Cinta Gadis Indigo

Cinta Gadis Indigo
Episode 6 Rupanya..


__ADS_3

pov Jino end


_____________________________


POV author


"Riri...Cynta..." ucap jino lirih sebelum memejamkan mata nya


kini Nindy tengah bermimpi, pada saat ia membuka mata dia telah berada di sebuah ruangan yang bagus seperti layaknya ruangan seorang bos, Nindy mendengar keributan yang begitu besar ia pun menghampiri keributan itu.


dilihat nya seorang laki laki paruh baya dengan pakai rapi dan seorang perempuan memakai baju suster dengan nametage di seragamnya ntah mengapa menarik perhatian Nindy, 'Alena yah itu Alena ' batin Nindy


"kau tak pantas menjadi istri kedua ku!!!, jadi jangan berharap akan bersama ku!" bentak seorang laki-laki paruh itu pada Alena


"tapi bagaimana dengan kehamilan ku ini!!! kau harus tanggung jawab!!" pekik Alena


Nindy yang mendengar penuturan Alena membuat nya menutup mulut dengan kedua tangan nya


"aku tak pernah berhubungan dengan mu! mungkin saja itu anak laki-laki lain mu! sebaiknya kau keluar jangan mengaku ngaku!!!"


"tidak aku tak akan keluar!! ini anak mu!!" bentak Alena dengan berlinang air mata


"jangan mimpi" ucap seorang laki laki paruh baya dan mendorong Alena sampai perutnya terbentur ke pajangan keris dan menusuk perutnya...Nindy pun berlari menghampiri Alena yang sekarang menahan sakit diperutnya, Nindy berusaha menolongnya tapi dia tak dapat menyentuh Alena.


lelaki itu yang sudah kalut dan ketakutan melihat keadaan Alena yang sudah bersimbah darah akibat luka diperutnya, lelaki itu pun berlari kesebuah laci dan mengambil seutas tali dan mengikatkannya ke leher Alena , setelah itu ia menelpon seseorang yang sepertinya ditugaskan untuk mengurus Alena, Alena yang ternyata masih hidup dia hanya pingsan tapi itu tak di ketahui oleh laki laki itu, dan mungkin dia tak mau tau.


setelah beberapa saat menunggu kini datang dua orang perawat dengan membawa ranjang ***** " astagfirullah dia kenapa pak?" pekik perawat ya satunya menunjuk Alena


nampak oleh Nindy pria paruh baya itu membisikkan sesuatu ke kedua perawat itu dan di akhiri anggukan oleh keduanya.


Nindy yang penasaran mengikuti terus kemana mereka pergi.


sampai lah mereka di sebuah ruang perawatan yang seperti nya tak terpakai alias kosong.

__ADS_1


Alena langsung di naikan ke atas loteng dan mengikat kan tali yang ada dilehernya dan di jatuh kan nya tubuh Alena yg langsung merenggut nyawa nya.


"Alenaaaaaaaaa!" pekik Nindy


"Ri Riri,,,," ucap jino seraya menepuk nepuk pelan pipi putih Vivi


"kak..hiks hiks" Nindy menangis


jino lansung memeluk erat Nindy yang membuat nya sedikit gugup.


"kak..suster Alena!"


"kenapa suster Alena?, apakah dia mengganggu mu?"


"tidak kak, suster Alena meninggal bukan karena bunuh diri! tap tapi..


"tapi apa?" tanya jin lembut sebenarnya dia cukup penasaran,karena kemarin dia baru saja di cekik Alena.


" tapi di bunuh kak!!"


"sudahlah cup cup..."


tiba tiba sosok Alena sudah berdiri lagi di pojok ruangan kamar Nindy


"ayah dia yang membunuh ku!" ucap Alena menunjuk Ben penuh amarah


"apa!!!!" Nindy menoleh pada jin


"apa?" tanya jin tak mengerti


Nindy menunjuk ke sudut ruangan


"Alen!! apa yang kau lakukan disitu!, apa kau ingin mencekik ku lagi?!!" bentak jin

__ADS_1


"argggh... apa maksud semua ini!!!!" Nindy menutup telinganya dengan kedua tangan


"Ri RI"


"apakah benar kak?!, ayah kau yang membunuh suster Alena?!"


"a aku tak tau!!, lagi pula jika benar yang membunuh katanya 'ayah ku aku itu', aku akan membantu menjebloskan nya ke penjara"


"omong kosong!" pekik Alena memotong omongan jin


"diam kau disitu,jangan memperkeruh suasana!" jin kini tak takut lagi


"kenapa kau akan menjebloskan ayah mu sendiri ke penjara!"


"Karena dia bukan ayah ku!!" Ben terduduk wajah berubah sedih, "dan dia juga yang membunuh ayah kandung ku" sambungan jin seraya menutup wajah nya


"apa!" suster Alena menimpal


"apa!! puas kau!" ucap Nindy menyalahkan Alena


"kenapa aku? kau yang menanyakan itu" sergah suster Alena


"kau juga!, aku dengar tadi kau mencekiknya!, kenapa kau mencekiknya kan dia tidak ada hubungannya dengan kematian mu" ucap Nindy meracau


"aa aku" suster Alena menunduk entah kenapa dia merasa takut dengan Nindy


"maaf kan aku, aku tersulut emosi"


"mintak maaf padanya!" titah Nindy


'kenapa aku menurut sih' batin Alena kesal


"hai?" ucap hantu Alena seraya mencolek bahu jin

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2