Cinta Gadis Indigo

Cinta Gadis Indigo
Episode 44 Kesurupan


__ADS_3

Tiga hari sebelum berangkat ke Villa


"Nis! emang kamu ngga bisa sentuh?" bisik Nindy di telinga Anisa, sekarang mereka tengah bersembunyi di balik meja yang sudah lapuk, dia sebuah rumah tua. mengintip dua orang lelaki yang hendak mencumbui adik Anisa.


"bisa sih, ndy, tapi aku takut" balas Anisa berbisik


"heh! anda itu sudah tak terlihat, sana cepet! ntar Clarisa keburu bolong lagi!" pinta Nindy


"dih, amit amit" Anisa pun melangkah kesana, ia mengambil sebuah balok, lalu memukul nya dengan keras ke punggung salah satu lelaki be*jat itu. lelaki itu tersungkur dan hendak berbalik lagi, namun cepat di pukul oleh Anisa, saking kencangnya Anisa mengayun sampai tangan nya menempel di kayu itu. Lelaki yang satu lagi terbengong, dan sedikit takut, melihat kayu yang melayang dengan sendirinya.


Nindy tertawa kecil, melihat ekspresi lelaki itu lalu meraih tubuh Clarisa yang sudah lunglai, tanpa terbalut sehelai kain pun, remaja yang masih kelas 1 smp itu, kondisi nya sangat memperhatikan, entah dengan apa dia bertahan hidup selama ini.


Namun salah satu di antara mereka menarik Nindy


"Heh! apa yang kau lakukan disini, apa kau mau?".


"mau apa om?" tanya Nindy


lalu "ini!" kata Nindy seraya menendang bola bola milik lelaki itu, dia jatuh tersungkur saking sakit nya


Nindy lansung berdiri mencoba menggendong tubuh Clarisa, namun dia tak cukup kuat, tak ada pilihan Nindy menyeret Clarisa, namun laki laki bejat itu kembali menghampiri Nindy, Nindy yang sedang lengah membuat nya tertangkap.


"mati atau layani aku!" bentak lelaki itu memperlihatkan pisau lipat nya.


"mending mati!" balas Nindy karena dia melihat Anisa hendak mengayun kan kayu ke lutut pria itu, tapi pria itu tak menyadari


"yakin kamu" pria itu hendak memegang gunung kembar Nindy namun sudah mendarat terlebih dahulu kayu di kaki nya


"aww apa itu!"


"apa kau penyihir!"


"ya! aku lebih dari penyihir!" jawab nindy


**


Dan sekarang Clarisa tengah mencuci piring di apartemen Nindy, ya, sekarang untuk sementara waktu, ia tinggal bersamanya nindy, daaan ternyata Clarisa juga dapat melihat makhluk astral, yang membuat nya bisa berkomunikasi dengan kakaknya.


Anisa belum kembali sampai Clarisa mempunyai tempat tinggal yang menetap, sebenarnya Nindy sudah menyuruh saja Clarisa untuk Tinggal bersama dengannya namun, mereka menolak, dengan alasan tak enak.


Kembali lagi pada Nindy di apartemen Kitty.


Sekarang mereka tengah berbaris di halaman villa, pak Beno akan menyampaikan beberapa arahan, Nindy dan Keyla nampak menyimak, namun dari kejauhan mbak wewe tampak marah pada Nindy, namun dia tak berani ke tempat Nindy, entah apa alasannya.


"Anak anak, saya hanya ingin menyampaikan larangan di tempat ini dan setelah tau kalian boleh melakukan apa yang kalian suka, tapi tidak untuk melanggar larangan tersebut" jelas pak Beno


"Baik pak.." jawab murid serentak


"Larangan nya hanya satu, kalian jangan masuk hutan itu" tunjuk pak Beno kearah selatan


"Memang kenapa pak?" Tanya bimo


"Disana sangat berbahaya"


"Memang ada apa di sana pak?" Tanya Kairul


"Sudah, tugas kalian cuma menjaga aturan ini" pinta pak Beno


"Baik pak" semua pun mengangguk setuju


**


"Ndy, kita ngapain?" Tanya keyla bingung

__ADS_1


"Hmmm, Nindy mengetuk ngetukan jari telunjuk di dagunya.


"Ah! Tadi aku mendengar jika di sebelah sana ada air terjun"tunjuk keyla ke arah hutan yang dilarang di masuki oleh pak Beno tadi


"Kan kita ngga boleh kesana key, gimana sih"


"Ya terus ngapain dong kita?, Lagian kan bahaya nya juga nggak di bilangan sama pak Beno, ayolah aku pen tengok air terjun, kita foto foto sekalian disana, lagian bukan kita aja kok yang kesana, tengok tu" tunjuk Keyla ke salah satu siswi yang berjalan lurus ke arah hutan itu


"Eh tunggu tunggu, seperti nya ada yang tak beres dengan dia" selidik Nindy


"Tak beres bagaimana?, Ah bukan kah itu Karina?" Tanya Keyla


"Mana aku tau, yuk samperin" Nindy pun berlari mendahului Keyla


"Ih gimana sih Nindy! Tadi aja ngga mau kesana, lah sekarang aku di tinggalin" gerutu Keyla sambil berlari mengejar Nindy


"Hey!" Nindy menepuk pelan pundak siswi itu


"Nah be-benar kan, Karina?, Kamu kenapa?" Tanya Keyla dengan nada ngos-ngosan


"Loh! Kok aku disini " tanya nya bingung


"Loh?" Nindy pun nampak bingung


Karina nampak memegang dahinya, dan berkata "ya! Aku ingat, tadi aku liat Nana manggil aku, dia berdiri di sana" tunjuk Karina kemudian


"Nana? Siapa nana?"


"Dia teman satu kamar ku" jawab Karina


"Rin!" Panggil seseorang


"Eh, Na kok kamu?, Kamu dari mana?" Tanya karina


"Tap-tapi aku tadi liat kamu di sana!" Tunjuk Karina ke arah hutan itu, detik kemudian Karina berteriak teriak tak jelas.


"Loh Karina kenapa?" Tanya Nindy panik


"Gatau" jawab Keyla


"Rin!! Rin!!" Kamu kenapa, Nana nampak menggoyangkan badan Karina


"Minggir kalian!!" Karina memekik keras dan membuat 3 gadis remaja itu menutup telinga, teman teman yang lain pun mulai mendekat, penasaran dengan apa yang terjadi.


Pak Beno datang dengan sedikit berlari


"Ada apa ini!"


"Karina seperti nya kesurupan pak" kata Nana menunjuk teman satu kamar sekaligus sahabat nya itu.


"Kok bisa?!, Cepat panggil pak Tamrin " titah pak Beno


"Baik pak" salah satu murid pun bergegas, menemui pak Tamrin yang memang guru agama di sekolah SMA


"Heh!! Beno!! Kau tak usah sok baik!" Kata Karina dengan suara berat


"Apa maksud kamu Karina?"


"Hahahaha! Mungkin sekarang saat nya" kata Karina menyeringai, semua yang menyaksikan merinding di buat nya, termasuk nindy dan Keyla


Pak Tamrin pun datang, dengan membawa tasbih yang tak pernah lepas dari tangannya.


"Tidak! Tunggu!!" Pekik Karina

__ADS_1


"Kalian harus mengetahui ini!" Pekik Karina


"Lelaki yang kalian panggil bapak guru ini adalah seorang lelaki bejat!, Arhhggggg!" Karina memekik, mengerang, dan tertawaan, murid yang menyaksikan mundur beberapa langkah kebelakang, tapi tidak dengan Nindy, dia tak bergerak sedikit pun, dia diam mengamati.


Sambil bergumam, "Maksud makhluk itu apa"


"Tolong!!! Arhhggggg tidak!!" Karina memekik dan Pingsan


Sebelum pingsan dia berucap " malam ini akan ada korban"


Karina pun di gontong kedalam, murid masih mengikuti kemana Karina dibawa, tak lama datang seorang siswa dengan nafas yang tak teratur, " ba- bapak! And-adinda hilang!" Kata nya terengah-engah


"Apa!" Kata pak Beno kaget, tapi ada gurat lain di wajah nya


"Ndy" panggil Keyla berbisik


"Ya" jawab Nindy Ikut berbisik


" Kamu Sadar nggak, dari tadi gelagat pak Beno itu, aneh!" Bisik Keyla


"Loh, kamu ngerasa juga, aku pikir cuman perasaan ku aja"


Pak Beno melirik ke arah Keyla, Keyla lansung menunduk.


Lalu terdengar ditelinga Nindy, para siswi saling bergosip tentang ucapan Karina sebelum pingsan tadi, semuanya nampak takut.


Bimo menghampiri Nindy dan Keyla


"Hai key! Nin!" Mereka tak menjawab


"Heiii!"


"Eh Bim" jawab keduanya serentak


"Kalian kenapa kok bengong gitu!"


"Eng-enggak Bim, elo dapat villa mana?" Tanya Nindy kemudian, karena memang villa di sini terbagi di tempat yang terpisah, maksud nya, disini ada empat villa yang berdiri terpisah, namun masih satu pemilik, dan keempat villa itu di isi oleh siswa siswi kelas 12 SMA ....


Villa nya tampak mewah, hanya saja letak dekat dengan hutan, namun keindahan laut dapat dilihat dari villa itu. Pemandangan nya sangat indah apalagi saat malam hari, saat lampu lampu kapal memyala


"Disana, aku satu villa sama anak cewek yang dibilang hilang tadi, padahal dia mau gue jadiin pacar gue, dia cantik and seksi lagi !" tutur Bimo sambil ketawa


"Bisa aja elo pakboy" Keyla menoyor kepala Bimo


"Dihh, elo udah berani sama gua!" Bentak Bimo


"Emang elo siapa, gue mesti takut!" Keyla bertolak pinggang


"Ihh elo lama lama ngeselin juga ya" bimo menarik ikat rambut Keyla dan membuangnya ke sembarang tempat


"Bimo! Itu kan ikat rambut baru gue!!" Pekik Keyla


"Apakah wajah gue nampak peduli!" Kata Bimo lalu tersenyum penuh kemenangan


"Keyla mendorong Bimo hingga terjatuh hingga tangan nya memegang sesuatu


"Guru pembimbing di sana siapa Bim?" Nindy angkat bicara


"Pak Beno" jawab bimo seraya membersihkan bokong nya yang terkena tanah


"Ooo"


"Iya, eh ini apa?" Tanya Bimo memperlihatkan sesuatu pada Keyla dan Nindy, keadaan disana yang minim cahaya, membuat Keyla mengambil handphone nya dan menghidupkan flesh dan mengarah kan pada benda yang di tunjukkan Bimo

__ADS_1


"Aaaaaaaaaaa!" Teriak mereka serentak


__ADS_2