Cinta Gadis Indigo

Cinta Gadis Indigo
Episode 45 kebusukan Beno


__ADS_3

"Aaaaaaaaaaa!" Teriak mereka serentak


Sebuah bola mata, menyapa mereka bertiga, Bimo melempar mata itu hingga mengenai kepala Mbak weewe yang sekarang nakring di atas pohon nangka yang tak jauh di tempat mereka berdiri.


"Hei!, Ini punya siapa!?" Teriak mbak wewe menunjukkan bola mata tersebut


"ii- ini mbak!" Nindi terbata


Mbak wewe melayang ke arah mereka, Bimo yang sekarang memang bisa melihat makhluk tak kasat mata, lansung bersembunyi di belakang Keyla, gadis itu risih di buat nya.


"Hm..maaf ya mbak, tadi anak nya aku lempar" kata Nindy


"Ooh itu, ngga papa kok, dia juga udah biasa, terbang gitu, malahan katanya di seneng tadi" jawab mbak wewe tersenyum memperlihatkan gigi hitam nya


"Trus kenapa tadi mbak marah banget sepertinya pada ku" tanya Nindy, gadis itu teringat dengan kejadian tadi.


"Ooh, itu bukan ke kamu" jawab nya seraya menimang sang anak


"Terus?"


"Suami saya " jawab nya


"Suami mbak, siapa?" Tanya Nindy bingung, karena sedari tadi ia tak menjumpai hantu laki laki dewasa,hanya ada beberapa itupun di bawah umur.


"Si Beno !" Jawab nya tegas


"Apa!!!!!" Nindy terlonjak kaget


"Kamu kenapa ndy? Kok sepertinya lagi ngomong, ngomong sama siapa??" Tanya Keyla berusaha menepis tangan Bimo di bahu nya.


"Ini mbak penunggu di sini, mbak kok bisa?" Nindy menjawab dua pernyataan sekaligus


"Ooh pantes aku merunding, ihhh Bimo awaassss!" Pekik gadis itu, wewegombel yang awal nya tak memperhatikan Bimo jadi menoleh pada pria itu


"Astaga!" Pekiknya


"Kenapa mbak?" Tanya Nindy heran


"Ganteng banget" ia memegang kedua pipinya dan membuat anak nya jatuh begitu saja


"Aaaa, aduh mbak! Itu anak nya jatuh" pekik Nindy, hantu Wewe itu pun lansung meraih anak nya


"Abis nya, adek nya ganteng sih"


"Ya iya dong! Bimo gitu loh" sahut Bimo seraya menunjuk dirinya, namun dia kembali bersembunyi lagi karena takut.


"Kenapa? Kok bisa pak beno, mbak bilang suami?" Tanya Nindy


"Itu kare----"


"Keyla Adriana?" Panggil pak Beno


"Ham iya pak?" Tanya Keyla sedang-kan hantu wewegombel telah menghilang


"Ikut saya sebentar" pinta Beno


"Mau ngapain pak?" Keyla masih bingung


"Ini tentang nilai, saya tunggu di villa empat kamar no 3 " jawab Beno berlalu pergi


"Mau ngapain ya ndy?"


"Kan mau ngurusin nilai! Dasar budeg" ledek Bimo


"Ishhh! Gue ngga nanya elo!"

__ADS_1


"O" Bimo mencibir


"Hmm gimana ya key, perasaan ku gak enak ni"


"Duhhh, kalau ngga kesana gimana ya?"


Tring tring tring...


Telepon Keyla berbunyi, gadis itu merogoh saku nya dan mulai melihat siapa yang menelpon, Ternyata nomornya tak tersimpan di hp nya.


"Hallo"


"Dua menit lagi, jika kamu tak kesini, nilai ujian matematika kamu nol" telepon lansung dimatikan


"Siapa key?" Tanya Nindy, setelah Keyla menjauhkan telepon dari telinga nya


"Seperti nya pak Beno, ndy, aku kesana ngga ya?"


"Emang dia bilang apa?"


"Dia bilang kalau aku ngga kesana nilai ujian mtk ku nol"


"Wah! Kok bisa gitu" tanya Nindy


"Hm" Keyla mengangkat kedua bahunya, tanda tidak tau


"Saran gue Ni ya, elo datang aja kesana, kan juga ngga akan mati!, Tapi Saran gue aja!" Kata Bimo


"Bukan gitu Bim, elo denger ngga kata bak Wewe tadi?" Tanya Nindy pada Bimo


"Emang apa yang dia bilang?"


Tring tring Ting...


Telepon Keyla berbunyi lagi


"Yaudah deh gaes, aku kesana" Keyla segera berlari


"Eh key, tunggu!" Nindy ikut menyusul


***


"Ada apa pak?" Tanya Keyla seraya merebah kan bokong nya di kursi yang berhadapan dengan pak Beno


"Hem, begini, sebenernya saya sudah lama menyukai kamu, Keyla!" Kata Beno menekan kan kata menyukai


"Gimana kalau kau melayani ku, akan ku beri kau nilai tinggi"


"Maksud nya gimana ya pak? Tanya keyla kaget


"Tidak...." pak Beno mulai berjalan mendekat kearah Keyla


"Pak tolong ya!, Saya bisa teriak!" Ancam Keyla


"Aaaaaa, jangan, saya takut" cibir Beno


"Pak saya serius!!"


" Teriak aja sesuka hati mu! Toh ruangan ini kedap suara!"


Keyla mulai ketakutan, Beno mendekat padanya semakin mendekat " pelan pelan atau kasar?" Tanya nya


"Tidak!" Keyla hendak berdiri namun tangan nya langsung di pegang pak Beno


"Sebenarnya saya tak mau melakukan ini padamu, tapi kau terlalu ingin tahu dan ikut campur urusan ku"

__ADS_1


"Aku tak ada berniat sedikit pun mencampuri urusan bapak!, Saya mohon biarkan saya pergi"


"Tidak! sebenarnya saya mau Nindy, tapi gadis tengil itu tak bisa ku dekati" katanya lagi


"Tolong.......!" Keyla berteriak sekeras kerasnya, namun usahanya sia sia, Tak satupun sahutan terdengar dari luar sana


Karena keadaan di dalam villa yang sepi dan ruangan nya pun kedap suara


"Ahh! Diam!" Beno menyeret Keyla ketempat sempit dibelakang lemari, dia mulai merobek keras baju Keyla " argggh, tidak hentikan ! Tolong...." Keyla berusaha memberontak


Baju bagian atas Keyla sudah terbuka, Beno mulai menjilati bagian kenyal di dada Keyla, memegang nya dengan irama teratur.


"Aku mohon...!"


Sementara di luar kamar, Nindy bersusah payah membuka pintu kamar yang di maksud Beno tadi bersama Bimo


"Duh gimana ni bim, perasaan ku ngga enak deh!, Kalau Keyla kenapa Napa gimana?" Nindy mulai meracau pikirkan buruk langsung menghinggapi otak gadis itu.


"Sebentar aku minta kunci cadangan dulu ke Bu Pina, karena dia yang urus semua kamar disini" usul Bimo


"Ya sudah, cepat ya"


"Kak Alen mana ya" gumam nindy, dia sangat takut kejadian buruk akan menimpa sahabatnya lagi.


"Kak Alena tolong kesini" Pinta Nindy dalam hati, bersamaan dengan itu teleponnya berdering.


Tertera di sana "My love"


"Ha-halo kak,,,, kak Keyla kak... Hiks.." Nindy mulai menangis, gadis itu bingung apa yang harus dilaksanakan nya


"Loh sayang, kenapa?" Jino tak kalah panik, ya sekarang mereka sudah resmi berpacaran


"Kak,,, Kaka udah pulang dari Bandung??" Tanya Nindy kemudian


"Ni jalan pulang sayang, kenapa Keyla?"


"Yaudah kakak langsung kesini bisa?" Tanya Nindy getir


"Bisa, aku segera kesana" telepon pun terhenti.


"Nindy!" Alena sudah berdiri di depan nidny


"Kak! Kakak coba masuk kedalam! Apa yang terjadi di dalam kak" nidny menggoncang bahu alena


"Emang kenapa nin?"


"Nanti aja kak ceritanya!" Nindy menangis tersedu-sedu, keadaan villa itu yang kosong membuat aktivitas mereka tak diketahui, karena semuanya tengah asik diluar.


"Baiklah" Alena langsung menembus pintu. Dan benar ternyata beno berusaha melecehkan keyla.


"Tolong ..." Hanya kata tolong yang mampu di ucapkan gadis itu


Alena terperanjat, dia tak bisa menyentuh pria itu, karena dia baru saja berusaha menampakkan diri pada mantan kekasihnya tadi, sehingga kekuatan melemah.


Tak ada pilihan lain, Alena kembali keluar dan memberi tahu apa yang terjadi pada Nindy, dan Bimo pun datang dengan Bu pina.


Mereka semua masuk kedalam, dan aneh nya, Beno dan Keyla sudah tak berada di dalam.


"Loh! Keyla mana!" Nindy frustasi


Bersambung..


Maaf baru up ya reader 🤗, baru ada kuota soal nya.


jangan lupa like komen and vote yaa...

__ADS_1


love love Reader 😘😘


__ADS_2