Cinta Gadis Indigo

Cinta Gadis Indigo
Episode 24 ( Menyampaikan pesan Suster Alena 2)


__ADS_3

Happy reading 😊


Setelah tiba di depan pintu Rumah yang katanya rumah suster Alen itu, rumah nya minimalis, dengan cat berwarna putih yang sudah sedikit kusam.


"Nin, didalam ada nenek dan ibu ku, kalau ayah ku masih belum pulang bekerja" ucap suster Alen pada ku.


"nenek mengalami sakit keras, bernama nek emi ibu ku bernama Lila, ayah ku bernama Roni" jelas suster Alen dan bulir bening berjatuhan segera dari kelopak matanya.


"iya sus, tenang lh Dulu" pinta ku


"Assalamualaikum.." salam ku, tak lama menunggu keluar lah seorang wanita paruh baya


"waalaikumsallam" sahutnya


"itu ibu ku Nin" ucap suster Alena dan segera berhambur ke pelukan ibunya


"Wah dingin sekali cuaca sekarang"gumam ibu itu


"ada apa ya dek kesini?" tanya Bu Lila ibu nya suster Alena


"kami teman nya suster Alena Bu, mau menyampaikan pesan dari beliau" ucap ku to the point


"pesan apa? yang akan di sampaikan anak tak beragama itu!" pekik ibu itu dengan nafas memburu, suster Alena nampak sedih mendengar perkataan sang ibu.


"dengar kan dulu Bu" ucap ku menyuruh nya tenang


"Apa, apa? yang harus saya dengar?, Alena hamil lalu dia bunuh diri?" ucap Bu Lila yang kini terduduk, bulir bening langsung membasahi pipinya yang kuning Langsat.


"Tidak Bu, Suster Alena tak bunuh diri tapi dibunuh!" ucap ku yang ilang akal melihat nya menangis


"dari mana kalian tahu! kalian pasti hanya mengarang! sudah sana pergi!" usir nya


"Tidak tolong lah Bu" Bu Lila hendak langsung menutup pintu, tapi langsung di tahan suster Alena, aksi suster Alen membuat sang ibu terperanjat.


"lihat Bu?, itu suster Alen yang menahan" terang ku, aku malas harus basa basi lagi

__ADS_1


"sekarang apa lagi!" pekik nya


"Bu Lila tolong lah dengar kan aku" ucap ku yang membuat Bu Lila membulatkan netra nya


"dimana kau tahu nama ku?!"


"aku juga tau kalau ibu mempunyai nenek yang sedang sakit, dan suami ibu pak Roni sedang bekerja"


dia nampak diam sesaat "aku tak percaya "


aku pun menepuk jidat, ku putar otak mencari jalan keluar, ah aku teringat ucapan alis, lansung saja ku tarik tangan suster Alena dan, memegang bokong Bu Lila.


"hei tak so--- "


"Alena!"


" Bu percayalah pada Alen, Alen tak bunuh diri, Alen di bunuh, maaf kan Alen Bu, sudah mengandung di luar nikah" ucap Suster Alena langsung, dia sudah menyadari jika ibunya dapat melihat nya.


"Alena.. apa yang sebenarnya terjadi nak?" Bu Lila nampak melunak


"malam itu Alen di ajak oleh pak Tino menghadiri sebuah acara launching hotel teman nya, tapi pak Tino berbohong dia menjebak ku buk,,,hiks" jelas suster Alena dengar berlinang air mata


"itu karena aku di janjikan uang, jika aku menemaninya ke acara launching temannya, perjanjian kami hanya megahadiri acara itu, dan memang kami menjalin sebuah hubungan, dan itu juga hanya karena uang untuk pengobatan nenek Bu, aku sudah kalut yang melihat nenek kesakitan tiap hari, ayah yang kerja serabutan membuat ku mau menerima cinta palsu pak Tino, maaf kan Alen Bu"


Bu Lila menangis tak mampu lagi mengucapkan kata-kata


"dan hari itu Alen mendatangi, ruangan pak Tino, untuk meminta pertanggungjawaban tap-tapi hal yang Alen takut kan terjadi, pak Tino tak mengakui ini anak nya, dan mendorong tubuhku dan terbentur ke pajangan keris sehingga merobek perut ku buk, sakit.. aku waktu itu pingsan Bu, dan sesudah membuka mata, a-aku sudah melihat tubuh ku tergantung di sebuah tali, hiksss"


" Sungguh bedebah laki laki itu!, maaf kan ibuk nak, tak mengetahui apa yang terjadi dengan mu, kau yang sangat sakit..." Bu Lila memeluk anak nya dengan penuh kasih sayang.


Badan ku rasanya lemah, kaki yang di jadikan tumpuan lama lama jadi terjatuh, mata ku berkunang-kunang, nampak kak Jino dan semua nya nampak panik kearah ku.


karena ini kali kedua dan ini durasi Nya lama, aku mempersatukan makhluk dua dunia, sebelum nya aku hanya membantu hantu dengan memberitahu saja.


"Ri.ri" panggil kak Jino

__ADS_1


"ii ya kak"


"kamu engga papa?"


"a-aku lapar, heee"


"lapar toh, ya sudah ibu ke dapur dulu ambilin nasi sama teh hangat ya" Bu Lila segera berjalan ke dapur, dia sudah bersikap baik tak seperti tadi lagi


aku hanya tersenyum menanggapi nya.


Setelah selesai dan berpamitan pada Bu Lila, dan memberitahu nya, tak usah balas dendam dan mengikhlaskan suster Alena supaya dia dapat tenang.


Bu Lila nampak mengerti.


Kami pun berjalan lagi menuju halte sekolah, sudah berdiri mobil Van putih di sana.


"itu mobil kamu kan key?" tanya ku pada Keyla


"iyaa ndy" jawab nya


"yaudah sana, ditungguin pak harjo ntar"


"bukan pak harjo, pak harjo udah meninggal 3 Minggu yang lalu, dan digantikan sama pak Nino, dia misterius banget, aku jadi takut pulang sama dia, kamu ikut aku ya ndy" pinta Keyla


" innalilahi, kenapa Sampai meninggal key?" tanya ku, aku sudah cukup mengenal pak harjo, karena dulu aku sering melihatnya mengantar dan menjemput Keyla sahabat ku


"kecelakaan ndy, sedih banget dan sampai sekarang tubuh nya enggak ketemu" jelas Keyla lesu.


"trus kok biasa di bilang meninggal?"


"mobil yang ditumpangi pak harjo jatuh ke jurang dan meledak, semua aparat udah dikerahkan kah untuk mencari, namun nihil, dan dikira kalau pak Harjo terbakar hingga tak bersisa, karena salah satu tim pencari menemukan sobekan baju pak Harjo di sekitar sana...hiks" mata Keyla nampak mengembun


"sabar yaa key" aku mengusap pelan punggung nya


"hemmm oh iya, misterius gimana key?"

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like dan komen


__ADS_2