Cinta Gadis Indigo

Cinta Gadis Indigo
Episode 23 (Menyampaikan pesan suster Alen 1)


__ADS_3

Happy Reading 😊


Pagi sudah menjelang, hari ini rencananya aku akan bersekolah, aku tak mau ketingglan banyak pelajaran, sudah hampir 1 setengah bulan aku tak bersekolah, apa lagi aku akan ujian Nasional 2 Minggu lagi, selama tiga hari di apartemen aku belajar, serta mencatat materi yang ketinggalan, kak Jino, suster Alena dan ka Cynta tak sungkan membantu ku, materi itu di Fotokan oleh Keyla teman sebangku. Dan dikirim nya melalui handphone kak Jino yang sekarang dengan ku.


Aku memang hafal nomor Keyla, sejak kami bertemu dia terus saja menanyai no telepon ku, tapi aku tak punya, ku mintak saja nomor nya, dan berjanji jika suatu saat aku punya telepon aku akan menghubungi nya. Dan dapat berhubungan dengannya dengan benda itu, dirumah kami masing-masing.


Keyla memang anak orang kaya, walau begitu dia tak mempunyai banyak teman sama persis dengan ku, mereka mendekati ku di saat ujian dan latihan saja, selebihnya mereka akan kembali ke sikap asli mereka, kalau dengan Keyla mereka memanfaatkan uang nya.


Jadi itulah yang membuat kami cocok berteman, yaitu perasan senasib. Hahha


Dan pulang sekolah nanti, aku akan mampir ke rumah suster Alena yang kebetulan katanya dekat dengan sekolah ku.


Dan habis itu kerumah sakit, menengok keadaan tubuh kak jino.


Ya, tubuh kak jino masih bernafas, hanya saja roh nya yang keluar dari tubuh nya, aku sudah mencari banyak cara membuat kak Jino masuk ke tubuhnya, tapi tetap tak bisa, jalan satu satunya, menemukan Kapten Johan teman kak Jino, yang membuat nya masuk ke dunia lain tempo hari, untuk menyusul ku.


Tapi sampai sekarang aku masih belum bertemu dengan kapten Johan, ku hela nafas panjang dan perlahan membuangnya.


ku hentikan angkot berwarna putih, untuk menuju sekolah ku, tiba di gerbang sekolah ada yang memanggil ku.


"Hei, udah sekolah lu brukundi" serunya menarik perhatian ku, siapa lagi kalau bukan si Bimo Setiawan, aku sudah hafal suaranya, siswa paling usil di kelas ku, pertama terhadap ku.


Tak ku hiraukan sapaan dia, aku terus saja melangkah.


dia pun berlari dan menyamakan langkah dengan ku.


"elo kemana ajo ndy?" tanya nya


"kenapa? elo rindu gue ya?"


"dih gue cuma nanya aja kali, siapa juga yang rindu sama cewek cupu kek lu, tapi... gue perhatiin elo udah berubah"

__ADS_1


"berubah jadi apa ha!"


"makin galak aja elo"


Ya walau aku di anggap cupu, aku tak akan bersikap cupu, yang pada saat di hina orang akan diam, aku akan terus lawan selagi itu benar dan menghindari diri ku dari bahaya.


"mau aku tarik telinga nya ri?" tanya kak Jino dia sedari tadi memang bersama ku, mumpung dia tak terlihat dia ingin ikut aku bersekolah hari ini bersama Alena dan Cynta, sekarang aku ada 3 bodyguard ahhaha.


"tarik aja kak" gumam ku


"tarik apa?, tarik sis??" sahut Bimo asal


"semongko" timpal kak Jino dan melangkah mendekati bimo, dan menarik telinganya.


"aa w Awww, sakit apaan tuh barusan" ucap nya mememegangi telinga nya seraya celingukan.


POV author


"Indyyyyy" pekik Keyla setelah Nindy muncul dari balik pintu


"hei keyy" sahut Nindy


Mereka pun asik melepas kangen, setelah beberapa lama tak bertemu, lalu Jesica guru matematika pun masuk.


"Nindy udah masuk, gimana keadaan kamu sekarang nak?" Tanya buk Ica ramah, Ica adalah panggilan Bu Jesica.


Nindy merupakan salah satu anak berprestasi di sekolah nya SMA TELADAN.


Jadi tak heran jika guru perhatian dan baik padanya, selain pintar Nindy juga anak yang menjunjung norma kesopanan.


"Alhamdulillah udah baikan buk" jawab Nindy balik ramah

__ADS_1


POV author end


*****


Hari ini, pelajaran dapat ku ikuti dengan baik, meski terkadang aku sangat sibuk mencatat materi yang tertinggal, Keyla selalu stay bersama ku dari awal masuk sampai pulang.


Sekarang kami tengah duduk di halte depan sekolah, Aku, menunggu angkot lewat dan Keyla menunggu jemputan oleh sopir nya.


"Nin, itu rumah ku" tunjuk suster Alena tak jauh dari hadapan kami.


"Key, aku mau kesana dulu, biasa" kata ku pada Keyla, dia sudah paham dengan kata ku itu, kami sudah cukup lama dekat, dari kelas X sampai sekarang, yang memang kelas kami tak ditukar murid nya.


"Aku boleh ikut?" Tanya nya


"Tentu, kalau kau mau hehehe" sahut ku nyengir


"Yaudah hayyuk"


Kami pun berjalan kesana beriringan, masih bersama kak Jino, suster Alen dan kak Cynta, walau dulu kak Cynta dan kak Jino berpacaran dan saling sayang, tapi mereka tak bersikap seperti itu, mereka hanya layak nya seperti seorang teman saja.


Aku jadi bingung.


Oh iya aku sudah mengingat semuanya, dan yang paling menyakit kan di ingatan ku itu adalah ibuk menjual ku, dan sekarang ibuk tak tau dimana.


Setelah tiba di depan pintu Rumah yang katanya rumah suster Alen itu, rumah nya minimalis, dengan cat berwarna putih yang sudah sedikit kusam.


"Nin, didalam ada nenek dan ibu ku, kalau ayah ku masih belum pulang bekerja" ucap suster Alen pada ku


Bersambung 🤗


Jangan Lupa like yah Reader love.

__ADS_1


__ADS_2