Cinta Gadis Indigo

Cinta Gadis Indigo
Episode 7 Alis


__ADS_3

Happy Reading...


"maaf kan aku, aku tersulut emosi"


"mintak maaf padanya!" titah Nindy


'kenapa aku menurut sih' batin Alena kesal seraya berjalan mendekati jino


"hai?" ucap hantu Alena seraya mencolek bahu jino


"Sudah lah!" Jin berdiri dan melangkah keluar ruangan


"Nah loh, merajuk..... merajuk...." Ucap Nindy seperti anak kecil


"Dih, elo bukan bantuin juga!" Hantu Alena kesal


"Enggak mau! Nanti dia marah lagi!"


"Iiiissh"


"Oh iya suster Alen! Usia kau berapa?" Tanya Nindy


"Usia ku 24 tahun"


"Ooh, kau hamil ya?!" Tanya Nindy seperti seorang ibu yang sedang menanyai anak nya


"Ham Hem, dari mana kau tau"


"Dari mimpi ku,bukan nya kau yang memberi mimpi itu, setau ku sih gitu"


"Hm iya" ucap suster Alena meringis dan tak lama ia menangis


"Eh kau kenapa?"


"Enggak sedih aja! Kau mau liat anak ku" ucap suster Alena seraya mengambil segumpal darah dari perutnya yang kini menganga dan mengeluarkan darah


"Nih"


"Huaaaaaa! Ngga mau! Ambil aja ! Ikhlas" Nindy bergidik

__ADS_1


"Hahahhaha!"


"Eh aku mau mintak tolong boleh?"


"Tolong apa?"


"Tolong bilang pada keluarga ku,kalau aku meninggal bukan karena bunuh diri, dan


.."


"Dan?"


"Dan yang bilang itu ayah nya si Jino"


"Mm bukan nya itu, bukan ayah kak jino"


"Ya siapa pun itu, nama nya Tino"


"Dan tolong juga bilang ke keluarga ku ikhlaskan kepergian ku, sebagai balas Budi nya aku akan menjaga mu sampai kau menikah, gimana?"


"Hmmmmm, iya deh tapi aku tolongin kamu bukan karena pengen dijagain ya, tapi kasian aja liat kamu"


*******


POV Nindy


Aku melongok ke jam dinding di kamar rawat ku sekarang hari menunjukkan pukul 14:23, sejak tadi pagi kak jino tak datang datang,mungkin dia ingin menenangkan diri.


Aku terhanyut dengan pikiran ku sampai seorang suster membuka pintu kamar rawat ku, dia membawa seorang anak kecik berjenis kelamin perempuan usianya sekitar 6/7 tahunan dia tersenyum pada ku, aku pun membalas senyuman nya.


"Siang mbak, permisi bukak infus nya ya" ucap suster Yani di nametage nya ramah


"Iya sus"


"Sus... Liat tuan jino nggak??" Ucap ku pada suster Yani yang sedang membuka infusku.


"Hem tadi sih saya liat keluar dari rumah sakit,tapi enggak tau deh sekarang" jelasnya


"Oooh"

__ADS_1


'apa aku di tinggal ya!'Gumam ku


"Kenapa emang nya mbak" tanya suster yani


"Nggak kok sus!, Jadi saya udah boleh pulang ni sus?"


"Udah mbak, semua administrasi udah di tanggung tuan jino"


"Tuan jino itu anak nya pemilik rumah sakit ini ya sus"


"Iya mbak, tapi bukan pemilik yang sekarang tapi yang dulu" jelas nya


'berarti benar itu bukan ayah kak jino, dan katanya dia yang bunuh ayah kak jino " batin Nindy


"Mbak! Mbak?"


"Eh iya sus! Sus boleh mintak tolong nggak?"


"Boleh apa?"


"Tolong jangan panggil saya mbak,saya nggak orang jawa dan saya masih kelas 3 SMA loh" ucap ku seraya tersenyum memperlihatkan deretan gigi putih ku pada suster yang umurnya baru 25 tahun itu


"Oh maaf kalau gitu dek, habis nya saya enggak tau juga mau manggil apa"


"Nggak dek juga kali sus, panggil aku Nindy aja"


"Sus itu kok anak nya di bawa kerja,nanti terinfeksi virus atau bakteri.."


"Iya nin saya tau,tapi saya nggak lagi bawa anak"ucap nya


Aku pun menoleh ke arah anak itu dia pun mendekat pada ku


"Hai kak nama ku alis" katanya seraya menjangkau tangan ku


Hawa dingin lansung menusuk pori pori kulitku,dunia rasanya berputar dan aku rasanya seperti melompat dan jatuh tepat di depan anak yang katanya bernama alis itu


Bersambung...


mampir juga di novel aku

__ADS_1


-sahabat atau kekasih


__ADS_2