
Happy Reading 😊
Mereka pun tiba di kediaman Jino, Nindy tanpak begitu takjub melihat perkarangan rumah Jino yang begitu luas dan mewah, lalu seseorang muncul dari balik pintu, Ternyata bik Sutri dengan senyum merekah di bibir nya.
"Silahkan masuk den dan ..."
"Nindy" timpal Nindy ramah
"Mas? Mbak?" Seseorang memanggil Nindy dan jino, yang di panggil pun menoleh ke arah suara
"Iya pak?" Jino menyahut
"Ngapain disitu?"
"Maksudnya?"
"Tunggu? Apa anda tuan Jino?" Tanya nya
"Ya, benar"jawab jin
"Lagi liat keadaan rumah nya ya?, Saya turut berdukacita ya" sahut seorang warga yang ternyata bernama Beno
"Tunggu deh pak, saya masih enggak ngerti"
"Rumah mas kan kebakaran sebulan yang lalu"
Deg!
"Haha, jangan becanda deh pak, tuh buktinya rumah saya masih utuh" jin tertawa kecil
"Utuh?" Dia mengerenyitkan dahi
__ADS_1
"Yah"
"Ka-ka..k" Nindy menggoyang goyangkan lengah Jino
"Ada apa n-in" Bi Sutri sudah berubah wujud menjadi menyeramkan, seluruh tubuh yang gosong, kulit yang mengelupas dan bau yang sangat merusak Indra penciuman, sekarang beliau tengah menyeringai ke arah keduanya.
"Tu- tuan....." Desah nya
Semua keadaan berubah drastis, pekarangan rumah yang tadi megah kini sudah rata, dan tampak menyeramkan.
Bi Sutri mendekat, dan menyentuh tangan Nindy, sekelebat bayangan pun hadir.
Pranggg!
bi sustri yang sedang membereskan dapur terperanjat dan segera berlari menghampiri suara.
"Mana nyonya mu!" Seorang bertopeng memegang rahang bi Sutri yang sudah rentan dengan keras .
"Katakan atau mati!" Gertak nya
"Aku tak tau!"
"Geledah seluruh ruangan!" Titah nya yang disangka sebagai ketua.
Orang berpakaian serba hitam segera menyebar ke segala penjuru ruangan rumah yang begitu luas dan megah.
Tak begitu lama meraka sudah menyeret Kartika, Mama Jino "Nyonya!!!" Pekik Bi Sutri
"Bi tolong sampaikan maaf ku pada jino" rintih Kartika, Yang merasa sangat sakit di tangah nya karena di pegang begitu kuat
Ya Kini Kartika Sudah mengetahui jika yang membunuh suami nya ada Tino, dan dia juga sudah lepas dari pengaruh ilmu hitam yang di pakai Tino, dan kini diapun diculik. Sungguh miris kehidupan mu nyonya.
__ADS_1
"Nyonya!"
Plak!!!
Satu tamparan keras mendarat di pipi keriput bi sutri
Tubuh Bu Sutri pun di seret dengan kasar ke kamar tamu dan diikat nya ke kaki ranjang.
"Bakar rumah ini" samar samar terdengar oleh Nindy
"TIDAKK!!!!!" Nindy berteriak histeris dia sekarang berada di rumah beno. Pria yang tadi menyapa mereka.
Jino pun memeluk erat tubuh mungil Nindy.
"Tenang lah kau sekarang ada didekat ku" bisik Jino
"..."
Nindy pun melepaskan pelukan di belakang Jino sudah berdiri bik Sutri, dengan wujud seperti kali pertama bertemu.
"Den" panggil nya
Jino pun menoleh, "Bii" lirih nya.
"Bibi hanya ingin menyampaikan pesan dari mama Aden, dia meminta maaf pada Aden, sebenarnya pada awal kita bertemu, bibi ingin langsung memberi tahu, tapi Aden sudah pergi lagi, dan bibi juga ingin memberi tahukan semuanya, apa yang terjadi, yang membuat rumah Aden kebakaran, bibi sudah memperlihatkan nya pada teman Aden, dan dalang dari semua ini adalah tuan Tino den, bibi tak sengaja melihat nya kemarin kembali kesini, secara sembunyi-sembunyi, bibi juga tak tau apa lagi yang akan dia perbuat, tapi bibi yakin dia lah daalang nya!"
"Brengsek!!!, maaf kan keluarga ku sudah membuat bibi kehilangan nyawa" Jino menekuk wajahnya
"Tak apa den, bibi sudah ikhlas, bibi pamit ya" senyum tulus terukir di wajah rentan bi Sutri
"Jino sayang bibi" Jino pun berlari memeluk tubuh seorang wanita yang telah membesarkannya.
__ADS_1
Bersambung...