Cinta Gadis Indigo

Cinta Gadis Indigo
Episode 34 Siapa keluarga Nindy?


__ADS_3

Happy Reading...


Sementara itu kini Jino tengah asik melamun didalam mobil nya, hampir saja dia menabrak pembatas jalan, untung nya Cynta sudah berada di samping jino dan mengendalikan mobilnya.


"hei apa yang kamu pikir kan!, apa kamu bosan hidup!?" cecar Cynta pada jin


"ahh cin, terimakasih" jawab jino


"kenapa?" tanya Cynta namun tak di ubris Jino


"jin" panggil Cynta menyentak jin yang masih melamun


"ah iya iya, kau bilang apa cin?"


"kau tak mendengar kan ku"


"maaf" jawabnya singkat dan kembali melajukan mobilnya.


"kau memikirkan apa?"


"tak terlalu penting?"


"lalu?, ayolah cerita?"


jino memandang Cynta, " aku berfikir, kenapa kau tak seperti dulu lagi"


"ma-maksud kamu?"


"ya, dulu kau sangat perhatian pada, ku, tapi Sekarang?" kata Jino, padahal bukan itu yang tadi di pikirkan nya, tapi tentang siapa keluarga Nindy sebenarnya, dia tak memberi tahu itu pada Cynthia, supaya nanti dia tak memberi tahu pada Nindy, informasi yang belum tentu.


"ah jin, kamu coba lah berfikir, kita sudah beda dunia, tolong ikhlas kan aku, dan mulai membuka hati untuk orang lain, yaitu Nindy"


"hm" jin kembali menatap lurus ke depan, sebenarnya ada kelegaan yang begitu luar biasa di hati jin, karena Cyntha tak mempermasalahkan hubungannya dengan Nindy.


"Apa kau marah?"


"tidak, cin"


"hm"


kembali lagi pada Nindy


kini Nindy dan rombongan nya tengah berjalan menuju lift untuk membantu mengambil tangan hantu sindi.


"itu" tunjuk hantu Sindi dengan tangan kiri nya , sedangkan tangan kanan nya yang terjepit

__ADS_1


"yaudah sana tarik Bim" pinta Nindy


"gamau ah" tolak nya


"loh kan kamu yang jepitin"


"kan enggak sengaja loh, salah sendiri, nagapain nakutin" bela Bimo


kejadiannya, Bimo hendak masuk ke dalam lift yang biasa di diami oleh Sindi, namun tadi kebetulan dia tak ada di sana, ketika Bimo sudah berada didalam, sindi ingin masuk, namun Bimo dengan cepat menutup pintu lift, tangan Sindi yang menahan pintu terjepit dan terlepas dari tubuh nya, lagian kenapa enggak tembus aja sih, Sindi Sindi.


"cepat ambil kan, atau aku akan nempel pada mu"


"Nono, iya deh gue ambilin" Bimo pun menyanggupi


dengan penuh keyakinan yang dikumpulkan Bimo, dia pun melangkah dengan kaki yang bergetar hebat, Bimo memejamkan matanya, dan menarik dengan cepat tangan yang penuh darah dan belatung yang menempel di segala sisinya, dan melemparnya kesegala arah, tak sengaja mengenai seorang obe, dia terlihat bingung seraya memegangi kepalanya.


"kok dilempar sih!" hantu Sindi bertolak pinggang


"ma-maaf Tan, enggak sengaja"


"Tan Tan, gue masih muda, ambilin!!"


*****


Sudah 3 jam Keyla dan Bimo belajar bersama di apartemen Nindy, dan sekarang saatnya mereka pulang.


"enggak tau, deh, kalau aku nginep boleh enggak, soal nya mama sama papa lagi ke luar kota, aku males di rumah cuman berdua aja sama si Noni" jawab Keyla


"Noni siapa key?"


" Art rumah ku, dia kalau engga ada mama sama papa dirumah, dia seenaknya dirumah, apaalgi dia bawa pacarnya segala lagi, aku ngga suka sama dia"


"ha? seriusan kamu? yaudah tidur sini aja, aku sebenarnya pen ngajak kamu nginep, tapi takut nggak mau, heee..."


"aku mau kok"


"lagian enggak kamu bilang gitu sama mama atau papa mu?"


"udah, tapi dia ngga percaya, si Noni itu hebat banget cari muka" jawab Keyla


"hmm, biarin aja ntar juga dapat karma" timpal Bimo Seraya membereskan tas nya.


sekarang bocah laki-laki itu sudah mulai berubah, yang dulu nya cuek dengan urusan orang tapi suka menjahili orang.


"iya juga tu" kata Nindy

__ADS_1


"kalau kamu pulang gimana bim?"


"belum tau, kalau aku nginep gimana?" tanya Bimo seraya menaik turunkan alis nya.


"nggak" Keyla dan Nindy berucap serentak


"ehh, yaudah aku pulang ya, makasih untuk semuanya" ucap Bimo


Mereka baru kali ini dekat, dan Bimo pun yang dulu nya suka mengusik Nindy, entah kenapa menjadi menurut saja pada gadis itu.


setelah lima menit Bimo keluar, ketukan pintu mengusik dua gadis yang masih bermain bersama buku buku nya.


Nindy pun berdiri, berjalan kearah pintu, memutar handle nya, dan muncul jin dari balik pintu.


"eh kamu kak" sapa Nindy, ternyata jin


"iya, aku boleh masuk?"


"tentu"


"kamu tinggal sama bibi mu sejak kapan ri?" pertanyaan Jino Seraya berjalan membuat langkah mereka terhenti


"lupa kaak" jawab Nindy menoleh ke wajah jin


"mereka itu bibi mu?"


"iya kak memang kenapa?"


"kamu tak tau dimana orang tua mu?"


"tidak kak, mereka tak pernah memberi tahu "


"kamu tak pernah bertanya?"


"ya pernah lah kak"


"jawabannya"


"kata mereka orang tua mu itu jahat, jangan pikir kan mereka, itu saja"


"jadi kamu tak pernah berfikir, jika mereka bukan bibi aslimu"


"maksud kakak?"


Bersambung...

__ADS_1


Setelah membaca ada baik nya like ya sist Reader 😘, biar author tambah cemangat nulis nya...


Love you Reader 😘....


__ADS_2