Cinta Gadis Indigo

Cinta Gadis Indigo
Episode 8 alis part 2


__ADS_3

Hawa dingin lansung menusuk pori pori kulitku,dunia rasanya berputar dan aku rasanya seperti melompat dan jatuh tepat di depan anak yang katanya bernama alis itu


Dia tampak bermain sendiri Seraya memegang boneka Teletubbies warna hijau,tak jauh dari ia duduk terdapat anak-anak sebayanya yang berjumlah 3 orang tengah bermain.


Aku menoleh pada Alis yang sekarang berdua dengan anak sebayanya aku pun mengamatinya, 'sepertinya dia bukan manusia' batin ku. Mereka berdua bermain penuh canda tawa tapi tiba-tiba anak anak sebaya alis tadi menghampiri alis bersama teman nya di mengambil boneka Teletubbies alis dengan paksa .


"Ishh boneka nya aneh sama seperti yang punya" ucap seorang anak perempuan bertubuh ramping dengan rambut pirang keriting


"Kembalikan boneka ku" pekik alis


"Oh tidak semudah itu digoso" ucap anak itu bangga


"Digoso apaan ka?" Tanya teman nya


"Itu loh film yang sering di tonton mama ku,udahlah kau juga tak akan tau"


"Hei anak aneh! Kau belikan kami dulu ice cream baru aku balikin boneka aneh mu ini"


"Tidak aku tak mau,lagi pula aku tak punya duit"


"Dasar kismin, udah buang aja boneka nya" titah seorang anak dengan tubuh gembul


"Jangaaan!" Seru alis serentak dengan ku,tapi sepertinya mereka tak mendengar ku


Teman alis tadi langsung menarik rambut keriting anak itu sampai dia merintis kesakitan dan berteriak dengan kencang


"Hei alis, kau apakan Fika!"


'tuh kan bukan manusia' batin ku Seraya mengamati anak anak itu.


"Tak ada"


"Hush jeni sudah" ucap alis berbisik

__ADS_1


"Tuh kan kau mencurigakan" ucap si gembul


Sedangkan anak berambut keriting itu tak henti hentinya menangis


"Sini boneka nya" anak gembul itu langsung melempar boneka alis Sampai ke jalan, alis pun reflek dan berlari mengejar bonekanya, ia tak sadar ada kendaraan yang melaju kencang dan menabrak nya


"Aliss ..."pekik ku bersama teman alis


Aku pun kembali pusing dan dunia rasanya berputar sampai aku tiba di sebuah rumah minimalis dengan cat tembok warna hijau


Aku pun penasaran dan melongok ke dalam rumah, di sana sudah nampak alis yang sedang terbaring dan di kelilingi banyak orang dan salah satu nya suster Yani ya suster yani, dia tengah menangis di samping alis


"Apakah alis meninggal" batin ku aku pun menghampiri mereka aku bertanya pada suster Yani tapi dia tak menggubris perkataan ku seperti nya dia tak mendengar dan melihat ku, aku pun menoleh pada alis yang kepala nya retak ...


"Aliss...maafin mama..udah mengabaikan kamu selama ini .." rintihan suster Yani yang begitu menyayat hati


Lalu seseorang menarik kaus yang ku kenakan, refleks aku menoleh kebelakang sudah bediri sosok alis yang tersenyum pada ku .


"Kak aku mohon bilang ke mama, ikhlas kan aku"


"Kerena itu kamu ngikutin mama mu?"


"Bukan kak, aku hanya ingin dekat mama,karena selama ini aku tak begitu dekat dengan nya,aku meminta kakak untuk bilang mama supaya ikhlasin aku karena mama aku dengar akan membangkitkan lagi jenazah ku"


"Apah?" Kepala ku kembali pusing


Tiba tiba seseorang memanggil manggil nama ku, suara itu tak asing bagi ku.


"Riri Ri..."


"Kak kak jino, nafas ku terasa sesak keringat ku bercucuran panas sekali rasanya ruangan ini


"Iya kau kenapa " ucap nya menatap lekat pada ku

__ADS_1


"Suster Yani, aku menatap suster Yani yang tertunduk di samping kanan ku dan kak jin di kanan ku


"Sus ikhlaskan lah alis, supaya dia tenang dan jangan membangkitkan nya lagi,karena dia akan selalu ada di hati suster,dan katanya dia akan menemani suster selama dia bisa" jelas ku setelah sedikit tenang


"Aliss?, maaf kan mama nak" suster Yani mengisi histeris dan tak lama muncul alis seraya tersenyum menatap ku dan memeluk mamanya dari belakang


"Sekarang alis lagi meluk suster tuh"


" Mana "


"Itu.." ucap Nindy tak sengaja memegang bokong suster Yani


"Alissss"


"Loh suster bisa liat?" Tanya ku tak mengerti


Yang langsung di jawab alis


"Kakak bisa mempertemukan makhluk dua dunia, dengan cara, yang hidup Kaka pegang bokong nya dan yang sudah jadi arwah megang kakak"


"Apah?" Aku tak percaya


"Iya kak".


"harus bokong gitu"


"Aku kok capek ya" ucap Nindy dan langsung berbaring


"Nah itu efek nya kak"


"Aku lapar..." Nindy merengek


"Satu lagi" ucap alis

__ADS_1


"Yaudah yuk makan, sekalian ngantar kamu pulang, eh tunggu deh tadi kamu ngomong sama siapa ri?" Kak jino angkat bicara


Bersambung....


__ADS_2