cinta ku berlabuh di vietnam

cinta ku berlabuh di vietnam
Ungkapan hati


__ADS_3

Vieeta, Reza dan juga Dat Thien kini telah sampai di Villa yang mereka sewa. Reza berjalan ke kamar nya sedangkan Vieeta di belakang bersama Dat Thien menuju kamar di mana Vieeta akan tidur.


Dat Thien membawa koper Vieeta untuk di bawa menuju kamar gadis itu. karena kamar perempuan berada di atas sementara kamar laki-laki di bawah untuk menjaga agar tak ada hal-hal yang tak di inginkan.


di kamar sudah ada Mai Thao ia menyusun pakaian nya yang masih berada di koper ia masukan ke dalam lemari yang ada di kamar itu.


"ini kopermu, aku kembali ke kamar ku ya" pamit Dat Thien setelah membawa masuk koper ke dalam kamar Vieeta dan Mai Thao


"iya, makasih ya" Vieeta tersenyum tulus


kemudian Dat Thien pun keluar dari kamar Vieeta dan menutup pintu nya kembali.


"apakah kamu bahagia Viee" tanya Mai Thao yang kini sudah duduk di tepian ranjang karna ia sudah selesai menyusun pakaiannya


"bahagia dalam hal apa Chi" tanya Vieeta tak mengerti


"yah...apakah kamu bahagia bersama Dat Thien " tanya Mai Thao serius


"aku bahagia Chi, karna dia adalah sosok laki-laki yang baik, lucu, dan juga dia mengingatkan ku pada sosok ayah ku" Vieeta berhenti melakukan aktifitasnya menyusun pakaian di dalam lemari. ia menerawang sejenak bagai mana perlakuan Dat Thien beberapa hari ini itu mengingatkan ia pada sosok ayah nya


"apakah kamu tidak akan kecewa saat kamu mengetahui sesuatu yang belum pernah kamu ketahui" tanya Mai Thao karna ia ingin Dat Thien mendapatkan seseorang yang benar-benar menerima Dat apa adanya tanpa menuntut sempurna


"aku akan terima semua kekurangan nya, dan aku tidak akan kecewa Chi. meskipun aku gak tau di depan nanti akan gimana" jawab Vieeta penuh keyakinan


"aku harap begitu, karna Dat Thien adalah orang yang baik" Mai Thao tersenyum dan Vieeta pun juga tersenyum kala mereka berhadapan dan kemudian Vieeta pun melanjutkan kembali aktifitasnya menyusun pakaian


"setelah ini kita kepantai yuk, kita lihat sunset pasti indah banget" setelah membereskan pakaian nya Vieeta mengajak Mai Thao untuk ke pantai


"boleh, apakah para lelaki juga ikut" tanya Mai Thao


"sudah pasti ikut, karna kita akan menghabiskan waktu di pantai sambil kulineran hihihi" cengir Vieeta karna ia juga ingin mencicipi makanan khas Bali


" ya sudah ayo kita berangkat" ajak Mai Thailand antusias


"ini masih panas Chi, baru jam 4 aku mau beribadah dulu" tutur Vieeta


"oh baik lah, silahkan kamu beribadah dulu. aku tunggu di sini" Mai Thao menuju balkon dan kemudian ia duduk di sofa yang berada di balkon


sementara Vieeta menuju kamar mandi untuk berwudhu dan kemudian ia menjalankan kewajibannya sebagai seorang wanita muslimah.


...----------------...


di kamar Dat Thien kini Reza duduk di sofa teras belakang kamar, dan Dat Thien juga tengah duduk mereka berbincang berdua. sementara Anh Tuan bagaikan putra tidur yang selalu tidur di mana pun itu selama ia nyaman


sementara Quan Khoi berada di kamar yang di tiduri bersama Reza, ia kini tengah melakukan Live jadi tak ke kamar Dat Thien.


" Dat apakah kamu benar-benar mencintai Vieeta" tanya Reza serius


"ya, aku sangat mencintai dia. dia adalah belahan jiwa ku, aku tak pernah menemukan wanita yang lebih baik dari Vieeta. dia sempurna di mata ku dia wanita apa adanya" Dat Thien berkata dengan jujur

__ADS_1


"aku harap kamu tidak menyakiti Vieeta, karna dia sudah ku anggap seperti adik ku sendiri. tolong jaga dia karna kini dia hanya mempunyai kamu sebagai sandaran hatinya, ia tak memiliki sosok yang bisa melindungi dirinya" Reza menepuk bahu Dat Thien karena ia sangat menyayangi Vieeta jadi ia ingin yang terbaik untuk adiknya itu


"pasti, pasti aku akan jaga dia, dan aku akan mengatakan yang sejujurnya pada Vieeta. siapa aku sebenarnya, bagai mana masa lalu ku dan kehidupan ku" Dat Thien menatap wajah Reza sebentar lalu ia menatap lurus kembali melihat tanaman hijau yang mengelilingi kolam renang di hadapan nya itu


"hanya saja apakah dia akan menerima ke adaan ku dan masa lalu ku" tanya nya


"aku yakin, jika kamu berkata jujur maka Vieeta mau mengerti dan akan menerima mu apa adanya. karna manusia pasti memiliki masa lalu meski kelam kamu harus mengatakan dengan jujur. karna aku tau Vieeta akan sangat marah jika kamu berbohong" nasehat Reza


"Hemm. aku akan coba untuk berkata jujur pada nya nanti" Dat Thien mengangguk dan mengikuti saran Reza


Ting, ponsel Reza berbunyi tanda pesan masuk


💬Vieeta: mas kita ke pantai yuk, ajak semuanya


"kenapa" tanya Dat Thien yang melihat ke arah Reza


"Vieeta ngajak ke pantai dan dia minta kita semua ikut" jawab Reza


"ya sudah ayo kita berangkat" Dat Thien langsung bangun dan berjalan ke kamar nya untuk mengganti baju


"elah, ini bocah main tinggal aja" Reza pun bangkit tanpa membalas pesan dari Vieeta


"itu pangeran tidur nya bangunin, gak capek apa tidur terus" titah Reza yang heran sendiri pada Anh Tuan yang tidur terus


"ok" Dat Thien membangunkan Anh Tuan sementara Reza sudah keluar dari kamar Dat Thien dan menuju kamar nya untuk mengganti baju nya karna kini ia hanya memakai kolor dan kaos tanpa lengan


...----------------...


"ayo...kita lestgo" Quan Khoi bersemangat


"let's go" Vieeta berseru bersama Dat Thien mereka berdua berjalan lebih dulu meninggalkan keempatnya di belakang


"Cih...tadi ngajak bareng-bareng la sekarang malah di tinggal mereka jalan duluan" Reza ngedumel melihat tingkah dua sejoli itu


"biasa lah nama nya juga lagi bucin, serasa dunia milik berdua" jawab Quan Khoi sembari merangkul bahu Reza dan mereka berempat pun tertawa


jarak dari Villa ke pantai tak terlalu jauh, dan bisa di lakukan dengan berjalan kaki saja. dan kini mereka berjalan menuju pantai terlihat banyak turis asing yang tengah bersantai di pantai. ada yang berenang, mandi pasir,karna matahari sudah sedikit condong jadi tidak terlalu panas.


Vieeta melihat banyak perempuan memakai bikini membuat ia melihat ke arah Dat Thien lalu menutup mata kekasihnya itu agar tak melihat wanita yang berpakaian minim, meski ia yakin di negara nya pasti sudah tidak asing namun nama nya perempuan pasti tetap cemburu meski itu hal yang lumrah


sedangkan Dat Thien memang tak melihat wanita berpakaian bikini itu, ia malah fokus dengan wanita nya. namun melihat perlakuan Vieeta membuat Dat Thien tersenyum


"jangan jelalatan awas aja" Vieeta mengangkat kedua jari nya jari tengah dan telunjuk membentuk huruf V lalu ia menunjuk matanya dan mata Dat Thien sebagai ancaman dan tatapan Vieeta yang tajam membuat Dat Thien tersenyum


"aku tidak akan melihat mereka, karna sudah ada kekasih ku di depan mata ku jadi untuk apa melihat yang lain" jawaban Dat Thein membuat Vieeta meleleh bagaikan es krim yang terkena hawa panas


"gombal banget...aku kan gak bikini- bikini kaya mereka, bisa aja kamu ngelirik mereka" Vieeta berusaha menguasai dirinya agar tak terlihat pipinya yang merona itu


"aku tak peduli, bagi ku kau sempurna melebihi mereka" Dat Thien merangkul kekasihnya itu

__ADS_1


"Viee, ada yang ingin ku katakan pada mu" tutur Dat Then saat mereka kini berada di bibir pantai dan membiarkan kaki mereka terkena imbalan kecil air laut


"apa" tanya Vieeta yang mendongakkan wajahnya menatap wajah tampan Dat Thien


"tapi kamu janji gak marah, dan janji akan menerima kekurangan ku" Dat Thien yang menatap lurus Ken depan kini menatap manik mata bulat Vieeta


"ya aku janji, karna setiap manusia memiliki masa lalu kan" Vieeta mengangguk


"aku sebenarnya seorang duda, aku memiliki anak perempuan satu dari pernikahan sebelumnya. dan anak ku kini berusia tujuh tahun. masa lalu ku dari keluarga miskin yang tak memiliki apa-apa sebelum sekarang seperti ini saat bersama mu aku menemukan ke sukseskan" Dat Thien berkata jujur menatap manik hitam dan bulat milik Vieeta


sejujurnya ada rasa kaget dari Vieeta karna ia mengetahui sisi lain Dat Thien. di usianya yang 28 ternyata ia seorang duda


"apakah putri mu tinggal bersama mu" tanya Vieeta tanpa berbicara soal status sosial


"iya dia sekarang bersama nenek, karna aku harus bekerja di kota Hanoi" jawab Dat Thien


"apakah ibunya masih suka menengoki putrinya" tanya Vieeta lagi


"tidak pernah, bahkan kami sudah los kontak sejak lama, mengapa kamu bertanya begitu"


"nggak, hanya saja aku takut jika putri mu tak suka pada ku untuk menggantikan ibunya di sisi mu, apalagi penampilan ku yang berbeda" Dat Thien melihat ada ke khawatiran di mata kekasihnya itu


"kamu gak usah khawatir, dia pasti sangat senang bahkan Cara sangat ngefans dengan mu, ia suka melihat vidio- Vidio mu bahkan saat kita live bersama dia sangat antusias. justru Cara akan sangat marah jika aku Live dengan wanita lain" Dat Thien menatap ke depan melihat ombak yang saling berkejaran dan ia pun nampak tersenyum lucu saat mengingat putri kecilnya itu saat memarahi dirinya dan akan mengomel sangat panjang


" siapa nama putri mu" tanya Vieeta


"Mai Bong Bian Cara, dia biasa di panggil Cara" jawab Dat Thien kembali menatap Vieeta


"nama yang cantik" Vieeta tersenyum dan menatap lurus ke depan


"jadi....apakah kamu menerima segala kekurangan ku, dan bahkan aku dari kalangan miskin" tanya Dat Thien dengan penuh harap


" aku menerima segala kekurangan mu, dan aku menerima status sosial mu karna aku pun bukan orang kaya. aku hanya gadis Yatim yang sudah tak memiliki ayah meski aku memiliki ayah tiri. dan aku juga berasal dari keluarga miskin, jadi tidak ada alasan bagi ku untuk tak menerima masa lalu ku karna aku pun memiliki masa lalu, dan setiap manusia memiliki masa lalu bukan" Vieeta kembali menatap Dat Thien


"ya..memang setiap manusia memiliki masa lalu. terimakasih kamu mau menerima ku apa adanya aku" Dat Thien memeluk Vieeta dan mengelus kepala Vieeta yang terbalut kerudung


sedangkan di belakang mereka Quan Khoi menghampiri keduanya


"woy...mentang-mentang kalian pacaran jadi dunia serasa milik berdua " Quan Khoi menghampiri keduanya membuat Dat Thien pun melepas pelukannya


"sirik aja, makanya sana cari cewek" Dat Thien mengolok Quan Khoi


"hais, memang kau ini" Quan Khoi menjitak kepala Dat Thien


dan kini mereka pun terlibat adu jitak bahkan kejar-kejaran membuat Vieeta yang melihat tingkah mereka berdua pun tertawa.


"itu dua bocah kenapa" tanya Reza yang baru menghampiri Vieeta di belakang nya ada Mai Thao dan Anh Tuan yang ikut tertawa melihat dua orang yang sedang bergelut


"biasa lah, nama nya juga bocil hahahaha" Vieeta yang masih tak bisa menahan tawanya

__ADS_1


......................


terkadang persahabatan begitu sederhana untuk mendapatkan kebahagiaan, namun persahabatan pula terkadang harus renggang karena kesalah fahaman.


__ADS_2