jawab alen
"what! rupanya cynta udh mov on dari aku" jawab ku.
"katanya sih, dia ingin kamu bahagian" jawab Alena lagi.
"ooh gitu" sahut ku dan menolehkan wajah pada Riri, dia sudah terlelap, mungkin lelah habis menangis setengah hari full.
Bersambung...
Mampir juga ke Novel ku satu lagi
__ADS_1
-Sahabat atau kekasih