cinta ku berlabuh di vietnam

cinta ku berlabuh di vietnam
jaga dia


__ADS_3

"Viee...aku jemput ke rumah mu ya" Reza sore hari Reza menelfon Vieeta


"oke deh, aku tunggu di rumah ya" jawab Vieeta yang masih lesu


"ya udah aku tutup telfonnya" Reza pun langsung mematikan sambungan telfonnya dan ia bergegas menyambar kunci mobil yang berada di nakas.


Reza langsung keluar dari rumahnya dan masuk ke dalam mobilnya. Reza pun menjalankan mobilnya untuk menjemput Vieeta.





Sementara Vieeta kini tengah bersiap-siap, meski dengan begitu malasnya. ia pun keluar dari kamarnya wajahnya begitu pucat tanpa balutan lipstik, karena kini semangatnya sudah memudar


"mau kemana Viee" tanya ibu Mutia


"hari ini aku ada kerjaan bu, mas Reza udah di jalan jemput aku" jawab Vieeta dengan nada lesu


"kamu kenapa?" tanya ibu Mutia yang tidak tahu kabar keduanya yang sudah berpisah


"enggak kenapa-kenapa kok bu" jawab Vieeta dengan tersenyum yang di paksakan


terdengar suara klakson mobil berada di depan rumah Vieeta, ibu Mutia dan Vieeta pun langsung buru-buru keluar karena mendengar suara tadi.


"assalamualaikum " Reza keluar dari mobilnya dan menghampiri


"waalaikumsalam " jawab ibu Mutia dan Vieeta hampir bersamaan


"bu aku berangkat dulu ya" Vieeta mencium punggung tangan ibu Mutia


"iya udah hati-hati, Za ibu titip Vieeta ya" pinta ibu Mutia


"iya bu, ya udah kita berangkat dulu bu" Reza pun mencium tangan ibu Mutia


setelah berpamitan mereka pun berangkat, Vieeta sekarang banyak diam padahal biasanya dia paling cerewet jika sedang berdua dengan Reza.


Reza yang melihat Vieeta lesu, wajah pucat itu pun merasa kasihan


"udah Viee, kalo jodoh enggak akan kemana. jangan terlalu di fikirin" ucap Reza mencoba menasehati adiknya itu


"apa sih, sok tau banget. aku cuma agak enggak enak badan aja" jawab Vieeta berbohong


"mata mu itu enggak bisa bohongi Viee" ucap Reza mengelus kepala Vieeta sebentar dan kembali fokus menyetir

__ADS_1


"terserah kamu lah mas" Vieeta enggan menanggapi ia kembali menatap keluar jendela


hari sudah mulai gelap, Reza memberhebtikan mobilnya di depan Indomaret. Ia berniat untuk membeli camilan dan minuman


"mau titip apa" tanya Reza saat sudah membuka sabuk pengaman


"enggak ada" jawab Vieeta lesu


"ya udah, aku turun dulu" Reza pun keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam Indomaret


Ia membeli beberapa camilan dan juga minuman isotonik, setelah membayar ia kembali ke mobil dan menyerahkan minuman isotonik kepada Vieeta


"nih buat kamu" Reza menbukakan tutup kaleng minuman isotonik itu dan memberikan kepada Vieeta


Vieeta pun menerima minuman itu, dan meminumnya


"kasiannya anak orang yang lagi galau karna putus cinta, udah to jangan sedih-sedih kalau jodoh enggak akan kemana" ucap Reza sembari tersenyum sedikit mengejek maksud nya adalah untuk menghibur Vieeta


"apaan sih" Vieeta memukul pelan punggung tangan Reza yang di taruh di jendela pintu mobil karena posisi Reza yang masih berada di luar


Vieeta terlihat tersenyum meski samar. namun Reza senang karena Vieeta bisa tersenyum meski hanya sedikit


"udah ah. ayok jalan" ucap Vieeta ia menyandarkan tubuhnya si sandaran jok mobil


putus cinta di saat masih cinta-cintanya dan masih sayang-sayang nya sudah pasti sangat sakit.


****************


mereka pun kini telah sampai di restoran di mana tempat bertemu para sahabat.


Reza dan Vieeta pun masuk ke dalam restoran dan mencari tempat duduk yang masih kosong.


"mau pesen apa Viee" tanya Reza ketika mereka sudah mendapatkan tempat duduk


"apa aja mas, aku lagi males milih" jawab Vieeta, ia menyandarkan tubuhnya di meja dengan tangan di lipat sebagai bantalan untuk wajahnya


"ya udah kalo gitu. Mba!!" panggil Reza pada waiters dan waiters pun menghampiri meja Reza


"saya pesen chiken steak saus enoki satu, beef steak black paper sauce nya satu, sama minumnya matcha latte milk ice, ices milo cream cheese. sama air mineralnya dua" Reza menyebutkan pesanannya dan waiters pun mencatat setiap pesanan Reza


"baik, di tunggu ya mas" waiters pun berlalu


Reza menatap Vieeta yang masih galau, terlihat Vieeta memainkan ponselnya ia terlihat menonton siaran langsung. Reza mengintip dan terlihat di sana gambar Dat Thien sedang melakukan live menyanyikan sebuah lagu dan terlihat mata Dat Thien pun berkaca-kaca


Vieeta terus menatap lekat ponselnya, ada rasa rindu di hatinya. namun keadaan sekarang berbeda

__ADS_1


"udah jangan di liatin terus, mending makan dulu" Reza mengodorkan maknan untuk Vieeta karena makanan mereka sudah datang


Vieeta terlihat terkejut karena ucapan Reza tadi, ternyata sedari tadi Reza memperhatikan dirinya yang masih perduli terhadap Dat Thien, bahkan sampai menonton siaran langsungnya


"mau makan yang mana, ini apa itu" tanya Reza, Vieeta pun melihat ke arah meja dan melihat setiap piring yang berisi makanan.


"itu stik ya" tanya Vieeta


"iya, mau yang ini. Kalo yang ini stik ayam " ucap Reza menunjukan piring yang ia pegang


"yang itu aja" Vieeta menunjuk piring yang sebelah kiri


"ya udah kalau ini stik sapi" Reza memberikan piring satunya kepada Vieeta


"minumnya mau yang mana" tanya Reza lagi


"itu yang ijo apa" tanya Vieeta menunjuk ke gelas yang berada di depan Reza


"ini matcha lite milk" jawab Reza


" ya udah itu aja" Reza memberikan gelas jus itu kepada Vieeta, ia juga memberikan air mineral untuk Vieeta


mereka pun makan bersama, sebenarnya Reza mengajak Vieeta keluar untuk menghibur gadis itu dan hanya alasan saja ada pekerjaan.


Reza tak tega juga melihat Vieeta yang masih galau,terlihat dari cara makannya yang masih malas malasan.


Reza tahu ia tak bisa mengibati luka adiknya itu, namun ia berusaha untuk mengibur nya.


Vieeta menyudahi makannya, bahkan stik yang hanya satu porsi itu tidak sampai habis ia makan. membuat Reza memicingkan alisnya


"kenapa enggak di habisin" tanya Reza


"udah kenyang" jawab Vieeta datar


"kamu itu harus makan banyak, jangan cuma sedikit nanti kalo lambung kamu kumat gimana" nasehat Reza


Vieeta hanya diam bahkan ia sudah tidak perduli dengan penyakitnya, ia hanya menghabiskan minumannya karena hanya itu saja yang bisa masuk ke dalam perutnya tanpa harus di kunyah terlebih dahulu.


"ya Allah, tolong jaga dia di sana. Lindungi dia di mana pun dia berada" Vieeta berdo'a di dalam hatinya


Ia tahu Dat Thien juga pasti merasakan sama seperti dirinya, luka dan kecewa yang mendalam. namun harus bagai mana lagi karena tembok yang terlalu tinggi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya guys like, dan komentar kalian sangat author hargai karena like dan komentar kalian adalah motifasi author

__ADS_1


__ADS_2