
Rapat pun berjalan lancar, dan segala keanehan yang di peroleh Jino, sikap Reski yang begitu baik Padanya, bertolak belakang dengan Reski yang tadi di temui nya, membuatnya ingin harus waspada. takut akan rencana lain yang di buat Reski
Tinggallah mereka berdua di ruangan itu.
"Pak Reski, apa anda sudah pernah mengenal saya sebelumnya?" tanya jin ingin sangat sangat memastikan
"Sudah" jawab nya singkat, jawaban nya itu pada saat di luar ruang rapat tadi, saat mereka bertemu bersammaan.
Jin yang cerdik, memandang lekat wajah Reski, 'Reski yang tadi, mempunyai tahi lalat di hidung, aku ingat sekali, tapi ini, tak ada' batin Jino
"apa yang anda liat, pak Jino?"
"oh tidak, apa anda memiliki kembaran?"
"hahah memang ulah apa yang di buat kembaran ku itu padamu" Reski terkekeh mengalihkan pandangannya ke Jino,yang sedari tadi memandang ke komputer di hadapannya.
"jadi kau benar mempunyai kembaran?" tanya jin antusias
"ya benar, namanya Riski, anda sudah pernah bertemu kah dengan nya?"
"iya sudah"
"dia hampir saja, merebut pacar ku" Jino mendengus
"jangan ambil hati dia selalu begitu pada perempuan, tapi dia sudah punya tunangan kok" jelas Reski
"lalu apa tunangan nya tak marah?"
"dia sudah memaklumi itu, lagi pula dia begitu karena sangat rindu kepada adik kami yang hilang, ah sudah lah saya jadi curhat"
'harus Nindy gitu'
"tak apa"
"ya kalau begitu saya pamit dulu, Pak Jino, senang berkerja sama dengan anda " Reski mengulurkan tangannya pada jino
__ADS_1
"ya tentu, Pak Reski" membalas jabatan tangan Reski.
di hotel Bintang, kini Nindy, Keyla, Alena, jeni, dan Cynta, tengah asik menonton Drakor yang berjudul legend of the blusea, yang membuat mereka terkadang tertawa dan menangis.
Tok tok
suara ketukan pintu membuat salah satu dari mereka harus membuka nya, Nindy dan Keyla yang tak mau ketingglan menonton alias mengalah, membuat 3 hantu itu berdebat.
"kita suit aja gimana" ucap jeni dengan gemulainya
"oke" Alena, Cynta serentak.
dan akhirnya jeni yang harus pergi membuka pintu.
Bimo yang memang hari ini akan berkunjung kerumah Nindy untuk belajar, karena besok pagi mereka akan ujian nasional, dan sekaligus Bimo ingin menceritakan kegundahan nya, tempo hari, tapi apa sekarang Nindy si pintar dan Keyla si sedikit o'on,malah asyik menonton televisi.
Jadi nya dengan langkah yang tertatih-tatih, jeni berjalan. membuka pintu dan membuat orang di depannya sangat terkejut.
'la kok dia'
Jeni yang usil, mencolek bahu Bimo yang membuat bocah itu langsung tergeletak tak sadar kan diri.
"loh kok pingsan" jeni terperanjat kaget dia lantas berlari keruang tv memberi tahu Nindy.
"Nindy, teman kamu kok tidur disitu sih"
"tidur dimana?, teman siapa lagi" tanya Nindy masih fokus ke depan layar tv, dan setalah itu, ia langsung berpandangan Dengan Keyla dan berkata serentak " Bimo!" Mereka lantas berlari keluar dan memang Bimo telah tersungkur di bawah bingkai pintu.
"kamu apain mbak?" tanya Nindy
"tak ada" elak jeni
"bohong, buktinya dia Pingsan"
"ya, ya, ya,"
__ADS_1
"ngomong yang jelas kek mas" kata Cynta
" mas mas, panggil aku mbak!!!" pekik nya
"yee santai aja kali mas, eh mbak"
"hisss"
"iya iya, aku tadi colek bahunya, cuman dikit kok" kata hantu jeni
"dikit ya Dikit, tuh dia pingsan loh" kata Nindy
"hayolo Jen, hayo jeni...hayo ..." kata Alen
"apaan sih kak"
" ndy, kakak hantu kamu ada berapa sih,kek nya banyak banget deh"
"ada 3 tapi tambah lah sma ni mbak, jadi empat, eh tapi kan kak Jino udah jadi manusia ya udah tiga" jelas Nindy.
"wah banyak ya"
"apa yang banyak?" tanya Bimo seraya memegangi kepalanya, karena tadi kepala sedikit keras terbentur.
"materi yang banyak, yuk masuk" ajak Nindy
"gila gila, banyak banget pengawalnya" Guamam jin pelan namun masih samar samar terdengar oleh Nindy, tapi dia tak menghiraukan, Alena yang memang mendengar dengan jelas, menoleh ke arah Bimo yang membuat nya langsung salah tingkah.
Bersambung....
Jangan lupa like ya sayang😍 vote juga🤩
Mampir juga ke Novel author satu lagi
-sahabat atau kekasih
__ADS_1