Cinta Gadis Indigo

Cinta Gadis Indigo
Episode 30 Bertemu lagi


__ADS_3

"Jino sayang bibi" Jino pun berlari memeluk tubuh seorang wanita yang telah membesarkannya.


"bibi juga den" bi Sutri membalas pelukannya


"bibi pamit dulu ya den"


"iya bi, semoga bibi tenang ya"


"bibi sudah sangat tenang den, mama Aden sekarang masih hidup, berusaha lah untuk mencarinya, Aden harus tetap semangat ya, " nasehat bi Sutri


"pasti bi" jawab jino


Nindy nampak ikut sedih, dan tak sengaja bulir bening ikut berjatuhan dari sudut matanya.


bi lastmi pun berjalan menuju cahayanya, menengok sebentar ke belakang, tersenyum, dan menghilang.


Jino, hanya diam, meratapi nasib nya, tak ada lagi yang berharga, hanya Nindy, tekad nya untuk menjaga Nindy saat ini sedikit hilang, kalau lah bukan dia sudah berjanji untuk menjaga Nindy dia pasti akan pergi bersama bi Sutri nya.


"kak" Nindy menghampiri Jino


"hm"


"kakak yang sabar ya" Nindy memegang lembut pundak Jino


"hm"


'hm hum hm, apaan sih' batin Nindy kesal


"balik yuk" ajak jin, tanpa terlebih dahulu mendengar jawaban Nindy dia lantas berjalan duluan menuju beno, warga yang menolong nya tadi, berterimakasih dan melangkah ke mobil


"kaaaaak...iish kok aku di Tinggal sih" gumam Nindy kesal


Nindy pun sama sedikit berlari kenpaada beno dan berterimakasih, cepat cepat naik keatas mobil supaya tak ditinggal Jino.


Didalam mobil mereka hanya diam, asik dengan pemikiran masing-masing, jin pun fokus menyetir, sedangkan Nindy memilih untuk meletakkan dagunya ke jendela mobil dan memandang kearah luar, sampai ketika bunyi perut keroncongan Nindy bersuara yang memecah lamunan mereka.


'kriyukkkk!"


Jin masih diam, dia tetap saja melajukan mobil nya, sampai lah mereka di sebuah restoran mewah.


Mulai mengambil tempat duduk disana, dan seorang waiters pun datang memberi menu, sejak tadi waiters itu terus saja memandang Jino dengan tatapan menggoda, sedangkan yang ditatap, tak menghiraukan, Nindy lansung mengambilnya menu yang ada di tangan waiters itu yang belum diberikan nya, sejak tadi, waiters itu sedikit tersentak, dan kesal.


"hati hati dong mbak" ucapnya


"siapa suruh ngelamun" sahut Nindy, tak peduli, yang membuat Jino tertawa kecil namun membuang muka ke arah lain.


"yeee, santai aja kali" dia nyolot

__ADS_1


"kalau enggak niat kerja, ya jangan kerja" kata Nindy ketus


"sembarangan ya kalau ngomong!" dia hendak menampar Nindy dengan cepat tangan nya di raih jin


"gosah makan disini!" jin menarik tangan Nindy dan melangkah menuju restoran lain.


"kamu kok nafsu banget berantem nya" tanya jin di tengah perjalanan


yang di tanya masih diam tak menanggapi, hayolo jin karma, ahhah.


Sampailah mereka di sebuah restoran yang nampak begitu Ramai, mereka pun sama sama turun. Namun Nindy berbalik badan dan menarik tangan Jino, untuk tidak masuk.


"kenapa?" tanya nya


"liat tu kak" Nindy menujuk dengan lirikan mata nya, Jino pun mengikuti lirikan nya, Disana, terlihat tuyul mata merah tengah menjilati piring dan ada juga yang mencelupkan kaki nya kekuah adonan.


"iiyyyuuuhhh" Jino nampak bergidik dia dengan cepat membawa nindy pergi dari situ.


"susah banget sih buat makan" gerutu Nindy, terus berjalan.


"tuh ada resto lagi, situ aja yuk" kata jin


"iya kak"


mereka pun mulai melangkah ke dalam restoran, dengan tatapan penuh selidik melihat sekitar, terutama arah dapur.


"aman" ucap mereka bersamaan, lalu tersenyum


dan kamu, menujuk jin, namun lansung di pegang Jino, "apa tunjuk tunjuk" kata Jino ketus


"loh kamu kok" dia nampak bingung menoleh ke kaki jin


"apa! nih kaki gue udah Napak!" kata Jino yang memang sudah sedari tadi mengingat pria itu yang ditemuinya di toilet tempo hari.


"ooh kakak yang di toilet itu ya" timpal Nindy baru ngeh


"iyaaa" jawab nya


"udah tempat lain aja lah Ri" jin menarik tangan Nindy


"aku udah laper banget loh kak" kata Nindy dengan pupy eyes nya.


"bilang aja mau modus" gumam jino pelan namun masih sedikit terdengar Nindy


"yaudah yuk lah tempat, lain" Nindy merajuk.


"eh iya iya, duduk" jin menarik tangan nindy

__ADS_1


untuk duduk


"Oh iya nama mu siapa, aku lupa" Riski duduk bersama mereka, menjulurkan tangann, namun langsung disambut Jino


"jin" katanya singkat


"bukan kau" kata Riski kesal


"trus elo mau apa!" Riski hendak membalas namun telepon Nya berbunyi dan langsung berdiri, "pamit dulu ya" "Cika.."


"silahkan" jawab jin ketus dan di jawab dengan tatapan tajam Riski


dan yang di panggil tadi pun datang. "layani dia ya, saya mau ke kantor dulu" kata Riski


"baik bos" jawab nya.


tring tring Ting..


Telepon Nindy berbunyi, jin nampak mengangkat kepalanya, yang tadi sedang bermain game di ponselnya.


"iya halo key"


"....."


"kak, cafe apa ni namanya" tanya nindy pada jino yang di balas dengan tunjukkan tangan ke papa yang tak jauh dari Mereka duduk.


"Cafe Merkurius"


"...."


"iya Waalaikumsallam"


" kamu janjian sama siapa" tanya jin, yang dibalas tunjukkan ke poster wanita, jin mengangkat satu alisnya, lalu tersenyum, menarik hidung mancung nindy.


pesanan mereka pun datang, mereka pun melahap nya hingga tak bersisa.


kali ini ponsel jin yang berbunyi, meraih nya dan mulai meletakkan di samping telinga.


"......."


"Oke saya akan kesana"


Bersamaan dengan telpon Jino yang diturunkan dari telinga nya, Keyla pun datang.


"Hey key, disini" panggil Nindy setelah melihat Keyla datang, Keyla pun menghampiri mereka.


"loh kakak, tambah ganteng aja," kata Keyla menoleh pada jin tak lama dia berteriak "Astaga!!" pekik nya yang membuat orang disekitar mereka menoleh ke Keyla yang langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"kamu kenapa?" tanya Nindy


Bersambung....


__ADS_2