
Happy Reading....
"kenapa kau seperti itu, aku tak marah pada mu,aku hanya bertanya" ucap nya memelan kan suara nya
"siapa nama suster yang menolong mu tadi?" tanya kak jin pada ku
"nama nya Alena " ucap ku yang membuat kak jin membulat kan netra nya
"Alena?" ucap nya seperti tak percaya
"iya memang kenapa kak?" tanya ku penasaran
"Alena baru saja meninggal tadi pagi "
POV author
"APA!!! tak mungkin,dia membantu ku tadi ke toilet " sahut Nindy tak percaya
"apakah Alena yang kau maksud mempunyai tahi lalat di ujung hidungnya?" tanya jino
"iya" sahut Nindy lirih
tiba tiba sosok Alena sudah berdiri di pojok kamar rawat Nindy seraya tersenyum lama kelamaan tubuh nya berubah menjadi menyeramkan, dilehernya terdapat tali yang terikat serta darah yang menetes dari perutnya.
"Alena!" ucap Nindy mengejutkan jino
"apa maksud mu ri?"
"apakah Alena yang meninggal itu bunuh diri kak?"
"ii iy iyaa. dari mana kau tau?"
tiba tiba tengkuk Nindy terasa berat, tak biasa nya ia bertemu hantu seperti itu,dan kepalanya terasa sangat pusing.
__ADS_1
"kak kepala ku pusing" ucap Nindy pada jino
"ya sudah coba kau istirahat dulu, aku akan panggil dokter atau suster" ucap jino segera bergegas keluar
sekarang hari menunjukkan pukul 03:45
jino memanggil manggil suster jaga malam
"dokter!! suster!!!!" pekik jin mencari keberadaan suster
"tuan jino kenapa kau terlihat panik" tanya seorang suster perempuan, mata nya merah mungkin karena terlalu lelah dan tak dapat tidur karena harus bertugas malam.
"ayo ikut aku!, pasien di kamar mawar kepala nya pusing,ayo kau periksa "
"oke mari"
"Riri.... " seru jino kepada Nindy yang sekarang membelakangi nya
"Riri!!!!" ucap jino yang kini mengguncang tubuh Nindy
"ayah mu jahat!!!" ucap Nindy dengan suara yang bukan milik nya
" apa, apa maksud mu Nindy ?" tanya jino yang kini tak mengerti
"suster! coba kau periksa" titah jino
"baik tuan!" ketika suster itu mendekat dia terpental ke meja tak jauh dari ranjang Nindy dan membuat nya jatuh pingsan.
"kau kenapa ??, Riri sadar lah???, ini aku jino " ucap jino yang perlahan lahan mudur kebelakang sedangkan kini Nindy telah berdiri dan perlahan-lahan juga mendekati jino
"hahahha" tawa Nindy yang terdengar begitu menyeramkan di telinga jino
ya kini arwah Alena masuk ke tubuh Nindy
__ADS_1
"Nindy,, istighfar" ucap jino kini yang sudah tersandar ke dinding, Nindy semakin mendekat semakin mendekat,kini ia sudah berhadapan dengan jino
"mana ayah mu!!!!" pekik Nindy dengan suara lain yaitu suara Alena
"Alena, apakah kau Alena " jino sudah nampak ketakutan
"yaaa! aku Alena, MA NA AYAH MU!!"
"u u untuk apa kau mencari ayah ku" tanya jino
dengan gerakan cepat kini tangan Nindy sudah berada di leher jino mencekik nya dengan erat
"sadar lah Nindy ... ku mohon...." pinta jin menahan sakit dilehernya
"hahahhaah" tawa Alena kini memenuhi ruang perawatan Nindy
Suasan kini semakin mencekam,tubuh jino sudah melemah, " A A Alena jika ini kau...apa yg dilakukan a a ayah ku? .. ayo kita omongkan dulu" ucap jino lirih
"Tak ada yang perlu di omong kan!" ucap Alena dengan tubuh Nindy semakin erat mencekik jino
"hei kau hentikan!!!" ucap cnynta yang baru saja datang
Tadi dia sempat berkelahi dengan Alena dan berakhir Alena menang dan mengurung cynta di sebuah botol plastik.
"hahha kau rupanya!, hebat juga kau bisa melepaskan diri" suara Alena semakin menyeramkan
"hentikan!! kenapa kau menyakiti dia, dia tak punya urusan dengan mu" pekik hantu cynta
"hahah " tawa Alena dengan tubuh nindy, ia tak mau melepaskan tubuh jino
Cyntha pun langsung menyerang Alena yang lengah, Alena pun jatuh tersungkur
"sial!!!!" pekik Alena dia pun bangun dan berlari menuju cynta
__ADS_1
"Allah hu Akbar Allah ....." azan subuh berkumandang " aaah!! panas panas!!!" pekik nindy dan jatuh pingsan dan cynta pun menghilang
"Riri, cynta....." ucap jino lirih sebelum memejamkan mata nya