cinta ku berlabuh di vietnam

cinta ku berlabuh di vietnam
mengharap kebahagiaan mu


__ADS_3

setelah puas jalan-jalan kini mereka berlima sudah berada di apartemen Hafzan dan Irvan. mereka kini tengah berkumpul di ruang tamu, sedangkan Vieeta kini berada di dapur. ia tengah menggoreng naget untuk makan malam mereka nanti


"wahh harum banget, nyicip satu ya" Irvan langsung mengambil satu naget yang sudah di tiriskan


"enak enggak" tanya Vieeta dan Irvan mengangguk sembari mengunyah naget yang berada di mulutnya


"enak banget" Irvan berkomentar sembari mengangkat jempolnya


" ya udah, kita makan yuk. udah siap semua nih, naget sama saos sambal nya, ada capcai, trus sama ini goreng tepung bawang bombay" Vieeta menunjukan hasil masakannya


"ya udah aku bantu siapin ke depan ya" Irvan menawarkan diri


"boleh " Vieeta menyetujui


Irvan pun membawa mangkuk yang berisi capcai, dan piring yang berisi naget. sementara Vieeta membawa nasi, gorengan bawang bombay tepung dan juga saus sambal


"ayo makan makan, makanan udah siap" Vieeta berteriak memanggil para cowok-cowok agar segera menghampiri


" wahh udah mateng ya. hummm wanginya bikin perut bergoyang minta di isi" Reza pun langsung menghampiri


"ya udah ayo makan" Vieeta duduk di lantai, begitupun yang lainnya


mereka makan secara lesehan karena itu akan menambah nikmatnya makan malam, makan secara bersama-sama saling bercengkrama membuat kehangatan selayak nya keluarga.


karena di jaman sekarang sudah sangat jarang di temukan yang makan secara sama-sama meski itu keluarga sendiri. terkadang mereka sibuk dengan dunianya masing-masing dan kesibukan masing-masing.


terlihat mereka saling bercengkrama dan tertawa, meski makanan yang di sajikan hanya menu sederhana namun mereka makan dengan lahap, hingga makanan yang tersaji pun tandas tanpa sisa


karena Vieeta bukan tipe wanita yang suka menyisakan makanan dan tidak suka membuang-buang makanan. jadilah mereka harus menghabiskan semua makanan yang sudah tersaji


"Alhamdulillah, akhirnya kenyang juga" Reza memegang perutnya dan mengelus-elus ia merasa begitu kenyang


"perut udah kaya balon mas, gede amat" celetuk Vieeta

__ADS_1


"biarin penting kenyang dan sehat" ucap Reza kemudian berdiri dan berjalan menuju sofa


sementara Vieeta membereskan piring-piring bekas mereka makan tadi


"sini aku bantuin" Quan Khoi mengangkat piring kotor menuju wastafel dan kemudian ia yang mencuci piring kotor itu, karena Quan Khoi sangat pecinta kebersihan bahkan ia sanggup membereskan baju-baju nya sendiri meski itu sangat banyak. bahkan dua lemari yang besar berisi baju-bajunya pun ia sanggup membereskannya sendiri.


sementara Vieeta menggulung tikar bekas mereka lesehan tadi dan kemudian menyapu lantai itu.setelah selesai barulah Vieeta dan Quan Khoi menyusul yang lainnya


"hah...akhirnya bisa duduk juga" Vieeta langsung duduk dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa


"tidur sana, istirahat" titah Quan Khoi


"nanti, masih juga jam tujuh, sekalian nanti ibadah" ucap Vieeta menolak


"oh....iya sudah" Quan Khoi mengangguk


"Viee...boy kamu pilih boy korea atau boy Vietnam" tanya Quan Khoi lagi


"boy korea" jawab Vieeta tanpa berfikir apa yang di maksud Quan Khoi


"boy Vietnam no...boy Korea yes" ucap Vieeta lagi dengan menatap Quan Khoi


"masa sih, kayanya dulu suka boy Vietnam" Quan Khoi kembali meledek


"itu dulu, bukan sekarang. jadi sekarang mau cari boy korea aja" ucap Vieeta tidak serius


"oh iya Viee ..bang Dudi katanya mau keluarin lagu ya" tanya Hafzan membuat dua orang yang berdebat berhenti


"iya, dia mau kita yang jadi modelnya. cuma bang Dudi masih di padang ke rumah ortunya" jawab Vieeta mengiyakan


"emang lagunya menceritakan kisah apa?" tanya Hafzan penasaran


"intinya pertemuan dan percintaan sih. aku juga belum tahu pasti sih soalnya belum denger lagunya" tutur Vieeta yang kini tengah duduk tegak tak menyandar seperti tadi

__ADS_1


"kayanya seru nih...pertama kali jadi model di lagu nya bang Dudi" Hafzan tersenyum karena ini merupakan tantangan pertamanya


"ya karena ini juga kali pertama aku jadi model di lagu orang" Vieeta pun menuturkan hal yang sama, karena memang ini kali pertama ia menjadi model di lagu orang lain. meski sebelumnya ia pernah menjadi model juga di lagu Dat Thien namun di sana mereka duet bukan hanya sekedar model saja. dan itu pun ia bersama sang kekasih bukan orang lain


namun kali ini ia menjadi model di lagu orang lain, dan berpasangan dengan orang lain yang bukan kekasihnya dan hanya sebatas sahabat saja


"tapi kan sebelumnya kamu sudah pernah juga kan jad model di lagu sama si itu!" Reza mengingatkan


"tapikan itu sama pacar sendiri bukan sama orang lain" ucap Vieeta keceplosan


"cie cie pacar.." seketika semua yang berada di ruangan itu meledek Vieeta


"apaan sih itu kan dulu" Vieeta mengelak


"iya dulu, tapi kan belum muveon bisa aja balikan" celetuk Reza


"boy Vietnam good kan Vie" ledek Quan Khoi


"apaan sih, gajelas banget" Vieeta menjadi salah tingkah


"itu pipinya merah, salting niyeee..." Reza semakin meledek, dan tanpa sadar Vieeta memegang kedua pipinya


"acie cie, beneran salting dia" Hafzan pun ikut menggoda


"udah ah, aku mau ke kamar aja" Vieeta pura-pura ngambek ia berdiri dan langsung berjalan meuju kamarnya


"hahah nyambek niye" ledek Reza membuat keempat cowok iu tertawa melihat tingkah Vieeta yang salah tigkah


Vieeta masuk ke dalam kamar dan lagsung membaringkan tibuhnya di tempat tidur. ia memegang pipinya yang terasa panas karena ledekan dari para lelaki tadi.


huhhh...


Vieeta membuang nafasnya berat, seakan beban di dadanya begitu sangat berat hingga sulit untuk bernafas saja. meski ia berusaha menutupi semuanya namun ia tidak bisa menyangkal di dalam hatinya masih tersimpan nama Dat Thien dan itu sangat dalam

__ADS_1


"andaikan aja kita enggak beda agama, aku akan pertahanin kamu kak. dan andai aja kita enggak miskom pasti hubungan kita akan baik-baik aja. begitu sulit melupakan mu kak, kamu adalah cinta terbaik ku lelaki yang mengerti aku meski terkadang kita suka berantem karena masalah kecil dan itu semua karena kita enggak tahu bahasa satu sama lain. semoga kita nanti di pertemukan dengan versi terbaik ya kak, meski nanti kakak sudah memiliki pasangan yang baru aku enggak akan benci kakak. dan justru aku akan berdo'a untuk kebahagaiaan kakak" ucap Vieeta di dalam kesendiriannya


cukup lama ia termenung hingga tanpa sadar matanya pun mulai terpejam menuju alam bawah sadar, membawanya ke dalam dunia mimpi yang entah itu indah atau kah mimpi buruk yang akan merusak mood paginya.


__ADS_2