
***
Nafas ku terasa sesak, tiba tiba di leher ku sudah ada tangan yang yang melingkar, nafas tercekat, tangan mengepal menahan sakit. "Allahuakbar!!" tangan kasar dan keras itu lepas dari leher ku, kapten Johan ambruk di belakang nya sudah berdiri kak Jino dengan memegang jarum suntik,nafas ku sudah kembali lega
dokter pun datang, mengangkat tubuh ku, leher ku sangat sakit rasanya, terasa panas.
kak Jino menghampiri ku
"maaf kan aku ri, ngga bisa jagain kamu" lirih nya
"iya kak, enggak koh, buktinya kk udah nyelamatin aku" jawab ku dengan suara serak, pedih, pedih yang kurasakan jika mengeluarkan suara.
"kak air" kata ku, tenggorokan ku kembali panas rasanya
"dengan cekatan kak Jino mengambil kak ku air, emang kami sekarang hanya be Jordua saja, sebab dokter Reyna sudah keluar setelah memeriksa ku.
setelah meneguk air satu gelas penuh, tak ada reaksi tenggorokan ku tetap saja panas.
"kak, tenggorokan ku Sakit" rintih ku dengan susah payah mengeluarkan suara.
kak Jino terlihat panik, lalu dia cepat berlari keluar,
POV author
jino merasa kalut, dia keluar ruangan, untuk meminta pertolongan, tapi pada siapa, wujud nya sendiri tak dapat dilihat oleh orang.
jino menangis dalam diam, bersandar ke pintu kamar rawat Nindy
bagaimana aku akan menolongnya' Isak nya
"tuan Jino" suster Yani yang diberitahukan oleh Alena tadi datang menjenguk Nindy, dan sekarang dia bertemu dengan jin
ya sekarang suster Yani menggunakan kalung permata biru Jino, karena keponakannya yang dikabarkan jika dikirimkan makhluk halus oleh orang yang belum diketahui siapa, jadi dia berinisiatif menggunakan kalung itu supaya dia dapat melihat makhluk halus itu.
"suster Yani untung lah kau datang" jin kembali bangkit setelah dia duduk dengan memangku lutut nya.
"memang kenapa tuan" suster Yani berbisik
"tolong aku, tolong kau bawakan ustadz sekarang kesini, sebab aku yakin sakit yang dialami Riri sekarang ini karena pengaruh ilmu hitam dalam tubuh kapten Johan" pinta Jino
"oh begitu, baik lah tuan saya akan cari, tapi sebelum itu saya ingin menjenguk Nindy dulu"
****
Karena Nindy meraung-raung kesakitan, keringat dingin bercucuran dari badan nya, dokter Reyna terpaksa memberi Nindy obat tidur dengan dosis tinggi, supaya dia cepat tertidur, tak sakit lagi.
seorang jin tengah memandangi wajah polos Nindy.
dulu kau bukan lah siapa-siapa, aku juga tak mengenal kau, dulu aku membantu mu karena kasihan, tapi mulai detik ini aku akan menjaga mu, ya walau nanti aku tak bisa jadi manusia lagi setidak nya aku akan terus bersama mu sampai kau menikah tentunya, tak mungkin dong kau punya laki dua, gaib dan nyata' batin Jino lalu tersenyum.
seseorang mengetuk pintu kamar rawat Nindy, yang membuat Jino harus waspada.
ternyata suster Yani bersama seorang ustadz.
__ADS_1
tanpa aba aba, Nindy pun terbangun dari tidurnya, membuka matanya, ditatap nya ustadz galih dengan tatapan marah.
kini makhluk yang merasukinya tubuh kapten Johan, masuk kedalam tubuh Nindy yang tak berdaya.
ustadz galih pun langsung berkomat Kamit, membaca ayat ayat suci Alquran, dan meminta air, Nindy nampak memggeram,
"keluar kau makhluk jahanam!!!" pekik ustadz galih
"ARGHHHH!!! TIDAKK!?!" pekik makhluk itu, Nindy jatuh pingsan
"sekarang tenang, dia sudah tak apa " menatap Jino
"ustadz dapat melihat saya?" terka Jino
"ya tentu, Daan, seperti nya kau belum seutuhnya mati, apa yang terjadi?"
"jadi begini....." jino pun mau menceritakan kepada ustadz galih, karena sejujurnya dia sudah kalut dengan kondisinya.
"memang kau tak mencoba masuk, atau merasuki tubuh mu itu?" tanya ustadz galih
"tidak"lirih Jino singkat
"ahh, coba kau coba"
"ustadz bisa tolong temani saya" pinta jin
"ya tentu"
mereka berdua pun melangkah menuju ruang rawat Jino.
"apakah nggak sesak ni Us? badan saya"
"hahah kau lucu juga, kan itu badan kau sendiri" jawab ustadz galih
"Eh tapi Tunggu kau panggil aku apa tadi?" menatap Jino dengan tatapan penuh selidik
umur ustadz galih tak jauh beda dari Jino, seorang ustadz muda dan tampan, serta sudah terkenal kepiawaiannya dalam bidang agama yang dijalani nya saat ini.
"hehe, Us" jawab jin nyengir
"enak saja Us-us saya kan bukan pelawak" sahut ustadz galih
"mari kita mulai
ustadz galih pun mulai melafal kan doa doa.
dan, tangan jin bergerak, yang membuat ustadz galih senang bukan main.
"saya akan panggil kan dokter"
*****
Nindy pun terbangun dari pingsan nya, dan langsung di suruh meminum air putih yang sudah dibacakan doa doa oleh ustadz galih tadi.
__ADS_1
Nindy pun meneguk hingga habis, dan langsung bertanya dimana jino berada,npada suster Yani, yang sudah sedari tadi menjaga nya.
yang ditanyakan pun datang, dengan wajah berseri Jino menghampiri Nindy yang terbaring di ranjang rumah sakit.
"kak" lirih Nindy
"iya ri" Jino tersenyum hangat
"kakak kok seneng banget?" tanya Nindy yang heran dengan tingkah kakak Jino nya itu, yang kadang super dingin kadang kadang suka enggak jelas, and kadang kadang romantis. ah sudah lah
"memang nya kenapa?"
*.*****
Hari Minggu, Di apartemen bintang kini Nindy tengah bersiap dengan outer rajut berwarna dusty, celana boy friend serta hijab nya.
Hari ini mereka akan bersiap ke rumah Jino, Nindy sudah mengetahui, bahwa Jino sudah Kembali lagi ke tubuh nya, berkat bantuan ustadz galih, hal yang sangat sangat Nindy senangi, sama hal nya dengan Jino.
Dan kapten Johan pun sekarang tengah ada tugas ke Malaysia, untuk beberapa bulan.
kamar mereka yang bersebelahan membuat Jino, meminta pendapat Nindy untuk memakai baju apa.
"Ri, menurut kamu bagus yang ini apa ini" Jino lansung nyelonong ke dalam apartemen yang kini sudah menjadi milik Nindy sebagai hadiah dari Jino. Nindy yang sedang menata jilbab nya di depan kaca, membuat nya menoleh ke arah datangnya suara.
di tangan kanan jino terdapat Hoodie berwarna coklat dan dikiri nya kaos kasual berwarna hitam.
"itu aja kak" tunjuk Nindy ke tangan kiri jin
"oh oke" Jino kembali lagi ke kamarnya
"oghee"
"parah juga si jin, datangin kamu cuma nanya pake baju yang mana" kata alena yang baru keluar dari kamar mandi.
"tau tuh" jawab Nindy singkat
****
mobil pun melanju dengan kecepatan sedang, Jino yang sekarang dapat melihat mahluk tak kasat mata tanpa media permata biru lagi, sesuatu lewat begitu cepat di depan, membuat Jino ngerem mendadak.
"Apa tu kak" tanya Nindy
"kamu tunggu sini ya" Jino langsung keluar, di toleh nya ke bawah mobil, dan sekitar namun nihil tak ada apapun di sana, namun tiba-tiba sesuatu menggelinding mengenai kaki Jino yang sedang berjongkok, jino pun menoleh dan menjangkau benda itu, di amati nya dengan seksama, dan membuat nya segera melempar benda tersebut, yang ternyata sebuah bola mata, Nindy yang bingung lansung keluar.
"kenapa kak?"
"it- itu" Jino terbata bata
"apa kak?" Nindy mengangkat satu alisnya, tiba tiba sesuatu melayang dari belakang Nindy, dan berhenti di depan keduanya.
"huaaaaaaa" mereka berteriak serentak dan langsung masuk kembali ke mobil dan tancap gas
Yang melayang itu rupanya kuntilanak ya g sedang mencari matanya yang hilang, ia sebenarnya hendak bertanya kepada kedua insan itu tapi malah lari.
__ADS_1
"iiiishhh orang cuman mau nanya" desisnya