
kini mereka sudah sampai di rest area di mana para pendaki yang akan mendaki gunung bromo berkumpul, udara kala itu sangat dingin karna memang langit pun masih gelap gulita
"yuk kita lets goo" ucap Vieeta semangat dengan mengepalkan tangannya ke udara, meski hawa dingin menyeruak mereka sudah memakai pakaian tebal, seperti Hoodie, celana panjang, syal, dan ciput kepala untuk menutupi kepala hingga telinga dari dingin nya udara malam itu
"lest goo" Quan Khoi menanggapi
"kamu pake celana pendek begitu gak dingin" tanya Reza pada Quan Khoi
"gak pa-pa, kan nanti jalan juga lama-lama gak dingin" jawab Quan Khoi yang kemudian berjalan menyusuri setiap stand yang menyiapkan makanan hangat
karna waktu masih menujukan pukul 4:15 menit mereka pun memutuskan untuk makan lebih dulu sebelum menuju bukit yang biasa di sebut Gunung pananjakan 1 di mana di sana kita dapat melihat matahari terbit atau biasa di sebut sunrise.
setelah selesai mengisi perut mereka mulai berjalan mendaki gunung pananjakan 1 untuk melihat matahari terbit
"haduh dingin banget ini" ucap Reza ia gemetaran menahan hawa dingin
"kena mas" tanya Anh Tuan yang kini berjalan beriringan dengan Reza
"dingin banget" jawab Reza
"itu si Quan enggak kedingingan apa ya, pakek celana pendek gitu" Reza merasa heran sendiri melihat Quan Khoi yang begitu santai meski memakai celana pendek, yang kini berjalan di depannya dandi depan Quan Khoi, Vieeta bersama Dat Thien berjalan berdua
"kulit nya udah kebal mungkin., kaya kulit badak hahaha" Anh Tuan tertawa dengan ucapannya sendiri
"bisa-bisanya di samain sama badak" Reza punikut tertawa
tak terasa mereka pun sudah sampai di puncak Gunung Pananjakan 1. mereka mengambil posisi masing-masing mengabadikan matahari terbit dengan ponsel milik masing-masing.
"kak kita ke sana yuk, foto-foto di sana" ajak Vieeta pada Dat Thien
"boleh, yuk kita ke sana" Dat Thien menyetujui mereka pun berjalan ke arah pagar pembatas dan hendak melakukan suafoto disana.
"oke kita foto-foto di sini ya" Vieeta mengeluarkan ponselnya dan menekan tombol kamera
tak jauh dari mereka ada Anh Tuan, Vieeta meminta Anh Tuan untuk memfoto keduanya
"oke, satu.....dua....tiga" ucap Anh Tuan
Vieeta dan Dat Thien pun berfoto dengan bernagai gaya, gaya pertama mereka merentangkan tangannya dengan tangan kiri Dat Thien memeluk pinggang Vieeta dan tangan kanan Vieeta pun memeluk pinggang Dat Thien, sementara tangan kanan Dat Thien ia rentang kan dan tangan kiri Vieeta di rentangkan dengan pemandangan di belakang mereka berupa kabut tebal.
gaya yang kedua mereka masih saling merangkul dengan tangan kanan Dat Thien di arahkan ke depan dengan membuka telapak tangan dan begitupun yang di lakukan Vieeta. gaya yang ke tiga mereka saling menautkan tangan mereka berdua dan jari membentuk bentuk love di atas kepala keduanya.
hingga mereka pun berganti banyak gaya, dan membuat Vidio untuk di upload di sosial media mereka masing-masing
__ADS_1
"nih ponselnya, aku mau ke sana" Anh Tuan memberikan ponsel Vieeta
"oke..makasih ya" Vieeta tersenyum manis
Anh Tuan mengangguk lalu berjalan ke arah Reza dan Quan Khoi
"ini bagus sayang, kita upload di sosmed ya" Dat Thien melihat satu persatu foto hasil jepretan Anh Tuan
"iya deh, ini bagus kita upload, terus Vidionya juga" ucap Vieeta antusias
"habis ini kita kemana lagi" tanya Dat Thien setelah mereka memasukan ponselnya ke dalam tas
"kita nanti ngetrip naik jeep, di sekitaran Bromo pasti seru deh" Vieeta membayangkan keseruan mereka nanti
"oke deh...mataharinya gak muncul-muncul ya" Dat Thien membalikan tubuhnya melihat ke arah di mana matahari akan terbit
"kaya nya gak muncul deh, karna kabut nya lumayan tebal" Vieeta nampak kecewa tak dapat melihat matahari terbit
"mungkin saja, ya sudah kita ke mas Reza sama yang lainnya. itu orang-orang juga udah banyak yang bubar" ajak Dat Thien
"ya sudah ayok" Vieeta pun menyetujui, mereka bedjalan menuju ke arah Reza dan yang lainnya
"dek, kita turun aja kah" tanya Reza kala Vieeta dan Dat Thien sudah berkumpul dengan mereka
"ya udah kita turun" akhirnya mereka pun turun meninggalkan Gunung Pananjakan 1 untuk ke suatu tempat spot selanjutnya.
mereka pun turun dan naik mobil jeep kembali untuk menuju kawah Gunung Bromo.
...****************...
kini mereka sudah sampai di kawasan gunung bromo dengan menaiki mobil jeep, namun untuk mencapai kawah gunung Bromo mereka harus menyewa kuda agar tak terlalu lelah ketika sampai di kawah.
"aku takut tahu naik kuda gini" Vieeta tak berani untuk naik ke atas kudanya
"coba dulu, aku pastikan kamu gak apa-apa. percaya sama aku , aku akan selalu berada di samping mu" Dat Thien mencoba untuk meyakinkan Vieeta
"bener ya..kakak tetap di samping ku" tanya Vieeta karna ia merasa ragu
"iya...mana mungkin aku meninggalkan kamu" Dat Thien kembali meyakinkan
akhirnya dengan perasaan ragu namun sedikit tenang dengan ucapan Dat Thien tadi akhirnya Vieeta pun memberanikan diri menaiki kuda putih itu. yang sebenarnya ada pemilik yang menjaga di setiap kuda yang mereka sewakan
setelah memastikan Vieeta naik dengan aman barulah Dat Thien pun naik ke atas kudanya.
__ADS_1
"bagai mana, apa masih merasa takut" tanya Dat Thien
Vieeta mengangguk" he'em....masih sedikit takut" jawab Vieeta
"setelah ini kamu tidak akan merasa takut lagi, percaya deh" Dat Thien kembali meyakinkan
Vieeta mengangguk, setidaknya ia sekarang bisa melawan ketakutannya untuk berkuda. kuda mereka pun berjalan menuju ke arah kawah gunung Bromo, terlihat Reza berada di belakang, Quan Khoi berada di belakang mereka berdua. sementara Anh Tuan berada di belakang Reza.
Vieeta yang masih merasa takut itu sesekali memjamkan matanya. Dat thien yang melihat itu merasa lucu
"kemari lah, ulurkan tangan mu" pinta Dat Thien, Vieeta pun menurut ia mengulurkan tangannya
Dat Thien menggenggam jemari Vieeta agar gadisnya itu merasa aman.
"tarik nafas perlahan, dan buang . rileks kan tubuh mu agar kudanya pun merasa aman" Dat Thien memberikan instruksi, Vieeta pun mengikuti arahan Dat Thien. menarik dan mengeluarkan nafas secara perlahan kemudian merilekskan tubuhnya agar tidak tegang
"bagai mana sudah lebih tenang" tanya nya
"sudah, makasih" Vieeta tersenyum manis
Dat Thien tersenyum, ia senang jika kekasihnya itu merasa aman berada dekat dengan dirinya. setelah menempuh perjalanan dengan berkuda menuju kawah kini mereka turun di tempat khusus para kuda berhenti.
Vieeta dan Dat Thien turun dari kuda, di belakang nya Quan Khoi pun turun dari kuda miliknya. sementara Reza dan Anh Tuan berada di belakang, dan di belakang nya ada Than Than pemandu wisata saat berada di bali.
"kita foto dulu yuk di sini" Dat Thien mengeluarkan ponselnya
"boleh, di sini juga bagus pemandangannya" Vieeta antusias mengikuti arahan setiap kamera yang di gemggam Dat Thien.
setelah puas berfoto mereka pun duduk di bebatuan yang ada di sekitar situ sambil menunggu ketiga lelaki itu sampai.
Quan Khoi kini hendak mengisengi Vieeta yang tengah duduk bersama Dat Thien dengan menghadap ke arah lain, jadi ia tak melihat Quan Khoi berada di belakang mereka.
Quan Khoi berjalan mengendap-endap kemudian ia mengejutkan Vieeta" Dorrr" Quan Khoi memgang kedua lengan Vieeta dari belakang mengejutkan gadis itu
"ih kakak ini ya ngagetin terus, awas pokok nya aku balas" Vieeta bangun dari duduk nya dan mengejar Quan Khoi memukul ****** lelaki itu
"Aw...Aw...hahahaha" Quan Khoi memegangi ****** nya yang di pukul Vieeta namun dengan masih tertawa meski ada rasa sakit
"rasain nih, balasn akau ngajakin ribut terus" Vieeta masih tak berhenti memukul dengan gemas Quan Khoi
aksi itu di lihat Dat Thien namun ia tertawa karna mereka jika bertemu pasti seperti itu, sudah seperti tom and Jerry.
aksi ke duanya pun berhenti saat Reza sudah sampai di tempat mereka tadi, dan turun dari kudanya. lalu menghampiri mereka.
__ADS_1