
"bunda..emang bunda enggak nyesel punya anak kaya Hafzan. mending aku aja jadi anak bunda ya..ya" Vieeta mulai menggoda Hafzan, dan Bunda Hafzan pun hanya tersenyum mendengar ucapan Vieeta
"yee....aku itu anak paling ganteng nya bunda, mana mungkin bunda nyesel" dengan percaya diri Hafzan membanggakan dirinya sendiri
"heh, terus adek lu gimane maemunah, wah parah nih parah, Van wa..wahh parah berarti kamu jelek Van" Vieeta mengompori Irvan karena ucapan Hafzan tadi
"nah loh, hayo loh Zah, gimana tuh" Reza pun ikutan mengompori dengan tertawa renyah
"eh enggak gitu maksudnya" Hafzan bingung harus menjawab apa, ia menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal
sementara Irvan hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya, merasa lucu jika sang kakak sudah bingung seperti itu
"Wuahahahahahaha, mukanya itu bang tolong di kondisikan" Irvan sudah tidak dapat menahan lagi, ia pun terbahak melihat wajah kakaknya yang lucu
"hahahaha, si abang mukanya udah kaya orang mau ujian" Vieeta tertawa terbahak-bahak begitu juga dengan Reza dan juga Irvan. sementara Quan Khoi yang tidak faham hanya mengabadikan dengan ponselnya untuk ia buat konten di YouTube nya nanti. namun ia juga ikut tertawa karena merasa lucu
"udah yuk, kita jalan-jalan" ajak Hafzan membuat mereka berhenti tertawa
"mau ke mana Bang" tanya Vieeta karena mereka memang belum memiliki rencana akan jalan-jalan ke mana
"ke suatu tempat, yang pasti kalian akan suka. udah yuk cepetan nanti keburu sore" ajak Hafzan yang mulai berjalan lebih dulu
"ya udah ayo, kakak Quan. ayo kita jalan-jalan" ajak Vieeta pada Quan Khoi, karena Quan Khoi hanya faham yang di ucapkan Vieeta namun meski begitu Quan Khoi masih bisa bercanda dan mengobrol dengan yang lainnya, dengan bahasa inggris seadanya dan juga di lengkapi bahasa tubuh.
"oke" Quan Khoi memasukan ponsel ke dalam tasnya dan mengikuti mereka di belakang
namun sebelum itu mereka berpamitan kepada Bunda Hafizah yakni bunda Hafzan dan juga Irvan. setelah berpamitan mereka pun berangkat dengan mobil yang di supiri Hafzan.
dan Irvan yang duduk di samping Hafzan. sementara ketiga orang tadi duduk di kursi penumpang dengan duduk bertiga.
"kenapa kit enggak cari hotel dulu" usul Vieeta sembari melihat kanan kiri
"kenapa kalian tidak menginap saja di rumah bunda, atau mau tinggal di apartemen ku juga tidak apa" usul Hafzan
"enggak enak ah, takut ganggu" ucap Vieeta sungkan
"iya Zan, biar kami tidur di hotel aja" Reza pun menyetujui
"tidak apa, kalian tidur saja di apartemen ku, di sana ada tiga kamar kok. jadi Viee bisa tidur di kamar sendiri, sementara para cowok bisa tidur masing-masing berdua" Hafzan mengusulkan, bagai mana pun mereka adalah tamunya
__ADS_1
"gimana mas" Vieeta menengok ke arah Reza memint pendapatnya
"heh Quan, gimana" tanya Reza. dan Quan Khoi pun langsung menengok ke arah Reza bingung
"hah...ok ok" ucap Quan Khoi menyetujui
"gimana Viee" tanya Reza balik pada Vieeta
"yowes lah mas, kita nginep di apartemen Hafzan aja. lumayan ngirit duit" ucap Vieeta di barengi dengan tawanya karena ia hanya bercanda
"oke deh" ucap Irvan menghadap kebelakang sembari mengacungkan jempolnya
tak terasa mereka pun kini sudah sampai ke tempat yang di tuju, Hafzan mulai memarkirkan mobilnya di parkiran.
"wow... gedung apa ini" tanya Vieeta setelah turun dari mobil dan melihat ke arah gedung di hadapannya
"ini Aquaria, kita bisa lihat ikan-ikan di dalam" tutur Irvan menjelaskan
"oh, macam yang ada di jakarta berarti ya. keren dong" Vieeta pun tampak takjub
"ya udah yuk kita masuk" ajak Hafzan
"Viee, tolong vidiokan" ucap Quan Khoi meminta pada Vieeta dan menyerahkan ponselnya
"oke " Vieeta menerima ponsel Quan Khoi dan memvidiokan
"yang bagus ya, awas kalo sampai jelek" ucap Quan Khoi, karena jika hasil jepretan atau vidio yang kurang bagus, maka Quan Khoi pasti akan marah-marah
Vieeta pun memgangkat jempolnya tanda kamera sudah siap, Quan Khoi pun memulai dengan menjelaskan dia ada di mana dan tempat apa yanh ia kunjungi. setelah selesai Quan Khoi meminta Vieeta untuk memotret dirinya
Vieeta mulai memotret hingga beberapa gaya, karena banyak kesalahan hingga harus mengulang terus.
"coba yang bener sih, nih foto lagi" ucap Quan Khoi dengan ketus
namun Vieeta hanya tertawa karena memang ia suka menjahili sahabatnya itu, meski marah tetapi menurut Vieeta Quan Khoi itu lucu.
acara foto-foto pun selesai, Vieeta mengembalikan ponsel Quan Khoi. kini giliran Quan Khoi yang memeotret Vieeta dengan beberapa gaya .
sementara Reza, Hafzan dan Irvan sedang membuat vidio joget-joget di sudut yang lain.
__ADS_1
"kita samperin mas Reza yuk" ajak Vieeta karena sudah puas berfoto
"ya udah yuk" Quan Khoi pun menyetujui
mereka berdua pun menghampiri yang lainnya.
"woy sini kita bikin vido joget-joget bareng yuk, sekalian foto-foto bareng" ajak Reza saat melihat Vieeta dan Quan Khoi berjalan ke arah dirinya
"boleh" Vieeta langsung buru-buru menghampiri begitupun dnegan Quan Khoi
mereka pun melakukan vidio di iringi musik, setelah puas membuat beberapa vidio. kini mereka pun foto-foto bersama
setelah selesai barulah mereka menikmati suasana dan melihat ikan-ikan yang berenang ke sana kemari
"mas, itu ada yang mirip kamu" Vieeta menarik baju Reza hingga yang tadinya Reza fokus pada hewan lain seketika langsung menghadap ke arah yang di tunjuk Vieeta
"suek...masa gue di samain sama dugong" ucap Reza kala melihat yang di tunjuk Vieeta
"La ya persis ko, sama-sama bulet" Vieeta pun tertawa ia sangat suka meledek kakaknya itu
"eh, kita ke kafe sini yuk. nyemil-nyemil sore " ajak Irvan
"boleh deh, aku juga haus ini" Reza pun langsung mengiyakan
"gitu di bilang mirip dugong gak terima, tapi sekalinya di ajak ke kafe langsung ayo aja" Vieeta kembali meledek
"biarin" Reza pun berlalu begitu saja
"dasar dugong" teriak Vieeta namun Reza hanya mengangkat tangannya
Vieeta pun berlari mengejar Reza dan langsung nemplok di punggung Reza dengan tangan melingakar di leher Reza dan kaki yang ia angkat sedikit. membuat Reza agak terkejut dan hampir oleng
"aduh...kamu itu berat Viee, malah nemplok udah kaya pukang" Reza menyeimbangkan tubuhny
"gendong sampe cafe, itung-itung buat ngurangin berat badan" ucap Vieeta tanpa beban
"hadehhh" namun meski begitu Reza tetap membiarkan Vieeta berada di gendongannya
kini mereka pun sampai di kafe, Reza memsan jus alpukat, sementara Vieeta memesan jus mangga, begitu pun Quan Khoi yang memsan jus mangga juga. sementara Hafzan dan Irvan memsan jus stroberi dan jus alpukat. makanannya mereka hanya memesan kentang goreng saus keju, potato wedges,pancake pisang, butermilk waffle, dan klappertaart panggang.
__ADS_1
setelah makanan terhidang mereka pun mulai menikmati makanan yang sudah tersaji, sembari menikmati suasana sore hari di kafe itu.