
"Astaghfirullah dek..?" Ucap seseorang Laki laki tampan memakai baju rapi menghampiri Nindy
Tanpa Ba Bi Bu orang itu langsung membopong Nindy masuk ke mobil nya
Nindy tersadar dari pingsan nya
"Di mana aku" ucap nya memegangi kepalanya
"Tenang lah sebentar lagi kita akan sampai dirumah sakit"
"Si si siapa kau" ucap Nindy lirih
"Aku tadi melihat mu hampir jatuh ke jurang" jelas nya
POV Nindy
sakit, takut, dan Bingung bercampur di kepala ku , 'entah siapa dia ini, semoga tidak berniat jahat pada ku dan semoga benar dia membawa ku ke rumah sakit' aku membatin
di dalam mobil nya, aku melihat sosok wanita cantik di bangku depan nya ketika aku hendak menyapa nya tapi dia meletakkan jari telunjuk nya di bibir nya yang seperti nya menyuruh ku untuk diam.
Seketika aku berfikir bahwa dia bukan manusia.
aku mencoba untuk konsentrasi badan ku masih terasa sakit.
"Siapa kamu? Kenapa kamu mengikuti nya? Apakah dia orang jahat? Orang yang telah membunuh mu?" Tanya ku bertubi-tubi karena rasa penasaran telah menggerogoti kepala ku,dan tentu nya aku bertanya dalam hati supaya orang yang telah membawa aku ke mobil nya ini tak menganggap ku aneh.
" Nama ku cynta Aku kekasih nya, aku mengikutinya karena aku ingin menjaga nya sampai dia mendapat kekasih yang tulus untuk nya,dan dia tak membunuh ku" jelas nya pada ku
"Lalu, kenapa kau bisa meninggal?" Tanya ku masih dalam hati badan ku masih lemah
"Aku dan jino bersama teman-teman kami, mengalami kecelakaan kapal laut di saat kami liburan, hanya Jino yang selamat, kami rencana nya akan menikah tahun depan, setalah kami dberdua lulus kuliah, tapi nasib tidak menyatukan kami" ucap nya tanpa sadar air mata nya mengalir bukan air tepat nya darah yang perlahan lahan membuat mata nya hitam,dan badan nya seketika basah kuyup.
"Maaf kan aku sudah mengingatkan mu Tetang kematian mu, kamu yang sabar ya" ucap ku pada nya masih dalam hati
__ADS_1
"Terimakasih,Hem apakah kau mau jadi pendamping nya?" Tanya cynta padaku yang membuat ku sedikit terperanjat
"Kau bercanda" ucap ku tanpa sadar mengeluarkan suara
"Siapa yang bercanda" tanya jino mengerenyitkan dahi nya
"Oh maaf pak,saya teringat teman saya yang membuat saya sedikit kaget jadi kebawa sampai kesini" ucap ku asal seraya tersenyum kecut.
Dan membuat cynta tertawa melihat ku
"Oh iya kamu ngga usah panggil pak, pangg il aja saya kak Ji.." ucap nya yang langsung ku potong
"Oke kak jino " ucap ku yang membuat nya memberhentikan mobilnya dan menoleh padaku .
"Hem aku tau nama mu di situ " ucap ku menunjuk dashboard mobil nya
"Untung saja di beri tahu cynta" batin ku
Setengah perjalanan aku teringat sepeda ku yang entah kemana terlempar tadi.,aku pun memberanikan diri untuk bertanya
"Pak? Eh kak jin" ucap ku ragu ragu
"Ya??" Apa luka mu sangat sakit
"Tidak ka Hum Hem sepeda ku " ucap ku merasa malu, kenapa tak malu sepeda butut yang ku tanyakan
"Tenang saja nanti akan saya suruh jemput oleh teman saya" ucap nya seraya tersenyum ramah yang membuat hati ku berdesir
"Oh baiklah"
"Cie dug dug nih" ucap cynta menggoda ku
"Dih,katanya kamu kekasih nya kenapa kamu tak cemburu" ucap ku dalam hati Seraya menatap nya
__ADS_1
"Aku sudah mengikhlaskan nya" ucap nya
"Ke semua orang?" Tanya ku masih dalam hati
"Oh tentu saja tidak hanya padamu"
"Ah cynta kau suka sekali menggoda orang"
"Tentu saja aku tak bercanda Nindy" ucap nya
"Dimana kau tau nam.." yang langsung di potong nya
"Tuh" ucap nya menunjuk jilbab sebelah kananku
"Hehe" sahut ku meringis tanpa sadar mengeluarkan suara lagi
Nampak kak Jino di kaca depan mengerenyitkan dahi nya kembali.
"Ah Nindy pasti kau dikira gila" gumam ku yang membuat cynta kembali tertawa
"Kau suka tertawa rupa nya " ucap ku menatap tajam pada cynta
"Hm apa aku boleh duduk di sebelah mu" tanya cynta
"Tentu saja " ucap ku dalam hati
"Kau sudah biasa ya melihat hantu? Sebab tak nampak raut takut di wajah mu " ucap cynta setelah duduk di samping ku
" Kalau bentukan cantik seperti ini tidak" ucap ku
"Kamu orang yang ke 1001 mengucap kan itu " ucap nya
Bersambung....
__ADS_1